Category Archives: Hidup Sehat

Implan Gigi atau Gigi Palsu, Mana yang Efektif?

DokterSehat.Com– Gigi tanggal di usia muda maupun orang tua yang sudah masanya gigi tanggal, yang mungkin memerlukan gigi palsu untuk memudahkan mengunyah makanan atau untuk penampilan. Banyak orang menggunakan gigi palsu untuk menggantikan gigi yang tanggal atau ompong. Namun, tahukah Anda bahwa ada perawatan gigi lain yang bisa diterapkan yaitu implan gigi. Apa perbedaannya?

Apa Apa Itu Implan Gigi dan Gigi Palsu

Implan gigi adalah prosedur untuk mengganti akar gigi dengan logam, seperti sekrup yang mengganti gigi rusak atau hilang dengan gigi tiruan yang berfungsi seperti gigi asli. Operasi implan gigi adalah alternatif dari pemasangan gigi palsu dan menjadi pilihan ketika kurangnya akar gigi alami yang tidak memungkinkan memasang gigi palsu.

Sementara gigi palsu adalah adalah gigi pengganti yang bisa dilepas-pasang. Gigi palsu ada dua jenis Tersedia dua jenis, yakni gigi palsu lengkap dan sebagian. Gigi palsu lengkap digunakan ketika semua gigi hilang, sedangkan gigi palsu sebagian digunakan ketika beberapa gigi alami tersisa.

Prosedur Implan Gigi

Seluruh proses implan gigi bisa memakan waktu berbulan-bulan dari awal hingga selesai. Sebagian besar waktu khusus untuk penyembuhan dan menunggu pertumbuhan tulang baru di rahang. Tergantung kondisi gigi, prosedur khusus yang dilakukan atau bahan yang digunakan, dan berikut ini prosedur implan gigi:

1. Evaluasi Awal

Karena beberapa prosedur bedah diperlukan untuk implan gigi, dokter gigi atau ahli bedah mulut akan melakukan evaluasi penuh dan menyeluruh:

  • Dipalukan sinar-X dan model gigi untuk memastikan tanam gigi akan cocok dengan gigi alami Anda.
  • Kondisi tulang rahang akan diperiksa sehubungan dengan berapa banyak gigi yang akan diganti dengan implan gigi. Proses perencanaan ini dapat melibatkan beberapa jenis spesialis gigi (termasuk ahli bedah maksilofasial dan periodontis).
  • Dokter gigi juga akan memeriksa kondisi medis dan obat apa pun yang sedang Anda gunakan, termasuk obat bebas atau obat dari apotek. Apakah Anda memiliki kondisi jantung atau implan ortopedi? Jika demikian,
Read the rest

Alternate Day Fasting: Metode dan Manfaatnyah

DokterSehat.Com – Ada banyak sekali metode atau cara diet dengan konsep puasa atau pembatasan waktu makan. Salah satu yang terkenal adalah intermittent fasting. Pola makan dengan intermittent fasting biasanya dibatasi 16 jam puasa dan 8 jam waktu makan dengan menu yang bebas asal tetap sesuai dengan kalori yang dibutuhkan tubuh.

Apa Itu Alternate Day Fasting?

Kalau intermittent fasting dilakukan seperti puasa pada umumnya, tidak makan selama 16 jam dan makan selama 8 jam saja. Waktu makannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Namun, secara umum berada di atas pukul 12.00 siang.

Alternate Day Fasting hampir sama dengan intermittent fasting. Yang membedakan hanyalah waktu puasanya saja. Kalau Anda melakukan Alternate Day Fasting, waktu puasanya satu hari penuh atau beberapa orang ada yang sampai 36 jam.

Dalam satu hari penuh Anda tidak makan apa-apa, hanya boleh minum air putih atau minuman lain yang tidak memiliki kalori. Selanjutnya hari berikutnya baru boleh mengonsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan atau sampai cukup.

Beberapa modifikasi dari Alternate Day Fasting masih memperbolehkan mengonsumsi makanan di bawah 500 kalori pada hari puasa. Namun, kalau bisa tidak makan apa pun selama hari puasa akan jauh lebih baik lagi.

Alternate Day Fasting dan Penurunan Berat Badan

Kalau saat ini Anda sedang berusaha untuk menurunkan berat badan, Alternate Day Fasting bisa digunakan sebagai salah satu alternatif yang tepat. Pembatasan kalori harian membuat lemak di tubuh turun perlahan-lahan.

