Category Archives: Syaraf dan Kejiwaan

22 Cara Menghilangkan Stres (Terbukti Ampuh!)

DokterSehat.Com – Tidak ada orang yang tidak pernah mengalami stres, entah itu stres ringan maupun stres berat. Masalah pekerjaan, keluarga, hingga asmara menjadi faktor penyebab stres yang kita alami. Stres, bukan hanya soal gangguan psikis. Lebih dari itu, kondisi ini berdampak pada hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari produktivitas, seks, hingga komplikasi penyakit serius. Lantas, bagaimana cara menghilangkan stres?

Cara Menghilangkan Stres (Mudah dan Efektif)

Stres memang tidak bisa kita hindari. Akan tetapi, stres dapat dikendalikan sehingga tidak berlarut-larut yang mana hal ini bisa memberikan dampak buruk bahkan berbahaya bagi mental dan fisik. Oleh sebab itu, manakala Anda sedang dilanda stres, lakukan sejumlah cara menghilangkan stres berikut ini. Tidak sulit, namun cukup efektif, kok. Apa saja? Simak informasinya berikut ini.

1. Olahraga

Semua tahu kalau olahraga adalah aktivitas yang menyehatkan. Berolahraga, selain membuat fisik bugar dan bebas penyakit, juga memiliki dampak positif bagi kesehatan mental, termasuk mengusir rasa stres. Pasalnya, saat Anda melakukan aktivitas olahraga, tubuh melepaskan hormon endorfin, yakni hormon yang menimbulkan efek bahagia.

Tidak usah olahraga berat, cukup lakukan olahraga ringan seperti jogging, bersepeda, atau sekedar berjalan kaki santai. Asalkan, lakukan cara mengatasi stres ini secara rutin agar hasilnya benar-benar terasa.

2. Yoga

Faktanya, aktivitas meditasi atau yoga tidak hanya membantu Anda meringankan otot-otot yang tegang, melainkan juga menjadi obat stres yang dianggap ampuh untuk mengatasi kondisi ini. Yoga, menurut sejumlah penelitian, efektif untuk memperbaiki suasana hati (mood) mereka yang sedang dilanda stres atau bahkan depresi.

Luangkan waktu 30-60 menit untuk melakukan yoga. Coba terapkan teknik-teknik yoga seperti camel pose, child pose, sukhasana, dan triangle, yang mana teknik tersebut diklaim efektif untuk meredakan stres.

3. Memelihara Hewan

Memelihara hewan seperti anjing dan kucing dipercaya sebagai cara mengatasi stres yang ampuh. Fungsi hewan peliharaan sebagai ‘obat stres’ tersebut dikarenakan interaksi dengan hewan-hewan tersebut mampu membuat tubuh

Read the rest

Parestesia (Kesemutan): Penyebab, Gejala, Pengobatan

DokterSehat.Com – Setiap orang pasti pernah mengalami parastesia atau biasa kita kenal dengan istilah ‘kesemutan’. Kondisi ini lazimnya terjadi di area tangan dan kaki, dan kerap disertai rasa nyeri. Parestesia atau kesemutan dilatarbelakangi oleh sejumlah faktor, dari yang sifatnya ringan hingga serius sekalipun. Lantas, apa penyebab parestesia? Apa ciri dan gejala parestesia? Bagaimana cara mengobati parestesia?

Apa Itu Parestesia?

Parestesia adalah kondisi di mana tubuh, tepatnya di area tangan dan kaki, mengalami sensasi panas, seperti tertusuk jarum, dan mati rasa atau kebas. Parestesia (kesemutan) umumnya muncul secara tiba-tiba, dengan atau tanpa disertai rasa nyeri. Parestesia ada yang sifatnya sementara (temporer), dan kronis.

Parestesia sementara (temporer) adalah kondisi kesemutan yang paling umum dialami oleh semua orang. Seperti namanya, parestesia ini hanya terjadi selama beberapa saat dan akan hilang dengan sendirinya tanpa perlu dilakukan penanganan khusus. Hal ini berbeda dengan parestesia kronis, di mana parestesia ini merupakan pertanda dari suatu penyakit sehingga diperlukan penanganan medis guna menyembuhkannya.

Penyebab Parestesia

Secara garis besar, adanya gangguan atau trauma pada jaringan saraf tubuh menjadi penyebab parestesia. Pada parestesia atau ‘kesemutan’ temporer, hal ini disebabkan oleh adanya tekanan pada saraf, atau sirkulasi darah yang terhambat. Duduk bersila atau tidur dengan kepala bertumpu pada satu tangan adalah contoh kasus yang menjadi penyebab parestesia.

Sementara itu, penyebab parestesia kronis bisa karena adanya gangguan saraf yang cukup serius dan membutuhkan penanganan medis khusus guna menngobatinya. Gangguan saraf tersebut lantas diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Neuropati

Neuropati adalah kondisi di mana terjadi kerusakan pada sistem saraf. Hal ini utamanya terjadi pada mereka yang menderita gula darah tinggi (hiperglikemia). Munculnya parestesia atau ‘kesemutan’ kronis adalah salah satu gejala dari neuropati, selain gejala-gejala lainnya seperti kelumpuhan (paralisis).

2. Radikulopati

Selain neuropati, penyebab parestesia kronis lainnya adalah radikulopati.

