Category Archives: pipis

Sering Buang Air Kecil Pasti Menandakan Diabetes?

DokterSehat.Com– Buang air kecil adalah salah satu aktivitas yang wajar kita lakukan setiap hari. Jika kita lebih banyak minum, maka frekuensi buang air kecil juga akan ikut meningkat. Hanya saja, pakar kesehatan menyebut peningkatan frekuensi buang air kecil yang tidak wajar bisa jadi terkait dengan diabetes. Sebenarnya, seperti apa sih kaitan antara sering buang air kecil dengan penyakit ini?

Kaitan antara frekuensi buang air kecil dengan diabetes

Pakar kesehatan menyebut buang air kecil sebagai aktivitas yang terkait dengan ginjal. Organ ini tak hanya menjaga keseimbangan cairan tubuh, melainkan juga menyaring darah sekaligus membuat limbah atau zat-zat beracun melalui urine.

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan peningkatan frekuensi buang air kecil. Sebagai contoh, jika kita lebih banyak minum atau berada dalam suhu udara yang dingin, hal ini bisa terjadi, namun pakar kesehatan menyebut peningkatan frekuensi buang air kecil yang diikuti dengan gejala lain seperti peningkatan sensasi haus dengan drastis memang bisa jadi terkait dengan diabetes.

Gejala diabetes lainnya yang harus diwaspadai adalah peningkatan kadar gula darah yang sangat tinggi, mudah lapar dan lebih sering minum, mudah lelah hingga mengantuk di jam-jam sebelum makan siang, hingga perubahan berat badan secara drastis. Jika kita mengalami berbagai gejala ini, sebaiknya segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter demi mengetahui penyebab pastinya.

Berbagai hal lain yang bisa saja memicu peningkatan keinginan buang air kecil

Selain bisa menandakan bahwa kita menderita diabetes, pakar kesehatan menyebut sering buang air kecil sebagai tanda bahwa kita sudah memenuhi cairan tubuh dengan baik. Hanya saja, jika kita memang sudah terbiasa mengalaminya sejak kecil, bisa jadi terkait dengan ukuran kandung kemih yang lebih kecil.

Ukuran kandung kemih setiap orang ternyata berbeda-beda. Jika kandung kemih di dalam tubuh kita ternyata kecil, maka tidak akan bisa menampung urine dalam jumlah yang banyak. Demi mencegah kandung kemih penuh atau membengkak,

Read the rest

10 Penyebab Kencing Panas yang Menandakan Penyakit Serius!

DokterSehat.Com– Pernahkah merasakan sensasi tidak nyaman saat kencing atau pipis dengan suhu urine yang lebih hangat dari biasanya? Banyak orang yang berpikir jika kencing panas terkait dengan kebiasaan meminum minuman panas. Apapun suhu air yang kita minum, baik itu panas ataupun dingin akan segera diatur suhunya agar sesuai dengan suhu internal tubuh.

Hal tersebut berarti, begitu memasuki perut atau keluar menjadi air kencing, suhunya akan sesuai dengan suhu tubuh kita, bukannya seperti saat kita minum. Namun, kencing panas bisa jadi terkait dengan masalah kesehatan tertentu, lho! Lantas apa sajakah masalah kesehatan yang bisa menyebabkan kencing terasa panas?

Penyebab Kencing Terasa Panas

Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang bisa jadi terkait dengan gejala air kencing terasa panas yang patut untuk diwaspadai:

1. Infeksi saluran kemih (ISK)

Salah satu gejala awal yang khas dari infeksi saluran kemih (ISK) adalah sensasi kencing panas atau terbakar saat buang air kecil. Meskipun lebih sering menyerang kaum wanita, pria juga bisa mengalami hal ini. Penyebab utama dari infeksi saluran kemih adalah bakteri e.coli yang memasuki saluran pembuangan urine kita.

Selain kencing terasa panas, mungkin juga mengalami gejala lain seperti kencing yang tidak tuntas (menyebabkan sering ke toilet), urine yang berbau menyengat, hingga kencing ayng disertai darah. Jika infeksi saluran kemih tak kunjung diobati, bisa jadi infeksi ini bisa menyebar ke ginjal dan menyebabkan dampak kesehatan yang jauh lebih berat.

2. Infeksi menular seksual (IMS)

Beberapa jenis penyakit kelamin seperti klamidia ternyata juga bisa menyebabkan munculnya gejala kencing panas dan nyeri saat buang air kecil. Klamidia juga dapat menyebabkan keluarnya cairan dari vagina atau penis, dan pada pria dapat menyebabkan testis bengkak atau sakit.

Mereka yang melakukan kehidupan seks tidak aman atau sering berganti pasangan cenderung rentan mengalami infeksi menular seksual.

Siapa pun yang pernah melakukan hubungan seksual dapat terkena IMS, walaupun sebelumnya dinyatakan negatif. 

Read the rest