Category Archives: obesitas

Anak Tunggal Rentan Obesitas – Dokter Sehat

Photo Source: Flickr/Thierry Leclerc

DokterSehat.Com– Di Indonesia, kita mengenal program dua anak cukup. Hanya saja, karena faktor ekonomi, kini semakin banyak orang tua yang memilih untuk hanya memiliki satu anak saja. Memang, hal ini bisa membuat anak mendapatkan kasih sayang dan perhatian dengan maksimal, namun ada beberapa sisi negatif yang bisa didapatkan dengan menjadi anak tunggal. Salah satunya adalah rentan mengalami masalah obesitas.

Anak Tunggal Memiliki Risiko Lebih Besar Terkena Obesitas

Dalam penelitian terbaru yang dilakukan di University of Oklahoma, Amerika Serikat, dihasilkan fakta bahwa anak tunggal memiliki risiko terkena obesitas 7 persen lebih besar dibandingkan dengan anak yang memiliki saudara kandung. Penelitian ini mengungkap fakta bahwa kebanyaan anak tunggal cenderung menerapkan pola makan dan minum yang buruk seperti lebih sering mengonsumsi makanan berlemak dan minuman manis.

Penelitian ini dilakukan dengan cara mengecek kebiasaan makan sehari-hari dari 62 pasangan ibu dan anak dengan rentang usia lima hingga tujuh tahun. Para ibu ini diminta untuk mengisi kuesioner tentan apapun makanan yang dikonsumsi anak dalam dua hari kerja dan satu hari libur. Selama di sekolah, para guru diminta untuk memberikan informasi tentang makanan yang dikonsumsi para anak ini.

Hasil dari penelitian ini adalah, anak tunggal cenderung memiliki pola makan yang kurang baik di rumah sehingga bisa menyebabkan datangnya obesitas. Sementara itu, makanan-makanan yang disediakan di sekolah biasanya tidak memberikan dampak yang terlalu besar.

Chelsea Kracht, salah satu peneliti yang terlibat menyarankan setiap orang tua, khususnya yang memiliki anak tunggal agar lebih cermat dalam menerapkan pola makan pada anak-anaknya agar lebih sehat dan tidak mudah terkena masalah obesitas.

“Pengaruh kebiasaan yang diterapkan di keluarga bisa memberikan dampak besar bagi risiko obesitas anak,” terangnya.

Hanya saja, penelitian ini dianggap masih kurang karena lingkup partisipan yang dilibatkan cenderung kecil. Satu hal yang pasti, sejak usia anak-anak memang sebaiknya dibiasakan untuk mengonsumsi makanan

Read the rest

Benarkah Orang Obesitas di Jepang Bisa Dipidana?

Photo Source: Flickr/Sandra Cohen-Rose and Colin Rose

DokterSehat.Com– Ada banyak sekali berita kesehatan yang beredar di media sosial. Masalahnya adalah berita ini belum tentu benar. Sebagai contoh, ada berita yang menyebut orang obesitas atau kegemukan di Jepang bisa saja mendapatkan hukuman pidana. Sebenarnya, apakah berita ini memang benar?

Obesitas di Jepang

Jika kita cermati, masyarakat Jepang cenderung memiliki berat badan dan bentuk tubuh yang ideal. Hal ini disebabkan oleh pola makan masyarakat Jepang yang dikenal sangat sehat. Hanya saja, jika dilogika, apakah mungkin jika mengalami masalah obesitas bisa sampai membuat masyarakat Jepang dipidana?

Menariknya, hukuman ini ternyata benar-benar nyata, lho. Situs New York Times pernah membahas tentang hukum Metabo yang bisa membuat masyarakat Jepang dengan masalah obesitas mendapatkan hukuman pidana. Hanya saja, hukuman pidana ini bukan berarti membuat mereka sampai dipenjara ataupun mendapatkan denda, melainkan hanya membuat mereka “dipaksa” untuk berkonsultasi ke ahli gizi agar bisa menerapkan gaya hidup yang lebih sehat.

Masalahnya adalah hukum Metabo ini sebenarnya dianggap belum efektif mengatasi masalah obesitas yang masih melanda sebagian masyarakat Jepang. Selain itu, Yuichi Ogushi dari Tokai University’s School of Medicine juga menyebut hukuman ini kurang pas bagi masyarakat Jepang dan bahkan bisa menyebabkan masalah kesehatan jika dipaksakan.

