Category Archives: Penyakit Kulit

12 Cara Menghilangkan Panu dengan Cepat & Aman

DokterSehat.Com – Panu merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur. Infeksi ini membentuk bercak putih pada kulit dan biasanya bercak ini terasa gatal. Infeksi jamur ini biasa tumbuh pada bagian punggung, leher, dada, dan lengan. Lantas, bagaimana cara menghilangkan panu yang alami?

Cara Menghilangkan Panu dengan Bahan Alami

Sebelum membahas mengenai cara menghilangkan panu secara alami, perlu diketahui bahwa, warna bercak panu bisa lebih terang atau lebih gelap dari warna kulit asli. Pada sebagian kasus, warna panu bahkan ada juga yang pink atau merah. Selain itu, Anda tidak perlu khawatir karena penyakit kulit ini tidak menular.

Berikut adalah cara menghilangkan panu yang bisa Anda coba, di antaranya:

1. Lengkuas

Cara menghilangkan panu dengan cepat dan mudah untuk dilakukan adalah dengan lengkuas. Selain bisa digunakan untuk bumbu makanan, lengkuas ternyata bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan panu.

Caranya, ambil lengkuas dan potong menjadi beberapa bagian, lalu gosok-gosokkan pada permukaan kulit yang terkena panu. Guna mendapatkan hasil yang maksimal, lakukanlah cara menghilangkan panu ini sehabis mandi.

2. Bawang putih

Selain lengkuas, bahan penyedap makanan lain yang bisa digunakan sebagai cara menghilangkan panu adalah bawang putih. Caranya adalah ambil bawang dan buang kulitnya, lalu potong menjadi bagian-bagian kecil, kemudian gosokkan pada bagian panu. Lakukanlah cara menghilangkan panu secara alami ini sehabis mandi.

3. Belerang

Cara menghilangkan panu secara alami lainnya adalah menggunakan belerang. Caranya, belerang ditumbuk dan haluskan dengan merata, lalu campurkan dengan jeruk nipis dan minyak kelapa. Kemudian oleskan pada bagian kulit yang terkena panu.

4. Lidah buaya

Selain banyak digunakan untuk kesehatan rambut, ternyata lidah buaya dapat digunakan sebagai cara menghilangkan panu. Lidah buaya memiliki kandungan sifat antijamur dan antiinflamasi.

Kedua kandungan tersebut efektif dalam mengobati pertumbuhan jamur. Selain itu, sifat dari lidah buaya juga baik untuk penyembuhan infeksi kulit yang rusak. Cara penggunaannya, oleskan gel lidah buaya langsung pada daerah

Read the rest

11 Jenis Tumor Jinak yang Perlu Anda Kenali!

Photo credit: flickr.com/Eli Christman

DokterSehat.Com – Mendengar kata tumor mungkin bisa membuat Anda merasa khawatir. Bagaimana tidak, penyakit ini bisa memicu pertumbuhan massa yang abnormal pada beberapa bagian tubuh yang mungkin membahayakan atau merusak penampilan Anda. Namun, selain tumor ganas yang membahayakan nyawa, ternyata ada pula berbagai jenis tumor jinak yang tidak berbahaya. Tumor apa saja? Sebelum mengetahui jenis-jenis tumor jinak, terlabih dahulu simak apa itu tumor yang jinak di bawah ini.

Apa Itu Tumor Jinak?

Tumor jinak adalah pertumbuhan massa non-kanker dalam tubuh, dengan ukuran yang lebih besar atau nodul, yang mengacu pada benjolan lebih kecil. Tidak seperti tumor kanker, tumor tidak menyebar (bermetastasis) ke bagian tubuh lainnya. Tumor yang jinak dapat terbentuk di mana saja pada tubuh. Jika menemukan benjolan atau massa di tubuh yang dapat dirasakan dari luar, Anda mungkin langsung menganggapnya itu kanker.

Misal, wanita yang menemukan benjolan pada payudara biasanya merasa khawatir. Namun, sebagian besar pertumbuhan massa pada payudara tidak berbahaya. Bahkan, tidak sedikit pertumbuhan massa di seluruh tubuh bersifat jinak. Pertumbuhan tumor jinak sangat umum, terjadi pada 9 dari 10 wanita.

