Category Archives: minum susu

Minum Susu Sebelum Tidur, Sehat atau Tidak?

Photo Source: Flickr/ John Beans – myfriendscoffee.com

DokterSehat.Com– Banyak orang yang sengaja minum susu sebelum tidur karena menganggap minuman ini bisa membuat kita bisa tidur dengan lebih nyenyak, namun, ada yang menganggap minum susu sebelum tidur bisa membuat berat badan naik. Sebenarnya, kebiasaan ini baik untuk kesehatan atau tidak, sih?

Minum Susu Sebeum Tidur

Susu dikenal luas sebagai salah satu minuman dengan kadar nutrisi yang tinggi. Tak hanya protein, kita juga bisa mendapatkan berbagai macam vitamin yang bisa mendukung berbagai fungsi tubuh. Jika kita meminumnya di waktu malam hari sebelum tidur, maka kita tentu akan mendapatkan berbagai nutrisi menyehatkan tersebut.

Pakar kesehatan Vasant Lad yang menulis buku berjudul The Complete Book of Ayuverdic Home Remedies menyebut minum susu sebelum tidur bisa memberikan manfaat kesehatan, khususnya dalam hal membuat waktu tidur menjadi jauh lebih nyenyak. Lad menyarankan kita untuk menambahkan rempah lainnya demi mendapatkan manfaat kesehatan yang lebih besar layaknya kunyit dan jahe.

Di dalam susu terdapat kandungan triptofan dan melatonin yang bisa merangsang produksi hormon yang akan membantu waktu tidur menjadi jauh lebih berkualitas. Selain itu, Lad menyebut di malam hari, tubuh akan menyerap kalsium dari dalam susu dengan jauh lebih baik.

Hanya saja, minum susu di malam hari juga bisa memberikan efek samping tersendiri. Sebagai contoh, jika kita meminumnya sebelum tidur, dikhawatirkan masalah sembelit yang sedang dialami akan menjadi semakin parah. Hal ini disebabkan oleh kadar lemaknya yang sangat tinggi dan bisa membuat laju pencernaan menjadi lebih lambat.

Bahkan, ada sebagian pakar kesehatan yang menyebut konsumsi susu di malam hari bisa saja mengganggu kinerja hati dalam melakukan proses detoksifikasi tubuh. Meskipun begitu, anggapan ini masih menjadi perdebatan.

Beberapa Hal yang Terjadi Jika Kita Minum Susu Sebelum Tidur

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa hal yang akan terjadi jika kita minum susu sebelum tidur.

Berikut adalah berbagai hal yang akan

Read the rest

Susu Sapi Bisa Picu Kanker Prostat?

Photo Source: Flickr/quinnanya

DokterSehat.Com– Meski sudah dikenal luas sebagai minuman yang tinggi nutrisi dan baik bagi kesehatan, dalam realitanya masih banyak orang yang menganggap minuman ini memiliki efek samping. Bahkan, ada yang menyebut konsumsi susu sapi bisa menyebabkan datangnya kanker. Apakah anggapan ini memang benar?

Kaitan antara Susu Sapi dengan Risiko Kanker Prostat

Penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari Institut Karolinska, Swedia, pada 2003 silam menghasilkan data yang cukup mengejutkan, yakni konsumsi susu sapi terkait dengan risiko kanker prostat. Bahkan, tak hanya konsumsi susu dalam bentuk minuman, produk olahan susu lainnya seperti keju, krim, dan mentega dalam jumlah yang banyak akan semakin meningkatkan risiko kanker prostat serta kanker payudara.

Hanya saja, penelitian lain yang dilakukan Gosia Desmond dari The College of Naturopathic Medicine in the UK and in Ireland pada 2011 menghasilkan fakta bahwa meningkatnya risiko kanker prostat sertai kanker payudara lebih terkait dengan konsumsi lemak jenuh dalam jumlah yang tinggi di usia remaja, bukannya oleh konsumsi susu sapi.

Melihat fakta ini, bisa dipastikan bahwa penelitian terakhir telah membantah hasil penelitian sebelumnya yang mengaitkan konsumsi susu sapi dengan risiko kanker prostat.

Lantas, Apakah Konsumsi Susu Sapi Bisa Membahayakan Kesehatan?