“Hukuman ini kurang pas kalau diterapkan di Jepang. Kalau diterapkan di Amerika, hal ini mungkin cocok karena banyak warganya yang memiliki berat badan lebih dari 100 kg. Banyak masyarakat Jepang yang sebenarnya sudah kurus. Kalau mereka juga dipaksa untuk diet tentu tidak baik,” ucap Ogushi.

Lantas, seperti apa penerapan hukuman ini? Disebutkan bahwa masyarakat Jepang diminta untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan seperti mengukur lingkar pinggang dan berat badannya. Hanya saja, penerapan ini juga disebut-sebut masih kurang maksimal.

Masalah Kesehatan yang Terkait dengan Obesitas

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa masalah kesehatan yang terkait dengan masalah obesitas jika tak kunjung ditangani.

Berikut adalah masalah-masalah

Read the rest

Awas, Wanita Gemuk Lebih Rentan Kanker Payudara

Photo Source: Flickr/martingarri

DokterSehat.Com– Memiliki badan yang gemuk adalah hal yang kurang disukai kaum hawa. Masalahnya adalah hal ini tak hanya akan membuat penampilan lebih buruk. Penelitian membuktikan bahwa wanita yang gemuk ternyata lebih rentan terkena kanker payudara. Kok bisa?

Kaitan Antara Berat Badan dengan Risiko Kanker Payudara

Pakar kesehatan menyebut obesitas atau kelebihan berat badan memang bisa menjadi penyebab dari berbagai macam masalah kesehatan layaknya penyakit jantung, hipertensi, diabetes, hingga berbagai macam kanker seperti kanker lambung, tiroid, pankreas, usus besar, prostat, dan lain-lain.

Para wanita yang sudah berada dalam fase menopause diminta untuk lebih cermat dalam menjaga berat badannya. Jika sampai mereka mengalami kondisi kegemukan, maka risiko untuk terkena kanker payudara bisa meningkat hingga 20 atau 40 persen jika dibandingkan dengan mereka yang memiliki berat badan yang normal.

Kelebihan berat badan akan membuat jaringan lemak di dalam tubuh lebih banyak. Masalahnya adalah hal ini bisa memicu peradangan dan kerusakan pada sel yang bisa saja berujung pada kanker payudara. Selain itu, tingginya kadar lemak di dalam tubuh juga bisa membuat kadar steroid dan hormon insulin meningkat. Kedua faktor ini bisa mempengaruhi risiko terkena kanker payudara.

Peradangan yang terkait dengan kadar lemak yang tinggi bisa membuat sistem kekebalan tubuh menurun, memicu kerusakan DNA, dan akhirnya berimbas pada berkembangnya kanker payudara.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam jurnal berjudul Annals of Oncology, disebutkan bahwa risiko terkena kanker payudara pada wanita gemuk bisa mencapai 21 hingga 41 persen lebih besar. Mereka juga memiliki risiko kematian dini lebih besar 25 hingga 68 persen lebih tinggi jika dibandingkan dengan wanita yang memiliki berat badan normal.

Melihat fakta ini, kaum hawa memang sebaiknya menjaga berat badannya tetap ideal, khususnya jika mulai menerapkan gaya hidup sehat demi memastikan diri mencegah datangnya berbagai macam masalah kesehatan seperti kanker payudara.

Mencegah Kanker Payudara

Pakar kesehatan menyebut ada

Read the rest

Setelah 18 Tahun Kelaparan, Wanita Ini Meninggal

DokterSehat.Com– Sebuah kisah memilukan datang dari Inggris. Seorang wanita berusia 44 tahun bernama Kimberly kehilangan nyawanya. Yang mengenaskan adalah, ia meninggal setelah 18 tahun kelaparan. Hal ini bukan karena Kimberly tidak mendapatkan makanan, melainkan karena operasi bypass lambung yang dilakuknnya pada tahun 2008 lalu.

Operasi Bypass Lambung Menyebabkan Kelaparan

Operasi bypass lambung sering dilakukan oleh mereka yang kesulitan menurunkan berat badannya. Hal ini juga yang menjadi pertimbangan Kimberly melakukannya. Awalnya, hal ini membuatnya senang karena berat badannya bisa menurun dengan signifikan sehingga membuat kondisi tubuhnya jauh lebih baik, namun seiring dengan waktu Kimberly mulai merasakan efek sampingnya.

