Category Archives: Kesehatan Umum

8 Manfaat Tomat untuk Diet Sehat

DokterSehat.Com – Buah tomat hampir kita konsumsi setiap hari. Namun, tahukah Anda jika buah yang dijadikan sayuran ini menyimpan banyak sekali manfaat untuk kesehatan? Ada banyak sekali manfaat tomat apabila dikonsumsi secara rutin. Apa saja manfaat tomat untuk diet sehari-hari?

Kandungan Tomat

Tomat adalah buah yang kaya akan nutrisi. Warna merah pada tomat berasal dari likopen, yaitu karotenoid hidrokarbon yang terkandung dalam tomat. Likopen sendiri merupakan zat antioksidan yang dipercaya memiliki banyak sekali manfaat kesehatan. Antioksidan lain yang terkandung dalam tomat adalah seperti lutein dan beta-karoten.

Selain mengandung likopen, terkandung juga beberapa vitamin dalam tomat seperti vitamin C, vitamin K, dan folat. Tomat juga merupakan sumber kalium yang baik bagi tubuh.

Keunggulan lain dari buah tomat adalah kandungan seratnya yang tinggi dan kandungan kalorinya yang rendah. Kandungan serat dalam tomat didominasi dengan serat tidak larut yang sangat baik untuk melancarkan pencernaan.

Manfaat Tomat untuk Diet

Mengonsumsi tomat sehari-hari tentunya dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan bagi tubuh. Manfaat tomat untuk diet tidak hanya untuk membantu menurunkan berat badan, tapi masih ada berbagai manfaat lainnya.

Berikut adalah manfaat buah tomat untuk diet yang sayang jika dilewatkan!

1. Membantu Menurunkan Berat Badan

Manfaat tomat untuk diet yang pertama tentu saja untuk membantu menurunkan berat badan.

Tomat dapat menjadi sayuran yang cocok dikonsumsi selama program menurunkan berat badan karena tomat memiliki kalori yang rendah dan kadar serat tinggi. Tomat juga dapat meningkatkan produksi serotonin, neurotransmitter yang bertugas mengatur suasana hati, rasa sakit, dan juga pencernaan.

2. Mengontrol Tekanan Darah

Selain mengurangi asupan natrium, meningkatkan asupan kalium adalah hal yang penting untuk menurunkan tekanan darah. Sebelumnya sudah disinggung bahwa tomat adalah sumber kalium yang baik. Kalium dapat membantu pelebaran arteri sehingga dapat membantu menurunkan tekanan darah.

3. Baik untuk Kesehatan Jantung

Manfaat buah tomat untuk diet selanjutnya adalah memelihara kesehatan jantung.

Ada banyak sekali kandungan

Read the rest

X-Ray: Kegunaan, Cara Kerja, Efek Samping

DokterSehat.Com – X-Ray atau rontgen adalah salah satu dari sejumlah metode pencitraan (imaging) yang umum dilaksanakan oleh dokter guna memeriksa bagian dalam tubuh pasien yang sedang ditangani. Hal ini umumnya apabila pasien terindikasi mengalami penyakit dalam. Lantas, apa itu X-Ray? Apa kegunaan X-Ray? Bagaimana cara kerja X-Ray? Apa saja kelebihan dan kekurangan X-Ray?

Apa Itu X-Ray?

X-Ray adalah metode pemeriksaan penunjang dengan teknik pencitraan (imaging). X-Ray atau rontgen ditemukan profesor dari Würzburg University, Jerman yakni Wilhelm Conrad Röentgen, pada tahun 1895. X-Ray memanfaatkan radiasi gelombang elektromagnetik guna mendapatkan citra bagian dalam tubuh di sejumlah area seperti perut, dada, kepala, dan gigi.

Pemanfaatan X-Ray disesuaikan dengan kebutuhan pemeriksaan. Sebagai contoh, dokter akan menggunakan jenis X-Ray barium enema untuk memeriksa sistem pencernaan. Sedangkan untuk pemeriksaan di area payudara, dokter akan memilih jenis X-Ray mammogram.

Kegunaan X-Ray

Kegunaan X-Ray utamanya untuk memeriksa dan memonitor kondisi tulang dan sendi. Pada pasien dengan keluhan seperti patah tulang, osteoporosis, kerusakan gigi, dan radang sendi (arthritis), X-Ray atau rontgen adalah metode pemeriksaan penunjang yang umum dilakukan.

