Category Archives: obesitas

7 Penyebab Metabolisme Tubuh Melambat

DokterSehat.Com– Banyak yang menyepelekan pentingnya sistem metabolisme tubuh. Padahal, jika sampai sistem ini melambat atau mengalami gangguan, akan menyebabkan dampak kesehatan seperti berat badan naik atau masalah lainnya. Gaya hidup tidak sehat menjadi salah satu penyebab metabolisme tubuh melambat. Ketahui penyebab lainnya!

Penyebab Metabolisme Tubuh Melambat

Pakar kesehatan menyebut faktor genetik atau hormon memang bisa membuat sistem metabolisme tubuh melambat, namun jika kita juga menerapkan gaya hidup yang tidak sehat, masalah ini juga akan terjadi.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa membuat sistem metabolisme melambat:

  1. Kurang tidur

Sudah menjadi rahasia umum jika kurang tidur memang bisa menyebabkan dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Sayangnya, ada banyak orang yang terbiasa melakukannya karena bekerja, menonton acara televisi, atau mengobrol bersama anggota keluarga atau teman-teman lainnya. Padahal, salah satu dampak dari sering melakukannya adalah bisa memicu melambatnya metabolisme.

Kurang tidur akan mengacaukan kemampuan tubuh dalam menggunakan energi dengan optimal. Selain itu, begadang juga bisa membuat kita makan di waktu yang larut. Hal inilah yang akhirnya mengacaukan sistem metabolisme tubuh yang bisa meningkatkan risiko diabetes dan obesitas.

  1. Menerapkan diet ketat

Demi menurunkan berat badan dengan cepat, banyak orang yang menerapkan diet ketat dengan melewatkan waktu makan atau menurunkan porsi makan dengan drastis. Masalahnya adalah meskipun hal ini bisa membuat berat badan turun, hal ini juga akan mengacaukan sistem metabolisme tubuh.

Kondisi ini dipicu oleh tubuh yang harus tetap melakukan aktivitas dengan normal dengan kalori yang lebih sedikit. Dengan sumber energi yang minim, tubuh pun memperlambat metabolisme dan menurunkan massa otot demi menyiasatinya.

  1. Dehidrasi

Selain menerapkan diet ketat, kebiasaan kurang minum yang bisa menyebabkan dehidrasi juga mampu membuat sistem metabolisme berjalan dengan lebih lambat. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya cairan tubuh yang cukup demi mendukung kinerja dari sistem ini. Selain itu, banyak organ tubuh yang akhirnya memperlambat kinerjanya akibat rendahnya kadar cairan di

Read the rest

Benarkah Nasi Putih Bikin Gemuk dan Picu Diabetes?

Photo Credit: Flickr.com/stu_spivack

DokterSehat.Com– Nasi putih dikenal luas sebagai makanan pokok di Indonesia. Bahkan, ada orang yang merasa belum makan kalau belum benar-benar makan nasi. Hanya saja, belakangan ini semakin banyak orang yang mulai membiasakan tidak makan nasi karena menganggapnya bisa memicu kegemukan dan diabetes. Sebenarnya, apakah nasi putih memang bisa menyebabkan masalah kesehatan ini?

Kaitan antara nasi dengan kegemukan dan diabetes

Selain menurunkan atau bahkan benar-benar menghindari nasi putih, ada orang yang menggantikannya dengan nasi merah atau nasi hitam yang dianggap lebih sehat.

Dalam realitanya, di dalam nasi putih terdapat kandungan kalori yang cukup tinggi. Sebagai contoh, jika kita memasaknya satu cangkir atau 158 gram saja, sudah terdapat kandungan kalori sebanyak 205 kkal. Selain itu, terdapat kandungan gula sebanyak 0,08 gram.

Meski kandungan kalori dan gulanya tergolong normal, nasi putih termasuk dalam makanan dengan indeks glikemik yang tinggi, apalagi jika kondisinya masih panas atau hangat. Hal ini berarti, setelah mengonsumsinya, kadar gula darah bisa naik dengan drastis. Jika tubuh tidak segera mengolahnya sebagai sumber energi dan kita tidak menggunakannya dengan baik, bisa jadi akan memicu datangnya diabetes.

