Category Archives: Kesehatan Anak

Perkembangan Bayi 8 Bulan, Si Kecil Sudah Bisa Apa?

DokterSehat.Com – Si kecil sudah memasuki usia 8 bulan? Ayah dan bunda tentunya perlu memahami apa saja perkembangan bayi 8 bulan untuk melihat apakah tumbuh kembang si kecil sudah berjalan dengan semestinya atau justru tidak.

Apa saja perkembangan bayi usia 8 bulan dan stimulasinya? Simak informasinya berikut ini, yuk!

Perkembangan Bayi 8 Bulan, Si Kecil Sudah Bisa Apa?

Memasuki usia 8 bulan, yang mana tinggal sedikit lagi bagi buah hati Anda dan pasangan mencapai usia 1 tahun, tentunya ada perkembangan yang signifikan pada fisik, panca indera, motorik, hingga psikisnya.

Berikut adalah tanda-tanda perkembangan bayi 8 bulan yang perlu Anda perhatikan.

1. Perkembangan Bayi 8 Bulan Secara Fisik

Fisik adalah aspek yang paling penting untuk dipantau setiap bulannya, termasuk ketika bayi Anda memasuki usia 8 bulan.

Mengapa demikian? Karena pada usia tersebut, fisik bayi akan mengalami sejumlah perubahan yang cukup signifikan walaupun lagi-lagi, karakteristik khas bayi yakni tangan dan kaki yang gemuk masih terlihat.

Perkembangan fisik bayi 8 bulan terdiri dari:

  • Berat badan 7 – 10,5 kg (bayi laki-laki)
  • Berat badan 6,3 – 10 kg (bayi perempuan)
  • Tinggi badan 66,5 – 74 cm (bayi laki-laki)
  • Tinggi badan 64 – 73 cm (bayi perempuan)
  • Gigi yang tumbuh semakin banyak
  • Otot-otot tangan dan kaki semakin kuat

Apakah bayi Anda menunjukkan tanda-tanda di atas? Jika tidak, baiknya bawa ia ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

2. Perkembangan Indera Bayi 8 Bulan

Selain tinggi dan berat badan, indera adalah aspek penting lainnya yang harus diperhatikan ketika bayi berusia 8 bulan.

Mulai dari mata, hidung, hingga telinga, ada sejumlah perkembangan yang terjadi pada si kecil. Ini dia tanda-tanda perkembangan bayi 8 bulan ke atas:

  • Respons telinga semakin baik
  • Sensitivitas kulit semakin baik
  • Sensitivitas indera perasa semakin baik
  • Kemampuan mata dalam melihat sudah seperti orang dewasa (bayi dapat mengenali objek familiar bahkan ketika objek yang
Read the rest

Perkembangan Bayi 7 Bulan: Fisik, Motorik, dll

DokterSehat.com –  Berapa usia si Kecil saat ini? Bila si kecil sudah memasuki usia 7 bulan, Bunda harus mengawasi pertumbuhan dan perkembangannya lebih ekstra lagi. Perkembangan bayi 7 bulan lebih aktif dan sangat menggemaskan. Ketahui lebih detail perkembangan bayi 7 bulan apa saja, tips merawat si Kecil, dll.

Perkembangan Bayi 7 Bulan Bisa Apa?

Si kecil sudah berusia 7 bulan? Wah, pasti Anda sangat bahagia melihat perkembangan bayi 7 bulan yang sudah belajar duduk, mengambil mainan, dan bahkan merangkak pelan-pelan. Bayi menjadi lebih aktif dan tubuhnya juga membentuk otot-otot yang lebih kuat dalam usia ini.

Bayi usia 7 bulan juga mulai tumbuh gigi, karena itu gusi bayi sering gatal dan mereka mengatasinya dengan menggigit mainan atau memasukan jari mereka ke mulut. Nah, kira-kira perkembangan bayi 7 bulan apa saja? Simak pembahasannya berikut ini:

1. Perkembangan Fisik Bayi 7 Bulan

Anda pasti sudah dapat melihatnya secara jelas jika tubuh bayi Anda berkembang lebih besar serta otot-ototnya lebih kuat.

Berat rata-rata bayi perempuan usia 7 bulan adalah 6 – 9,5 kg dan panjang rata-ratanya adalah 63 – 71 cm. Semetara itu, rata-rata berat bayi laki-laki umur 7 bulan adalah 7 -10 kg dengan panjang sekitar 65 – 73 cm.