Tidak semua sapi mengonsumsi rumput yang tumbuh liar secara alami tanpa paparan pestisida. Masalahnya adalah jika sapi yang memproduksi susu ini diberi pakan berupa rumput yang telah terpapar pestisida, bisa jadi kandungan pestisida ini juga mempengaruhi susu yang berasal dari tubuhnya.

Selain itu, terdapat beberapa jenis hormon yang bisa ditemukan di dalam lemak susu sapi. Hormon tersebut adalah insulin-like growth factor 1 atau IGF 1 yang sebenarnya ditujukan untuk membantu anak sapi tumbuh dengan baik. Pakar kesehatan masih memperdebatkan kemungkinan apakah keberadaan hormon ini bisa mempengaruhi risiko kanker pada manusia atau tidak.

Melihat fakta ini, ada sebagian pakar yang menyarankan kita untuk mengonsumsi susu rendah lemak atau susu

Read the rest

Penderita Anemia Tak Boleh Minum Susu?

Photo Source: Flickr/John Beans

DokterSehat.Com– Salah satu anggapan yang dipercaya oleh banyak orang adalah orang-orang yang mengidap masalah anemia sebaiknya menghindari susu karena minuman ini dianggap bisa memperburuk kondisinya. Sebenarnya, apakah anggapan ini memang sesuai dengan fakta kesehatan? Berikut adalah fakta-faktanya.

Dampak Minum Susu bagi Pengidap Anemia

Banyak masyarakat yang menganggap kandungan kalsium di dalam susu yang tinggi bisa membuat proses penyerapan zat besi dari makanan-makanan lainnya akan terganggu. Padahal, jika sampai tubuh tidak menyerap zat besi dengan cukup, maka akan membuat anemia muncul.

Hanya saja, pakar kesehatan menyarankan penderita anemia untuk tidak serta merta menghindari semua jenis susu. Mereka hanya perlu menghindari susu sapi segar. Tak hanya tinggi kalsium, biasanya susu sapi segar rendah kandungan zat besi. Sementara itu, susu jenis lainnya masih aman untuk dikonsumsi oleh mereka.

Sebagai contoh, susu formula bubuk telah banyak yang diolah dengan tambahan kandungan zat besi, kalsium, seng, magnesium, serta vitamin yang tinggi. Susu-susu ini cocok untuk dikonsumsi siapa saja, termasuk pengidap anemia. Bahkan, bagi anak-anak, kandungan nutrisi yang beragam dan tinggi ini bisa membantu pertumbuhan dan perkembangannya.

Selain itu, kini juga telah ada banyak susu yang diberi tambahan asam folat. Kandungan ini bisa mendukung kesehatan, regenerasi, dan pembangunan sel-sel di dalam tubuh.

Berbagai Cara Untuk Mengatasi Anemia

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa cara yang bisa dilakukan demi mengatasi anemia.

Berikut adalah berbagai hal yang bisa dilakukan tersebut.

  1. Mengonsumsi Makanan yang Tinggi Kandungan Zat Besi

Zat besi sangatlah penting bagi proses pembentukan sel darah merah. Tanpa adanya sel darah merah yang cukup, maka kita pun akan mengalami gejala anemia. Pakar kesehatan menyebut ada beberapa makanan yang tinggi kandungan zat besi seperti sayur bayam, tahu, kacang-kacangan, serta daging. Rutin mengonsumsinya tentu bisa mengatasi anemia.

  1. Mengonsumsi Suplemen

Selain mengonsumsi makanan yang tinggi zat besi, penderita anemia juga bisa mengonsumsi suplemen zat besi. Meski

Read the rest

Benarkah Alergi Susu Sapi Bisa Diatasi?

DokterSehat.Com– Alergi susu sapi bisa menjadi hal yang sangat tidak menyenangkan. Bagaimana tidak, alih-alih bisa mendapatkan manfaat kesehatan dari susu sapi, kita justru mengalami gejala kesehatan setelah mengonsumsinya. Hanya saja, apakah benar jika susu sapi bisa diatasi?

Mengenal Gejela Dari Alergi Susu Sapi

Pakar kesehatan menyebut alergi pada susu terkait dengan adanya masalah pada sistem kekebalan tubuh kita. Bukannya menyerang kuman, bakteri, atau berbagai hal lainnya yang bisa menyebabkan datangnya masalah kesehatan, sistem kekebalan tubuh justru mengeluarkan reaksi saat minum susu sapi karena menganggapnya sebagai benda asing yang berbahaya. Kita pun akan mengalami beberapa gejala kesehatan terkait dengan hal ini.

