Category Archives: Kehamilan

20 Pantangan Ibu Hamil (Bahaya bagi Janin)

DokterSehat.Com – Ada pantangan ibu hamil yang tidak boleh dilakukan karena bisa mengganggu pertumbuhan janin. Banyak larangan membuat ibu hamil cemas dan bingung. apa yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan saat hamil. Apa saja larangan ibu hamil tersebut?

Pantangan Ibu Hamil – Aktivitas yang Sebaiknya Dihindari

1. Melukis

Bagi yang hobi melukis, aktivitas ini bisa tetap dilakukan selagi hamil. Tapi, jangan terlalu lama atau berlebihan, misalnya sepanjang hari. Cukup 1-2 jam setiap hari. Yang dikhawatirkan selama melukis bau cat dapat terhirup dalam waktu lama. Karena sebagian besar jenis cat mengandung bahan kimia. “Karena itu sebaiknya melukis dilakukan di ruang terbuka untuk mengurangi terekspos terlalu lama dengan cat,” saran Ovy.

2. Hubungan seks

Orgasme bisa menyebabkan keguguran di usia kehamilan muda dan menyebabkan persalinan di usia kehamilan lanjut. Tapi, hal tersebut tak terbukti pada kehamilan normal. “Jadi, aktivitas ini boleh-boleh saja dilakukan. Asal tidak ada indikasi kelainan pada kehamilannya, semisal letak ari-ari di bawah atau perdarahan,” kata Ovy.

Baca Juga: Berhubungan Seks Saat Hamil? Ini Aturannya!

3. Olahraga

Apabila Anda rutin dan gemar berolahraga, semasa hamil pun dapat diteruskan. Hanya saja olahraga yang dilakukan bukanlah yang berbahaya dan berisiko, seperti balapan mobil, berkuda, lompat, arung jeram, dan sebagainya. Tapi, lakukanlah olahraga ringan selama 5-30 menit, misalnya jalan pagi, senam ringan, atau berenang.

Jalan merupakan olahraga paling aman semasa hamil. Berenang pun termasuk olahraga yang kecil risikonya dan dapat dilakukan sepanjang usia kehamilan. Berenang dapat membuat punggung terasa nyaman dan tubuh menjadi ringan, karena terhindar dari gravitasi.

4. Naik pesawat

Ibu hamil boleh naik pesawat sebelum usia kehamilan 7 bulan.

Sebetulnya bayi dalam kandungan tak bermasalah dengan ketinggian dan perbedaan tekanan udara. Jika terpaksa dan ingin nyaman di pesawat, sebaiknya duduk di pinggir “gang” agar mudah bila mau ke kamar kecil. Gunakan pula tali pengaman agar duduk nyaman, dan gunakan penyangga

Read the rest

10 Penyakit pada Ibu Hamil yang Berbahaya

DokterSehat.Com – Selain perubahan bentuk tubuh, perubahan hormon yang dialami oleh ibu hamil membuatnya lebih rentan untuk terkena penyakit. Selain itu, sistem imunitas ibu hamil juga perlu bekerja lebih keras karena harus melindungi tubuhnya dan janin di dalam kandungan. Berikut ini adalah beberapa penyakit pada ibu hamil yang harus Anda kenali.

Mengenali Penyakit Ibu Hamil

Sebelum menjelaskan mengenai berbagai macam penyakit pada ibu hamil, perlu diketahui bahwa menjaga kondisi kesehatan adalah sesuatu yang mutlak bagi ibu hamil. Beberapa penyakit bisa berakibat fatal bagi ibu maupun janin. Kadang kala gejala penyakit terlihat sederhana namun hal ini adalah indikasi munculnya penyakit berbahaya.

Oleh karena itulah, mengetahui penyakit berbahaya pada ibu hamil adalah hal penting agar Anda bisa melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin, atau bisa melakukan tindakan secepatnya jika gejala penyakit ibu hamil tersebut muncul.

Berikut ini adalah beberapa penyakit pada ibu hamil yang harus Anda waspadai keberadaannya, di antaranya:

1. TORCH

Penyakit pada ibu hamil yang pertama dan harus diwaspadai adalah TORCH. Pemeriksaan TORCH diperlukan untuk mendeteksi adanya toksoplasmosis, infeksi lain/Other infection, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes simplex.