Dari studi yang pernah dilakukan, seseorang yang melakukan Alternate Day Fasting selama kurang lebih 2-12 minggu mampu menurunkan berat badannya sampai 3-8% dari total berat badan yang dimiliki saat memulai diet.

Alternate Day Fasting juga bisa menurunkan lemak di perut yang selama ini sulit sekali diatasi. Lebih lanjut, dari studi yang dilakukan pada tahun 2016, diet jenis ini menurunkan lemak di tubuh dan menjaga massa otot.

Kalau Anda bisa melakukan diet dengan baik dan disertai dengan

Read the rest

11 Ciri-Ciri Bayi Tumbuh Gigi (Bunda Wajib Baca!)

Photo Source: Sky News

DokterSehat.Com– Ketika gigi pertama bayi tumbuh, Bunda pasti senang melihat pertumbuhannya. Namun, ciri-ciri bayi tumbuh gigi ini menimbulkan ketidaknyamanan pada bayi, bahkan pada Bunda yang mungkin khawatir akan kondisi tersebut. Oleh karena itu Bunda bisa melakukan sesuatu untuk mengurangi rasa tidak nyamannya. Nah, di bawah ini dijelaskan tentang di usia berapa bayi tumbuh gigi, tanda-tanda bayi tumbuh gigi, dan cara menenangkan bayi tumbuh gigi.

Umur Berapa Bayi Tumbuh Gigi?

Sebagian besar bayi tumbuh gigi pertamanya sekitar usia 6 bulan, gigi kecil tampak seputih mutiara. Bahkan, beberapa gigi pertama bayi muncul pada usia tiga bulan, sementara yang lain tidak belum tumbuh gigi sampai setelah usia satu tahun.

Gigi bayi yang pertama tumbuh adalah gigi depan bawah. Kemudian gigi depan atas akan tumbuh 1-2 bulan setelah gigi depan bawah. Hingga pada usia 3 tahun normalnya anak-anak memiliki 20 gigi pertama (gigi primer).

Sebagian besar para ahli anak mengatakan tumbuh gigi tidak menyebabkan demam ataupun demam tinggi pada bayi. Kalau pun bayi mengalami demam, maka temperatur yang terjadi masih dalam tingkat rendah dan biasanya terjadi pada saat gigi tersebut muncul. Tapi jika bayi mengalami demam saat tumbuh gigi, kemungkinan hal tersebut hanya kebetulan saja atau ada kondisi lain yang menyebabkan anak demam.

Proses tumbuh gigi ini relatif tidak menimbulkan rasa sakit pada bayi, tapi jika disertai dengan timbulnya gejala rasa nyeri atau pembengkakan pada gusi biasanya akan terjadi 3-5 hari sebelum gigi pertama muncul.

Ciri-Ciri Bayi Tumbuh Gigi

Bunda, guna mengatasi ketidaknyamanan bayi tumbuh gigi, berikut ini ciri-ciri bayi tumbuh gigi yang perlu dikenali:

1. Sering Ngiler

Ciri-ciri bayi tumbuh gigi yang mudah dikenali adalah air liur yang keluar begitu banyak dari mulut bayi. Tumbuhnya gigi pada bayi biasanya dapat merangsang air liur dan saluran air pada mulut bayi. Hal ini akan terjadi pada saat bayi berusia

Read the rest

16 Obat Sakit Gigi Paling Ampuh (Medis & Alami)

DokterSehat.Com – Dari sekian banyak rasa sakit yang kerap dialami, sakit gigi adalah salah satu jenis sakit yang cukup mengganggu. Selain bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, sakit gigi yang tidak mendapatkan penanganan serius bisa mengganggu kesehatan rongga mulut secara keseluruhan. Agar rasa sakit yang dirasakan tidak berlarut-larut, terdapat berbagai obat sakit gigi yang bisa digunakan, mulai dari medis hingga yang alami. Simak cara mengobati sakit gigi selengkapnya di bawah ini.

Cara Mengobati Sakit Gigi

Mengalami sakit gigi memang tidak pernah menyenangkan. Rasa nyeri yang sungguh menyiksa mulai dari gigi, gusi, pipi, hingga kepala, ditambah nafsu makan yang menurun drastis, semuanya harus Anda rasakan selama sakit gigi belum sembuh.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena sakit gigi pada dasarnya bukan penyakit yang berbahaya dan bisa segera diatasi dengan mengonsumsi sejumlah obat sakit gigi yang bisa Anda dapatkan di apotek, atau bisa juga menggunakan obat sakit gigi alami.

