Category Archives: susu

Susu Penambah Berat Badan Membahayakan Ginjal?

DokterSehat.Com– Tak hanya mengalami masalah kelebihan berat badan, dalam realitanya banyak orang yang mengalami masalah tubuh yang terlalu kurus. Mereka sudah berusaha untuk banyak makan namun tetap saja berat badan tak kunjung ideal. Demi mengatasinya, susu penambah berat badan pun dijadikan solusi. Hanya saja, apakah benar anggapan yang menyebut susu penambah berat badan bisa berbahaya bagi ginjal?

Bahaya tubuh terlalu kurus

Banyak orang yang berpikir jika tubuh yang terlalu kurus masih lebih aman bagi kesehatan jika dibandingkan dengan tubuh yang terlalu gemuk. Padahal, dalam realitanya terlalu kurus juga kurang baik bagi kesehatan. Hal ini bisa meningkatkan risiko terkena anemia, osteoporosis, gangguan sistem kekebalan tubuh, hingga gangguan perkembangan pada anak-anak.

Terdapat banyak sekali merek susu penambah berat badan yang bisa kita konsumsi. Semua jenis susu ini menawarkan nutrisi yang tujuannya adalah agar membuat tubuh lebih berisi. Secara rasa, susu-susu ini juga biasanya enak sehingga disukai banyak orang.

Dampak mengonsumsi susu penambah berat badan bagi ginjal

Anggapan bahwa susu penambah berat badan bisa membahayakan kondisi ginjal disebabkan oleh adanya kandungan protein, lemak, gula, karbohidrat, serta natrium yang cukup tinggi di dalamnya. Kandungan-kandungan inilah yang dianggap bisa membebani organ yang mengendalikan cairan di dalam tubuh ini.

Hanya saja, menurut pakar kesehatan, susu penambah berat badan sebenarnya mirip dengan susu biasa. Hanya saja, di dalam susu ini komposisi kalorinya cenderung jauh lebih banyak. Tujuannya tentu saja agar bisa membantu meningkatkan berat badan peminumnya. Hal ini berarti, susu ini tidak akan membahayakan ginjal meski rutin dikonsumsi.

Meskipun begitu, susu ini bisa saja memberikan dampak kurang baik bagi ginjal jika di dalamnya ternyata terdapat kandungan steroid. Kandungan ini bisa membebani ginjal sehingga membahayakan kondisinya.

Memilih susu penambah berat badan yang sehat

Susu penambah berat badan bisa dikonsumsi oleh orang-orang yang memiliki berat badan kurang ideal atau sangat kurus. Hanya saja, bagi mereka yang mengalami

Read the rest

Tips Memilih Susu Bagi Penderita Kolesterol Tinggi

Photo Source: Flickr/Marco Verch Professional Photographer and Speaker

DokterSehat.Com– Penderita kolesterol tinggi memang tidak bisa sembarangan mengonsumsi makanan atau minuman. Bahkan, banyak dari mereka yang sampai takut untuk minum susu. Hal ini disebabkan oleh adanya anggapan bahwa susu bisa mempengaruhi kadar kolesterol di dalam tubuh. Lantas, apakah tidak ada susu yang bisa memberikan manfaat bagi kondisi kesehatan mereka?

Mengenal susu yang kurang baik untuk dikonsumsi penderita kolesterol tinggi

Ada banyak sekali jenis susu yang bisa kita konsumsi setiap hari, namun pakar kesehatan menyebut ada beberapa jenis susu yang sebaiknya tidak sembarangan diminum oleh penderita kolesterol tinggi.

Berikut adalah jenis-jenis susu tersebut.

  1. Susu sapi

Salah satu jenis susu yang paling sering dikonsumsi adalah susu sapi. Rasanya nikmat dan bisa mengenyangkan. Masalahnya adalah susu sapi termasuk dalam minuman dengan kadar lemak yang cukup tinggi. Jika kita mengonsumsi satu gelas saja, maka sudah mendapatkan kalori sebanyak 146 kalori, lemak jenuh sebanyak 5 gram, dan kolesterol sebanyak 24 mg.

Lantas, apakah penderita kolesterol tinggi tidak boleh mengonsumsi susu sapi? Pakar kesehatan menyebut mereka masih bisa mengonsumsi susu sapi dengan label rendah lemak atau bebas lemak. Hanya saja, pastikan untuk mengecek label kemasan susu rendah lemak karena banyak yang memiliki kandungan gula tinggi. Cobalah untuk memilih susu rendah lemak yang kadar gulanya tidak terlalu tinggi.

  1. Susu kambing

Susu kambing sering dianggap sebagai susu hewani alternatif selain susu sapi. Pakar kesehatan ternyata tidak menyarankan penderita kolesterol tinggi untuk mengonsumsinya mengingat kadar lemak jenuhnya mencapai 6,5 gram dan kadar kolesterolnya bisa mencapai 27 mg. Kadar kalori di dalam susu kambing juga cukup tinggi, yakni sekitar 168 kalori.

  1. Santan

Sebenarnya, cukup jarang orang yang mengonsumsi santan atau susu kelapa secara langsung. Hanya saja, ada baiknya penderita kolesterol tinggi memang sebaiknya membatasi konsumsi santan demi mencegah kenaikan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh.