Ukuran lambung yang lebih kecil dari normal membuat Kimberly hanya mampu makan beberapa sendok makanan saja. Jika diteruskan, maka perutnya tidak muat dan membuatnya muntah, namun karena hanya sedikit makanan yang masuk ke dalam tubuhnya, ia sering mengalami sakit perut karena kelaparan.

Dampaknya tak hanya gangguan pencernaan, tubuh Kimberly mulai mengalami gejala kekurangan nutrisi yang parah. Kondisinya pun semakin menurun. Tubuhya pun semakin melemah hingga membuatnya kesulitan untuk berjalan. Pihak keluarga pun berinisiatif untuk merawatnya ke Farfield Hospital demi mendapatkan penanganan medis yang tepat. Hanya saja, di rumah sakit ini, Kimberly hanya bisa berbaring karena kondisinya.

Sebenarnya, hanya beberapa hari setelah menjalani operasi bypass lambung, Kimberly mulai mengeluhkan sensasi tidak nyaman pada tubuhnya, khususnya saat makan. Tak hanya sakit perut, ia juga sering mengalami mual-mual dan tubuh yang mudah lelah.

Sebelum meninggal, Kimberly sempat bercerita kepada keluarganya bahwa dirinya menyesal melakukan operasi ini. Ia bahkan mengaku lebih bahagia saat berat badannya berlebihan.

“Kimberly selalu kelaparan dan merasakan nyeri pada perutnya. Ia juga mengalami depresi parah akibat hal ini,” ucap ibunya.

Salah seorang dokter yang menangani Kimberly, dr. Khurshid Akthar menyebut operasi bypass lambung yang dijalani sang wanita menyebabkan kompikasi. Sayangnya, yang dialami Kimberly jauh lebih parah dan menyebabkan dampak yang sangat buruk.

Read the rest

Kegemukan Sebelum 40 Tahun Bisa Picu Kanker

Photo Source: Flickr/Emilio Labrador

DokterSehat.Com– Banyak orang yang masih menganggap gemuk sebagai tanda bahwa tubuh lebih sehat, pikiran lebih tenang, dan hidup yang lebih berbahagia. Padahal, pakar kesehatan menyebut kegemukan bisa menjadi tanda dari adanya masalah kesehatan yang cukup serius. Selain itu, penelitian terbaru bahkan membuktikan bahwa kegemukan di usia kurang dari 40 tahun bisa meningkatkan risiko kanker.

Kegemukan dan Risiko Kanker

Sebuah peelitian yang dilakukan di Unversity of Bergen, Norwegia, menghasilkan fakta bahwa orang-orang yang mengalami masalah kegemukan dengan kadar indeks massa tubuh lebih dari 25 atau 30 lebih rentan terkena kanker. Hal ini terjadi jika masalah berat badan berlebihan ini sudah dialami sejak usia kurang dari 40 tahun.

Risiko kanker tersebut adalah 70 persen terkena kanker endometrium, 58 persen terkena kanker ginjal bagi kaum pria, 29 persen terkena kanker usus bagi kaum pria, dan 15 persen terkena berbagai jenis kanker lainnya.

Obesitas sudah dikenal luas sebagai penyebab utama dari berbagai macam penyakit. Dalam penelitian yang kami lakukan, dihasilkan fakta bahwa kondisi kesehatan ini memang terkait dengan kanker, apalagi jika sudah terjadi sejak usia di bawah 40 tahun,” ucap Prof. Tone Bjorge yang terlibat dalam penelitian ini.

Sebagai informasi, partisipan dalam penelitian ini diikuti kondisi kesehatannya dalam waktu 18 tahun. Hasil dari penelitian ini adalah, mereka yang memiliki indeks massa tubuh lebih dari angka 30 cenderung lebih rentan terkena kanker dibandingkan dengan mereka yang memiliki indeks massa tubuh normal.

“Risiko terkena kanker ini secara umum sekitar 64 persen bagi kaum pria dan 48 persen bagi kaum hawa. Kanker-kanker ini bisa saja muncul di payudara, ginjal, usus besar, dan organ-organ lainnya,” lanjut Prof. Bjorge.

Berbagai Hal yang Tanpa Disadari Bisa Memicu Obesitas

Kelebihan berat badan tak selalu terjadi akibat pola makan. Terkadang, hal ini lebih sering terjadi akibat kebiasaan sehari-hari yang sering kita sepelekan.

Berikut adalah berbagai

Read the rest