Category Archives: mencegah stroke

7 Buah Pencegah Hipertensi dan Stroke

Photo Source: Flickr/jariceiii

DokterSehat.Com– Hipertensi dan stroke termasuk dalam masalah kesehatan yang cukup sering dialami masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan oleh gaya hidup masyarakat yang cenderung masih sangat buruk. Beruntung, pakar kesehatan menyebut ada beberapa jenis buah-buahan yang bisa membantu menurunkan risiko terkena kedua masalah kesehatan tersebut.

Beberapa jenis buah yang bisa mencegah hipertensi dan stroke

Memang, mencegah hipertensi dan stroke harus dilakukan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Hanya saja, salah satu gaya hidup yang bisa kita lakukan adalah dengan lebih rajin makan buah-buahan.

Berikut adalah beberapa buah yang bisa mencegah datangnya masalah-masalah kesehatan tersebut.

  1. Buah pisang

Salah satu buah yang paling mudah didapatkan dengan harga terjangkau di berbagai tempat di Indonesia ini ternyata juga bisa membantu mencegah hipertensi dan stroke, lho. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan potasium yang tinggi di dalamnya. Kandungan ini bisa menurunkan tekanan darah dan memperkuat fungsi jantung dan pembuluh darah.

Selain dimakan secara langsung, kita juga bisa mengonsumsi pisang bersama dengan yoghurt dan oatmeal.

  1. Buah jeruk

Jeruk juga bisa dengan mudah ditemukan di toko buah-buahan atau pasar terdekat. Kita bisa mengonsumsinya secara langsung atau dijadikan minuman. Hanya saja, pakar kesehatan lebih merekomendasikan makan buah jeruk secara utuh demi mendapatkan kandungan seratnya dengan maksimal.

Rutin meminumnya dalam jangka waktu dua hingga empat minggu bisa membantu menurunkan tekanan darah dan risiko stroke dengan signifikan.

  1. Buah pepaya

Buah pepaya yang bisa ditanam sendiri di pekarangan rumah atau kebun-kebun ini ternyata juga bisa membantu menurunkan tekanan darah jika dikonsumsi secara rutin. Selain tinggi kandungan vitamin, pepaya juga tinggi potasium yang bisa menurunkan tekanan darah dan flavonoid yang terbukti bisa membantu mencegah datangnya hipertensi dengan signifikan. Dengan tekanan darah yang menurun, maka risiko terkena stroke juga bisa ditekan.

  1. Tomat

Tomat dikenal sebagai sayuran dengan bentuk buah yang sering dijadikan jus atau campuran dalam sayuran. Rutin mengonsumsinya

Read the rest

Awas, 5 Makanan Ini Bisa Tingkatkan Risiko Stroke!

DokterSehat.Com– Salah satu penyakit yang bisa memicu kematian dini adalah stroke. Masalahnya adalah kondisi ini seringkali terjadi akibat gaya hidup yang tidak sehat, sesuatu yang sering dilakukan masyarakat Indonesia. Salah satu dari gaya hidup tersebut adalah pola makan yang tidak sehat. Lantas, makanan apa sajakah yang bisa menyebabkan datangnya stroke?

Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena stroke

Data Riset Kesehatan Dasar 2013 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI membuktikan bahwa rasio kematian dini akibat stroke di rumah sakit-rumah sakit di seluruh Indonesia mencapai 14,5 persen. Hal ini berarti, kasus stroke yang memberikan dampak fatal termasuk cukup tinggi. Karena alasan inilah kita sebaiknya mencegah datangnya masalah kesehatan ini.

Stroke terjadi saat aliran darah yang berisi nutrisi dan oksigen yang mengarah ke otak tersumbat. Hal ini bisa saja disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah atau terjadinya penggumpalan darah pada pembuluh darah di otak. Kondisi ini membuat otak tidak lagi mendapatkan asupan nutrisi dan oksigen sehingga akan mengalami kematian sel-sel. Hal inilah yang bisa memicu kematian atau dampak lainnya.

Sebagai informasi, stroke seringkali terkait dengan aterosklerosis atau pengerasan pembuluh darah, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan diabetes. Sekitar 80 persen kasus stroke dipicu oleh penyumbatan pada pembuluh darah dan 20 persen sisanya dipicu oleh pecahnya pembuluh darah. Sayangnya, kondisi ini juga bisa terjadi akibat pola makan yang buruk.