Jenis Tumor Jinak

Berbagai tumor jinak pada beberapa bagian tubuh tidak berbahaya bagi kesehatan tubuh, seperti macam-macam tumor jinak berikut ini:

1. Adenoma

Adenoma adalah tumor dari jaringan epitel kelenjar, merupakan selaput tipis yang menutupi kelenjar, organ, dan struktur lainnya dalam tubuh. Polip pada usus merupakan jenis adenoma, seperti adenoma paratiroid, adenoma eosinofilik, adenoma basofilik, adenoma saluran empedu, adenoma kromofob, fibroadenoma, dan adenoma hati.

Adenoma tidak dimulai sebagai kanker. Namun, tumor jinak ini dapat berubah dan menjadi kanker, berupa adenokarsinoma.

2. Hemangioma

Hemangioma adalah tumor jinak yang terdiri dari sel darah berlebihan. Hemangioma terkadang dapat terlihat di permukaan kulit dan dikenal sebagai ‘tanda stroberi’ atau tampak seperti permukaan buah stroberi. Kebanyakan hemangioma muncul saat lahir dan seiring waktu akan hilang setelah beberapa bulan

Read the rest

12 Penyebab Vagina Gatal & Cara Mengatasinya

DokterSehat.Com – Semua wanita pasti pernah merasakan gatal pada vaginanya. Meski rasa gatal bukanlah masalah yang serius, namun bukan berarti Anda bisa menganggap gatal pada kemaluan adalah masalah yang sederhana. Bila mengalami gajalanya, segera cari cara mengatasi vagina gatal dan hindari penyebab vagina gatal, karena jika tidak ditangani dapat menyebabkan penyakit kulit yang berbahaya. Selain itu selalu menjaga kebersihan pada area kemaluan agar tidak dapat menimbulkan beberapa penyakit kulit dan gatal-gatal pada area yang sensitif ini.

Penyebab Vagina Gatal

Berikut berbagai kondisi yang mungkin menjadi penyebab gatal pada vagina yang bersifat ringan hingga berbahaya:

1. Keringat

Ini adalah penyebab vagina gatal yang terkadang disepelekan. Area kemaluan dan lipat paha adalah daerah yang lembap karena selalu tertutup pakaian dan terpapar oleh keringat dibandingkan dengan kulit di bagian tubuh lain. Kondisi ini membuat area kelamin menjadi tempat yang sangat ideal bagi jamur untuk tumbuh.

Padahal, area kelamin adalah area yang cenderung sangat lembap karena pakaian dalam yang selalu digunakan sepanjang hari. Selain itu, area kelamin adalah area yang paling sering terkena air dibanding area tubuh yang lain. Kondisi ini membuat area kelamin menjadi tempat yang sangat ideal bagi jamur untuk tumbuh.

2. Tinea cruris

Infeksi jamur di area kelamin, paha bagian dalam, atau bokong disebut tinea cruris. Kondisi ini menyebabkan ruam berbentuk cincin pada area yang terinfeksi. Tempat yang panas dan lembap adalah tempat yang paling sering menjadi penyebab vagina gatal karena tinea cruris.

Selain itu, tinea cruris juga bisa terjadi pada orang-orang yang banyak mengeluarkan keringat, seperti penderita diabetes, obesitas atau atlet. Mereka yang gemar menggunakan pakaian ketat, terganggunya sistem kekebalan tubuh hingga keringat berlebihan berisiko tinggi mengalami tinea cruris.

3. Candidiasis

Infeksi jamur Candida albicans adalah penyebab candidiasis. Candidiasis sendiri bisa memengaruhi area mulut, kelamin dan darah. Penyebab candidiasis lainnya adalah kondisi kesehatan dan konsumsi obat-obatan

Read the rest

10 Penyebab Benjolan di Kepala (Ringan hingga Bahaya)

Photo Credit: Flickr.com/Mark Fowler

DokterSehat.Com – Pada dasarnya, benjolan dapat timbul di daerah manapun pada tubuh kita, dan tidak menutup kemungkinan dapat muncul benjolan di kepala. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai hal mulai dari yang ringan hingga berat.

Munculnya benjolan pada kepala kerap kali memicu kekhawatiran dan mendapatkan perhatian khusus. Meskipun benjolan di kepala ini umumnya tidak berbahaya, namun hal ini dapat menjadi masalah serius di kemudian hari apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Penyebab Benjolan di Kepala

1. Folikulitis

Folikulitis adalah peradangan atau infeksi pada folikel atau akar rambut yang mengakibatkan timbulnya benjolan-benjolan kecil di kepala. Selain itu, folikulitis juga dapat terjadi di sekitar wajah. Folikel rambut adalah rongga kecil yang mengelilingi akar rambut Anda.

