Category Archives: risiko kanker

Kulit Gelap Membuat Risiko Kanker Kulit Turun?

Photo Source: Flickr/nseika

DokterSehat.Com– Kita tentu pernah mendengar anggapan yang menyebut warna kulit yang lebih gelap sebenarnya memberikan keuntungan lebih besar bagi kita, yakni membuat risiko terkena kanker kulit semakin menurun. Padahal, banyak orang Indonesia yang memiliki keinginan untuk memiliki kulit dengan warna yang cerah. Sebenarnya, apakah anggapan ini memang benar?

Kaitan Antara Warna Kulit dengan Risiko Kanker

Pakar kesehatan dr. Jenna Lester dari University of California, San Fransisco, Amerika Serikat melakukan sebuah penelitian yang menghasilkan fakta tentang kaitan antara warna kulit dengan risiko kanker kulit. Hasil dari penelitian ini adalah, anggapan bahwa warna kulit yang lebih gelap akan jauh lebih aman dari risiko kanker kulit tidaklah benar.

“Kulit yang memiliki melanin lebih banyak tentu saja tidak apa-apa, namun sebenarnya hal ini tidak akan memberikan dampak yang berarti pada risiko kanker,” ucap dr. Lester.

Apapun warna kulit kita, jika sering terpapar sinar matahari secara langsung di saat terik-teriknya, maka risiko untuk menghalami masalah layaknya hiperpigmentasi dan melasma atau bintik-bintik hitam akan meningkat. Meskipun kulit kita sudah gelap, tetap saja sering terpapar sinar ultraviolet bisa membuat risiko terkena kanker kulit meningkat.

“Melanoma adalah salah satu jenis kanker kulit yang paling berbahaya. Kanker ini memang lebih sering terjadi pada orang-orang dengan warna kulit cerah, namun siapa saja sebenarnya rentan mengalaminya. Jika sampai terkena kanker ini, maka risiko terkena kematian dini juga akan ikut naik,” ucap dr. Lester.

Dr. Lester memberikan contoh yang paling jelas tentang orang-orang yang memiliki warna kulit gelap namun tetap berisiko terkena kanker kulit, yakni penyanyi legendaris Bob Marley. Penyanyi reggae ini meninggal di usia yang cukup muda, yakni 36 tahun akibat menderita kanker melanoma yang ganas.

Bagi orang yang memiliki kulit gelap, kanker kulit bahkan bisa menjadi masalah tersendiri karena terkadang gejalanya tidak begitu jelas dan akhirnya baru bisa didiagnosis saat kondisinya sudah sangat parah. Sebagai informasi,

Read the rest

Menopause, Wanita Rentan Idap Kanker Endometrium

DokterSehat.Com– Memasuki fase menopause, kaum hawa ternyata lebih rentan terkena kanker endometrium. Hal ini disebut-sebut terkait dengan berhentinya siklus menstruasi yang sebelumnya rutin mereka alami. Lantas, seperti apa penyebab pasti dari meningkatnya risiko kanker yang sangat berbahaya ini?

Penyebab Wanita Menopause Lebih Rentan Terkena Fase Menopause

Pakar kesehatan menyebut ada dua jenis kanker endometrium yang bisa menyerang kaum hawa, yakni kanker endometrium tipe 1 dan tipe 2. Kanker endometrium tipe 1 lebih sering terjadi namun perkembangannya cenderung sangat lambat sehingga bisa dideteksi sejak dini. Sebaliknya, kanker endometrium tipe 2 yang lebih jarang terjadi cenderung bersifat lebih agresif dan bisa berkembang dengan sangat cepat. Pakar kesehatan menyebut kanker ini cenderung baru ditemukan di usia 60 hingga 70 tahun.

Penyebab utama dari kanker endometrium sebenarnya masih belum benar-benar bisa dipastikan, namun pakar kesehatan menduga jika hal ini terkait dengan tidak seimbangnya hormon progesterone dan hormon endogren. Masalahnya adalah kondisi ini bisa saja terjadi pada wanita yang sudah mencapai fase menopause.

Jika sampai jumlah hormon progesteron jauh lebih rendah dibandingkan dengan hormon estrogen, maka lapisan rahim pun akan menjadi lebih tebal. Hal inilah yang bisa memicu pembentukan sel kanker. Kaum hawa yang memasuki fase menopause lebih lambat, yakni setelah usia 50 tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena hal ini.

