Category Archives: Seksualitas

7 Tips Seks Kilat agar Sakit (No. 4 Penting)

DokterSehat.Com – Quicky atau seks kilat dianggap sebagai salah satu fantasi seks yang sering dimiliki oleh pasangan. Seks jenis ini bisa dilakukan di mana saja di dalam rumah dengan durasi yang singkat. Biasanya sesi pemanasan atau foreplay berjalan singkat dan langsung masuk pada tahap seks yang intens.

Kenikmatan Seks Singkat

Seks singkat memberikan kenikmatan pada dua belah pihak. Ada yang menyukai seks jenis ini karena bisa meningkatkan adrenalin. Apalagi kalau melakukan seks di tempat-tempat yang tidak umum seperti di dapur atau ruang tamu. Rasa agak takut memberikan sensasi yang besar pada pasangan.

Meski memberikan kenikmatan dan sensasi puas yang besar. Seks jenis ini juga memberikan rasa sakit yang besar pada wanita akibat vagina belum siap secara seksual. Akhirnya cedera seperti lecet kerap terjadi sehingga wanita enggan melakukannya lagi meski fantasinya belum hilang.

Mencegah Seks Kilat yang Terasa Sakit

Kalau Anda tidak mau mengalami seks kilat yang terasa sakit dan tidak bisa dinikmati, lakukan beberapa tips di bawah ini. Dengan melakukan tips di bawah ini seks bisa berjalan dengan lebih menggairahkan dari sebelumnya.

  1. Memilih Posisi Seks yang Tepat

Kalau ingin mengurangi rasa sakit, pilih gaya seks yang nyaman untuk dua belah pihak. Jangan menggunakan gaya seks yang susah dilakukan dan menyebabkan rasa sakit saat penetrasi dilakukan.

Gaya seks yang bisa digunakan adalah doggy style, butterfly, dan woman on top. Gaya ini mudah dilakukan dan tidak mewajibkan pasangan melepas pakaian seluruhnya. Wanita cukup melepas celana dalam kalau memakai rok dan pria hanya mengeluarkan penis dari celananya.

  1. Menggunakan Pelumas Tambahan

Karena seks kilat sangat minim sekali pemanasan, vagina wanita akan sering kering sehingga seks yang dilakukan akan memberikan rasa sakit. Nah, agar seks tetap berjalan dengan lancar, pasangan harus menggunakan pelumas tambahan agar seks bisa lebih lancar.

Gunakan pelumas dengan bahan dasar air. Pelumas ini nanti akan mengganti pelumas alami di vagina

Read the rest

Impotensi Bisa Menyebabkan Penyakit Berbahaya!

DokterSehat.Com – Selama ini kita hanya tahu kalau disfungsi ereksi adalah gangguan seksual pada pria yang menyerang penis. Pria yang mengalami gangguan ini akan susah mendapatkan ereksi sehingga aktivitas seksualnya tidak bisa dilakukan. Kondisi ini akan mematikan pria secara seksual sehingga kehidupannya akan terganggu.

Disfungsi Ereksi atau Impotensi pada Pria

Selain masalah penis yang tidak bisa mengalami ereksi dengan sempurna. Gangguan ini juga merupakan tanda dari penyakit berbahaya lain. Disfungsi ereksi berkorelasi dengan beberapa penyakit berbahaya yang bisa merenggut nyawa pria dengan mudah.

Nah, agar masalah ereksi tidak merembet ke mana-mana, mari kita lebih memahami apa saja yang menyebabkan pria mengalami gangguan ereksi dan penyakit apa saja yang menjadi turunannya pada beberapa poin yang akan kita bahasa selanjutnya.

Penyebab Impotensi yang Umum

Disfungsi ereksi bisa muncul para pria karena beberapa hal, berikut penyebab umumnya yang wajib kita waspadai atau diperlambat kondisinya.

  1. Usia yang Sudah Semakin Tua

Seiring dengan berjalannya waktu, kadar testosteron di dalam tubuh akan menurun perlahan-lahan. Begitu pria berusia 30 tahun, kadar testosteron akan turun satu persen setiap tahunnya. Kadar ini bisa saja lebih besar jika kondisi kesehatan pria semakin rendah.

Kalau testosteron yang dimiliki pria rendah, kemampuan seksual dan juga reproduksinya juga ikut anjlok. Ubahkan gaya hidup dan sebisa mungkin tidak mengalami obesitas saat usia semakin tua.

