Category Archives: Penyakit A-Z

Varises: Penyebab, Gejala, Diagnosis, & Pengobatan

DokterSehat.com – Varises adalah pembesaran pada pembuluh darah vena. Bagi beberapa orang, varises hanyalah masalah kosmetik dan bukan masalah kesehatan yang serius, namun ada orang lain yang mengalami varises hingga menyebabkan sakit dan menjadi masalah yang lebih serius. Simak penyebab varises, ciri ciri varises, dan cara menghilangkan varises selengkapnya di bawah ini.

Penyebab Varises

Sebelum membahas mengeni varises secara keseluruhan, perlu diketahui bahwa agar tubuh dapat mengedarkan darah yang kaya oksigen dari paru-paru ke seluruh bagian tubuh, Anda harus memiliki lapisan otot atau jaringan elastis yang tebal.

Selain itu, otot dan jaringan juga berguna untuk mendorong darah kembali ke jantung. Pembuluh darah sendiri bergantung pada otot-otot di sekitarnya dan jaringan katup satu arah.

Saat darah mengalir melalui pembuluh darah, katup-katup secara bergantian membuka untuk memungkinkan darah masuk, kemudian menutup untuk mencegah aliran balik. Pada varises, katup tidak berfungsi dengan baik sehingga memungkinkan darah menumpuk di vena dan menyulitkan otot untuk mendorong darah untuk ‘menanjak’.

Alih-alih mengalir dari satu katup ke katup berikutnya, darah terus menumpuk di vena sehingga meningkatkan tekanan vena dan kemungkinan kongesti, sehingga menyebabkan pembuluh darah vena membengkak.

Selain masalah katup di pembuluh darah vena, faktor-faktor lain yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengembangkan varises, di antaranya:

1. Usia

Risiko seseorang mengalami varises bisa meningkat seiring bertambahnya usia. Penuaan menyebabkan keausan pada katup di pembuluh darah yang membantu mengatur aliran darah. Akhirnya, keausan itu menyebabkan katup membiarkan darah mengalir kembali ke pembuluh darah bukannya mengalir ke jantung.

2. Jenis Kelamin

Dibanding pria, seorang wanita lebih mungkin mengalami varises. Perubahan hormon selama kehamilan, pramenstruasi atau menopause mungkin menjadi faktor karena perubahan hormon pada wanita cenderung membuat dinding vena rileks. Selain itu, perawatan hormon seperti pil KB, dapat meningkatkan risiko varises.

3. Kehamilan

Selama kehamilan, volume darah dalam tubuh meningkat. Perubahan ini terjadi untuk mendukung pertumbuhan janin, tetapi juga dapat menghasilkan

Read the rest

Depresi: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

DokterSehat.Com – Depresi adalah gangguan suasana hati yang dapat terlihat dari perasaan sedih yang mendalam dan rasa tidak peduli terus menerus. Depresi bisa memengaruhi perasaan, perilaku dan membuat penderitanya memiliki berbagai masalah emosi dan fisik.

Kondisi ini juga disebut gangguan depresi mayor atau depresi klinis, yang memengaruhi cara seseorang merasakan, berpikir, dan berperilaku, serta dapat menyebabkan berbagai masalah emosional dan fisik.

Penderita depresi mungkin mengalami kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari yang normal, dan terkadang merasa seolah hidup tidak berguna.

Depresi tidak mudah diobati, karena memerlukan perawatan jangka panjang. Tetapi, kebanyakan penderita depresi akan merasa lebih baik setelah mendapatkan pengobatan, psikoterapi atau keduanya.

Jenis Depresi

Terdapat berbagai jenis depresi dengan gejala yang beragam, mulai dari yang ringan sampai dengan yang parah. Beberapa jenis gangguan depresi umum yang bisa dikenali adalah:

1. Depresi Katatonik

Sebuah kondisi di mana seseorang menjadi tidak responsif pada interkasi sosial dan penderita jenis depresi ini mungkin tidak tergerak sama sekali.

2. Depresi Psikotik

Seseorang yang mengalami jenis depresi ini cenderung tidak dapat menilai kenyataan yang terjadi atau disebut psikotik. Bentuk dari depresi ini adalah delusi ide, paranoia dan halusinasi.

3. Gangguan Afektif Musiman (Seasonal Affective Disorder)

Jenis depresi ini biasanya terjadi pada seseorang di setiap tahun pada waktu yang sama (pola musiman), selama musim gugur atau musim dingin ketika paparan sinar matahari kurang.