Akan tetapi, penggunaan X-Ray sejatinya tidak hanya terbatas pada pemeriksaan tulang, gigi, maupun sendi. Berikut ini informasi lengkap mengenai kegunaan X-Ray dalam pelaksanaan prosedur pemeriksaan penunjang yang perlu Anda ketahui.

1. Pemeriksaan Tulang dan Gigi

Penggunaan X-Ray atau rontgen untuk memeriksa kondisi tulang dan gigi apabila pasien terindikasi mengalami penyakit seperti:

  • Infeksi atau Kerusakan Tulang
  • Radang sendi (arthritis)
  • Kerusakan pada gigi atau rahang
  • Pengeroposan tulang (osteoporosis)
  • Kanker tulang

2. Pemeriksaan Area Dada (Thorax)

Pada area dada, pemeriksaan dengan menggunakan X-Ray—disebut thorax—dilakukan pada pasien yang kemungkinan mengalami:

  • Infeksi paru-paru
  • Kanker payudara
  • Gagal jantung
  • Penyumbatan pembuluh darah

Untuk mendapatkan citra bagian dalam dada, teknik X-Ray atau rontgen terbagi menjadi 3 (tiga) jenis proyeksi, yaitu:

  • Proyeksi Lateral
  • Proyeksi Antero-Posterior (AP)
  • Proyeksi Postero-Anterior (PA)

Pemilihan

Read the rest

Sushi Adalah Makanan Sehat atau Tidak? Ini Jawabannya!

Photo Source: Flickr/foto_db

DokterSehat.Com– Jika kita berbicara tentang makanan khas Jepang, maka makanan pertama yang akan terpikir biasanya adalah sushi. Sushi sudah sangat populer dan bisa ditemukan di mana saja, termasuk di Indonesia. Hanya saja, sushi biasanya terbuat dari bahan daging ikan mentah yang membuat sebagian orang ragu untuk mengonsumsinya. Sebenarnya, sushi termasuk dalam makanan sehat atau tidak?

Berbagai Bahan Pembuat Sushi

Pakar kesehatan menyebut di dalam sushi terdapat beberapa jenis kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti karbohidrat, protein, lemak, serta serat.

Berikut adalah berbagai kandungan yang bisa kita temukan di dalam sushi yang bisa menentukan apakah makanan ini sebenarnya sehat atau tidak.

  1. Nasi

Bahan utama dari sushi sebenarnya adalah nasi.

Bagi masyarakat Indonesia, nasi sudah biasa dikonsumsi sebagai makanan pokok sehari-hari. Hal inilah yang membuat kita cenderung bisa menikmati sushi dengan mudah. Keberadaan nasi ini membuat sushi mampu menyediakan sumber energi bagi tubuh. Kita juga akan lebih mudah merasa kenyang saat mengonsumsinya.

Hanya saja, ada sebagian penjual sushi yang memakai nasi yang sudah diolah dengan bahan lainnya seperti gula atau garam yang membuatnya memiliki kandungan kalori yang lebih banyak. Jika terlalu banyak dikonsumsi, dikhawatirkan akan memicu kenaikan berat badan.

  1. Daging Ikan

Bahan utama lainnya dari sushi adalah daging ikan. Bisanya, daging ikan yang digunakan dalam sushi adalah yang berjenis ikan tuna atau ikan salmon. Selain rasanya yang enak, daging ikan ini juga cenderung memiliki kandungan nutrisi yang tinggi.

Sebagai contoh, kita bisa menemukan kandungan protein, yodium, vitamin, mineral, dan asam lemak omega tiga yang baik bagi kesehatan. Sebagai informasi, kandungan yang disebut terakhir dikenal luas mampu menurunkan risiko terkena penyakit berbahaya seperti stroke dan penyakit jantung.

  1. Beberapa Jenis Topping

Beberapa jenis topping yang paling sering digunakan di dalam sushi adalah jamur dan alpukat. Alpukat dikenal luas sebagai buah yang tinggi kandungan nutrisi layaknya asam folat, vitamin B,

Read the rest

6 Makanan yang Jangan Dimakan Mentah, Bahaya!

Photo Source: Flickr/beaub

DokterSehat.Com– Ada banyak jenis diet yang bisa diterapkan, salah satunya adalah diet raw food atau diet makanan mentah. Pola makan ini membuat kita lebih sering mengonsumsi makanan mentah. Hal ini sebenarnya bisa dilakukan dengan mudah di Indonesia karena ada beberapa jenis makanan yang cukup sering kita konsumsi dalam kondisi mentah.

