Category Archives: Gigi dan Mulut

Halitosis: Penyebab, Gejala, & Pengobatan

DokterSehat.com – Makanan tertentu, kondisi kesehatan dan kebiasaan sehari-hari menjadi penyebab bau mulu atau dalam bahasa kedokteran disebut halitosis. Pada banyak kasus, Anda dapat memperbaiki bau mulut dengan kebersihan gigi dan mulut yang tepat. Tapi, jika teknik perawatan diri sendiri secara sederhana tidak menyelesaikan masalah, Anda dapat menemui dokter gigi untuk meyakinkan apa ada kondisi yang lebih serius yang menyebabkan Anda terkena napas tak sedap.

Apa Itu Halitosis?

Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang biasa dialami orang dan dapat menyebabkan tekanan psikologis yang signifikan. Ada sejumlah penyebab halitosis dan penanganannya yang potensial yang tersedia. Siapa pun dapat mengalami bau mulut. Diperkirakan 1 dari 4 orang mengalami bau mulut secara teratur.

Halitosis adalah alasan paling sering ketiga bahwa orang mencari perawatan gigi, setelah mengalami kerusakan gigi dan penyakit gusi.

Perawatan rumahan yang sederhana dan perubahan gaya hidup, seperti meningkatkan kesehatan gigi dan berhenti merokok, biasanya dapat menghilangkan masalah tersebut. Namun, jika bau mulut terus berlanjut, disarankan periksakan diri ke dokter untuk mencari tahu penyebab yang mendasarinya.

Penyebab Halitosis

Bau mulut atau halitosis biasanya berasal dari dalam mulut. Penyebab napas bau tak sedap bermacam-macam, berikut adalah penyebab halitosis:

1. Makanan

Partikel makanan yang tersangkut di gigi dapat menyebabkan bau mulut. Beberapa makanan seperti bawang merah dan bawang putih juga bisa menjadi penyebab halitosis atau bau mulut. Setelah dicerna, produk pemecahannya dibawa dalam darah ke paru-paru di mana ini dapat memengaruhi napas.

2. Mulut kering

Air liur secara alami dapat membersihkan mulut. Jika mulut secara alami kering karena penyakit tertentu, seperti xerostomia, bau dapat menumpuk.

3. Kebersihan gigi

Menyikat gigi dan membersihkan gigi dengan benang memastikan sisa makanan yang yang tersangkut di gigi dapat menumpuk dan perlahan terurai, yang menyebabkan bau.

Bakteri yang disebut plak menumpuk jika tidak menyikat gigi secara teratur. Plak ini dapat mengiritasi gusi dan menyebabkan peradangan di

Read the rest

Periodontitis: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Pengobatan

DokterSehat.Com – Apa itu periodontitis? Periodontitis adalah infeksi atau peradangan gusi yang menyebabkan penghancuran jaringan lunak dan tulang pendukung gigi. Periodontitis dapat menyebabkan kegoyahan gigi atau kehilangan gigi.

Penyebab Periodontitis

Periodontitis bermula dari adanya plak pada gigi. Plak merupakan lapisan film lengket yang mengandung bakteri. Plak pada gigi merupakan sisa makanan yang mengandung pati dan gula yang akan berinteraksi dengan bakteri di dalam mulut.

Plak yang tertinggal di gigi lebih lama dari 2 atau 3 hari dapat mengeras di bawah garis gusi menjadi karang gigi (kalkulus). Tidak seperti plak, kalkulus lebih sulit dibersihkan dengan menyikat gigi.

Kalkulus sendiri dapat menjadi reservoir untuk bakteri. Penghilangan kalkulus dapat dilakukan dengan scaling yang dapat dilakukan oleh dokter gigi. Scaling merupakan tindakan untuk penghilangan karang gigi (kalkulus).

Selain itu, plak dan karang gigi yang menempel lama pada gigi akan menyebabkan kerusakan yang semakin parah. Awalnya, plak dan kalkulus hanya dapat mengiritasi gusi (gingiva), kondisi ini dikenal dengan gingivitis. Gingivitis merupakan bentuk paling ringan dari penyakit periodontal.