Sementara itu, di dalam secangkir nasi putih terdapat kandungan karbohidrat yang cukup tinggi, yakni sekitar 44,5 gram.  Mengonsumsinya dalam jumlah atau frekuensi yang wajar sebenarnya masih aman bagi tubuh, namun jika kita terbiasa makan nasi dalam jumlah yang banyak, maka hal ini akan memicu penumpukan lemak di dalam tubuh dan akhirnya menyebabkan kenaikan berat badan.

Melihat fakta ini, pakar kesehatan menyebut nasi putih memang terkait dengan kenaikan berat badan dan diabetes. Hanya saja, bukan berarti kita harus benar-benar menghindarinya. Asalkan dikonsumsi dengan porsi dan frekuensi yang tepat, nasi bisa dijadikan sumber energi yang baik untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Hanya saja, jika kita ingin mengombinasikannya dengan nasi jenis lain seperti nasi merah dan nasi hitam, atau bahkan mengonsumsi sumber karbohidrat tinggi

Read the rest

10 Cara Mencegah Obesitas pada Anak-Anak

DokterSehat.Com – Salah satu kesalahan terbesar yang sering kita lakukan adalah menganggap anak atau bayi yang sangat gemuk adalah tanda dari sehat. Padahal kalau anak mengalami kegemukan hingga obesitas, gangguan yang justru mengintainya. Masalah kesehatan yang berat seperti diabetes bisa saja terjadi kalau tidak segera diatasi.

Mencegah obesitas pada anak

Obesitas pada anak sering diartikan sebagai bentuk kemakmuran dan tanda anak tidak sulit makan. Namun, kalau gemuknya terlalu berlebihan juga tidak baik khususnya untuk mobilitasnya. Anak-anak biasanya aktif bergerak dan memiliki rasa ingin tahu tinggi. Kalau tubuhnya jadi berat, kemungkinan besar mereka jadi pasif. Berikut cara mencegah obesitas pada anak.

  1. Tahu porsi yang dibutuhkan anak

Saat menyuapi anak, banyak dari kita yang memberikan banyak makanan dan harus dihabiskan. Padahal setiap anak memiliki skala kenyang yang berbeda-beda. Ada yang setengah mangkuk kecil sudah kenyang dan ada yang satu mangkuk malah masih kurang.

Beberapa orang tua memaksakan anak untuk makan itu semuanya sampai habis. Meski anak berusaha untuk menyetopnya dengan tidak mau membuka mulut, orang tua tetap memaksanya. Kalau anak dipaksa, bisa saja kalori yang masuk jadi terlalu besar.

  1. Jangan langsung memberikan camilan

Jangan langsung memberikan anak camilan setelah mereka makan. Anak biasanya akan menerima apa saja yang diberikan dan memakannya. Tunggu selama beberapa saat seperti 15-30 menit dulu. Selanjutnya, berikan pada anak camilan yang diminta. Kalau anak masih kenyang, mereka akan menerima dan tidak memakannya, tapi dibuat mainan.

  1. Hindari membeli makanan dengan kadar sodium tinggi

Kalau Anda ingin mencegah obesitas pada anak, ada baiknya untuk menghindari makanan yang terlalu asin. Makanan yang terlalu asin akan mengikat air di dalam tubuh dan membuat berat anak kian meningkat. Selain itu, garam berlebihan juga bisa menyebabkan masalah pada peredaran darah.

Selain makanan yang terlalu asin, Anda juga tidak disarankan memberikan makanan yang terlalu manis pada mereka. Misal minuman kemasan atau air sirup. Hanya berikan

Read the rest

Berat Badan Bocah Ini Naik Drastis Setelah Sunat

DokterSehat.Com– Bocah berusia tujuh tahun dari Cilamaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat bernama Satia Putra disebut-sebut mengalami kenaikan berat badan secara drastis setelah disunat. Kini, berat badannya bahkan mencapai 97 kg. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Nafsu makan meningkat drastis setelah sunat

Ayah Satia, Sarli menyebut nafsu makan putranya menjadi tak terkendali setelah menjalani sunat saat usianya tiga tahun. Sebelum sunat, berat badan anaknya masih normal, namun setelahnya badannya semakin menggemuk.

Hanya saja, Plt Kepala Dinas Kesehatan Karawang, Nurdin Hidayat menyebut anggapan Sarli sepertinya tidak tepat. Hingga saat ini, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa sunat bisa membuat nafsu makan seseorang meningkat dengan drastis, apalagi menyebabkan masalah kegemukan.

