Category Archives: Penyakit Darah

Hipoksia: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi

DokterSehat.Com – Tubuh memerlukan pasokan oksigen agar bisa menjalankan fungsinya. Untuk menuju jaringan dan sel-sel tubuh, oksigen akan ‘diantar’ oleh darah. Namun, ada suatu kondisi di mana jaringan dan sel-sel tubuh kekurangan pasokan oksigen. Di dalam dunia medis, kondisi seperti ini dikenal dengan istilah hipoksia. Apa itu hipoksia? Apa penyebab hipoksia? Apa ciri dan gejala hipoksia? Bagaimana mengobatinya?

Apa Itu Hipoksia?

Hipoksia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika tubuh mengalami kekurangan pasokan oksigen. Hal ini dimungkinkan oleh kondisi lainnya yang disebut sebagai hipoksemia, yakni kadar oksigen di dalam darah kurang dari angka yang seharusnya. Dua kondisi ini saling berkaitan, sehingga terkadang penggunaan istilah hipoksia sudah cukup untuk menggambarkan keduanya.

Anda dapat dikatakan mengalami hipoksia apabila kadar oksigen di dalam darah berada di bawah angka 60 mm Hg. Pasalnya, kadar darah di dalam oksigen idealnya berada di angka 75-100 mm Hg. Hipoksia harus segera ditangani, karena jika tidak, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan masalah pada organ-organ tubuh.

Penyebab Hipoksia

Hipoksia dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, dan berdasarkan faktor penyebab hipoksia tersebut, gangguan kesehatan ini terbagi ke dalam beberapa jenis.

Berikut adalah jenis hipoksis berdasarkan penyebab hipoksia yang perlu Anda ketahui.

1. Hipoksia Anemik

Kurangnya kapasitas darah yang berdampak pada terganggunya pasokan oksigen menghasilkan jenis hipoksia yang dinamai hipoksia anemik. Penyebab hipoksia ini terjadi apabila:

  • Terkontaminasi racun karbon monoksida (CO)
  • Kekurangan darah (anemia)
  • Penyakit kerusakan sel darah merah (cth: methemoglobinemia)

2. Hipoksia Stagnan

Jenis hipoksia berdasarkan penyebab hipoksia yang selanjutnya adalah hipoksia stagnan. Kondisi yang juga dikenal dengan hipoperfusi ini terjadi oleh karena:

  • Aliran darah dari pembuluh arteri menuju organ terhenti (terjadi pada penderita trombosis arteri atau mengalami luka tembak)
  • Gangguan organ jantung

3. Hipoksia Histotoksik

Masih ingat dengan kasus ‘kopi sianida’ yang sempat menggemparkan publik tanah air beberapa tahun lalu? Seorang wanita tewas setelah menenggak kopi Vietnam yang ternyata sudah

Read the rest

Varises Esofagus: Penyebab, Gejala, Pengobatan

DokterSehat.Com – Pembengkakan pada pembuluh darah balik (vena) yang dikenal dengan istilah varises umumnya terjadi di area kaki. Akan tetapi, kondisi ini juga bisa menyerang pembuluh darah vena di bagian tubuh lainnya, salah satunya varises esofagus. Lantas, apa itu varises esofagus? Apa penyebab varises esofagus? Apa ciri dan gejala varises esofagus? Bagaimana cara mengobati varises esofagus?

Apa Itu Varises Esofagus?

Varises esofagus adalah kondisi di mana terjadi pembengkakan pembuluh darah vena yang ada pada esofagus. Esofagus sendiri adalah tabung penghubung antara lambung dengan kerongkongan.

Varises esofagus terjadi ketika aliran darah yang seharusnya menuju hati (liver) terhambat oleh gumpalan atau jaringan luka yang ada pada liver. Alhasil, darah menggunakan ‘jalan alternatif’ melalui pembuluh darah kecil yang tidak seharusnya dialiri aliran darah dengan volume besar. Akibatnya, terjadi penyumbatan pembuluh darah yang berujung pada pembengkakan pembuluh darah vena tersebut.

