Category Archives: mencegah kanker

Benarkah Air Keran Bisa Menyebabkan Kanker?

Photo Source: Flickr/pellyutd

DokterSehat.Com– Ada banyak sekali berita atau isu yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Hanya saja, belakangan muncul berita yang menyebut air keran yang biasa kita gunakan, termasuk dijadikan sumber air minum, bisa menyebabkan datangnya kanker. Apakah anggapan ini memang benar?

Kaitan antara air keran dengan kanker

Air keran yang biasanya dipasok oleh perusahaan-perusahaan air minum daerah bisa digunakan untuk mandi, mencuci, hingga dimasak kembali sehingga bisa dijadikan air minum. Hanya saja, banyak orang yang menyebut di dalam air keran terdapat kandungan kimia layaknya klorin atau trihalomethane. Kandungan inilah yang dituding bisa memicu datangnya kanker.

Meskipun air keran ini sudah dimasak demi menghilangkan berbagai bakteri yang ada di dalamnya, senyawa-senyawa kimia ini dianggap tidak akan bisa hilang dan akhirnya masuk ke dalam tubuh. Jika sudah menumpuk, maka akan menyebabkan datangnya masalah kesehatan.

Selain itu, ada anggapan yang menyebut senyawa trihalomethane bisa meningkatkan risiko kanker kolorektal dan kanker kandung kemih. Bahkan, klorin juga dianggap bisa menyebabkan datangnya masalah pada jantung, paru-paru, ginjal, hati, serta sistem saraf pusat.

Hanya saja, hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa air keran bisa menyebabkan datangnya kanker. Meskipun, disebutkan bahwa senyawa trihalomethane sebaiknya dibatasi hingga 0,03 mg/l demi mencegah datangnya masalah kesehatan.

Melihat fakta-fakta ini, kita tidak perlu khawatir berlebihan saat menggunakan air keran untuk kebutuhan sehari-hari. Asalkan air ini berada dalam kondisi yang baik, biasanya aman untuk digunakan.

Hal yang berbeda terjadi jika air terlihat memiliki warna yang tidak jernih, berbau, keruh, atau menunjukkan tanda-tanda lain yang menunjukkan bahwa air tersebut tidak berkualitas. Sebaiknya kita tidak sembarangan menggunakannya.

Berbagai penyebab kanker lain yang sebaiknya diwaspadai

Alih-alih mengkhawatirkan air keran dengan berlebihan, pakar kesehatan menyarankan kita untuk mewaspadai hal-hal lainnya yang justru lebih berpotensi menyebabkan kanker.

Berikut adalah berbagai hal-hal tersebut.

  1. Pengharum ruangan

Pengharum ruangan sering digunakan baik itu di rumah-rumah pribadi,

Read the rest

7 Tips Mudah dan Murah Mencegah Kanker

DokterSehat.Com– Masyarakat Indonesia mengenal peribahasa lebih baik mencegah daripada mengobati. Hal ini berlaku bagi semua hal, termasuk dalam hal masalah kesehatan. Masalahnya adalah ada beberapa jenis penyakit yang sulit untuk dicegah seperti kanker. Lantas, apakah tidak ada cara yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya?

Berbagai cara yang bisa dilakukan demi mencegah kanker

Kunci utama dari mencegah datangnya kanker adalah dengan menerapkan gaya hidup yang sehat. Masalahnya adalah banyak orang menganggap hal ini tidak mudah untuk dilakukan. Bahkan, ada yang menyebut perubahan gaya hidup bisa menghabiskan dana yang tidak sedikit. Padahal, pakar kesehatan menyebut ada cara mudah dan murah untuk mencegah datangnya kanker.

Berikut adalah cara-cara tersebut.

  1. Mulai hindari daging merah

Daging merah dikenal luas sebagai makanan yang bisa diolah menjadi berbagai macam hidangan yang lezat. Sayangnya, pakar kesehatan menyebut kebiasaan mengonsumsinya bisa meningkatkan risiko kanker.

Penelitian membuktikan bahwa kebiasaan mengonsumsi daging merah dan daging olahan setiap hari akan meningkatkan risiko kanker payudara dengan signifikan. Bahkan, mengonsumsinya 90 gram setiap hari sudah cukup untuk meningkatkan risiko kanker kolorektal.

Melihat fakta ini, konsumsilah sesekali saja, bukannya setiap hari. Selain itu, kita bisa mengganti daging merah dengan daging ikan yang jauh lebih sehat.