Berbagai jenis susu yang

Read the rest

Mengapa Intoleransi Laktosa Bisa memicu Diare?

DokterSehat.Com– Salah satu masalah kesehatan yang sering dialami masyarakat Indonesia adalah intoleransi laktosa. Kondisi ini terjadi jika kita mengonsumsi produk susu baik itu susu cair, keju, dan berbagai macam produk susu lainnya. Jika sampai hal ini terjadi, maka kita akan lebih rentan mengalami gejala seperti mual-mual, muntah, hingga diare.

Cara intoleransi laktosa menyebabkan diare

Memang, tidak semua orang akan mengalami gejala diare meskipun memiliki masalah intoleransi laktosa, namun jika sampai hal ini terjadi, tentu kita akan merasakan ketidaknyamanan mengingat harus bolak-balik ke toilet demi buang air besar berkali-kali. Hanya saja, bagaimana bisa intoleransi laktosa bisa memicu datangnya diare?

Pakar kesehatan menyebut saat mengonsumsi susu atau produk turunannya, maka kita juga akan mengonsumsi laktosa, sejenis gula yang ada di dalam susu. Proses pencernaan laktosa agar bisa dimetabolisme menjadi glukosa ini membutuhkan enzim laktase, namun ada sebagian orang yang tidak mampu memproduksi laktase dengan cukup sehingga kesulitan untuk mencernanya.

Laktosa yang masuk hingga ke bagian usus tidak akan bisa dicerna oleh saluran pencernaan, hal inilah yang kemudian menyebabkan gejala diare. Pakar kesehatan menyebut gejala ini akan muncul sekitar 30 menit hingga dua jam setelah minum susu atau mengonsumsi produk olahan susu lainnya. Selain itu, kita juga bisa mengalami gejala lain seperti mual-mual, kembung, kram perut, hingga sering buang angin.

Semakin banyak laktosa atau produk susu yang kita konsumsi, semakin besar pula gejala dari intoleransi laktosa yang akan kita alami.

Beberapa jenis intoleransi laktosa

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa jenis intoleransi laktosa yang bisa kita alami. Gejala dan penyebab dari hal ini juga bermacam-macam.

Berikut adalah beberapa diantaranya.

  1. Intoleransi laktosa primer

Intoleransi laktosa primer adalah kondisi yang membuat produksi enzim laktase di dalam tubuh menurun dengan signifikan sering dengan semakin bertambahnya umur. Biasanya, kondisi ini sudah dimulai sejak usia batita, namun gejalanya biasanya baru muncul saat usianya remaja atau sudah dewasa. Pakar

Read the rest

Orang Gemuk Minum Susu, Jadi Tambah Gemuk?

Photo Source: Flickr/Marco Verch Professional Photographer and Speaker

DokterSehat.Com– Ada sebuah anggapan yang dipercaya masyarakat Indonesia, yakni susu bisa membuat kita menjadi lebih gemuk. Hal ini membuat banyak orang yang memiliki berat badan normal atau berat badan berlebih memilih untuk tidak minum susu. Sebenarnya, apakah susu memang bisa memberikan dampak kesehatan ini?

Susu bisa membuat berat badan naik?

Pakar kesehatan menyebut susu yang tinggi lemak memang berpotensi membuat berat badan naik. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan kalori di dalamnya. Hanya saja, hal ini berlaku jika kita minum susu dengan berlebihan.

Sebagai informasi, jika kita mengonsumsi satu gelas susu dengan ukuran 200 ml, kita akan mendapatkan 130 kalori dan 8 gram lemak. Jika kita meminumnya di saat yang tepat seperti dijadikan camilan penahan lapar, konsumsi susu tentu tidak akan memberikan dampak berarti bagi berat badan.

Selain itu, jika kita menerapkan pola makan yang sehat, tidak sembarangan ngemil, dan rajin berolahraga, rutin minum susu justru bisa membangun otot sehingga kita pun akan memiliki bentuk tubuh yang lebih baik. Hal ini berarti, kita tidak perlu khawatir berlebihan untuk minum susu.

Lantas, bagaimana dengan orang gemuk. Apakah mereka juga sebaiknya menghindari susu mengingat adanya kandungan kalori dan lemak di dalamnya?

Jika memang mereka ingin menurunkan asupan kalori dan lemak, mereka bisa memilih susu skim yang hanya memiliki 66 kalori serta 0,2 gram lemak di setiap gelasnya. Selain itu, asalkan susu tidak diberi tambahan gula, meminumnya secara rutin dengan porsi yang tepat juga tidak akan memberikan dampak buruk bagi berat badan.

Susu direkomendasikan bagi yang ingin menurunkan berat badan

Pakar kesehatan dr. Anju Sood dari Food NDTV menyebut konsumsi susu satu atau dua gelas per hari justru bisa membantu menurunkan berat badan.

Berikut adalah beberapa penjelasannya.

  1. Susu bisa menahan lapar

Kandungan protein yang tinggi di dalam susu ternyata bisa membantu tubuh kenyang dalam

Read the rest