Category Archives: Gigi dan Mulut

10 Penyebab Gusi Bengkak & Cara Mengobatinya

DokterSehat.Com– Gusi adalah jaringan kokoh yang biasanya berwarna merah muda karena terdapat banyak pembuluh darah yang kecil dan rapat. Gusi berfungsi membungkus tulang rahang atas dan bawah, juga menempel pada bagian bawah gigi sehingga apa yang terjadi pada gigi bisa berdampak pada gusi. Salah satunya karang gigi yang menjadi penyebab gusi bengkak.

Gusi bengkak berarti terjadi peradangan atau inflamasi sehingga gusi berwarna lebih merah, menonjol, terkadang kekuningan karena adanya nanah. Gusi bengkak menjadi sensitif dan biasanya terasa sangat sakit bahkan terasa berdenyut seperti siap ‘meledak’, tidak jarang pula gusi bengkak mudah berdarah ketika menggosok gigi. Gusi yang membengkak juga dapat menjalar ke pipi wajah, sehingga wajahnya terlihat tidak simetris.

Penyebab Gusi Bengkak

Tidak hanya akibat penumpukan karang gigi, gusi bengkak juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi seperti yang dijelakan berikut ini:

1. Infeksi gigi

Infeksi yang disebabkan oleh jamur dan virus berpotensi menjadi penyebab gusi bengkak. Jika menderita herpes, ini dapat menyebabkan gingivostomatitis herpes akut, yang menyebabkan gusi bengkak.

Sariawan akibat pertumbuhan ragi berlebih yang muncul secara alami di mulut, juga dapat menyebabkan pembengkakan gusi. Kerusakan gigi yang tidak diobati dapat menyebabkan abses gigi –pembengkakan gusi.

Jika seorang mengindap herpes atau virus yang dapat menyebabkan gusi membengkak disebut dengan gejala herpes aku gingivostomatitis, sedangkan oral thrush merupakan infeksi pada gigi dari akibat pertumbuhan jamur alami di mulut. Hal ini yang menjadi penyebab gusi bengkak

2. Teknik menyikat gigi yang salah

Kita tahu bahwa kebersihan mulut yang buruk adalah penyebab gusi bengkak. Tetapi cara menyikat gigi yang salah, seperti menggosok gigi terlalu kasar, juga bisa menyebabkan pembengkakan.

Dalam upaya menjaga kebersihan gigi, Anda mungkin tertarik menyikat gigi sekuat yang Anda bisa. Ingat, gusi terbuat dari jaringan halus, jadi menyikat gigi dengan cara yang salah dapat merusak gusi Anda.

Baik Anda yang menggunakan sikat gigi manual atau elektrik, pilihlah sikat berbulu

Read the rest

10 Penyebab Sariawan, Jenis, dan Cara Mencegah

DokterSehat.Com – Sariawan adalah salah satu gangguan di mulut dan gusi yang paling sering terjadi. Kondisi ini muncul dalam bentuk luka di permukaan kulit di dalam rongga mulut gusi. Ukuran sariawan bisa besar atau kecil dan umumnya memiliki warna keputihan atau agak merah. Ketahui penyebab sariawan, jenis, hingga pencegahannya.

Penyebab sariawan yang sering muncul

Sariawan yang terjadi di mulut disebabkan oleh beberapa hal di bawah ini:

  • Luka minor yang terjadi saat Anda makan sesuatu yang terlalu kasar dan juga tajam.
  • Banyak menggunakan pasta gigi dengan kandungan sodium lauryl sulfate.
  • Sensitif dengan bahan makanan tertentu seperti kacang, buah, cabai. Kalau Anda sering merasakan gatal atau tidak nyaman. lebih baik menghentikan konsumsi makan itu.
  • Kekurangan nutrisi pada tubuh seperti vitamin C, B-12,seng dan zat besi.
  • Respons tubuh terhadap alergi. Kalau bersentuhan dengan alergen atau memakannya, luka akan terjadi dan akhirnya sariawan terjadi.
  • Mengalami stres yang berlebihan.
  • Terjadi perubahan hormon seperti saat menstruasi.
  • Tanda dari memiliki infeksi HIV/AIDS. Kalau ada sariawan aneh dan kondisi tubuh semakin menurun, segera periksakan diri.
  • Gangguan pada sistem imun tubuh. Dampaknya tubuh menyerang area di mulut dan terjadilah luka yang berwujud sariawan.
  • Penyakit yang memicu inflamasi di mulut.