  1. Menurunkan berat badan

Salah satu penyebab utama datangnya kanker adalah masalah kelebihan berat badan atau obesitas. Karena alasan inilah kita sebaiknya mulai menurunkan berat badan agar menjadi lebih ideal. Selain dengan menjaga pola makan dengan lebih seimbang, kita juga bisa melakukan olahraga secara rutin demi membantu proses pembakaran kalori dan lemak di dalam tubuh.

Rajin berolahraga juga akan membantu keseimbangan hormon yang akan menurunkan risiko terkena beberapa jenis kanker layaknya kanker usus besar, kanker payudara, serta kanker rahim.

  1. Memperbanyak asupan sayur dan buah

Rutin mengonsumsi sayuran dan buah-buahan setidaknya 2,5 cangkir setiap hari akan membantu menurunkan risiko kanker dengan signifikan. Makanan lain yang bisa kita konsumsi adalah kacang-kacangan

Read the rest

Makanan Manis Bisa Sebabkan Kanker? Cek Faktanya!

Photo Source: Flickr/Alwin N.A

DokterSehat.Com– Selain makanan yang tinggi lemak atau memiliki rasa yang asin, kita juga cenderung suka mengonsumsi makanan manis. Sebagai contoh, kita suka mengonsumsi biskuit, kue, permen, roti, dan makanan-makanan manis lainnya sehingga sering menjadikannya camilan. Masalahnya adalah pakar kesehatan menyebut makanan-makanan manis ini sebagai makanan yang kurang baik bagi kesehatan.

Kaitan Makanan Manis dengan Kanker

Pakar kesehatan menyebut kanker adalah salah satu penyakit paling berbahaya bagi kesehatan.

Penyakit kanker cenderung sulit diobati dan memiliki potensi mematikan yang sangat tinggi. Selain itu, dalam banyak kasus kanker tidak menunjukkan gejala-gejala awal yang jelas sehinga tidak dideteksi dengan cepat dan baru bisa didiagnosis saat kondisinya sudah cukup parah.

Ada banyak penyebab kanker. Sebagai contoh, paparan senyawa atau zat-zat bersifat karsinogen yang sayangnya sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari bisa menjadi penyebabnya. Selain itu, paparan radiasi, terjadinya peradangan dalam tubuh, virus, masalah obesitas, hingga kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak sehat juga bisa menjadi pemicunya.

Lantas, apakah kebiasaan mengonsumsi makanan manis juga bisa menyebabkan datangnya kanker? Sayangnya, pakar kesehatan mengiyakannya. Jika kita terbiasa mengonsumsinya terlalu sering atau dalam jumlah yang berlebihan, risiko kanker bisa meningkat.

Pakar kesehatan Otto Warburg yang berasal dari Jerman pernah melakukan penelitian yang ditujukan untuk mengetahui kaitan antara kanker dengan kebiasaan mengonsumsi gula, kandungan yang membuat rasa makanan dan minuman menjadi lebih manis.

Hasilnya adalah, konsumsi gula yang berlebihan memang bisa meningkatkan risiko terkena penyakit ini. Masalahnya adalah kebanyakan manusia terbiasa mengonsumsinya jauh lebih dari batas aman setiap hari, yakni sekitar 50 gram.

Mempertimbangkan Indeks Glikemik Makanan

Selain makanan-makanan yang memang sudah terasa manis saat dikonsumsi, terkadang kita juga tidak memperhatikan indeks glikemik dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari.

Sebagai contoh, kentang atau nasi memang tidak semanis kue, namun indeks glikemik kedua makanan yang tinggi karbohidrat ini sangatlah tinggi. Mengonsumsinya dengan berlebihan tentu saja akan membuat

Read the rest

7 Mitos Kanker yang Tidak Benar

DokterSehat.Com– Salah satu masalah kesehatan yang paling banyak memicu kematian dini di Indonesia adalah kanker. Masalahnya adalah banyak orang yang menerapkan gaya hidup tidak sehat sehingga lebih rentan terkena masalah kesehatan ini. Selain itu, ada banyak sekali mitos yang terkait dengan kanker yang ternyata juga tidak benar.

Berbagai mitos tentang pencegahan kanker yang ternyata tidak benar

Demi mencegah dampak buruk atau kematian dini, kita memang harus mencegah datangnya kanker sebaik mungkin. Selain itu, kita sebaiknya juga tidak mudah mempercayai mitos-mitos yang terkait dengan kanker.

