Category Archives: obat antiinflamasi nonstreroid

Etoricoxib: Manfaat, Dosis, Efek Samping

DokterSehat.Com – Etoricoxib obat apa? Etoricoxib adalah salah satu jenis obat yang masuk ke golongan obat antiinflamasi nonsteroid yang disingkat OAINS. Obat ini digunakan untuk mengatasi peradangan.

Ketahui selengkapnya tentang Etoricoxib mulai dari manfaat, dosis, efek samping, petunjuk penggunaan, dan lainnya berikut ini!

Rangkuman Informasi Obat Etoricoxib

Nama Obat Etoricoxib
Kelas Terapi Obat Obat antiinflamasi nonsteroid
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Mengatasi peradangan
Dikonsumsi Oleh Dewasa atau di atas 16 tahun
Sediaan Obat Tablet

 

Cara Kerja Obat

Obat antiinflamasi nonsteroid bekerja dengan cara menghambat kerja enzim cyclooxygenase (COX). Umumnya obat golongan OAINS bekerja menghambat enzim cyclooxygenase-1 (COX 1) dan cyclooxygenase-2 (COX 2), namun Etoricoxib sedikit berbeda dan hanya bekerja menghambat enzim COX 2 saja.

Keduanya merupakan enzim yang memproduksi senyawa prostaglandin yang merupakan senyawa yang dihasilkan tubuh sebagai respons tubuh karena adanya cedera. Senyawa ini lah yang dapat menimbulkan rasa nyeri pada tubuh pada kadar tertentu.

Etoricoxib hanya bekerja pada enzim COX-2 dan ternyata enzim tersebut tidak ditemukan dalam lambung. Hal ini membuat Etoricoxib dianggap lebih aman dan minim efek samping terhadap sistem pencernaan dibandingkan dengan jenis OAINS lainnya, karena tidak mengganggu prostaglandin yang secara alami melindungi lambung.

Manfaat Obat Etoricoxib

Manfaat Etoricoxib secara umum adalah untuk meredakan nyeri. Berikut adalah beberapa kondisi yang biasa diatasi dengan Etoricoxib:

1. Osteoartritis

Osteoartritis ditandai dengan gejala seperti nyeri sendi pada tangan, lutut, leher, punggung bawah, dan pinggul. Osteoartritis atau disebut juga penyakit degeneratif sendi merupakan kondisi di mana jaringan fleksibel yang berada pada ujung tulang mengalami aus.

2. Rheumatoid arthritis

Etoricoxib juga dapat digunakan untuk mengatasi rheumatoid arthritis atau dikenal juga dengan rematik. Artritis rheumatoid adalah kondisi peradangan kronis pada lapisan sendi yang menyebabkan pembengkakan sendi yang kemudian memicu rasa nyeri. Penyakit ini jika tidak ditangani dalam jangka panjang dapat memicu gangguan lain seperti deformitas sendi dan erosi tulang.

3. Asam urat

Read the rest

Diclofenac: Manfaat, Dosis, Efek Samping

DokterSehat.Com – Diclofenac obat apa? Diclofenac atau Diclofenak adalah obat dari golongan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Obat ini digunakan untuk mengatasi nyeri dan pembengkakan yang disebabkan oleh peradangan. Ketahui selengkapnya tentang Diclofenac mulai dari manfaat, dosis, dan efek samping.

Rangkuman Informasi Obat Diclofenac

Nama Obat Diclofenac
Kelas Terapi Obat Obat antiinflamasi nonsteroid
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Mengurangi peradangan
Dikonsumsi Oleh Dewasa dan anak-anak
Sediaan Obat Tablet, kapsul, gel, cairan injeksi, suppositoria

Cara Kerja Obat Diclofenac

Diclofenac termasuk ke dalam golongan obat antiinflamasi nonsteroid. Cara kerja obat ini adalah dengan cara menghentikan produksi zat yang menyebabkan rasa sakit, demam, dan peradangan pada tubuh.

Manfaat Diclofenac

Secara umum manfaat Diclofenac adalah untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit. Berikut adalah beberapa kondisi di mana Diclofenak dapat digunakan:

  • Artritis reumatoid
  • Osteoarthritis
  • Asam urat
  • Tegang otot dan ligamen
  • Terkilir
  • Ankylosing spondylitis
  • Sakit gigi
  • Migrain
  • Nyeri haid

Dosis Diclofenac

Diclofenac hadir dalam sediaan tablet, kapsul, gel, tetes mata, cairan injeksi, hingga suppositoria. Dosis dapat berbeda-beda bergantung pada sediaan dan kebutuhan pasien. Berikut adalah dosis Diclofenac berdasarkan kondisi yang diatasi:

1. Dosis Diclofenac untuk osteoarthritis

  • Kapsul: 35 mg, diberikan 3 kali sehari.
  • Tablet: 50 mg, diberikan 2 hingga 3 kali perhari.
  • Dosis maksimum hariannya adalah 150 mg.

2. Dosis Diclofenac untuk ankylosing spondylitis

  • Tablet: 25 mg, diberikan 4 kali sehari. Dosis dapat ditambahkan 25 mg, diberikan sebelum tidur.
  • Dosis maksimum hariannya adalah 125 mg.

3. Dosis Diclofenac untuk nyeri haid atau dismenore

  • Tablet: 50 mg, diberikan 3 kali per hari.
  • Dosis awal dapat diberikan 100 mg, baru kemudian diikuti dengan dosis 50 mg.

4. Dosis Diclofenac untuk arthritis rheumatoid

  • Tablet: 50 mg, diberikan 3 atau 4 kali sehari. Dosis maksimum hariannya adalah 225 mg.
  • Tablet lepas lambat: 100 mg, diberikan 1 kali sehari. Dosis maksimalnya adalah 100 mg diberikan 2 kali sehari.

5. Dosis Diclofenac untuk

Read the rest