Jenis sariawan yang terjadi di mulut

Secara umum ada tiga jenis sariawan yang dialami oleh banyak orang. Sariawan itu terdiri dari sariawan minor, mayor, dan herpetiform. Berikut beberapa karakteristik dari sariawan itu.

  1. Sariawan minor

Sariawan jenis minor ini umumnya memiliki ukuran yang kecil, bentuknya oval dengan bagian sisi yang luka berwarna merah. Sariawan ini terjadi pada banyak orang dan umumnya sembuh dengan sendirinya selama 1- 2 minggu atau bisa lebih cepat kalau ditangani dengan baik.

  1. Sariawan mayor

Sariawan jenis mayor umumnya memiliki ukuran yang jauh lebih besar. Karena ukurannya besar, kadang bentuknya jadi tidak membulat sempurna dan cenderung memiliki luka yang lebih dalam.

Sariawan ini juga sangat nyeri kalau disentuh.

Read the rest

10 Manfaat Sikat Gigi yang Jarang Anda Tahu!

DokterSehat.Com – Manfaat sikat gigi dapat membersihkan sisa makanan dan menyegarkan mulut. Dokter gigi pun menyarankan kita untuk menyikat gigi secara rutin setidaknya dua kali dalam sehari yakni pagi dan malam sebelum tidur. Waktu yang paling ideal untuk menyikat gigi ternyata setelah sarapan pagi. Sayangnya, cukup banyak orang yang justru tidak melakukannya karena sudah diburu oleh waktu atau memilih menyikat gigi saat mandi sebelum sarapan. Padahal, begitu banyak manfaat gosok gigi bagi kesehatan Anda.

Manfaat Sikat Gigi bagi Kesehatan

Menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur sangatlah penting untuk dilakukan, maka dari itu dapatkan manfaat gosok gigi berikut ini:

1. Memberihkan sisa makanan

Manfaat sikat gigi akan membersihkan berbagai sisa makanan yang tertinggal pada gigi setelah sarapan pagi. Jika kita tidak menyikat gigi, bakteri akan menggerogoti sisa makanan tersebut dan bisa mengubahnya menjadi asam yang tidak baik bagi kesehatan gigi.

2. Menghilangkan bau mulut

Banyak dari kita yang sarapan dengan makanan atau minuman yang manis sehingga tentu membuat bakteri bisa berkembang dengan cepat pada gigi bila kita tidak segera membersihkannya. Hal ini berarti, jika kita tidak menyikat gigi, ada kemungkinan kita justru bisa mengalami masalah bau mulut seharian yang tentu akan membuat kita tidak percaya diri.

Padahal manfaat sikat gigi setelah sarapan dapat menghilangkan bau mulut yang tidak sedap, dan ini akan membuat Anda percaya diri saat berbicara dengan seseorang.

Jika tidak menyikat gigi setelah sarapan pagi, akan ada cukup banyak sisa makanan yang masuk ke dalam mulut dalam waktu yang lama, mengingat kebanyakan orang baru akan menyikat giginya kembali saat mandi sore atau bahkan saat malam hari sebelum tidur.

3. Menurunkan risiko sakit gigi

Lamanya jeda antara waktu menyikat gigi ternyata bisa membuat kita mengalami perkembangbiakan bakteri yang sangat cepat di dalam mulut sehingga kita pun akan berisiko lebih besar terkena masalah kesehatan gigi.

Manfaat sikat gigi setelah sarapan,

Read the rest

Halitosis: Penyebab, Gejala, & Pengobatan

DokterSehat.com – Makanan tertentu, kondisi kesehatan dan kebiasaan sehari-hari menjadi penyebab bau mulu atau dalam bahasa kedokteran disebut halitosis. Pada banyak kasus, Anda dapat memperbaiki bau mulut dengan kebersihan gigi dan mulut yang tepat. Tapi, jika teknik perawatan diri sendiri secara sederhana tidak menyelesaikan masalah, Anda dapat menemui dokter gigi untuk meyakinkan apa ada kondisi yang lebih serius yang menyebabkan Anda terkena napas tak sedap.

Apa Itu Halitosis?

Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang biasa dialami orang dan dapat menyebabkan tekanan psikologis yang signifikan. Ada sejumlah penyebab halitosis dan penanganannya yang potensial yang tersedia. Siapa pun dapat mengalami bau mulut. Diperkirakan 1 dari 4 orang mengalami bau mulut secara teratur.

