Category Archives: STRES

Kurang Tidur Tingkatkan Stres Hingga 30 Persen!

Photo Source: Flickr/sfllaw

DokterSehat.Com– Banyak orang yang masih terbiasa untuk begadang di malam hari demi menonton acara televisi, mengobrol, atau sekadar bermain game. Meskipun sangat menyenangkan untuk dilakukan, pakar kesehatan menyebut kebiasaan kurang tidur ini bisa memberikan dampak sangat buruk bagi kesehatan. Salah satunya adalah bisa membuat kita lebih mudah stres. Kok bisa?

Dampak Kurang Tidur bagi Stres

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan di University of California, Berkeley, Amerika Serikat, disebutkan bahwa 330 partisipan dengan usia 18 sampai 50 tahun dilibatkan. Mereka dicek kebiasaan tidurnya setiap malam sekaligus kondisi kesehatan mentalnya. Para partisipan diminta untuk melakukan tes MRI dan polysomnography. Sebagai informasi, tes terakhir bisa mengecek apakah seseorang mengalami gangguan tidur atau tidak.

Pemeriksaan ini mampu mengukur gelombang otak saat menonton video klip yang bisa mempengaruhi emosi. Aktivitas ini dilakukan dua kali, yakni saat mereka baru saja bangun dari tidur yang berkualitas dan saat baru bangun dari tidur dengan durasi yang kurang. Selain itu, para partisipan juga diminta untuk mengisi kuesioner yang tujuannya adalah mengukur stres.

Hasil dari penelitian yang kemudian dipublikasikan hasilnya dalam jurnal berjudul Nature Human Behavior ini membuktikan bahwa kurang tidur bisa membuat kecemasan meningkat dan berimbas pada meningkatnya stres. Hal ini disebabkan oleh kemampuan kurang tidur dalam membuat bagian abu-abu di dalam otak atau medial prefrontal cortex tertutup. Area ini memiliki pengaruh besar dalam mengendalikan kecemasan.

Kondisi ini juga akan berimbas pada lebih aktifnya pusat emosi di dalam otak yang akhirnya berimbas pada mudahnya kecemasan muncul dan meningkatkan level stres hingga 33 persen.

Penelitian lainnya yang dilakukan dengan melibatkan 280 partisipan selama empat hari juga membuktikan bahwa durasi tidur yang kurang akan membuat stres emosional naik hingga 30 persen. Pemimpin penelitian, Matthew Walker menyebut tanpa mendapatkan tidur yang cukup, pikiran tidak mampu menggunakan logikanya dengan maksimal. Hal ini akan membuat emosi lebih mudah

Read the rest

5 Makanan Ini Bisa Membuat Suasana Hati Memburuk

Photo Source: Flickr/jonathanrh

DokterSehat.Com– Makanan atau minuman tertentu tak hanya akan membuat kita menghilangkan rasa haus atau dahaga. Dalam realitanya, ada beberapa jenis makanan yang bisa mempengaruhi suasana hati dengan signifikan. Hal ini berarti, kita memang harus lebih cermat dalam memilih makanan.

Makanan yang Bisa Membuat Suasana Hati Memburuk

Jika kita sedang stres atau mengalami banyak masalah, ada baiknya lebih cermat dalam memilih makanan atau minuman demi mencegah suasana hati menjadi semakin memburuk.

Berikut adalah beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari.

  1. Kopi

Kopi dikenal sebagai salah satu minuman yang bisa memberikan semangat, khususnya jika dikonsumsi di pagi hari. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan antioksidan dan kafein yang bisa memberikan efek tambahan energi. Sayangnya, pakar kesehatan menyebut kopi sebaiknya tidak dikonsumsi saat suasana hati kita memburuk. Bukannya menambah semangat, bisa jadi hal ini akan membuat kita uring-uringan dan semakin tidak karuan.

Hal ini disebabkan oleh kandungan kafein yang bisa meningkatkan hormon stres di dalam tubuh. Memang, hal ini akan berimbas pada hilangnya rasa kantuk dan membuat kita menjadi lebih bugar, namun hal ini juga akan membuat suasana hati menurun, mudah cemas, gelisah, hingga jantung yang berdebar-debar.