Beberapa jenis gejala yang akan muncul akibat alergi susu sapi adalah gangguan pernapasan, gangguan pencernaan, hingga masalah pada kulit. Berbagai gejala ini bisa muncul dalam waktu yang sangat cepat usai mengonsumsi susu atau produk-produk susu lainnya layaknya yoghurt, keju, krim, mentega, es krim, hingga pudding atau permen yang terbuat dari susu.

Sebagai contoh, kita akan mengalami gejala seperti sesak napas, batuk-batuk, keluarnya cairan dari hidung, bersin, mata berair, mual-mual hingga muntah, perut kembung dan nyeri, diare, munculnya ruam-ruam gatal kemerahan, hingga pembengkakan pada mata dan bibir.

Biasanya, gejala alergi pada susu ini terjadi di usia anak-anak atau bayi. Bahkan, menurut Australian Society of Clinical Immunology and Allergy Limited, disebutkan bahwa 1 dari 50 bayi mengalami alergi pada susu sapi. Beruntung, kondisi ini biasanya akan semakin menurun seiring dengan bertambahnya usia.

Beberapa Langkah Mengatasi Gejala Alergi Susu Sapi

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah alergi pada susu sapi.

Berikut adalah berbagai hal yang bisa dilakukan tersebut.

  1. Memberikan ASI di usia awal kehidupan bayi

Pakar kesehatan menyebut di usia enam bulan pertama kehidupan bayi, sebaiknya diberi ASI eksklusif demi mendukung perkembangan berbagai sistem dan organ tubuh di dalamnya. Setelah usianya mencapai enam bulan, mereka bisa tetap mendapatkan

Read the rest

Orang Gemuk Minum Susu, Jadi Tambah Gemuk?

Photo Source: Flickr/Marco Verch Professional Photographer and Speaker

DokterSehat.Com– Ada sebuah anggapan yang dipercaya masyarakat Indonesia, yakni susu bisa membuat kita menjadi lebih gemuk. Hal ini membuat banyak orang yang memiliki berat badan normal atau berat badan berlebih memilih untuk tidak minum susu. Sebenarnya, apakah susu memang bisa memberikan dampak kesehatan ini?

Susu bisa membuat berat badan naik?

Pakar kesehatan menyebut susu yang tinggi lemak memang berpotensi membuat berat badan naik. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan kalori di dalamnya. Hanya saja, hal ini berlaku jika kita minum susu dengan berlebihan.

Sebagai informasi, jika kita mengonsumsi satu gelas susu dengan ukuran 200 ml, kita akan mendapatkan 130 kalori dan 8 gram lemak. Jika kita meminumnya di saat yang tepat seperti dijadikan camilan penahan lapar, konsumsi susu tentu tidak akan memberikan dampak berarti bagi berat badan.

Selain itu, jika kita menerapkan pola makan yang sehat, tidak sembarangan ngemil, dan rajin berolahraga, rutin minum susu justru bisa membangun otot sehingga kita pun akan memiliki bentuk tubuh yang lebih baik. Hal ini berarti, kita tidak perlu khawatir berlebihan untuk minum susu.

Lantas, bagaimana dengan orang gemuk. Apakah mereka juga sebaiknya menghindari susu mengingat adanya kandungan kalori dan lemak di dalamnya?

Jika memang mereka ingin menurunkan asupan kalori dan lemak, mereka bisa memilih susu skim yang hanya memiliki 66 kalori serta 0,2 gram lemak di setiap gelasnya. Selain itu, asalkan susu tidak diberi tambahan gula, meminumnya secara rutin dengan porsi yang tepat juga tidak akan memberikan dampak buruk bagi berat badan.

Susu direkomendasikan bagi yang ingin menurunkan berat badan

Pakar kesehatan dr. Anju Sood dari Food NDTV menyebut konsumsi susu satu atau dua gelas per hari justru bisa membantu menurunkan berat badan.

Berikut adalah beberapa penjelasannya.

  1. Susu bisa menahan lapar

Kandungan protein yang tinggi di dalam susu ternyata bisa membantu tubuh kenyang dalam

Read the rest