4. Gangguan Bipolar (Depresi Akut)

Seseorang yang mengalami bipolar menunjukkan suana hati yang parah. Penderita bisa menjadi tertekan setelah itu menjadi bahagia di waktu lain. Penderitanya bisa mengalami periode depresi serta periode mania, dengan suasana hati yang normal di antara kedua periode tersebut.

5. Dysthymia (Depresi Kronis)

Ini adalah jenis depresi yang lebih ringan tetapi kronis, di mana gejala dapat muncul untuk jangka waktu yang lama. Pasien dengan kondisi ini masih dalam kondisi yang normal, tetapi terlihat tidak bahagia terus-menerus.

6. Depresi Sebelum dan Pasca-Melahirkan

Read the rest

Ulkus Kornea: Penyebab, Gejala, Diagnosis, & pengobatan

DokterSehat.Com – Ulkus kornea adalah erosi atau luka terbuka pada permukaan kornea. Kornea sendiri adalah area transparan di bagian depan mata yang memiliki fungsi utama untuk memantulkan cahaya dan memberi perlindungan pada mata. Gangguan pada mata ini adalah kondisi serius yang harus segera diobati untuk menghindari masalah penglihatan yang lebih serius. Apakah ulkus kornea bisa sembuh? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Penyebab Ulkus Kornea

Sebagian besar kasus ulkus kornea disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyerang kornea, cedera mata, trauma, atau kerusakan lainnya. Selain itu, ulkus kornea juga bisa disebabkan oleh penggunaan lensa kontak. Lensa kontak dapat bergesekan dengan permukaan mata sehingga bisa menimbulkan sedikit kerusakan pada epitel.

Berikut ini adalah beberapa penyebab lain ulkus kornea, di antaranya:

2. Acanthamoeba

Parasit ini dapat memasuki mata dan menyebabkan keratitis acanthamoeba, sebuah infeksi mata serius yang bisa menyebabkan jaringan parut permanen kornea dan kehilangan penglihatan.

Acanthamoeba umumnya ditemukan di air mentah, kolam renang, bak air panas, dan sumber air lainnya. Selain itu, pemakai lensa kontak saat berenang secara juga secara signifikan meningkatkan risiko ulkus kornea dari keratitis acanthamoeba.

3. Herpes Mata (Herpes Simplex Keratitis)

Herpes simplex keratitis adalah infeksi virus yang menyebabkan kambuhnya lesi atau luka berulang di mata. Sejumlah hal dapat memicu rasa nyeri, termasuk stres, paparan sinar matahari yang berkepanjangan, atau apa pun yang melemahkan sistem kekebalan tubuh.

4. Goresan di Kornea

Goresan pada permukaan kornea dapat menyebabkan infeksi dan menyebabkan ulkus kornea. Cedera pada kornea memudahkan bakteri untuk menyerang mata sehingga menjadi penyebab utama gangguan ini. Selain itu, abrasi kornea adalah kehilangan permukaan kornea yang lebih besar dan dapat mengalami ulserasi jika tidak ditangani.

5. Sindrom Mata Kering (Keratoconjungtivitis Sicca)

Suatu kondisi di mana air mata yang tidak normal dan tidak dapat melumasi permukaan bagian depan kornea. Gangguan yang menyebabkan mata kering ini dapat menyebabkan

Read the rest

Demensia: Penyebab, Gejala, Diagnosis, & Pengobatan

DokterSehat.Com – Demensia adalah hilangnya fungsi kognitif seperti berpikir, mengingat, dan bernalar. Fungsi-fungsi ini termasuk memori, keterampilan bahasa, persepsi visual, pemecahan masalah, manajemen diri, dan kemampuan untuk fokus. Simak penyebab demensia, gejala demensia, dan pengobatan demensia selengkapnya di bawah ini.

Penyebab Demensia

Demensia disebabkan oleh kerusakan sel-sel otak. Kerusakan ini mengganggu kemampuan sel-sel otak untuk berkomunikasi satu sama lain. Ketika sel-sel otak tidak dapat berkomunikasi secara normal, maka fungsi otak seperti berpikir, berperilaku dan mengatur perasaan dapat terpengaruh.

Perlu diketahui juga, demensia adalah penyakit yang dikelompokkan berdasarkan kesamaannya. Beberapa penyakit lain memiliki kesamaan dengan demensia seperti yang disebabkan oleh reaksi terhadap obat-obatan atau kekurangan vitamin.