Berbagai jenis makanan yang bisa meningkatkan risiko stroke

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk membatasi konsumsi makanan-makanan yang bisa meningkatkan risiko stroke dan masalah kardiovaskular lainnya.

Berikut adalah makanan-makanan tersebut.

  1. Makanan dengan kandungan lemak jahat yang tinggi

Pakar kesehatan menyebut lemak jahat sebagai lemak jenuh dan lemak trans. Kedua jenis lemak ini mampu meningkatkan jumlah kolesterol jahat atau LDL di dalam pembuluh darah. Masalahnya adalah kolesterol jahat bisa memicu penumpukan plak di dinding pembuluh darah, termasuk yang menuju otak. Hal inilah yang kemudian bisa meningkatkan

Read the rest

Tio Pakusadewo Sakit Stroke, Ketahui Penyebabnya!

Photo Source: piah.com

DokterSehat.Com– Aktor senior Tio Pakusadewo dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Cawang, Jakarta Timur. Pria berusia 55 tahun ini dikabarkan terkena stroke, namun pihak keluarga belum bisa memastikan penyakit apa yang menyerangnya.

Tio Pakusadewo Sakit Stroke Hingga Dilarikan ke UGD

Manajer dari putra Tio Pakusadewo, Nagra Kausar, bernama Surya, membenarkan kabar tentang dilarikannya Tio ke rumah sakit. Hanya saja, Surya juga belum berani menjawab saat dikonfirmasi tentang penyakit yang menyerang Tio.

“Iya benar masuk rumah sakit. Mohon doanya. Kalau untuk apakah stroke atau tidak belum jelas. Tapi sepertinya memang ada pembuluh darah yang bermasalah,” ucap Surya.

Sementara itu, Nagra diketahui menemani ayahnya di rumah sakit.

“Ada Mas Nagra di rumah sakit yang menemani. Tadi pas saya tanya lewat WhatsApp, katanya sih kondisinya sudah jauh lebih baik,” lanjut Surya.

Sebelumnya, kabar tentang masuknya Tio ke rumah sakit sempat beredar di media sosial. Dikabarkan bahwa Tio terkena stroke pada Senin, 8 Juli 2019 malam. Kabar ini bahkan dilengkapi dengan foto Tio yang sudah berbaring di ranjang rumah sakit dengan memakai alat bantu pernapasan.

Pria yang sering memamerkan kehidupan keluarganya di media sosial Instagram ini diketahui memiliki tubuh yang sehat. Bahkan, seharu sebelumnya Tio sempat mengunggah video yang menunjukkan dirinya bernyanyi dan bermain piano. Karena alasan inilah banyak yang terkejut saat ada kabar bahwa dirinya dilarikan ke rumah sakit.

“Setahu saya, beliau selalu terlihat sehat. Aktivitasnya banyak. Jadi, berita ini juga cukup mengejutkan buat saja,” pungkas Surya.

Penyebab Stroke yang Perlu Diwaspadai

Stroke adalah salah satu penyakit yang dikenal bisa memberikan dampak yang cukup fatal bagi penderitanya. Penyakit yang menyerang otak ini bisa memicu kelumpuhan atau bahkan kematian. Jika dulu penyakit ini dikenal menyerang para lansia, dalam realitanya kini stroke juga cukup sering menyerang anak muda.

Berikut adalah beberapa jenis penyebab stroke yang sebaiknya kita waspadai.

  1. Tekanan

Read the rest

Waduh, Kolesterol Rendah Juga Bisa Tingkatkan Risiko Stroke

DokterSehat.Com– Jika membicarakan tentang masalah kolesterol, kita biasanya akan berpikir tentang masalah kolesterol tinggi yang memang bisa meningkatkan risiko terkena penyakit seperti stroke atau serangan jantung. Hanya saja, pakar kesehatan menyebut kolesterol yang terlalu rendah, termasuk kolesterol jahat ternyata juga kurang baik bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Apa alasan dari hal ini?

Kaitan antara kolesterol rendah dengan risiko stroke

Sebuah penelitian yang dilakukan dr. Xiang Gao yang berasal dari Pennsylvania State University, Amerika Serikat, menghasilkan fakta bahwa menurunkan kadar kolesterol jahat memang baik bagi kesehatan, namun jika sampai kadarnya menjadi terlalu rendah, hal ini justru bisa meningkatkan risiko terkena stroke. Sayangnya, penelitian ini belum mampu mengungkap alasan dari hal ini.