Obat Sakit Gigi Medis

Manakala Anda mengalami sakit gigi, ada sejumlah jenis obat sakit gigi yang bisa dikonsumsi untuk meredakan sakit gigi yang diderita. Obat-obatan ini dapat Anda jumpai di apotek, namun ada baiknya konsultasikan dengan dokter gigi terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya.

Berikut daftar obat sakit gigi yang perlu Anda ketahui, di antaranya:

1. Naproxen

Naproxen adalah salah satu obat sakit gigi paling ampuh berbentuk kaplet yang umum digunakan untuk meredakan gigi sakit akibat adanya lubang pada gigi. Anda dapat menemukan obat jenis Naproxen ini di apotek-apotek terdekat.

Perlu diperhatikan, Naproxen memiliki sejumlah efek samping atas pemakaiannya, seperti:

  • Perut mulas.
  • Perut kembung.
  • Diare.
  • Gangguan penglihatan.

Oleh sebab itu, sebelum memutuskan untuk menggunakan obat Naproxen untuk meredakan sakit gigi, mintalah resep dari dokter terlebih dahulu agar tidak salah dosis.

2. Acetaminophen

Obat sakit gigi lainnya adalah Acetaminophen. Ini adalah obat golongan  NSAID yang juga dipercaya ampuh mengatasi rasa sakit akibat gigi berlubang. Obat penghilang rasa sakit

Read the rest

Lidah Hitam: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi

DokterSehat.Com – Terkejut melihat lidah Anda tiba-tiba berubah warna menjadi hitam dan bahkan disertai dengan bulu? Kondisi ini tentu saja bukannya tanpa alasan. Lidah hitam yang Anda alami menjadi pertanda ada yang tidak beres dengan indera perasa tersebut sehingga perlu segera diketahui penyebabnya agar bisa diatasi. Lantas, apa penyebab lidah hitam? Bagaimana cara mengobati lidah hitam?

Penyebab Lidah Hitam, Kok Bisa?

Pada kondisi normal, lidah berwarna merah muda dengan disertai bintik-bintik di permukaannya yang disebut sebagai papila. Akan tetapi, sejumlah faktor menyebabkan lidah mengalami perubahan warna menjadi hitam gelap, dan tampak seperti ditumbuhi bulu walaupun sebenarnya bukan bulu.

Perubahan warna pada lidah pada umumnya dikarenakan sel-sel kulit mati pada papila menumpuk dan memanjang (bisa 15 kali lebih panjang dari ukuran normal). Kondisi ini membuat papilla terpapar bakteri maupun zat-zat tertentu. Paparan kedua hal tersebutlah yang menyebabkan lidah berganti warna menjadi hitam atau pada beberapa kasus, warnanya menjadi kuning, hijau, dan lainnya.

Berikut ini adalah penyebab lidah hitam yang perlu Anda ketahui

1. Tidak Menjaga Kebersihan Lidah dan Mulut

Seperti yang sudah disampaikan, penyebab lidah hitam adalah bakteri. Adanya bakteri pada lidah sangat erat kaitannya dengan kebersihan lidah maupun mulut secara keseluruhan.

Jika Anda malas membersihkan lidah, jangan heran jika tiba-tiba mendapati lidah berwarna hitam. Pasalnya, lidah yang jarang dibersihkan membuat sel-sel kulit mati pada papila menumpuk dan ujung-ujungnya menjadi “tempat tinggal” bagi bakteri yang menyebabkan lidah berwarna hitam.

Oleh sebab itu, jaga selalu kebersihan mulut, gigi, dan lidah Anda agar terhindar dari kondisi lidah berwarna hitam ini.

2. Produksi Air Liur Sedikit

Produksi air liur yang sedikit juga menjadi penyebab lidah hitam yang harus Anda perhatikan.

Air liur sangat dibutuhkan untuk mengusir bakteri yang ada di dalam mulut (termasuk lidah) sekaligus membersihkan sisa-sisa sel kulit mati pada papila lidah. Akibat produksi liur yang kurang, bakteri dan sel kulit mati akan

Read the rest