Berikut adalah beberapa jenis dan kondisi lain yang terkait dengan demensia adalah:

1. Demensia Progresif

Penyakit Alzheimer adalah penyebab paling umum dari demensia. Meskipun tidak semua penyebab penyakit Alzheimer diketahui, beberapa penelitian mengungkapkan, Alzheimer terkait dengan mutasi tiga gen yang bisa diturunkan dari orang tua ke anak.

Salah satu gen penting yang meningkatkan risiko adalah apolipoprotein E4 (APOE). Selain itu, faktor-faktor genetik lainnya juga mungkin membuat seseorang untuk mengembangkan Alzheimer.

Jenis penyakit demensia kedua yang paling umum ini disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah yang memasok darah ke otak. Masalah pembuluh darah dapat menyebabkan stroke atau kerusakan otak dengan merusak serat white matter pada otak.

Gejala yang paling umum dari demensia vaskular termasuk sulit untuk menyelesaikan masalah dan lambat dalam berpikir. Kondisi ini cenderung lebih sering terlihat pada seseorang yang kehilangan memori.

Lewy body dementia adalah gumpalan protein abnormal dengan bentuk seperti balon yang ditemukan pada otak penderita demensia jenis ini, penderita Alzheimer, dan penderita Parkinson.

Tanda dan gejala yang umum termasuk melihat hal-hal yang tidak ada (halusinasi visual), masalah dengan fokus dan perhatian. Tanda-tanda lain termasuk gerakan tidak terkoordinasi atau lambat, tremor, dan rigiditas (parkinsonisme).

Ini adalah sekelompok penyakit yang ditandai dengan kerusakan (degenerasi) sel-sel

Read the rest

Laringitis: Penyebab, Gejala, Diagnosis, & Pengobatan

DokterSehat.Com – Laringitis adalah peradangan pada pita suara atau laring yang disebabkan karena terlalu sering digunakan, iritasi, atau infeksi. Laringitis bukanlah penyakit yang serius, dengan perawatan yang tepat umumnya penyakit laringitis bisa hilang dalam waktu tidak lebih dari 3 minggu.

Penyebab Laringitis

Sebelum menjelaskan mengenai penyebab laringitis, perlu Anda ketahui bahwa laringitis adalah penyakit yang memiliki dua jenis yaitu akut dan kronis. Infeksi dan penyakit tertentu, biasanya terjadi di infeksi saluran pernapasan atas sehingga menyebabkan laringitis akut. Kondisi ini bisa berlangsung selama beberapa hari sampai penyakitnya menghilang.

Sementara untuk laringitis kronis, bisa berlangsung lebih dari 3 minggu. Penyebab laringitis kronis termasuk merokok, konsumsi alkohol berlebihan, penyakit asam lambung, paparan bahan kimia yang mengiritasi, dan penggunaan suara yang berlebihan.

1. Laringitis Akut

Sebagian besar kasus laringitis bersifat sementara dan membaik setelah penyebab yang mendasarinya ditangani. Penyebab laringitis akut meliputi:

  • Infeksi virus yang mirip dengan penyebab pilek.
  • Ketegangan vokal, disebabkan oleh teriakan atau penggunaan suara secara berlebihan.
    Infeksi bakteri.

2. Laringitis Kronis

Laringitis yang berlangsung lebih dari tiga minggu dikenal sebagai laringitis kronis. Jenis radang tenggorokan ini umumnya disebabkan oleh paparan iritasi dari waktu ke waktu. Laringitis kronis dapat menyebabkan regangan dan cedera pita suara atau pertumbuhan pita suara (polip atau nodul). Cedera ini dapat disebabkan oleh:

  • Iritasi yang disebabkan dari asap bahan kimia, alergen atau asap kendaraan bermotor.
  • Penyakit asam lambung.
  • Sinusitis kronis.
  • Penggunaan alkohol berlebihan.
  • Terlalu sering menggunakan suara.
  • Memiliki kebiasaan merokok.

Penyebab laringitis kronis yang kurang umum adalah:

  • Infeksi bakteri atau jamur.
  • Infeksi parasit tertentu.

Penyebab lain suara serak kronis meliputi:

  • Kanker.
  • Kelumpuhan pita suara, dapat disebabkan oleh cedera, stroke, tumor paru-paru atau kondisi kesehatan lainnya.
  • Postur tubuh yang membungkuk bisa memengaruhi pita suara.

Gejala Laringitis

Pada sebagian besar kasus, gejala laringitis berlangsung kurang dari beberapa minggu dan disebabkan oleh virus. Pada kasus yang jarang, gejala laringitis disebabkan oleh

Read the rest