Halitosis adalah alasan paling sering ketiga bahwa orang mencari perawatan gigi, setelah mengalami kerusakan gigi dan penyakit gusi.

Perawatan rumahan yang sederhana dan perubahan gaya hidup, seperti meningkatkan kesehatan gigi dan berhenti merokok, biasanya dapat menghilangkan masalah tersebut. Namun, jika bau mulut terus berlanjut, disarankan periksakan diri ke dokter untuk mencari tahu penyebab yang mendasarinya.

Penyebab Halitosis

Bau mulut atau halitosis biasanya berasal dari dalam mulut. Penyebab napas bau tak sedap bermacam-macam, berikut adalah penyebab halitosis:

1. Makanan

Partikel makanan yang tersangkut di gigi dapat menyebabkan bau mulut. Beberapa makanan seperti bawang merah dan bawang putih juga bisa menjadi penyebab halitosis atau bau mulut. Setelah dicerna, produk pemecahannya dibawa dalam darah ke paru-paru di mana ini dapat memengaruhi napas.

2. Mulut kering

Air liur secara alami dapat membersihkan mulut. Jika mulut secara alami kering karena penyakit tertentu, seperti xerostomia, bau dapat menumpuk.

3. Kebersihan gigi

Menyikat gigi dan membersihkan gigi dengan benang memastikan sisa makanan yang yang tersangkut di gigi dapat menumpuk dan perlahan terurai, yang menyebabkan bau.

Bakteri yang disebut plak menumpuk jika tidak menyikat gigi secara teratur. Plak ini dapat mengiritasi gusi dan menyebabkan peradangan di

Read the rest

Periodontitis: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Pengobatan

DokterSehat.Com – Apa itu periodontitis? Periodontitis adalah infeksi atau peradangan gusi yang menyebabkan penghancuran jaringan lunak dan tulang pendukung gigi. Periodontitis dapat menyebabkan kegoyahan gigi atau kehilangan gigi.

Penyebab Periodontitis

Periodontitis bermula dari adanya plak pada gigi. Plak merupakan lapisan film lengket yang mengandung bakteri. Plak pada gigi merupakan sisa makanan yang mengandung pati dan gula yang akan berinteraksi dengan bakteri di dalam mulut.

Plak yang tertinggal di gigi lebih lama dari 2 atau 3 hari dapat mengeras di bawah garis gusi menjadi karang gigi (kalkulus). Tidak seperti plak, kalkulus lebih sulit dibersihkan dengan menyikat gigi.

Kalkulus sendiri dapat menjadi reservoir untuk bakteri. Penghilangan kalkulus dapat dilakukan dengan scaling yang dapat dilakukan oleh dokter gigi. Scaling merupakan tindakan untuk penghilangan karang gigi (kalkulus).

Selain itu, plak dan karang gigi yang menempel lama pada gigi akan menyebabkan kerusakan yang semakin parah. Awalnya, plak dan kalkulus hanya dapat mengiritasi gusi (gingiva), kondisi ini dikenal dengan gingivitis. Gingivitis merupakan bentuk paling ringan dari penyakit periodontal.

Akan tetapi, peradangan yang berlangsung lama pada akhirnya menyebabkan terbentuknya kantong di antara gusi dan gigi yang mengandung plak, kalkulus, dan bakteri. Lama-kelamaan peradangan tersebut terus berlangsung dan berkembang hingga ke bawah jaringan gusi.

Infeksi yang terjadi ini menyebabkan kerusakan serta kehilangan jaringan dan tulang pendukung gigi. Jika terlalu banyak tulang pendukung gigi yang hancur, gigi dapat goyah dan kemudian dapat tanggal.

Jenis Periodontitis

Terdapat dua jenis periodontitis yaitu periodontitis kronis dan dan periodontitis agresif.

  • Periodontitis kronis. Radang gusi kronis ini merupakan jenis yang paling umum terjadi. Periodontitis kronis sering memengaruhi sebagian besar orang dewasa, meskipun pada anak-anak juga mungkin terjadi.
  • Periodontitis agresif. Gangguan gusi ini biasanya dimulai pada masa anak-anak atau dewasa awal.

Gejala Periodontitis

Meski periodontitis sering dianggap penyakit yang sepele, terdapat beberapa gejala dari penyakit gusi yang harus Anda waspadai. Berikut ini adalah beberapa gejala

Read the rest