Category Archives: penyebab obesitas

Dampak Main Ponsel Lebih dari 5 Jam Sehari

DokterSehat.Com– Ponsel kini telah menjadi benda yang hampir tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita sehari-hari. Banyak orang yang bahkan bisa terus memainkannya dalam waktu yang sangat lama demi mengecek media sosial atau sekadar melakukan percakapan dengan aplikasi perpesanan. Masalahnya adalah terlalu lama menggunakan ponsel bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Dampak buruk menggunakan ponsel lebih dari lima jam dalam sehari

Sebuah penelitian yang dilakukan para ahli dari Simon Bolivar University, Kolombia menghasilkan fakta bahwa jika kita memainkan ponsel setidaknya lima jam dalam sehari, maka risiko untuk mengalami masalah obesitas atau kelebihan berat badan akan naik hingga 43 persen.

“Menurut penelitian kami, penggunaan ponsel dengan berlebihan terkait dengan peningkatan risiko obesitas dan penyakit kardiovaskular,” ucap Prof. Mantilla-Morron.

Sebagai informasi, penelitian ini melibatkan lebih dari 1.000 mahasiswa dan dilakukan pada bulan Juni hingga Desember 2018. Para partisipan diberi semacam aplikasi khusus untuk mengetahui seberapa lama digunakan dalam sehari. Selain itu, para partisipan juga dicek kondisi berat badannya secara berkala dalam kurun waktu tersebut.

Hasil dari penelitian ini adalah, lebih dari 25 persen dari para partisipan mengalami masalah kelebihan berat badan. Bahkan, 5 persen diantaranya sudah mengalami obesitas. Salah satu faktor pemicu masalah kesehatan ini adalah penggunaan ponsel yang berlebihan.

Tak hanya membuat tubuh menjadi kurang gerak, penggunaan ponsel bisa mempengaruhi pola makan. Mereka yang sering menggunakannya cenderung gemar mengonsumsi makanan cepat saji atau minuman manis. Menariknya, dampak penggunaan ponsel terlalu lama ini akan jauh lebih buruk jika dialami oleh wanita dibandingkan dengan pria, tepatnya dalam membuat risiko terkena obesitas dua kali lebih besar.

“Terlalu sering menggunakan ponsel akan mempengaruhi perilaku kita sehari-hari. Membuat kita lebih jarang bergerak. Hal ini bisa meningkatkan risiko penyakit yang bisa memicu kematian dini layaknya diabetes, penyakit jantung, kanker, dan penyakit lainnya,” ucap Prof. Mantilla-morron.

Berbagai bahaya penggunaan ponsel secara berlebihan bagi tubuh

Pakar kesehatan menyebut

Read the rest

Merantau Ke Jakarta Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Ini

Photo Source: Flickr/thisisinbalitimur

DokterSehat.Com– Jakarta telah menjadi tempat yang diidamkan oleh banyak orang karena menawarkan peluang kerja dan penghidupan yang lebih baik dibandingkan dengan tempat-tempat lainnya. Hanya saja, menurut pakar kesehatan, merantau ke Jakarta ternyata bisa meningkatkan risiko terkena beberapa masalah kesehatan lho. Apa sajakah penyakit-penyakit tersebut?

Merantau ke Jakarta bisa menyebabkan datangnya penyakit

Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Indonesia menghasilkan fakta bahwa jika kita tinggal di Jakarta selama satu tahun saja, maka berat badannya akan cenderung naik hingga 0,4 kg. Ukuran lingkar perut juga akan naik rata-rata 0,5 cm. Hasilnya adalah, risiko untuk terkena masalah obesitas dan diabetes cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan saat tinggal di area pedesaan.

Para peneliti menyebut peningkatan risiko terkena diabetes dan obesitas saat merantau di Jakarta ini disebabkan oleh gaya hidup masyarakat perkotaan yang cenderung kurang sehat layaknya lebih sering mengonsumsi makanan cepat saji dan menghabiskan waktu di depan komputer seharian untuk bekerja. Kesibukan yang luar biasa juga membuat waktu untuk berolahraga semakin menurun. Hal inilah yang kemudian menyebabkan datangnya masalah kegemukan.

