Category Archives: Memerah ASI

Teknik Power Pumping agar Produksi ASI Melimpah

Designed by: Freepik

DokterSehat.Com– Sebagai ibu bekerja, Anda tentu tetap ingin memberikan ASI sebagai makanan terbaik bagi si kecil. Selain menjaga kesehatan dengan menrapkan pola makan yang baik, salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan memompa ASI dengan baik. Agar produksi ASI tetap stabil, Anda dapat mencoba teknik power pumping.

Apa Itu Power Pumping?

Power pumping adalah cara memompa ASI yang meniru frekuensi menyusu bayi saat mengalami growth spurt atau masa ketika bayi menyusu lebih sering dan lebih lama dari biasanya.

Cara ini berhasil karena ASI diproduksi berdasarkan kebutuhan. Sistem responsif di mana semakin sering ASI dikosongkan sepenuhnya dari payudara, semakin banyak ASI yang dihasilkan.

Semakin lama ASI berada di payudara, semakin banyak payudara mengambil sinyal bahwa semakin sedikit ASI yang dibutuhkan dan semakin sedikit ASI yang dihasilkan payudara.

Jika ASI sering dikosongkan dari payudara, maka payudara akan terus memproduksi ASI. Biasanya ini adalah sistem efektif yang dikelola oleh sifat simbiotik bayi dan payudara. Ini membantu membangun dan mempertahankan persediaan yang memadai dan mencegah kelebihan pasokan ASI.

Teknik dan Cara Power Pumping

Bagi Anda yang ingin mencoba teknik power pumping, Anda bisa mencoba beberapa cara power pumping berikut ini:

1. Pilih waktu 1 jam setiap pagi atau malam hari

Saat mencoba power pumping, Anda perlu menetapkan jadwal power pumping di luar jadwal memompa ASI secara rutin. Anda dapat memilih pada saat pagi hari sebelum berangkat bekerja atau malam hari sebelum tidur. Setelah itu, Anda dapat menerapkan cara power pumping berikut:

  • Pompa ASI selama 20 menit, lalu istirahat 10 menit
  • Pompa ASI selama 10 menit, lalu istirahat 10 menit
  • Pompa ASI selama 10 menit, lalu selesai

Dengan demikian, total Anda menghabiskan waktu 1 jam untuk melakukan power pumping ini setiap harinya.

2. Lakukan secara rutin

Pengaruh metode ini pada peningkatan produksi ASI dapat berlaku berbeda-beda

Read the rest