Category Archives: indeks glikemik

6 Buahdengan Indeks Glikemik Rendah

DokterSehat.Com– Buah-buahan adalah salah satu jenis makanan yang dianggap paling baik bagi kesehatan. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan di dalamnya. Hanya saja, bagi penderita diabetes, mengonsumsi buah-buahan tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan gula alami di dalamnya.

Penderita diabetes sebaiknya memilih buah dengan indeks glikemik yang rendah

Setiap makanan yang kita konsumsi pasti akan memiliki indeks glikemik, termasuk buah-buahan. Sebagai informasi, indeks glikemik adalah skala yang ditujukan untuk mengukur seberapa cepat makanan ini diproses menjadi gula darah oleh tubuh. Semakin tinggi angka indeks glikemik, semakin mudah makanan ini diubah menjadi gula darah.

Memang, gula darah atau glukosa ini akan diubah menjadi energi, namun bagi penderita diabetes, kondisi kadar gula darah yang tinggi bisa jadi akan membahayakan.

Pakar kesehatan menyebut indeks glikemik yang dianggap rendah adalah yang kurang dari angka 50. Sementara itu, beberapa jenis makanan dengan indeks glikemik lebih dari 70 dianggap tinggi dan bisa membahayakan kondisi tubuh jika dikonsumsi dengan berlebihan, khususnya bagi penderita diabetes. Sayangnya, ada cukup banyak buah-buahan yang memiliki indeks glikemik yang tinggi atau sedang.

Buah-buahan dengan Indeks Glikemik Rendah

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa jenis buah-buahan yang memiliki indeks glikemik yang rendah. Buah-buahan ini tentu tidak akan menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang cepat pada penderita diabetes.

Berikut adalah buah-buahan tersebut.

  1. Buah apel

Apel memiliki nilai indeks glikemik hanya 39 sehingga tidak akan memicu lonjakan kadar gula darah dengan cepat. Selain itu, kandungan serat dan antioksidannya yang tinggi justru bisa membantu penderita diabetes tetap sehat.

  1. Jeruk

Jeruk hanya memiliki nilai indeks glikemik sebanyak 40. Sebagaimana buah dari keluarga sitrus pada umumnya, jeruk juga tinggi kandungan serat, vitamin C, dan antioksidan yang justru bisa membuat penderita diabetes menjadi semakin sehat.

  1. Buah pir

Buah pir yang menyegarkan ternyata memiliki nilai indeks glikemik hanya 38 atau

Read the rest

Makanan Panas Berbahaya bagi Penderita Diabetes?

Photo Credit: Flickr.com/BDRoth (Catchin’ up)

DokterSehat.Com– Penderita diabetes memang harus menjaga pola makannya sehari-hari demi menjaga kadar gula darahnya tetap seimbang. Mereka juga tidak boleh memilih makanan dengan sembarangan. Hanya saja, apakah benar jika mereka sebaiknya tidak mengonsumsi makanan panas? Berikut adalah fakta-faktanya.

Dampak mengonsumsi makanan panas bagi diabetes

Sebelum jauh membahas tentang dampak dari mengonsumsi makanan panas, sebaiknya kita memahami terlebih dahulu tentang indeks glikemik. Sebagai informasi, indeks glikemik menandakan makanan bisa memberikan pengaruh bagi kenaikan kadar gula darah.

Semakin tinggi indeks glilemik sebuah makanan, semakin cepat kadar gula darah naik setelah makanan ini dikonsumsi. Sebaliknya, indeks glikemik yang rendah tidak akan meningkatkan kadar gula darah dengan signifikan.

Selain jenis makanan, ada banyak hal lain yang bisa mempengaruhi indeks glikemik makanan. Sebagai contoh, pada sebagian makanan, suhu tinggi bisa membuat kadar gulanya naik. Nasi putih, misalnya, jika baru selesai ditanak atau masih dalam kondisi hangat karena disimpan di rice cooker, indeks glikemiknya cenderung tinggi. Sebaliknya, jika nasi sudah mendingin, indeks glikemiknya cenderung menurun dengan signifikan.

Selain nasi, wortel yang masih panas karena baru dimasak juga cenderung memiliki nilai indeks glikemik yang tinggi. Sebagai contoh, indeks glikemik wortel yang baru saja direbus ada di angka 50, jauh lebih tinggi dari nilai indeks glikemik aslinya yang hanya di angka 20. Hal ini berarti, wortel yang masih panas bisa membuat kenaikan kadar gula darah meningkat.

Contoh lainnya, sebuah penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam Journal of Diabetic Association pada 2005 silam menghasilkan fakta bahwa kentang mentah memiliki indeks glikemik yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan kentang yang sudah direbus, yakni 56 dibandingkan dengan 89.

Hal ini berarti, jika penderita diabetes sembarangan mengonsumsi olahan kentang, ada kemungkinan kadar gulanya akan naik dengan signifikan dan bisa meningkatkan risiko terkena komplikasi. Selain menunggu kentang mendingin terlebih dahulu, pakar kesehatan juga menyarankan mereka untuk membatasi

Read the rest