  1. Margarin

Margarin seringkali digunakan saat mengolah roti atau makanan-makanan lain yang cenderung simpel dan mudah untuk diolah. Meski bisa membuat rasa makanan menjadi lebih nikmat, hal ini ternyata bisa membuat jumlah lemak jahat di dalam tubuh semakin meningkat. Hal ini juga bisa membuat peradangan di dalam tubuh.

Selain itu, di dalam margarin juga terdapat kandungan asam lemak omega 6. Berbeda dengan asam lemak omega 3 yang baik bagi jantung dan pembuluh darah, asam lemak omega 6 justru bisa memberikan dampak buruk bagi suasana hati kita.

  1. Minuman Beralkohol

Banyak orang yang menjadikan alkohol sebagai pelarian dari suasana hati yang kacau. Masalahnya adalah bukannya membuat suasana hati membaik, kita akan merasa semakin tidak karuan.

Memang,

Read the rest

Sering Lembur Bisa Sebabkan Kebotakan

Photo Source: Flickr/alexik

DokterSehat.Com– Kita tentu sering mendengar kelakar yang menyebut sering bekerja keras atau banyak pikiran bisa menyebabkan kebotakan. Tak disangka, anggapan ini ternyata tidak salah, lho. Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dilakukan di Korea Selatan. Seperti apa sih hasil penelitian ini?

Penyebab Sering Lembur Bisa Menyebabkan Kebotakan

Normalnya, jam kerja adalah sekitar 40 jam saja setiap minggu. Hanya saja, ada orang yang bekerja dengan durasi total yang lebih panjang. Bahkan, ada yang sengaja menambah pekerjaan atau melakukan pekerjaan sampingan di akhir pekan demi membuat pendapatannya meningkat. Sayangnya, hal ini bisa saja memberikan efek samping bagi kesehatan.

Dalam penelitian yang dilakukan di Sungkyunkwan University School of Medicine ini, disebutkan bahwa orang-orang yang bekerja dengan durasi 52 jam atau lebih dalam sepekan cenderung meningkatkan risiko terkena kebotakan hingga 2 kali lipat. Fakta ini terungkap setelah para peneliti mengecek kondisi 13 ribu pria dengan usia 20 – 59 tahun dalam waktu 40 jam.

Para partisipan ini dikelompokkan sesuai dengan jam kerja yang mereka lakukan setiap minggunya. Faktor lainnya seperti sudah menikah atau belum, seberapa banyak jumlah gaji yang didapatkan, hingga kebiasaan merokok juga dipertimbangkan. Hasilnya adalah, didapatkan fakta bahwa jam kerja yang panjang cenderung bisa membuat kita mengalami kebotakan.

Hal ini disebabkan oleh kecenderungan mudahnya stres datang jika kita bekerja dalam waktu yang lama. Hal ini akan membuat hormon pada bagian kulit kepala dan folikel rambut mengalami perubahan. Jika hal ini terjadi dalam jangka panjang, maka risiko mengalami kerontokan rambut parah atau kebotakan akan meningkat.

“Hasil penelitian kami mengungkap kaitan antara jam kerja yang panjang dengan masalah alopecia atau kebotakan yang disebabkan oleh sistem imun tubuh pada kaum pria,” ucap para peneliti Kyung-Hun Son.

Son menyebut stres akibat jam kerja yang panjang akan membuat sistem imun tubuh justru menyerang folikel rambut dan akhirnya membuanya rontok. Ia pun menyarankan

Read the rest

Depresi Penyakit Paling Banyak Diderita Milenial

Photo Source: Flickr/anykeyh

DokterSehat.Com– Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan Blue Cross Blue Shield Association menyebut ada 10 masalah kesehatan yang paling banyak menyerang generasi milenial. Salah satu dari masalah kesehatan tersebut adalah depresi. Sebenarnya, bagaimana bisa kaum milenial cenderung rentan terkena masalah kesehatan ini?

Kaum Milenial Rentan Terkena Depresi

Salah satu pimpinan dari Blue Cross Blue Shield Association, Vincent Nelson, menyebut generasi milenial ternyata cenderung tidak sehat jika dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya. Mereka bahkan cenderung lebih rentan terkena beberapa masalah kesehatan yang tidak dialami oleh generasi sebelumnya.