Folikulitis biasanya terlihat seperti jerawat atau ruam, yang bisa akut atau kronis. Folikulitis akut terjadi dalam waktu singkat, sementara yang kronis sedang berlangsung.

Folikulitis relatif umum, namun lebih cenderung dialami oleh penderita diabetes, obesitas, ataupun yang mengalami gangguan sistem imunitas.

2. Ingrown hair

Kondisi ini terjadi ketika rambut yang mestinya tumbuh menembus kulit, justru tumbuh ke dalam kulit. Rambut yang terjebak di dalam kulit ini biasanya menyebabkan benjolan kecil kemerahan. Meski benjolan di kepala ini tidak berbahaya, kondisi ini juga bisa menjadi infeksi dan bisul.

Kemungkinan kulit mati bisa menyumbat folikel rambut, yang menyebabkan rambut di dalamnya tumbuh ke samping di bawah kulit, bukan ke atas dan ke luar.

Terkadang, menggunduli rambut hingga habis akan menghasilkan ujung rambut yang tajam menusuk kulit, juga menyebabkan rambut tumbuh ke dalam.

Rambut yang tumbuh kedalam kulit tidak begitu membahayakan, namun kondisi ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan.

3. Abses (bisul)

Bisul atau abses dapat timbul di mana saja pada kulit, tetapi kemungkinan besar dapat muncul di area kulit yang memiliki kombinasi rambut, keringat, dan gesekan atau digaruk, seperti di kepala, leher, wajah, atau paha.

Bisul atau benjolan di

Read the rest

Alergi Dingin: Penyebab, Gejala, & Cara Mengobati

DokterSehat.Com – Cold utricaria atau alergi dingin adalah kondisi yang memengaruhi kulit setelah terpapar suhu dingin, seperti kemerahan, gatal, dan pebengkakan. Selain menyerang kulit, alergi dingin juga dapat menyerang pernapasan.

Alergi dingin terjadi akibat pelepasan histamin dalam jumlah cukup besar yang kemudian menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga menyebabkan hidung gatal, tersumbat, bersin-bersin, sesak napas hingga ruam biduran pada kulit.

Alergi dingin biasanya langsung bereaksi ketika seseorang terkena paparan langsung udara dingin, air dingin atau ketika terjadi perubahan suhu yang turun secara drastis, terutama di pagi hari.

Penyebab Alergi Dingin

Alergi dingin disebabkan beberapa faktor usia hingga genetik. Pada umumnya, usia anak dan remaja sangat rentan terkena alergi dingin. Berikut ini beberapa penyebab alergi dingin yang umum:

1. Penyakit dasar tertentu

Ada beberapa gangguan kesehatan atau penyakit, seperti hepatitis, penyakit autoimun dan keganasan yang meningkatkan risiko terkena alergi dingin. 

2. Infeksi

Mereka yang baru saja terkena infeksi seperti pneumonia atau radang paru-paru lebih berisiko mengalami alergi dingin.

3. Genetika

Penyebab alergi dingin juga bisa dipicu oleh faktor genetik. Pada beberapa kasus ada anak yang mewarisi penyakit alergi dingin dari orangtuanya.

Risiko Faktor Alergi Dingin

Selain penyebab alergi dingin di atas, seseorang akan lebih mungkin mengalami kondisi ini jika:

1. Orang dewasa muda

Ini merupakan Faktor risiko yang paling umum (alergi dingin primer), dan kondisi ini paling sering terjadi pada orang dewasa muda.

2. Masalah kesehatan

Sementara faktor risiko yang kurang umum (alergi dingin sekunder), dapat disebabkan oleh masalah kesehatan, seperti hepatitis atau kanker.

Gejala Alergi Dingin

Sebagai langkah untuk melakukan pencegahan, berikut ciri-ciri alergi dingin yang perlu Anda ketahui:

  • Saat kulit bersentuhan dengan benda dingin seperti es batu, muncul kemerahan dan pembengkakan dalam beberapa menit setelah kontak dengan suhu dingin
  • Munculnya ruam biduran kemerahan dengan ukuran kecil dan dapat meluas menjadi lebih besar berbentuk seperti pulau 
  • Terasa sangat gatal 
Read the rest