Daging Kurban yang Dibungkus Kresek Hitam Bisa Picu Kanker?

By | August 10, 2019


Photo Source: Twitter.com/wow_keren

DokterSehat.Com– Hari Raya Idul Adha cenderung identik dengan dibagi-bagikannya daging kurban di berbagai tempat di Indonesia. Hanya saja, jika dicermati, banyak daging kurban yang dibungkus dengan plastik kresek hitam. Padahal, ada anggapan yang menyebut plastik kresek hitam ini bisa membahayakan kesehatan, termasuk menyebabkan kanker. Apakah anggapan ini memang benar?

Plastik kresek hitam pembungkus daging kurban bisa menyebabkan kanker?

Beberapa waktu lalu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bahkan sampai meminta masyarakat untuk tidak lagi memakai plastik kresek hitam sebagai pembungkus daging kurban. Mereka diminta untuk memakai besek yang terbuat dari bambu karena dianggap lebih aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan.

Anggapan tentang plastik kresek hitam bisa menyebabkan datangnya kanker diungkap oleh Muhammad Ghozali, salah seorang peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dalam penelitian yang dilakukannya, dihasilkan fakta bahwa ada bahan pelentur plastik pada kresek hitam yang bersifat karsinogen atau bisa menyebabkan kanker.

Sayangnya, semua jenis plastik, baik itu yang bening atau yang hitam memiliki bahan pelentur plastik, namun khusus untuk kresek hitam, prosesnya berlangsung lebih lama, yakni sempat hingga lima kali sehingga membuatnya memiliki warna gelap, lebih kasar, dan memiliki bau yang lebih busuk.

Selain itu, di dalam plastik kresek hitam juga terdapat kandungan high density polyethylene (HDPE) yang berbahaya dan tidak boleh langsung bersentuhan dengan makanan karena bisa membuat makanan terpapar langsung kandungan pemicu kanker. Hal ini berarti, plastik kresek hitam memang sebaiknya tidak digunakan sebagai pembungkus daging kurban.

Makanan panas juga sebaiknya tidak dikemas dalam plastik

Selain tidak sembarangan menyimpan makanan di dalam kemasan plastik, apapun jenisnya, pakar kesehatan menyarankan panitian kurban untuk memisahkan daging dengan dengan jeroan atau bagian lainnya. Hal ini ditujukan untuk mencegah daging tidak mudah mengalami kerusakan.

Andai tidak ditemukan bahan pembungkus lainnya, daging kurban bisa ditempatkan di dalam plastik bening dan baru dibungkus lagi dengan plastik hitam sebagai pembungkus luar. Hanya saja, hal ini juga sebenarnya kurang baik untuk kesehatan.

Satu hal yang pasti, ada baiknya kita tidak mengemas makanan apapun, khususnya yang masih dalam kondisi panas dengan menggunakan plastik demi mencegah datangnya masalah kesehatan, khususnya kanker.

Berbagai bahan kemasan makanan lain yang juga kurang baik bagi kesehatan

Selain bahan plastik yang sayangnya masih sering digunakan di Indonesia, pakar kesehatan menyarankan kita untuk tidak memakai kemasan makanan yang kurang baik bagi kesehatan.

Berikut adalah bahan-bahan kemasan tersebut.

  1. Kemasan kertas

Kertas yang bisa dengan mudah kita temui di berbagai tempat makan in ibisa jadi sudah terpapar debu atau kotoran di dalamnya. Jika kertas ini juga digunakan untuk membungkus makanan panas, berminyak, atau berkuah, bisa jadi hal ini akan menyebabkan dampak kesehatan yang berbahaya.

Selain kertas biasa dengan warna kecokelatan, pakar kesehatan juga menyebut kertas koran atau bekas ujian yang sering dipakai sebagai pembungkus gorengan berbahaya bagi kesehatan karena bisa saja membuat kotoran dan tinta masuk ke dalam makanan dan memicu masalah kesehatan.

  1. Styrofoam

Bahan styrofoam ternyata juga kurang baik bagi kesehatan karena bisa membuat kandungannya masuk ke dalam makanan yang dikemas.

Melihat fakta-fakta ini, sebaiknya memang kita lebih cermat dalam membungkus makanan, baik itu makanan mentah atau makanan matang. Khusus untuk makanan matang, pakailah kemasan makanan yang sudah memiliki label food grade atau memang aman bagi makanan.





Source link