Sebagai contoh, kaum milenial dengan usia 34 hingga 36 tahun ternyata memiliki tingkat kesehatan 11 persen lebih rendah dibandingkan dengan generasi X atau yang persis di sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh rentannya mereka mengalami depresi, kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, dan penggunaan narkoba atau bahan adiktif lainnya.

Ada banyak sekali penyebab mengapa generasi milenial bisa lebih rentan mengalami masalah kesehatan seperti depresi. Salah satunya adalah perkembangan teknologi yang sangat pesat. Hal ini ternyata berpengaruh besar pada kehidupan sosialnya.

Sebagai contoh, penggunaan peralatan berteknologi kini bisa membuat kaum milenial tak lagi melakukan kontak mata atau obrolan yang hangat. Empati dan simpati mereka juga cenderung tidak sebaik generasi-generasi sebelumnya. Selain itu, keberadaan internet yang sebenarnya ditujukan untuk akses informasi yang cepat justru membuat banyak kabar buruk yang mereka dapatkan dan bisa membuat mereka mengalami masalah mental atau depresi.

“Berbagai kabar buruk ini membuat milenial cenderung tidak lagi bisa berpikir positif dan menganggap masa depan mereka sangatlah buruk,” ucap psikolog bernama Deborah Serani.

Pengaruh Teknologi bagi Risiko Depresi

Risiko depresi bisa semakin meningkat jika mereka tidak lagi sering bertatap muka atau bercengkerama dengan teman-teman atau anggota keluarganya. Banyak dari mereka yang lebih asyik memainkan ponsel atau gawainya sendiri-sendiri. Bahkan, acara makan malam atau pertemuan keluarga juga semakin jarang dilakukan. Hal ini bisa berpengaruh besar

Read the rest

Awas, Kelelahan dan Kurang Istirahat Berbahaya

Photo Source: Flickr/daviegee

DokterSehat.Com– Tidak semua orang bisa mendapatkan waktu istirahat yang dibutuhkan di akhir pekan seperti sekarang ini. Beberapa di antaranya bahkan masih harus melakukan berbagai macam aktivitas. Masalahnya adalah jika kita sampai kelelahan dan tidak mendapatkan waktu istirahat dengan cukup, dampaknya bisa berbahaya. Bahkan, bisa jadi hal ini akan menyebabkan datangnya penyakit.

Dampak Kelelahan dan Kurang Istirahat

Kelelahan adalah hal yang wajar untuk dialami siapa saja. Apalagi jika kita juga baru bekerja dengan keras atau melakukan aktivitas yang menguras energi. Masalahnya adalah masih banyak orang yang tidak menyadari pentingnya waktu isirahat saat mulai mengalami kelelahan. Padahal, hal ini bisa saja menyebabkan dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan.

Selain itu, ada yang sengaja mengonsumsi minuman berenergi, kopi, suplemen, hingga merokok demi mengatasi rasa lelah dan menambah kebugaran tubuh. Meskipun hal ini bisa membantu tubuh terasa lebih enakan, dalam realitanya dampaknya bagi kesehatan justru akan sangat buruk. Kita akan mengalami kelelahan fisik, emosi, sekaligus kognitif yang berbahaya.

Beberapa Tanda Kelelahan yang Sebaiknya Diwaspadai

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mewaspadai beberapa tanda kelelahan pada tubuh. Jika kita mulai merasakannya, tak ada salahnya untuk segera mengistirahatkan badan dan pikiran.

Berikut adalah tanda-tanda kelelahan tersebut.

  1. Memililki Emosi Negatif

Jangan salah, bisa jadi perasaan atau emosi negatif yang sedang kita alami adalah imbas dari tubuh yang sedang kelelahan. Kita seperti merasa hidup kurang berarti, pesimis akan berbagai hal, dan merasa seperti tidak dihargai. Alih-alih menuruti emosi ini, sebaiknya kita mengistirahatkan badan dan pikiran.

  1. Tubuh yang Tak Kunjung Terasa Bugar

Tubuh yang kelelahan ditandai dengan sensasi lelah dan tidak nyaman saat bangun tidur. Kita seperti masih ingin kembali terlelap namun tak bisa melakukannya. Selain tubuh yang kelelahan, bisa jadi hal ini juga disebabkan oleh gangguan mental seperti depresi.

  1. Stres

Kita juga akan mengalami stres saat sedang kelelahan. Stres ini bisa berupa sensasi tegang dan

Read the rest