Varises esofagus rentan dialami oleh mereka yang mengalami penyakit liver. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini bisa mengancam nyawa penderitanya.

Penyebab Varises Esofagus

Adanya luka pada liver (sirosis) adalah penyebab varises esofagus yang paling utama. Luka tersebut lantas menyebabkan aliran darah berbalik ke pembuluh darah porta, yakni pembuluh darah yang bertugas menghantarkan darah dari usus dan lambung menuju hati (liver).

Berbaliknya aliran darah kembali menuju pembuluh darah porta berakibat pada peningkatan tekanan darah pada pembuluh darah tersebut, pun sejumlah pembuluh darah lain yang ada di sekitarnya. Solusinya seperti yang sudah dijelaskan di atas, yakni darah menggunakan ‘jalan alternatif’ melalui pembuluh darah kecil, salah satunya berada di bawah esofagus. Akibatnya, pembuluh darah dengan cepat membengkak, dan berpotensi untuk pecah.

Lebih lanjut, penyebab varises esofagus meliputi:

1. Sirosis

Sirosis adalah kondisi di mana terdapat luka pada hati (liver). Kondisi ini pun berkaitan dengan sejumlah penyakit hati seperti hepatitis, gangguan saluran empedu, dan sebagainya. Maka tak heran, penderita liver umumnya juga mengalami varises esofagus.

2. Infeksi Parasit

Read the rest

Deep Vein Thrombosis (DVT): Penyebab, Gejala, Obat

DokterSehat.Com –  Pembuluh darah vena adalah pembuluh darah yang berfungsi untuk menghantarkan darah menuju jantung. Pembuluh darah vena kerap didera sejumlah masalah, dari sedang hingga berat, yang bisa menyebabkan komplikasi kesehatan serius. Salah satu masalah pembuluh darah vena yang perlu diwaspadai adalah Deep Vein Thrombosis (DVT) atau thrombosis vena dalam. Apa itu thrombosis vena dalam atau DVT?

Apa Itu Trombosis Vena Dalam (DVT)?

Trombosis vena dalam atau deep vein thrombosis (DVT) adalah suatu kondisi di mana terjadi penggumpalan darah pada satu atau lebih pembuluh darah vena dalam. Lazimnya, deep vein thrombosis terjadi pada pembuluh darah vena dalam yang ada di paha dan betis, meskipun tak menutup kemungkinan kondisi ini bisa terjadi pada pembuluh darah vena di area tubuh lainnya.

Deep vein thrombosis adalah gangguan pembuluh darah yang tidak boleh disepelekan. Pasalnya, selain menimbulkan bengkak dan rasa sakit yang tak tertahankan, kondisi ini jika tidak segera ditangani dapat berujung pada komplikasi serius, yakni emboli paru, di mana terjadi penggumpalan darah pada pembuluh darah arteri paru-paru.

Penyebab Deep Vein Thrombosis (DVT)

Terjadinya deep vein thrombosis dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, tepatnya 3 (tiga) faktor. Berikut ini adalah faktor penyebab DVT yang perlu Anda ketahui.

1. Gangguan Aliran Darah (Stasis Vena)

Stasis vena adalah kondisi di mana terjadi gangguan pada aliran darah di pembuluh darah vena itu sendiri, sehingga aliran darah mengalami perlambatan. Stasis vena dapat terjadi karena adanya sejumlah pemicu, yaitu:

  • Cedera atau penyakit yang mengakibatkan tubuh tidak dapat bergerak selama 3 hari atau lebih, contohnya patah tulang atau stroke
  • Tungkai tidak banyak bergerak, biasanya saat menempuh perjalanan jauh yang memakan waktu lebih dari 5 jam
  • Operasi tungkai atau area panggul
  • Anestesi
  • Varises
  • Polisitimea vera
  • Gagal jantung

2. Hiperkoagulabilitas

Penyebab thrombosis vena dalam selanjutnya yakni hiperkoagulabilitas. Hiperkoagulabilitas adalah suatu kondisi kelainan genetik yang menyebabkan darah mudah sekali untuk membeku dan menggumpal. Faktor-faktor

Read the rest