Makanan yang Jangan Dimakan Mentah

Pakar kesehatan menyebut beberapa jenis makanan bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam kondisi mentah. Berikut ini beberapa makanan yang jangan dimakan mentah beserta alasannya:

  1. Kentang

Berbeda dengan masyarakat di luar negeri, masyarakat Indonesia cenderung tidak menjadikan kentang sebagai makanan pokok. Selain dijadikan campuran lauk atau bahan makanan lainnya, kentang juga bisa dijadikan camilan, baik itu yang berupa kentang goreng, kentang rebus, dan lain-lain. Tak hanya enak, kentang juga bisa membuat perut lebih mudah merasa kenyang.

Satu hal yang pasti, kita sebaiknya tidak mengonsumsi kentang yang masih dalam kondisi mentah karena hal ini akan membuat kita menelan senyawa beracun bernama solanine. Senyawa ini baru bisa hilang jika kentang dimasak. Jika sampai kita mengonsumsinya, maka bisa menyebabkan dampak berupa keracunan, sakit kepala, sakit perut, lumpuh, hingga kematian.

  1. Kacang Merah

Kacang merah bisa dijadikan camilan atau isian dari makanan lainnya. Makanan ini memiliki rasa yang khas sehingga digemari oleh cukup banyak orang. Masalahnya adalah kacang merah ternyata harus dimasak hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi. Jika tidak, maka kita akan mengalami masalah pencernaan seperti mual-mual dan muntah.

Hal ini disebabkan oleh kacang merah mentah yang memiliki kandungan lektin yang bisa menyebabkan dampak kesehatan tersebut. Pakar kesehatan menyarankan kita untuk setidaknya merendam kacang merah di dalam air selama lima jam sebelum mengolahnya demi mencegah masalah kesehatan ini.

  1. Sosis

Memang, telah ada sosis yang bisa langsung dimakan, namun pakar kesehatan menyebut sebagian besar sosis yang ada di pasaran adalah yang harus dimasak terlebih

Read the rest

8 Persiapan Persalinan yang Wajib Diperhatikan

DokterSehat.Com – Waktu kehamilan selama 9 bulan tidak terasa akan segera terlewati dan waktu kelahiran akan segera tiba. Menghadapi kelahiran anak tentunya menjadi hal yang menegangkan sekaligus menyenangkan bagi orang tua manapun. Agar tidak ada yang terlewat, ketahui berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam persiapan persalinan berikut ini, yuk!

Mengetahui Prosedur Persalinan yang Akan Dijalani

Sebelum melakukan persiapan persalinan, tentunya kita harus mengetahui lebih dulu prosedur persalinan apa yang ingin dipilih. Berikut adalah beberapa prosedur persalinan yang mungkin dipilih:

1. Persalinan Normal

Persalinan normal memang sangat menyakitkan. Meskipun begitu, prosedur ini masih menjadi pilihan utama hingga kini. Apabila tidak ada halangan tertentu seperti kondisi kesehatan ibu atau masalah pada janin, kebanyakan orang akan memilih persalinan normal.

Persalinan normal terkadang membutuhkan bantuan tertentu seperti induksi atau penggunaan vakum dalam prosesnya. Penggunaan bantuan ini biasanya akan dipertimbangkan berdasarkan sutuasi yang terjadi saat persalinan.

2. Operasi Caesar

Operasi caesar adalah operasi untuk melahirkan bayi melalui sayatan di perut dan rahim. Umumnya operasi akan direkomendasikan pada kondisi medis tertentu, seperti pada kehamilan berisiko tinggi atau karena posisi bayi yang sungsang.

Banyak orang yang sebelumnya telah merencanakan untuk melahirkan normal, tapi pada akhirnya harus dilakukan tindakan caesar. Hal ini mau tidak mau harus dilakukan apabila melahirkan normal dapat membawa risiko pada ibu maupun bayi.

3. Water Birth

Water birth atau melahirkan di air dianggap sebagai metode melahirkan normal dengan lebih sedikit rasa sakit. Proses ini juga dipercaya dapat mengurangi stres melahirkan pada ibu dan mengurangi komplikasi pada janin.

Namun karena masih sedikit penelitian tentang risiko dari water birth, maka banyak ahli yang tidak merekomendasikan proses persalinan ini. Sebelum memilih proses persalinan water birth, pastikan Anda telah memahami apa saja manfaat dan risiko dari prosedur ini!

Persiapan Persalinan Sejak Awal Kehamilan

Persiapan persalinan bukan hanya dilakukan ketika menjelang hari kelahiran, tapi terdapat juga beberapa

Read the rest