Category Archives: pelicin kondom

3 Jenis Pelumas Kondom yang Bikin Seks Makin Hot!

DokterSehat.Com – Sebagian besar kondom yang ada di pasaran sudah menggunakan pelumas kondom bawaan. Kondom jenis ini bisanya menggunakan bahan sejenis spermisida yang akan mematikan sperma jika kantungnya bocor. Bahan nonoxynol-9 yang digunakan sebagai spermisida dikenal aman dan bisa digunakan kapan saja.

Sayangnya, tidak semua wanita tahan dengan bahan tambahan tersebut. Beberapa wanita dan sebagian pria bahkan mengalami alergi. Untuk mengatasi kondisi ini, pasangan seks disarankan untuk menggunakan pelicin kondom tang aman atau bahkan tanpa pelumas. Namun, ada baiknya anda mengenali beberapa jenis pelumas kondom yang aman bagi Anda.

Jenis Pelumas Kondom

Agar seks menggairahkan, pasangan seks dapat menggunakan beberapa jenis pelumas kondom seperti berikut ini:

1. Pelumas berbahan dasar air

Pelumas kondom dengan bahan dasar air tidak berbahaya untuk kesehatan. Pelumas ini juga mudah dicuci dengan air sehingga tidak akan mengering di dalam vagina. Bahan air pada pelumas juga tidak akan merusak kondom lateks. Kondisi ini akan membuat aktivitas seks menjadi aman dan kemungkinan terjadi kehamilan serta menghindari penularan penyakit.

Kelebihan: Tersedia secara luas, aman digunakan dengan kondom lateks, dan mudah dicuci dengan sabun dan air.

Kekurangan: Pelumas berbasis air cenderung menguap lebih cepat daripada jenis lain, sehingga penggunaan ulang sering diperlukan. Pelicin kondom jenis ini juga tidak bekerja jika Anda melakukan hubungan seks di dalam air (misalnya, di kamar mandi).

Selain itu banyak mengandung gliserin, yang dapat menyebabkan iritasi pada beberapa orang. Hal yang sama berlaku untuk paraben, sejenis pengawet yang ditemukan di banyak pelumas berbahan air. Paraben juga memiliki sifat seperti estrogen yang lemah, memicu kekhawatiran pengguna bahwa pelumas ini dapat meningkatkan risiko beberapa kanker, namun bukti tidak meyakinkan.

2. Pelumas berbahan dasar minyak

Pelumas kondom dari minyak yang bisa digunakan di antaranya baby oil, minyak kelapa murni, minyak zaitun, dan minyak lain yang terbuat dari bahan alami. Sayangnya, penggunaan bahan ini cukup terbatas

Read the rest