Angka kasus diabetes dan obesitas di Indonesia semakin meningkat

Sebenarnya, tak hanya terjadi di kota-kota besar layaknya Jakarta, kasus obesitas dan diabetes memang cenderung naik di Indonesia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, disebutkan bahwa 1 dari 3 atau 35 persen dari orang dewasa di Tanah Air mengalami masalah obesitas. Angka ini meningkat dari data Riskesdas 2007 dan 2013 yang menyebut angka obesitas di Indonesia hanyalah 19 persen dan 26 persen.

Masalahnya adalah obesitas terkait dengan masalah kesehatan yang lebih serius, termasuk diabetes. Data Riskesdas 2018 pun menyebut 1 dari 10 orang di Indonesia, tepatnya 10,9 persen mengalami diabetes mellitus. Provinsi yang menyumbang kasus diabetes paling besar di Indonesia adalah DKI Jakarta, yakni sekitar 3,4 persen.

Mencegah obesitas dan diabetes

Pakar kesehatan menyebut menjaga gaya hidup dengan sehat bisa

Read the rest

Penyebab Perut Terasa Mual Setelah Mengonsumsi Makanan Berminyak

Photo Source: Twitter.com/infobdg

DokterSehat.Com– Makanan berminyak memang memiliki rasa yang sangat nikmat. Bahkan, kita bisa mengonsumsinya dalam jumlah yang sangat banyak. Hanya saja, jika dicermati, setelah mengonsumsinya kita akan merasakan sensasi mual. Sebenarnya, apa sih penyebab dari hal ini?

Penyebab mual setelah makan makanan berminyak

Pakar kesehatan menyebut makanan berminyak seperti gorengan, makanan cepat saji, hingga hidangan bersantan cenderung tinggi kandungan lemak. Mengonsumsinya akan membuat laju saluran pencernaan menjadi lebih lambat. Hal ini akan berimbas pada proses pengosongan lambung yang juga akan berjalan jauh lebih lama.

Proses pencernaan berjalan dengan lambat karena lemak harus benar-benar dipecah terlebih dahulu menjadi partikel yang jauh lebih kecil sehingga bisa memasuki usus halus. Jika proses ini tidak berjalan dengan baik, dikhawatirkan keberadaan lemak dengan ukuran yang lebih besar akan mengganggu fungsi dan kondisi usus.

Masalahnya adalah karena proses pengosongan lambung menjadi lebih lambat, maka asam lambung juga akan diproduksi dalam jumlah yang lebih banyak. Hal ini akan berimbas pada perut yang terasa jauh lebih penuh dan kita pun akhirnya merasakan sensasi mual.

Pakar kesehatan menyebut sensasi mual ini bisa muncul beberapa saat hingga satu jam setelah mengonsumsi makanan berminyak, namun jika kita mulai mengalami mual-mual dalam kurun waktu satu hingga delapan jam setelah mengonsumsinya, bisa jadi kita mengalami gejala alergi atau bahkan keracunan makanan.

Kita juga harus mewaspadai gejala lain seperti mual yang akhirnya membuat kita muntah hingga berkali-kali, munculnya diare, tubuh yang pucat dan munculnya keringat dingin, serta peningkatan suhu tubuh. Jika hal ini terjadi, sebaiknya kita segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter.

Mengatasi mual-mual setelah mengonsumsi makanan berminyak

Normalnya, sensasi mual setelah mengonsumsi makanan berminyak ini akan hilang dengan sendirinya setelah perut selesai mengolahnya di dalam lambung dan dipindahkan ke bagian usus, namun jika kita merasakan sensasi tidak nyaman pada tubuh akibat sensasi mual ini, tak ada salahnya untuk mengonsumsi

Read the rest