Selain berat badan, perkembangan fisik bayi 7 bulan meliputi:

  • Bayi sudah bisa duduk sendiri tanpa bantuan
  • Otot kaki yang lebih kuat
  • Mengoper benda dari satu tangan ke tangan lainnya
  • Belajar merangkak
  • Dapat melihat dengan jelas objek-objek

Beberapa bayi 7 bulan bahkan sudah bisa merangkak dengan sempurna dan sebagian bayi lainnya baru belajar merangkak mulai dari merayap dengan perut serta menguatkan otot tangan dan kaki.

2. Perkembangan Otak Bayi

Bayi usia 7 bulan belajar banyak hal spesifik karena perkembangan otak bayi yang semakin aktif. Berikut ini perkembangan bayi 7 bulan, meliputi:

  • Bayi Anda akan belajar mengenali wajah orang-orang sekitar seperti wajah ibu,
Read the rest

Suplemen Omega-3 untuk Anak: Dosis, Manfaat, dll.

DokterSehat.Com – Anak membutuhkan banyak vitamin dan mineral setiap harinya untuk bisa tumbuh dengan maksimal. Tanpa dukungan dari vitamin dan juga mineral, kemungkinan terjadi gangguan pada organ khususnya pada penyempurnaan organ akan terganggu.

Sedikit Mengenal Omega-3

Omega-3 adalah asam lemak esensial yang memegang peranan penting untuk kesehatan. Tanpa omega-3, pertumbuhan janin di dalam rahim tidak akan bisa berjalan dengan lancar dan juga kesehatan orang dewasa secara umum.

Omega-3 tidak bisa dibuat sendiri oleh tubuh atau disintesiskan. Kalau ingin memenuhi kebutuhan asam lemak ini yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengonsumsi makanan tertentu misal ikan berlemak dari laut.

Secara garis besar Omega-3 terbagi menjadi tiga komponen utama. Pertama ada alpha-linolenic acid (ALA), lalu eicosapentaenoic acid (EPA), dan yang terakhir docosahexaenoic acid (DHA).

ALA adalah asam lemak yang bisa didapatkan dari makan. Sementara itu DHA dan EPA lebih banyak didapatkan dari ikan seperti salmon, tuna, atau makarel. Sementara itu DHA dan EPA juga banyak didapatkan dalam bentuk suplemen seperti minyak ikan.

Rekomendasi Dosis Omega-3 untuk Anak

Sebelum memberikan suplemen omega-3 pada anak ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu dosisnya. Secara umum dosis yang direkomendasikan bisa Anda perhatikan di bawah ini.

  • Usia 0-12 bulan : 500 mg
  • Usia 1-3 tahun: 700 mg
  • Usia 4-8 tahun: 900 mg
  • Perempuan usia 9-13 tahun: 1000 mg
  • Laki-laki usia 9-13 tahun: 1200 mg
  • Perempuan usia 14-18 tahun: 1100 mg
  • Laki-laki usia 14-18 tahun: 1600 mg

Lemak pada ikan, kacang, biji-bijian, sampai lemak dari tumbuhan adalah sumber omega-3 yang sangat baik. Meski demikian, suplemen juga bisa digunakan asal dosisnya tepat dan tidak berlebihan.

Kalau Anda terbiasa makan ikan laut dan juga makanan berlemak nabati sehat, penggunaan suplemen mungkin bisa ditekan. Namun, kalau anak tidak menyukainya, suplemen merupakan pilihan yang sangat tepat.

Jenis Omega-3 yang dibutuhkan oleh anak bisa dalam bentuk DHA, EPA, atau kombinasi keduanya. Selama dosisnya masih

Read the rest

Patent Ductus Arteriosus: Penyebab, Gejala, Pengobatan

DokterSehat.Com – Jantung adalah organ yang rentan terhadap berbagai jenis penyakit. Salah satu dari jenis penyakit jantung tersebut adalah Patent Ductus Arteriosus (PDA). Jika tidak segera ditangani, PDA adalah penyakit yang bisa mengancam nyawa! Lantas, apa itu Patent Ductus Arteriosus (PDA)? Simak informasinya berikut ini.

Apa Itu Patent Ductus Arteriosus?

Patent Ductus Arteriosus atau disingkat PDA adalah penyakit kelainan jantung bawaan.

Jantung memiliki 2 (dua) jenis pembuluh darah yakni pembuluh darah yang bertugas  menghantarkan oksigen dari jantung ke seluruh tubuh (aorta) dan pembuluh darah yang bertugas menghantarkan oksigen dari jantung ke paru-paru (arteri pulmonal). Pada janin, paru-paru belum dapat berfungsi dikarenakan pasokan oksigen untuk bernapas masih bergantung dari ibu melalui ari-ari (plasenta).