Petugas kesehatan dari Puskesmas terdekat menyebut hasil pemeriksaan pada tubuh Satia membuktikan bahwa kondisi obesitas yang dialaminya dipicu oleh kebiasan makan yang berlebihan. Selain itu, Satia juga kurang gerak karena lebih sering duduk-duduk dan nonton tv saja.

Berbagai masalah kesehatan yang bisa membuat nafsu makan naik drastis

Sebenarnya, peningkatan nafsu makan wajar terjadi pada anak-anak karena mereka membutuhkan asupan nutrisi untuk perkembangan dan pertumbuhannya. Hanya saja, jika nafsu makan ini meningkat dengan drastis dan tidak wajar, bisa jadi hal ini terkait dengan masalah kesehatan yang lebih serius.

Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang bisa membuat nafsu makan naik dengan drastis.

  1. Bullimia

Penyakit bulimia terjadi akibat seseorang kesulitan untuk mengendalikan nafsu makannya. Banyak penderita masalah kesehatan ini yang akhirnya makan dengan berlebihan dalam waktu yang lama. Bahkan, penderita penyakit ini juga sering mengalami muntah-muntah atau bahkan sengaja memuntahkan makanannya kembali setelah makan.

  1. Diabetes

Diabetes adalah salah satu masalah kesehatan yang cukup mudah ditemukan kasusnya di Indonesia. Penyakit ini bisa dikenali dengan gejala seperti mudah haus, sering buang air kecil, hingga mudah lapar sehingga ingin terus makan meski sudah mengonsumsi makanan sebelumnya.

Kondisi ini disebabkan oleh gangguan sensitivitas insulin. Hal ini membuat glukosa terus

Read the rest

8 Pengaruh Obesitas pada Sistem di Tubuh

DokterSehat.Com – Obesitas atau kenaikan berat badan yang signifikan sehingga kadar lemak di tubuh terus meningkat menyebabkan cukup banyak masalah pada tubuh. Masalah itu memicu beberapa gangguan seperti fungsi dari sistem pencernaan serta reproduksi menurun hingga masalah lain yang membahayakan oleh tubuh.

Pengaruh obesitas pada sistem di tubuh

Tubuh kita terdiri dari banyak sekali sistem yang saling mendukung satu dengan yang lain. Beberapa organ bekerja secara bersama-sama untuk membuat tubuh bisa berjalan dengan baik. Kalau kita mengalami obesitas, bisa saja sistem yang dimiliki oleh tubuh mengalami gangguan, berikut ulasan selengkapnya.

  1. Sistem saraf

Mengalami obesitas akan menyebabkan seseorang mudah sekali mengalami masalah pada saraf di tubuhnya. Kalau sara mengalami gangguan apalagi kalau berhubungan dengan otak, kemungkinan besar fungsi organ tubuh lainnya akan mengalami gangguan yang sangat signifikan dibandingkan gangguan di bagian tubuh lainnya.

Obesitas menyebabkan seseorang mudah sekali mengalami masalah stroke dan memicu penurunan fungsi otak dan saraf. Kalau hal ini sampai terjadi, tubuh akan mengalami penurunan fungsi hingga seseorang bisa saja susah berjalan atau menggerakkan bagian tubuhnya.

  1. Sistem pencernaan

Seseorang yang mengalami obesitas mudah sekali mengalami masalah pada pencernaan meski tidak secara langsung. Tubuh yang lebih berlemak menyebabkan risiko mengalami GERD atau asam lambung naik sangat besar. Kondisi GERD ini sulit di atas dan bisa menjadi penyakit menahun.

Selanjutnya seseorang dengan jumlah lemak di tubuh sangat besar bisa mengalami beberapa masalah seperti pengerasan di kantung empedu. Kalau hal ini sampai terjadi, pencernaan akan mengalami masalah yang besar. Terakhir, lemak yang besar bisa menyebabkan gangguan di hati dan fungsinya untuk pencernaan anjlok.

  1. Sistem pernapasan

Lemak yang berlebihan di dalam tubuh bisa menyebabkan beberapa masalah seperti penyumbatan atau tekanan yang besar di jalan napas. Kondisi ini kalau berjalan parah bisa memicu sleep apnea atau berhentinya napas saat tidur dan memicu masalah lain seperti mengorok hingga penurunan kualitas tidur.

Kalau Anda mengalami obesitas,

Read the rest