Akan tetapi, peradangan yang berlangsung lama pada akhirnya menyebabkan terbentuknya kantong di antara gusi dan gigi yang mengandung plak, kalkulus, dan bakteri. Lama-kelamaan peradangan tersebut terus berlangsung dan berkembang hingga ke bawah jaringan gusi.

Infeksi yang terjadi ini menyebabkan kerusakan serta kehilangan jaringan dan tulang pendukung gigi. Jika terlalu banyak tulang pendukung gigi yang hancur, gigi dapat goyah dan kemudian dapat tanggal.

Jenis Periodontitis

Terdapat dua jenis periodontitis yaitu periodontitis kronis dan dan periodontitis agresif.

  • Periodontitis kronis. Radang gusi kronis ini merupakan jenis yang paling umum terjadi. Periodontitis kronis sering memengaruhi sebagian besar orang dewasa, meskipun pada anak-anak juga mungkin terjadi.
  • Periodontitis agresif. Gangguan gusi ini biasanya dimulai pada masa anak-anak atau dewasa awal.

Gejala Periodontitis

Meski periodontitis sering dianggap penyakit yang sepele, terdapat beberapa gejala dari penyakit gusi yang harus Anda waspadai. Berikut ini adalah beberapa gejala

Read the rest

10 Jenis Penyakit Lidah (Awas! Bisa Jadi Kanker)

DokterSehat.Com – Lidah adalah satu dari panca indera yang memiliki peran penting. Pasalnya, organ tubuh yang satu inilah yang mebuat kita bisa berbicara, pun sejumlah fungsi lainnya seperti mengecap rasa, mengunyah, dan menelan makanan. Masalahnya, lidah adalah organ yang juga tak lepas dari serangan berbagai penyakit, dari mulai penyakit ringan hingga serius sekalipun. Apa saja macam-macam penyakit lidah?

Apa Gejala Penyakit Lidah?

Sakit lidah dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari yang sifatnya genetik hingga gaya hidup si penderitanya, sebut saja kebiasaan merokok dan mengonsumsi kopi atau alkohol. Mengetahui penyebab sakit lidah sendiri bisa dengan melihat gejala yang muncul, yaitu:

1. Tekstur Lidah Berubah

Apabila terjadi perubahan pada tekstur lidah, yakni timbul bulu pada lidah, maka penyebab penyakit lidah yang satu ini lebih dikarenakan adanya penggunaan obat antibiotik atau obat kumur. Kebiasaan seperti mengonsumsi kopi dan rokok disebut juga berperan dalam merubah struktur lidah.

Tubuh yang terpapar radiasi, utamanya di bagian kepala dan leher adalah penyebab perubahan tekstur lidah selanjutnya yang paling umum terjadi.

2. Warna Lidah Berubah

Pada kondisi sehat, lidah memiliki warna pink cenderung kemerahan.

Apabila warna lidah berubah menjadi lebih terang atau pucat, hal ini umumnya menunjukkan kurangnya asupan sejumlah zat seperti zat besi, asam folat, dan vitamin B12. Atau, penyakit pada lidah ini oleh karena adanya sisa-sisa makanan yang tidak dibersihkan dengan baik, hingga konsumsi rokok dan alkohol.

Pada kasus di mana warna lidah berubah menjadi kehitaman, hal ini lebih disebabkan oleh faktor-faktor seperti rokok, antibiotik, dan kemoterapi. Sementara lidah yang berubah warna menjadi merah menunjukkan adanya suatu penyakit seperti demam scarlet dan penyakit Kawasaki, pun kurangnya vitamin di dalam tubuh.

3. Pembengkakan Pada Lidah

Penyakit lidah berupa lidah yang mengalami pembengkakan umumnya menjadi pertanda dari sejumlah penyakit yang bisa dikategorikan sebagai penyakit sedang hingga serius, seperti:

  • Radang tenggorokan
  • Alergi
  • Anemia
  • Down syndrome
  • Leukimia
  • Kanker lidah

Kondisi

Read the rest