Jika penyakit TORCH terjadi pada ibu hamil, maka janinnya berisiko mengalami berbagai gangguan seperti sistem saraf pusat janin rusak, hilangannya pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan mental, gangguan tiroid, dan kelainan sistem imun.

2. Hepatitis B

Hepatitis B adalah penyakit pada ibu hamil lainnya yang harus Anda waspadai. Meski begitu, janin di dalam kandungan umumnya tidak terpengaruh oleh virus hepatitis yang dibawa ibunya selama kehamilan.

Namun, terdapat beberapa kemungkinan peningkatan risiko tertentu saat persalinan, seperti bayi lahir prematur, bayi lahir dengan berat rendah, atau kelainan anatomi dan fungsi tubuh bayi.

3. Anemia

Penyakit pada ibu hamil selanjutnya adalah anemia. Apabila penyakit ibu hamil ini tidak mendapatkan penanganan dengan segera, maka bisa menyebabkan kelahiran prematur, berat bayi rendah, hingga cacat lahir. Kondisi ibu hamil yang

Read the rest

Morning Sickness: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi (Lengkap)

DokterSehat.Com – Morning sickness adalah hal yang biasa terjadi pada wanita hamil. Sebagian besar wanita hamil mengalami morning sickness walaupun ada juga beberapa wanita yang tidak mengalaminya selama masa kehamilan.

Apakah Anda termasuk salah satu wanita hamil yang mengalami morning sickness? Jika ya, maka simaklah penjelasan mengenai apa itu morning sickness, penyebab, gejala, diagnosis, dan cara mengatasi morning sickness.

Apa itu morning sickness?

Morning sickness adalah kondisi mual dan muntah yang terjadi selama kehamilan. Pada umumnya, morning sickness terjadi selama trimester awal yakni sejak minggu ke-6 hingga minggu ke-12 kehamilan.

Meskipun namanya adalah ‘morning sickness’ tetapi kondisi ini bisa terjadi kapan pun selain di pagi hari. Umumnya, morning sickness akan berkurang dan hilang ketika usia kandungan Anda menginjak trimester kedua.

Ibu hamil yang sedang mengalaminya tidak perlu cemas karena morning sickness yang masih normal tidak akan membahayakan kesehatan Anda dan janin. Banyak dokter yang mengatakan wanita yang mengalami morning sickness (normal) adalah hal yang positif.

Pasalnya, morning sickness artinya plasenta Anda sedang berkembang dengan baik. Hal yang perlu dicemaskan adalah ketika Anda mengalami morning sickness berlebih, yaitu terlalu sering mual dan muntah, hingga membuat tubuh sangat lemas.

Baca Juga: Benarkah Morning Sickness Pertanda IQ Anak Tinggi?

Apabila kondisi morning sicknessnya seperti itu, maka itu bisa membahayakan Anda dan kondisi janin. Istilah medis untuk morning sickness yang tidak normal tersebut adalah hiperemesis gravidarum.

Para ibu hamil yang mengalami morning sickness parah perlu segera berkonsultasi dengan dokter. Hal ini dikarenakan hiperemesis gravidarum bisa membuat Anda mengalami dehidrasi dan kurang asupan gizi, sehingga memengaruhi tumbuh kembang janin.

Penyebab morning sickness

Penyebab morning sickness masih belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, ada beberapa hal yang berperan menjadi penyebab morning sickness.

Berikut ini adalah beberapa hal yang berperan menyebabkan morning sickness:

1. Perubahan hormon kehamln

Selama kehamilan, para wanita mengalami perubahan beberapa jenis hormon. Hormon-hormon

Read the rest

Keluar Darah Saat Hamil Muda? Ini Cara Mengatasinya!

DokterSehat.Com – Saat sedang hamil seorang wanita berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan. Kehamilan juga membuat hormon dalam tubuhnya terus berfluktuasi sehingga menimbulkan banyak perubahan yang bisa menyebabkan pusing, sakit pinggang bahkan pendarahan di area vagina. Lantas, apa yang harus dilakukan jika keluar darah saat hamil muda?

Keluar Darah Saat Hamil Muda, Berbahayakah?

Perlu diketahui, perdarahan selama kehamilan termasuk relatif umum untuk terjadi. Namun, pendarahan saat hamil muda juga bisa menjadi tanda bahaya. Pada umumnya, keluarnya bercak darah saat hamil muda adalah proses perlekatan sel telur yang telah dibuahi pada dinding rahim, atau biasa dikenal dengan sebutan perdarahan implantasi.