  1. Mengalami Diabetes

Diabetes adalah salah satu penyebab pria tidak bisa mendapatkan ereksi dengan sempurna. Penyakit ini menyebabkan aliran darah ke penis tidak bisa berjalan dengan lancar sehingga kondisi ereksi yang keras tidak akan bisa terjadi. Kalau sudah seperti ini seks dengan pasangan tidak akan bisa terjadi dengan sempurna.

Gangguan peredaran darah yang terjadi di penis bisa terganggu karena ada kerusakan saraf. Kalau Anda masih bisa mengendalikan level gula darah di dalam tubuh, kemungkinan besar tidak akan terjadi masalah pada jaringan saraf. Jaringan saraf yang ada di penis bisa saja menurun

Read the rest

Cara Menggunakan Kondom Wanita yang Benar

DokterSehat.Com – Saat ini ada banyak pilihan alat kontrasepsi yang bisa digunakan untuk menunda kehamilan. Salah satu yang paling populer adalah kondom. Jika selama ini Anda hanya mengenal kondom untuk pria, kini saatnya Anda mengenal kondom wanita. Lantas, bagaimana cara memakai kondom wanita?

Sebelum menjelaskan tentang cara pakai kondom wanita, ada hal lain yang harus Anda ketahui. Dahulu kondom wanita terbuat dari bahan plastik tipis dan kuat bernama polyurethane. Namun, saat ini kondom wanita dibuat dari bahan karet sintetis atau nitrile, bahan yang sama dengan kondom pria.

Kondom ini berbentuk selongsong panjang dengan cincin fleksibel pada kedua unjungnya. Satu cincin terbuka ditempakan di luar vagina dan menutupi vulva, sedangkan cincin lainnya tertutup dan dimasukkan ke dalam vagina.

Cara Memakai Kondom Wanita

Kondom wanita cukup aman untuk digunakan dan bisa dimasukkan ke vagina sekitar 8 jam sebelum berhubungan seks, sehingga tidak perlu menunggu ereksi seperti kondom pria. Lantas, bagaimana cara memakai kondom wanita? Berikut caranya:

1. Periksa Kemasan Kondom

Cara memakai kondom wanita yang pertama adalah memerhatikan kemasan kondom terlebih dahulu. Perhatikan kemasan kondom dalam kondisi baik dan lihat tanggal kedaluwarsanya.

2. Buka Kondom secara Perlahan

Keluarkan kondom dengan hati-hati agar tidak robek. Jangan gunakan gigi atau gunting, dan berhati-hatilah dengan kuku atau perhiasan yang tajam. Cara pakai kondom wanita yang satu ini harus diperhatikan ya!

3. Menggunakan Pelumas

Cara pakai kondom wanita bisa menggunakan pelumas tambahan berbahan dasar air atau berbasis minyak pada kondom untuk membuatnya lebih mudah dimasukkan ke dalam vagina dan meminimalkan suara mencicit saat berhubungan seks.

4. Masukan Kondom ke Dalam Vagina

Cara memakai kondom wanita yang benar dengan memilih posisi yang nyaman seperti duduk, jongkok, berbaring atau berdiri, seperti ketika Anda memakai pembalut atau tampon.

Pelintir ujung kondom yang tertutup menggunakan jari tengah dan jempol sampai lebih kecil atau runcing dan masukkan ke

Read the rest

5 Tanda Seks Bermasalah dan Cara Mengatasinya

DokterSehat.Com – Perasaan sakit saat melakukan seks sering sekali dialami oleh wanita. Namun, rasa sakit ini kerap hilang dengan sendirinya. Selain itu, penggunaan pelumas tambahan juga cukup membantu wanita dalam mengatasi rasa sakit sehingga seks yang dilakukan bisa berjalan dengan lancar dan memberikan rasa nikmat yang besar.

Tanda Seks yang Anda Lakukan Bermasalah

Kalau Anda sudah mencoba berbagai cara untuk mengatasi rasa sakit saat seks tapi tidak kunjung reda, sebaiknya waspada. Biasanya ada gangguan pada organ internal vagina yang menyebabkan sakit tidak ada habisnya.

Berikut beberapa tanda yang bisa diwaspadai oleh wanita terkait dengan rasa sakit saat seks sehingga mereka tidak ragu lagi untuk membawanya ke dokter.