Beberapa penyebab lain dari kanker endometrium adalah kondisi obesitas, memiliki riwayat telah mendapatkan menstruasi di usia yang jauh lebih muda, dan menjalahi terapi hormon demi mengatasi kanker payudara.

Gejala Kanker Endometrium yang Sebaiknya Diwaspadai

Pakar kesehatan menyebut gejala paling umum dari kanker endometrium adalah perdarahan pada organ vitzl wanita. Gejala ini bahkan sudah muncul di stadium awal kanker ini.

Hanya saja, jika penderita penyakit ini adalah wanita yang belum memasuki fase menopause, biasanya akan menyebabkan darah saat menstruasi keluar dalam jumlah yang jauh lebih banyak, siklus menstruasi yang berjalan dengan lebih panjang,

Read the rest

7 Tips Mudah dan Murah Mencegah Kanker

DokterSehat.Com– Masyarakat Indonesia mengenal peribahasa lebih baik mencegah daripada mengobati. Hal ini berlaku bagi semua hal, termasuk dalam hal masalah kesehatan. Masalahnya adalah ada beberapa jenis penyakit yang sulit untuk dicegah seperti kanker. Lantas, apakah tidak ada cara yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya?

Berbagai cara yang bisa dilakukan demi mencegah kanker

Kunci utama dari mencegah datangnya kanker adalah dengan menerapkan gaya hidup yang sehat. Masalahnya adalah banyak orang menganggap hal ini tidak mudah untuk dilakukan. Bahkan, ada yang menyebut perubahan gaya hidup bisa menghabiskan dana yang tidak sedikit. Padahal, pakar kesehatan menyebut ada cara mudah dan murah untuk mencegah datangnya kanker.

Berikut adalah cara-cara tersebut.

  1. Mulai hindari daging merah

Daging merah dikenal luas sebagai makanan yang bisa diolah menjadi berbagai macam hidangan yang lezat. Sayangnya, pakar kesehatan menyebut kebiasaan mengonsumsinya bisa meningkatkan risiko kanker.

Penelitian membuktikan bahwa kebiasaan mengonsumsi daging merah dan daging olahan setiap hari akan meningkatkan risiko kanker payudara dengan signifikan. Bahkan, mengonsumsinya 90 gram setiap hari sudah cukup untuk meningkatkan risiko kanker kolorektal.

Melihat fakta ini, konsumsilah sesekali saja, bukannya setiap hari. Selain itu, kita bisa mengganti daging merah dengan daging ikan yang jauh lebih sehat.

  1. Menurunkan berat badan

Salah satu penyebab utama datangnya kanker adalah masalah kelebihan berat badan atau obesitas. Karena alasan inilah kita sebaiknya mulai menurunkan berat badan agar menjadi lebih ideal. Selain dengan menjaga pola makan dengan lebih seimbang, kita juga bisa melakukan olahraga secara rutin demi membantu proses pembakaran kalori dan lemak di dalam tubuh.

Rajin berolahraga juga akan membantu keseimbangan hormon yang akan menurunkan risiko terkena beberapa jenis kanker layaknya kanker usus besar, kanker payudara, serta kanker rahim.

  1. Memperbanyak asupan sayur dan buah

Rutin mengonsumsi sayuran dan buah-buahan setidaknya 2,5 cangkir setiap hari akan membantu menurunkan risiko kanker dengan signifikan. Makanan lain yang bisa kita konsumsi adalah kacang-kacangan

Read the rest

Awas, Patah Hati Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

DokterSehat.Com– Banyak orang menganggap patah hati sebagai masalah yang sepele. Memang, perasaan akan terasa terpuruk karena hal ini, namun biasanya suasana hati akan membaik dan kita akan bisa melupakannya. Masalahnya adalah jika patah hati berlangsung hingga lama dan berlarut-larut, bisa saja akan menyebabkan masalah kesehatan. Tak hanya kesehatan mental, pakar kesehatan bahkan menyebut patah hati bisa saja memicu datangnya kanker. Kok bisa?

