Category Archives: manfaat emosi negatif

7 Manfaat Emosi Negatif bagi Kesehatan Mental

DokterSehat.Com – Setiap orang pasti pernah menjadi emosional. Meluapkan emosi menjadi cara seseorang untuk mengekspresikan apa yang sedang dirasakan dalam hati, entah itu emosi yang sifatnya positif atau yang lebih umum, emosi negatif. Sedih, marah, takut, adalah contoh-contoh dari emosi negatif. Namun tahukah Anda, di balik embel-embel ‘negatif’ tersebut, ada sejumlah manfaat emosi negatif bagi kesehatan mental?

Apa Itu Emosi Negatif?

Emosi negatif adalah suatu bentuk ekspresi atau luapan dari rasa sedih, marah, kecewa, takut, khawatir, dan sebagainya, yang bersifat sementara. Berbeda dengan emosi positif seperti perasaan senang dan bersemangat, banyak orang (mungkin termasuk Anda salah satunya) yang kerap menghindari jenis emosi yang satu ini.

Alih-alih meluapkan emosi negatif tersebut, Anda memilih untuk untuk ‘pura-pura’ bahagia seakan segalanya sedang baik-baik saja. Stigma negatif (bahkan ada yang menganggapnya sebagai gangguan mental) yang melekat acap kali menjadi alasan mengapa orang-orang memilih bungkam ketika seharusnya ia marah, menangis, dan lainnya.

Manfaat Emosi Negatif dan Sedih bagi Kesehatan

Jika Anda berpikir marah-marah, menangis, dan sejumlah emosi negatif lainnya sebagai sesuatu yang ‘negatif’, maka hal ini tidak sepenuhnya benar. Bahkan, seorang ahli psikologi bernama Joseph P. Forgas dalam studinya yang dirilis oleh SAGE Journals menyebut jika emosi negatif memiliki dampak positif.

Lantas, apa saja manfaat emosi, khususnya emosi negatif, bagi kesehatan mental? Simak informasinya berikut ini.

1. Memaksimalkan Fokus

Menurut Forgas, emosi negatif adalah cara tubuh dan pikiran untuk beradaptasi dan mengenali situasi yang sedang terjadi. Nah, mekanisme adaptasi ini kemudian berdampak pada peningkatan fokus dari seseorang.

Saat seseorang tengah dilanda rasa marah, sedih, dan perasaan-perasaan negatif lainnya, tanpa disadari membantu otak untuk bisa fokus terhadap situasi yang tengah dihadapi. Alhasil, otak menjadi lebih kritis dalam menemukan ‘pintu keluar’ dari masalah tersebut.

Hal ini kontradiktif dengan emosi positif, di mana saat seseorang tengah merasa bahagia, yang terjadi justru otak berada di ‘zona nyaman’ sehingga fokus

Read the rest