  1. Cairan Pelumas Tidak Berfungsi Maksimal

Rasa sakit yang disebabkan oleh keringnya vagina bisa menyebabkan gesekan yang terlalu kuat. Gesekan ini menyebabkan rasa sakit yang terlalu besar sehingga wanita kerap tidak nyaman. Rasa sakit ini biasanya mudah sekali dihilangkan dengan pelumas tambahan dengan bahan dasar air.

Kalau rasa sakit tidak juga menurun padahal sudah ditambah pelumas, Anda sebaiknya waspada. Biasa jadi ada gangguan pada organ internal dari vagina seperti endometriosis yang merupakan pertumbuhan sel abnormal pada lapisan rahim.

  1. Kerap Sulit Buang Air Kecil

Setelah seks, wanita juga kerap mengalami rasa sakit yang sangat besar. Rasa sakit ini membuat wanita jadi susah buang air kecil karena area vagina jadi ngilu dan muncul rasa sakit yang susah untuk ditahan. Beberapa wanita bahkan lebih memilih Menahan buang air kecil agar tidak merasakan sakit berkali-kali.

Rasa sakit saat buang air kecil bisa terjadi karena ada infeksi di rongga vagina. Infeksi ini bisa muncul karena ada bakteri yang masuk dan menyebabkan peradangan. Salah satu gangguan yang menyebabkan wanita mengalami sakit adakan infeksi saluran kemih yang cukup parah atau keputihan patogen.

  1. Sering Mengalami Perdarahan Usai Seks

Seks memang bisa menyebabkan perdarahan pada beberapa wanita khususnya yang baru saja melakukannya. Kondisi

Read the rest

5 Masalah Seks Setelah Punya Anak dan Solusinya

DokterSehat.Com – Seks memang menyenangkan saat awal pernikahan. Namun, lambat laun seks mengalami perubahan yang cukup signifikan. Perubahan ini mulai terlihat saat pasangan mulai memiliki momongan. Seks jadi sedikit berbeda sehingga beberapa pasangan mengaku susah melakukannya dengan maksimal.

Masalah Seks Setelah Punya Anak

Setelah memiliki anak, ada banyak perubahan yang terjadi saat seks. Karena harus merawat anak dengan baik hingga mengurus pekerjaan rumah pria dan wanita jadi susah bercinta.

Secara umum, inilah beberapa perubahan yang terjadi pada seks sehingga pasangan tahu bagaimana harus bersikap dan memperbaiki aktivitas seks agar bisa berjalan dengan lancar.

  1. Lelah Saat Bekerja dan Mengurus Anak

Tidak bisa dimungkiri lagi kalau memiliki anak dan usianya masih sangat kecil cukup membuat pria atau wanita sangat capai. Biasanya pasangan akan bergantian menjaga saat pagi, siang, dan sore agar kebutuhan dari bayi bisa tercukupi dengan baik. Misal saat bayi mengompol atau lapar.

Kondisi ini menyebabkan pasangan terlalu lelah untuk melakukan apa pun. Wanita terlalu lelah sejak pagi untuk menjaga anak sementara pria capai bekerja dan harus begadang membantu pasangan kalau anak mendadak rewel. Kalau sudah capai seperti ini, seks seperti susah untuk dilakukan.

  1. Waktu Senggang Tidak Banyak

Kalau sudah memiliki anak waktu senggang untuk menikmati waktu berdua sangat kecil. Pasangan akan fokus pada anak dan melupakan apa yang jadi kebutuhannya. Bahkan untuk sekadar makan atau mandi saja susah dilakukan sehingga seks yang cukup menguras waktu semakin tidak memiliki tempat.

Sebenarnya seks tetap bisa dilakukan oleh pasangan dengan metode seks kilat. Mereka bisa melakukan seks dalam periode waktu 15-20 menit untuk mendapatkan kepuasan. Saat anak sedang tidur, seks bisa dilakukan sesegera mungkin. Oh ya, karena seks kilat kadang bisa membuat wanita sakit, jangan lupa untuk menggunakan pelumas, ya!

  1. Anak Tidak Bisa Ditinggalkan Sendiri

Setelah memiliki anak, wanita akan sering tidur dengan anak setiap saat. Hal ini dilakukan agar anak mudah mendapatkan

Read the rest