Kaitan antara patah hati dengan risiko kanker

Dikutip dari Medical Daily, disebutkan bahwa tekanan pada emosi dan fisik saat mengalami patah hati bisa ikut meningkatkan risiko kanker. Karena alasan ini pulalah, jika kita memiliki kondisi mental yang lebih baik, risiko untuk selamat dari penyakit kanker juga ikut meningkat.

Dalam dunia medis, sindrom patah hati juga bisa disebut sebagai sindrom takotsubo. Meski terlihat sepele, pakar kesehatan menyebut dampaknya bisa saja setara layaknya serangan jantung. Gejala yang akan muncul akibat masalah kesehatan ini adalah nyeri pada dada, napas yang terasa lebih pendek, hingga bilik jantung yang semakin besar ukurannya sehingga membuat sirkulasi darah terganggu.

Berdasarkan penelitian yang melibatkan 1.600 pasien yang menderita sindrom patah hati ini, dihasilkan fakta bahwa 1 dari 6 orang yang mengalami sindrom ini memiliki peningkatan risiko kanker. Dalam kurun waktu lima tahun, kemungkinan untuk selamat dari masalah kesehatan ini bahkan akan semakin menurun jika kondisi psikis mereka tak kunjung membaik.

Christian Templin, salah satu pakar kesehatan yang terlibat dalam penelitian ini dari University Hospital, Zurich, Swiss, menyebut kanker payudara sebagai salah satu penyakit yang paling sering muncul dalam penelitian ini. Penyakit lain yang bisa muncul adalah tumor yang muncul pada organ-organ pencernaan, kulit, dan kelamin.

“Pasien yang mengalami sindrom patah hati lebih rentan untuk mengalami kematian dini jika mereka tak kunjung mengatasi kondisinya,”ucap Templin.

Hanya saja, patah hati yang menyebabkan dampak ini tidak selalu karena masalah percintaan. Kondisi mental yang jatuh akibat divonis terkena

Read the rest

Makan Ikan Sebanyak Ini Bisa Cegah Kanker Usus

Photo Source: pexels.com

DokterSehat.Com– Salah satu masalah kesehatan yang cukup banyak menyerang masyarakat Indonesia adalah kanker usus. Masalahnya adalah 30 persen dari penderita penyakit ini adalah mereka yang ada di usia produktif. Jika sampai kondisi ini dibiarkan begitu saja, dikhawatirkan akan menyebabkan dampak yang lebih serius seperti kematian dini.

Mencegah kanker usus dengan makan ikan

Sebuah penelitian yang dilakukan para ahli dari University of Oxford serta International Agency for Research on Cancer (IARC) melibatkan lebih dari 476 ribu orang. Dalam penelitian ini, para partisipan diminta untuk menjawab kuesioner yang isinya adalah kebiasaan makan sehari-hari. Hasil dari penelitian ini adalah, mengonsumsi minimal tiga porsi ikan setiap hari bisa menurunkan risiko terkena kanker usus dengan signifikan.

Sebagai informasi, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kebiasaan mengonsumsi daging ikan para partisipan. Hasilnya adalah, jika kita mengonsumsi 359,1 gram daging ikan apapun jenisnya, maka akan menurunkan risiko kanker usus hingga 12 persen. Jika kita mengonsumsi daging ikan berlemak layaknya ikan sarden atau ikan salmon sebanyak 124 gram saja setiap minggu, risiko kanker usus bisa diturunkan hingga 10 persen.

“Sepertinya, mengonsumsi daging ikan memang berpengaruh positif bagi risiko terkena kanker usus. Daging ikan bisa direkomendasikan sebagai bagian dari pola makan yang sehat sehari-hari karena tinggi kandungan asam lemak tak jenuh ganda yang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memberikan perlindungan dari berbagai macam peradangan dan masalah kesehatan,” tulis penelitian ini.

Penelitian yang didukung pendanaannya oleh World Cancer Research Fund ini dipublikasikan dalam jurnal berjudul Clinical Gastroenterology and Hepatology. Dr. Anna Font dari WCRF menyebut hasil penelitiaan ini membuktikan bahwa daging ikan memang bisa menurunkan risiko kanker usus. Dia pun berharap ada penelitian lebih lanjut demi menemukan makanan-makanan lain yang juga bisa memberikan manfaat yang sama.

“Jika kita mau mengubah gaya hidup lebih sehat seperti memperbanyak asupan serat, makan gandum, menjaga berat badan, rajin berolahraga,

Read the rest