Berikut adalah mitos-mitos tersebut.

  1. Gula buatan bisa memicu datangnya kanker

Banyak orang yang menyebut gula atau pemanis buatan layaknya sakarin, siklamat, aspartame, dan lainlain bisa memicu datangnya kanker jika terlalu sering dikonsumsi. Padahal, hingga saat ini belum ada penelitian yang benar-benar membuktikan bahwa gula atau pemanis buatan memang bisa menyebabkan datangnya penyakit ini.

Selain siklamat yang masih dianggap kurang baik bagi kesehatan, pemanis buatan lainnya diizinkan oleh Badan Pengawas Obat dan Pengaman Amerika Serikat, FDA, untuk beredar dan dikonsumsi secara umum. Hanya saja, kita juga harus membatasi konsumsinya demi menegah datangnya masalah kesehatan.

  1. Radiasi ponsel bisa memicu kanker

Banyak orang yang percaya jika radiasi ponsel bisa menyebabkan datangnya kanker, apalagi jika sering ditempatkan dekat dengan tubuh seperti di saku celana, saku baju, atau di bawah bantal saat kita tidur malam. Banyak orang yang sampai memilih untuk mematikan ponsel atau menempatkannya jauh dari kasur di malam hari demi mencegah datangnya kanker.

Ada banyak sekali faktor yang menyebabkan kanker, namun hal ini bisanya dipicu oleh mutasi pada tingkat sel atau genetik. Radiasi ponsel biasanya cenderung sangat rendah sehingga tidak akan menyebabkan dampak sejauh itu, namun ada baiknya memang kita mematikan ponsel atau menempatkannya jaruh dari kasur kita di malam hari demi mencegah masalah tidur.

  1. Kondisi gigi dan mulut tidak terkait dengan kanker

Banyak orang yang berpikir jika

Read the rest

Awas, Patah Hati Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

DokterSehat.Com– Banyak orang menganggap patah hati sebagai masalah yang sepele. Memang, perasaan akan terasa terpuruk karena hal ini, namun biasanya suasana hati akan membaik dan kita akan bisa melupakannya. Masalahnya adalah jika patah hati berlangsung hingga lama dan berlarut-larut, bisa saja akan menyebabkan masalah kesehatan. Tak hanya kesehatan mental, pakar kesehatan bahkan menyebut patah hati bisa saja memicu datangnya kanker. Kok bisa?

Kaitan antara patah hati dengan risiko kanker

Dikutip dari Medical Daily, disebutkan bahwa tekanan pada emosi dan fisik saat mengalami patah hati bisa ikut meningkatkan risiko kanker. Karena alasan ini pulalah, jika kita memiliki kondisi mental yang lebih baik, risiko untuk selamat dari penyakit kanker juga ikut meningkat.

Dalam dunia medis, sindrom patah hati juga bisa disebut sebagai sindrom takotsubo. Meski terlihat sepele, pakar kesehatan menyebut dampaknya bisa saja setara layaknya serangan jantung. Gejala yang akan muncul akibat masalah kesehatan ini adalah nyeri pada dada, napas yang terasa lebih pendek, hingga bilik jantung yang semakin besar ukurannya sehingga membuat sirkulasi darah terganggu.

Berdasarkan penelitian yang melibatkan 1.600 pasien yang menderita sindrom patah hati ini, dihasilkan fakta bahwa 1 dari 6 orang yang mengalami sindrom ini memiliki peningkatan risiko kanker. Dalam kurun waktu lima tahun, kemungkinan untuk selamat dari masalah kesehatan ini bahkan akan semakin menurun jika kondisi psikis mereka tak kunjung membaik.

Christian Templin, salah satu pakar kesehatan yang terlibat dalam penelitian ini dari University Hospital, Zurich, Swiss, menyebut kanker payudara sebagai salah satu penyakit yang paling sering muncul dalam penelitian ini. Penyakit lain yang bisa muncul adalah tumor yang muncul pada organ-organ pencernaan, kulit, dan kelamin.

“Pasien yang mengalami sindrom patah hati lebih rentan untuk mengalami kematian dini jika mereka tak kunjung mengatasi kondisinya,”ucap Templin.

Hanya saja, patah hati yang menyebabkan dampak ini tidak selalu karena masalah percintaan. Kondisi mental yang jatuh akibat divonis terkena

Read the rest