Radikulopati adalah kondisi di mana sistem saraf mengalami tekanan, peradangan (inflamasi), dan iritasi. Kondisi ini rentan

Read the rest

10 Jenis Depresi dan Penanganannya (Wanita Baca)

DokterSehat.Com – Mendengar nama depresi, yang langsung terbayang di pikiran kita adalah rasa stres, sedih, kecewa, hingga putus asa yang bercampur aduk, untuk kemudian menghancurkan suasana hati (mood). Depresi adalah contoh gangguan mental yang mungkin hampir semua orang pernah mengalaminya, Nah, depresi ini lantas terbagi ke dalam beberapa jenis depresi, apa saja jenis depresi dan penanganannya?

Apa Itu Depresi?

Sebelum membahas lebih lanjut, mari sedikit mengupas definisi depresi itu sendiri. Depresi adalah suatu kondisi di mana terjadi gangguan pada suasana hati (mood) seseorang akibat rasa stres, sedih, dan kecewa yang berkepanjangan. Hematnya, depresi adalah lanjutan dari ketiga kondisi tersebut jika tak kunjung berakhir.

Ya, pada dasarnya kita semua pasti pernah mengalami kesedihan, kekecewaan, dan sebagainya, entah itu akibat masalah keluarga, asmara, pekerjaan, pun yang lainnya. Akan tetapi, sedih yang tidak kunjung usai tersebut dapat menimbulkan kondisi yang lebih parah lagi, yakni depresi. Masalahnya, depresi ini bisa membuat seseorang kehilangan akal sehatnya, yang kemudian berujung pada tindakan-tindakan berbahaya seperti bunuh diri.

Jenis-Jenis Depresi

Jika menilik lebih jauh, depresi sendiri terbagi lagi ke dalam beberapa jenis depresi. Nah, berikut ini adalah jenis-jenis depresi beserta cara menanganinya yang perlu Anda ketahui.

1. Depresi Berat (Major Depressive Disorder)

Depresi berat adalah jenis penyakit depresi yang umum dialami banyak orang, mungkin termasuk Anda salah satu yang pernah mengalaminya.

Depresi berat, merujuk pada American Psychiatric Association, terjadi apabila seseorang mengalami:

  • Perasaan sedih
  • Tidak punya harapan
  • Merasa tidak berharga
  • Merasa bersalah
  • Tidak bergairah dalam melakukan rutinitas
  • Berniat bunuh diri

Perlu dicatat, hal ini apabila terjadi selama setidaknya 2 (dua) minggu. Depresi berat pun terbagi lagi ke dalam dua sub-tipe, yaitu:

  • Atypical depression, yakni ketika seseorang sering tertidur, banyak makan, cemas, dan emosional
  • Melancholic depression, yakni ketika seseorang cenderung menyalahkan dirinya sendiri atas pelbagai hal yang terjadi di dalam hidupnya

Atypical type

Read the rest

Sosiopat: Penyebab, Ciri-Ciri, Cara Mencegah

DokterSehat.Com – Jika selama ini Anda kerap mendengar istilah ‘psikopat’, maka Anda juga harus tahu bahwa ada jenis gangguan kepribadian (personality disorder) lainnya yang dikenal dengan istilah ‘sosiopat’. Antara psikopat dengan sosiopat, keduanya memiliki perbedaan, walaupun pengidapnya sama-sama memiliki perilaku yang ‘tidak biasa’. Lantas, apa itu sosiopat? Apa penyebab sosiopat? Apa ciri-ciri sosiopat?

Apa Itu Sosiopat?

Sosiopat adalah istilah yang digunakan untuk mendefinisikan suatu gangguan kepribadian, di mana pengidapnya memiliki sifat atau kepribadian yang cenderung anti-sosial (ASPD). Seseorang yang mengidap gangguan sosiopat cenderung memiliki sikap yang menyimpang dari nilai-nilai moral yang seharusnya. Pun, seorang sosiopat tak segan untuk melakukan perbuatan yang melanggar hukum dan merugikan orang lain.

Sosiopat (sociopath) kerap dianggap sama dengan psikopat, padahal faktanya hal tersebut tidak benar. Kendati keduanya sama-sama manipulatif dan ‘jahat’, akan tetapi tingkatan sosiopat berada di bawah psikopat. Sosiopat, menurut seorang peneliti kepribadian bernama Joseph Newman, sulit untuk dapat berempati terhadap orang lain karena ia cenderung fokus pada satu pemikiran yang ia yakini.

Penyebab Sosiopat

Belum dapat diketahui apa yang menjadi penyebab sosiopat. Kuat dugaan, sosiopat dipengaruhi oleh faktor keturunan (genetika) dan pengalaman traumatis yang pernah terjadi pada pengidap anti-social personality disorder (ASPD) ini, seperti pelecehan seksual di masa lalu, atau riwayat kekerasan fisik dan psikis dari orang-orang terdekat (keluarga).

Selain itu, mereka yang kecanduan terhadap alkohol atau obat-obatan terlarang juga memiliki potensi untuk menjadi seorang sosiopat. Gangguan kepribadian ini lebih banyak menimpa kaum pria ketimbang wanita.

Ciri-Ciri Orang Sosiopat

Seseorang dapat dianggap mengalami gangguan kepribadian sosiopati apabila ia telah menginjak usia 18 tahun ke atas, dengan riwayat perilaku menyimpang pada saat masih berusia kanak-kanak, seperti bolos sekolah, mencuri, dan bertindak agresif.

Berikut ini adalah ciri-ciri orang sosiopat yang perlu Anda ketahui dan waspadai.

1. Karismatik, Sekaligus Manipulatif

Ciri-ciri sosiopat yang pertama adalah, ia mampu menjadi seseorang yang terlihat karismatik.

Read the rest