Category Archives: protein nabati

Pengganti Daging: Jenis, Cara Memilih, dan Risikonya

DokterSehat.Com – Daging adalah salah satu sumber protein yang sangat mudah didapatkan. Kandungan protein di dalam daging juga sangat banyak sehingga Anda bisa dengan mudah memenuhi kebutuhan nutrisi ini setiap hari. Sayangnya tidak semua orang bisa makan daging karena memiliki masalah kesehatan atau karena memang menjalani hidup vegetarian.

Pengganti daging terbaik yang sering digunakan

Protein sangat penting untuk kesehatan dan memberikan cukup banyak energi. Protein bisa didapatkan dari produk hewani seperti telur dan aneka daging. Selain itu ada sumber nabati seperti apa yang akan kita bahas di bawah ini.

  1. Tempe

Tempe adalah salah satu olahan kedelai yang sangat bergizi dan mengandung nutrisi yang lengkap. Biji kedelai yang direbus lalu dicampur dengan beberapa jamur tempe ini akan memberikan protein, lemak, dan karbohidrat yang jumlahnya hampir sama. Makan tempe saja akan membuat Anda terpenuhi sebagian nutrisi harian termasuk serat.

Anda bisa menggunakan tempe untuk berbagai jenis makanan seperti tempe goreng, sambal goreng kering, sambal orek tempe, hingga steak tempe setelah diolah dengan dilembutkan terlebih dahulu. Di Indonesia tempe mudah didapatkan, murah, dan rasanya cukup nikmat di lidah dan kerap dikonsumsi setiap hari.

  1. Tahu

Tahu adalah olahan dari kedelai yang menggunakan tumbukan atau gilingan bijinya. Sari pati dari kedelai ini akan ditampung di dalam wadah lalu dimasak dengan air hingga mendidih. Tahu akan disaring untuk dibuang airnya lalu dicetak ke dalam wadah untuk menghasilkan tahu dalam bentuk padat dan mudah diolah.

Tahu mengandung cukup banyak protein meski tidak sebanyak tempe. Namun, kandungan karbohdiratnya lebih sedikit karena prosesnya disaring sehingga memungkinkan ada komponen karbohidrat yang larut dengan air. Anda bisa mengolah tahu dengan digoreng, direbus, atau diolah menjadi berbagai makanan lainnya.

  1. Daging dari kedelai

Kedelai merupakan salah satu sumber protein nabati yang paling besar dan bisa digunakan untuk membuat berbagai jenis makanan. Dua olahan kedelai sudah dibahas sebelumnya. Saat ini kita akan membahas olahan

Read the rest

7 Cara Makan Protein Lebih Mudah dan Banyak

DokterSehat.Com – Setiap hari kita harus memenuhi kebutuhan kalori sebanyak 2.000-2.500 kalori. Dari kalori ini akan dipecah lagi menjadi tiga komponen makronutrien yang terdiri dari protein, karbohidrat, dan lemak. Anda bisa memenuhi kebutuhan ini dari berbagai jenis makanan yang ada di sekitar kita.

Protein dan defisiensinya

Dari berbagai jenis makronutrien yang kita konsumsi setiap hari, protein dikenal cukup sulit dipenuhi. Banyak sekali masyarakat yang tidak bisa mencukupinya karena sulit didapatkan. Beberapa jenis protein seperti telur mungkin bisa dibeli dengan mudah, tapi kandungan proteinnya tidak banyak.

Padahal dalam satu hari kita disarankan untuk makan protein hingga 25% total kalori sehari atau minimal 50-60 gram per harinya.

Protein memiliki peranan yang sangat besar untuk tubuh setiap harinya. Tidak hanya untuk sumber energi, tapi bermanfaat dalam membantu kerja organ, pembuatan hormon, hingga pertumbuhan dan juga pembentukan sel darah merah.

Mengingat protein jumlahnya ada banyak dan bisa ditemukan di sekitar kira, menyiasati bahan daging harus dilakukan. Kita tidak harus menggunakan daging atau ayam yang mungkin lebih mahal di pasaran. Kita bisa menggunakan bahan nabati yang kadar proteinnya tinggi serta lebih murah.

Sebisa mungkin cukupi kebutuhan protein setiap harinya. Kalau Anda bisa melakukannya, tubuh akan jauh lebih sehat. Bahkan Anda juga bisa menurunkan berat badan dengan mudah dan kondisi obesitas tidak terjadi lagi.

Cara makan protein lebih banyak

Kalau  Anda memutuskan untuk makan protein lebih banyak setiap hari, berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan. Pilih salah satu yang menurut Anda sesuai atau gabungkan beberapa hal menjadi satu.

  1. Mencoba berbagai protein nabati

Seperti yang sudah sedikit disinggung di atas, protein hewani memang cenderung lebih mahal dibandingkan dengan proteinnya nabati. Meski demikian, kandungan proteinnya tetap sama dan memberikan efek yang besar pada tubuh. Mau makan protein dari tumbuhan atau hewan pun kalau tubuh mampu dicukupi kebutuhannya, pertumbuhan otot hingga metabolisme bisa berjalan dengan lancar.

Jenis protein

Read the rest