Ductus arteriosus adalah pembuluh darah temporer yang berfungsi sebagai penghubung antara aorta dan arteri pulmonal. Ductus arteriosus memastikan darah yang kaya oksigen yang dibawa dari jantung dapat langsung menuju aorta untuk dialirkan ke seluruh tubuh. Sementara paru-paru yang belum terlalu membutuhkan oksigen akan tetapi dialiri darah untuk membantu pertumbuhannya.

Saat bayi dilahirkan, ductus arteriosus seharusnya menutup (idealnya 2-3 hari pasca kelahiran). Ketika ductus arteriosus tidak juga menutup, maka bayi tersebut mengalami Patent Ductus Arteriosus (PDA) ini. PDA rentan dialami oleh bayi yang lahir secara prematur.

Penyebab Patent Ductus Arteriosus

Kelainan jantung PDA adalah penyakit jantung kongenital yang umum terjadi di Amerika Serikat. Sayangnya, hingga saat ini para ahli medis belum dapat memastikan apa yang menjadi penyebab Patent Ductus Arteriosus tersebut.

Kendati penyebab PDA belum diketahui secara pasti, ada faktor risiko yang diduga memicu terjadinya Patent Ductus Arteriosus ini yaitu:

  • Kelahiran prematur, Patent Ductus Arteriosus rentan dialami oleh bayi yang lahir sebelum waktunya (prematur)
  • Keturunan (genetik), Patent Ductus Arteriosus rentan dialami oleh bayi yang orang tua atau anggota keluarganya ada yang memiliki riwayat penyakit jantung maupun sejumlah kondisi lainnya seperti down syndrome
  • Infeksi Rubella, Patent Ductus Arteriosus rentan dialami
Read the rest

Perkembangan Bayi 6 Bulan, Si Kecil Sudah Bisa Apa?

DokterSehat.Com – Memasuki usia 6 bulan, bayi akan mengalami sejumlah perkembangan baik secara fisik maupun psikis. Apakah bayi Anda yang  kini menginjak usia 6 bulan memiliki tanda-tanda tersebut? Berikut ini adalah perkembangan bayi  6 bulan yang penting untuk diperhatikan oleh para orang tua.

Perkembangan Bayi 6 Bulan, Sudah Bisa Apa?

Tak terasa buah cinta Anda dan pasangan sudah memasuki usia 6 bulan. Artinya, setengah jalan lagi untuknya menuju usia 1 (satu) tahun. Pada usia 6 bulan ada beberapa perkembangan yang dialami si kecil mulai dari perkembangan fisik, panca indera, hingga motorik.

Lantas  apa saja sih perkembangan bayi 6 bulan? Ayah dan bunda baca, yuk!

1. Perkembangan Bayi 6 Bulan Secara Fisik

Fisik adalah salah satu aspek perkembangan yang harus Anda perhatikan ketika si kecil memasuki usia 6 bulan. Pasalnya, ada beberapa perubahan yang terjadi pada fisik bayi 6 bulan kendati secara karakteristik masih relatif sama seperti ukuran kepala yang kecil serta tangan dan kaki yang gemuk.

Perkembangan bayi 6 bulan secara fisik tersebut meliputi:

  • Berat badan mencapai 2 kali lipat dari berat lahir
  • Laju kenaikan berat badan melambat menjadi sekitar 0,5 kg per bulan
  • Tinggi badan 63,6 – 71 cm (laki-laki) dan 61,5 – 70 cm (perempuan)
  • Laju kenaikan tinggi badan melambat menjadi sekitar 1 cm per bulan
  • Mulai tumbuh gigi

2. Perkembangan  Indera Bayi 6 Bulan

Mengidentifikasi perkembangan bayi 6 bulan apakah berjalan lancar atau tidak juga dengan memerhatikan inderanya. Mata dan telinga adalah anggota panca indera yang paling dapat dikenali perkembangannya.

Perkembangan indera bayi 6 bulan yaitu:

  • Mata mengalami perubahan warna
  • Mulai bisa responsif terhadap objek yang dilihat
  • Mulai bisa mengenali wajah atau objek yang familiar
  • Mulai bisa merespon suara, terutama ketika namanya dipanggil
  • Indera peraba mulai responsif

3. Perkembangan Motorik Bayi 6 Bulan

Kemampuan motorik bayi juga mulai terlihat ketika memasuki usia 6 bulan ini. Pasalnya,

Read the rest