Keluar darah saat hamil muda masih dianggap normal apabila darah yang keluar hanya sedikit atau hanya bercak (mirip bercak perdarahan di awal atau akhir masa haid). Warna perdarahan juga dapat bervariasi dari merah muda, merah tua, hingga kecokelatan, namun tidak pernah berwarna merah terang.

Pendarahan saat hamil muda umumnya terjadi pada bulan pertama kehamilan. Bercak darah yang keluar pun hanya sedikit dan hanya terjadi 1 sampai 3 hari saja. Keluar darah saat hamil muda ini biasanya disertai kram ringan, di mana hal ini adalah salah satu tanda adanya penempelan sel telur di dinding rahim. Kondisi ini sering salah diartikan sebagai tanda-tanda keguguran.

Baca juga: Bumil, Kenali Jenis-Jenis Pendarahan yang Berbahaya Saat Hamil

Mengatasi Keluar Darah Saat Hamil Muda

Selain mengonsultasikan pendarahan saat hamil muda ke dokter, istirahat adalah upaya yang bisa dilakukan ibu hamil untuk menenangkan kondisi. Berikut adalah tips mengatasi keluar darah saat hamil muda dan langkah pencegahan yang bisa dilakukan, di antaranya:

1. Hindari berhubungan intim

Cara mengatasi keluar darah saat hamil muda yang sulit dilakukan oleh beberapa pasangan adalah menahan untuk melakukan aktivitas seksual. Hal ini menjadi penting terutama ibu hamil yang mengalami pendarahan di awal kehamilan. Oleh karena itu, tahan dulu untuk melakukan aktivitas seksual sampai kandungan kembali

Read the rest

13 Cara Mengatasi Kaki Bengkak saat Hamil

DokterSehat.Com – Salah satu gangguan kehamilan yang menyerang sebagian besar ibu hamil adalah kaki bengkak. Pembengkakan ini tak hanya muncul pada pergelangan kaki, namun juga pada jari-jari kaki, sehingga banyak ibu hamil yang kesulitan untuk menggunakan alas kaki. Lantas, bagaimana cara mengatasi kaki bengkak saat hamil yang aman?

Inilah Cara Mengatasi Kaki Bengkak Saat Hamil

Sebelum membahas mengenai cara mengatasi kaki bengkak saat hamil, perlu Anda ketahui bahwa kaki bengkak saat hamil disebabkan oleh akumulasi air yang ada pada sel-sel tubuh. Kondisi ini adalah sesuatu yang normal terjadi pada ibu hamil.

Pembengkakan yang umum dialami ibu hamil menyerang bagian lutut ke bawah. Selain kaki bengkak saat hamil, pembengkakan juga bisa terjadi di tangan atau wajah.

Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi kaki bengkak saat hamil yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

1. Jangan duduk atau berdiri terlalu lama

Cara mengatasi kaki bengkak saat hamil yang pertama adalah hindari untuk duduk atau berdiri terlalu lama karena akan memberi tekanan aliran darah di kaki. Ibu hamil berisiko mengalami pembengkakan pada pergelangan kaki. Jika hal ini sudah terjadi, sebaiknya Anda segera mengambil jeda untuk berjalan-jalan.

2. Menggunakan alas kaki yang nyaman

Jika sebelum hamil Anda tidak memperhatikan dengan cermat mengenai kebutuhan alas kaki, saat Anda hamil maka kebutuhan alas kaki adalah sesuatu yang penting. Pemilihan alas kaki yang tidak tepat berisiko membuat kaki bengkak saat hamil.

Jika diperlukan, gunakanlah sepatu khusus ibu hamil untuk bisa menopang kaki lebih nyaman. Ukuran alas kaki yang sempit akan memberi tekanan pada kaki yang bengkak.

3. Mencukupi kebutuhan air minum

Cara mengatasi kaki bengkak saat hamil berikut ini adalah yang paling mudah untuk dilakukan. Selain menghindari dehidrasi, kaki bengkak saat hamil ternyata bisa diatasi hanya dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Konsumsi banyak air dapat mengurangi kelebihan air di dalam tubuh.

4. Membatasi konsumsi garam

Saat hamil

Read the rest