Dalam penelitian ini, dihasilkan fakta bahwa partisipan dengan kadar kolesterol jahat (LDL) yang lebih rendah dari 70 mg/dL memiliki risiko lebih besar untuk terkena stroke hingga 65 persen dibandingkan dengan partisipan yang memiliki kadar kolesterol jahat yang normal, yakni sekitar 70 hingg 99 mg/dL. Bahkan, jika sampai kadar kolesterol jahat kurang dari angka 50 mg/dL, risiko terkena stroke bisa meningkat hingga dua kali lipat!

Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 96 ribu partisipan yang berasal dari kawasan industri di wilayah Tangshan, Tiongkok. Para partisipan ini dipastikan tidak memiliki riwayat stroke, kanker, serta serangan jantung di fase awal penelitian. Secara berkala selama 9 tahun, kadar kolesterol jahat para partisipan diperiksa. Hasilnya adalah, terjadi 753 kasus stroke yang dialami oleh para partisipan.

Mengingat penelitian ini belum menemukan jawaban mengapa kadar kolesterol jahat terlalu rendah justru bisa meningkatkan risiko stroke, dr. Gao pun berencana akan melakukan studi lanjutan terkait hal ini. Diharapkan, hal ini bisa membantu masyarakat menerapkan gaya hidup sehat demi menentukan kadar kolesterol yang aman bagi kondisi kesehatan tubuh.

Berbagai cara yang bisa dilakukan demi menurunkan risiko terkena stroke

Stroke termasuk dalam penyakit yang memiliki potensi mematikan cukup

Read the rest

Bekerja Lebih dari Waktu Ini, Risiko Stroke Bisa Meningkat

DokterSehat.Com– Banyak orang yang memilih untuk bekerja lembur demi menyelesaikan pekerjaan atau mendapatkan pendapatan yang lebih baik. Masalahnya adalah bekerja dengan berlebihan bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan, termasuk dalam hal meningkatkan risiko terkena stroke yang mematikan.

Kaitan antara stroke dengan bekerja berlebihan

Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Prof. Alexis Descatha yang berasal dari Paris Hospital, Versailles, Prancis, menghasilkan fakta bahwa orang yang bekerja hingga lebih dari 10 jam setiap hari dalam 10 tahun memiliki risiko terkena stroke 45 persen lebih besar. Risiko ini bahkan lebih memungkinkan terjadi pada mereka yang berada di usia produktif atau kurang dari 50 tahun dibandingkan dengan di usia lanjut.

Dalam penelitian ini, dihasilkan fakta bahwa masyarakat Inggris memiliki jam kerja paling lama di Eropa, yakni 42 jam dalam seminggu. Mereka juga sering melakukan shift kerja yang tidak teratur atau bekerja di malam hari. Masalahnya adalah para karyawan yang melakukan hal ini cenderung lebih rentan terkena hipertensi dan masalah kesehatan kadriovaskular lainnya.

Setelah menganalisa kondisi kesehatan lebih dari 143 ribu pekerja, dihasilkan fakta bahwa lebih dari 42 ribu pekerja atau sekitar 29 persen dari total partisipan bekerja lebih lama dari 10 jam setidaknya 50 hari dalam setahun. Bahkan, 1 dari 10 peserta mengaku sering melakukannya dalam 10 tahun. Hasilnya adalah, 1.224 partisipan mengalami stroke setelah bekerja dalam waktu yang lama selama tujuh tahun.

Dalam penelitian yang kemudian dipublikasikan hasilnya dalam jurnal berjudul Stroke ini, disebutkan bahwa bekerja dengan berlebihan bisa meningkatkan risiko terkena kemaitan dini hingga 29-45 persen. Bahkan, risiko ini lebih besar terjadi pada mereka yang berusia produktif, atau yang kurang dari 50 tahun.

“Penelitian ini membuktikan bahwa bekerja lembur bisa meningkatkan risiko stroke. Padahal, banyak orang yang melakukannya, termasuk yang bekerja di layanan kesehatan,” ungkap Prof. Destacha.

Bekerja terlalu lama juga bisa memicu gangguan denyut jantung

Selain bisa meningkatkan risiko terkena stroke,

Read the rest