Category Archives: Hidup Sehat

10 Mitos Penurunan BB yang Masih Dipercaya

DokterSehat.Com – Bagi beberapa orang, menurunkan berat badan dan memiliki bentuk badan yang ideal bukan pekerjaan yang sulit. Namun, tidak sedikit yang sulit menurunkan berat badan. Melakukan diet pun kerap mengalami kegagalan dan berat badan kembali seperti semula. Akhirnya, mereka yang sering gagal menurunkan berat badan mencari informasi yang salah dan ternyata itu hanya mitos.

Mitos yang salah tentang penurunan berat badan

Mitos tentang penurunan berat badan ada banyak dan sering bermunculan di luaran sana. Kalau kita tidak bisa memilah dan melihat mana saja yang sesuai dan hanya mitos belakang, kita bisa mudah percaya. Berikut beberapa mitos tentang penurunan berat badan yang harus kita luruskan.

  1. Semua kalori sama

Semua makanan yang masuk memang akan menghasilkan kalori yang digunakan oleh tubuh. Namun, setiap makanan memiliki kekhasan sendiri-sendiri. Ada makanan yang tidak memberikan efek samping, tapi ada juga yang memberikan efek samping itu seperti kenaikan gula darah.

Perhatikan apa yang Anda makanan. Jangan asal makan kalau akhirnya membuat kondisi kesehatan jadi menurun. Misal Anda makan terlalu banyak karbohidrat sederhana atau gula padahal sedang memiliki diabetes. Tanda dari penyakit itu bisa muncul lagi dan membuat tubuh tidak nyaman.

  1. Penurunan berat badan terjadi cepat

Komposisi tubuh berbeda-beda antar individu. Ada yang memiliki komposisi lemak lebih banyak dan ada yang otot. Selain itu ada kadar air juga di dalam tubuh. Penurunan berat badan biasanya terjadi berkala mulai dari massa air lalu ke lemak yang ada di tubuh. Lemak paling susah diturunkan apalagi di area perut.

  1. Suplemen pasti membantu penurunan BB

Penurunan berat badan bisa dilakukan dengan mengonsumsi suplemen tertentu, misal suplemen untuk membantu menaikkan metabolisme. Sebagian besar suplemen untuk fungsi ini justru tidak efektif sama sekali. Jadi, jangan mengandalkan suplemen kalau masih jarang olahraga dan makan tidak dijaga.

  1. Asal punya niat pasti bisa kurus

Banyak yang bilang kalau orang yang obesitas sulit kurus karena tidak

Read the rest

Halitosis: Penyebab, Gejala, & Pengobatan

DokterSehat.com – Makanan tertentu, kondisi kesehatan dan kebiasaan sehari-hari menjadi penyebab bau mulu atau dalam bahasa kedokteran disebut halitosis. Pada banyak kasus, Anda dapat memperbaiki bau mulut dengan kebersihan gigi dan mulut yang tepat. Tapi, jika teknik perawatan diri sendiri secara sederhana tidak menyelesaikan masalah, Anda dapat menemui dokter gigi untuk meyakinkan apa ada kondisi yang lebih serius yang menyebabkan Anda terkena napas tak sedap.

Apa Itu Halitosis?

Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang biasa dialami orang dan dapat menyebabkan tekanan psikologis yang signifikan. Ada sejumlah penyebab halitosis dan penanganannya yang potensial yang tersedia. Siapa pun dapat mengalami bau mulut. Diperkirakan 1 dari 4 orang mengalami bau mulut secara teratur.

Halitosis adalah alasan paling sering ketiga bahwa orang mencari perawatan gigi, setelah mengalami kerusakan gigi dan penyakit gusi.

Perawatan rumahan yang sederhana dan perubahan gaya hidup, seperti meningkatkan kesehatan gigi dan berhenti merokok, biasanya dapat menghilangkan masalah tersebut. Namun, jika bau mulut terus berlanjut, disarankan periksakan diri ke dokter untuk mencari tahu penyebab yang mendasarinya.

Penyebab Halitosis

Bau mulut atau halitosis biasanya berasal dari dalam mulut. Penyebab napas bau tak sedap bermacam-macam, berikut adalah penyebab halitosis:

1. Makanan

Partikel makanan yang tersangkut di gigi dapat menyebabkan bau mulut. Beberapa makanan seperti bawang merah dan bawang putih juga bisa menjadi penyebab halitosis atau bau mulut. Setelah dicerna, produk pemecahannya dibawa dalam darah ke paru-paru di mana ini dapat memengaruhi napas.

2. Mulut kering

Air liur secara alami dapat membersihkan mulut. Jika mulut secara alami kering karena penyakit tertentu, seperti xerostomia, bau dapat menumpuk.

3. Kebersihan gigi

Menyikat gigi dan membersihkan gigi dengan benang memastikan sisa makanan yang yang tersangkut di gigi dapat menumpuk dan perlahan terurai, yang menyebabkan bau.

Bakteri yang disebut plak menumpuk jika tidak menyikat gigi secara teratur. Plak ini dapat mengiritasi gusi dan menyebabkan peradangan di

Read the rest

Periodontitis: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Pengobatan

DokterSehat.Com – Apa itu periodontitis? Periodontitis adalah infeksi atau peradangan gusi yang menyebabkan penghancuran jaringan lunak dan tulang pendukung gigi. Periodontitis dapat menyebabkan kegoyahan gigi atau kehilangan gigi.

Penyebab Periodontitis

Periodontitis bermula dari adanya plak pada gigi. Plak merupakan lapisan film lengket yang mengandung bakteri. Plak pada gigi merupakan sisa makanan yang mengandung pati dan gula yang akan berinteraksi dengan bakteri di dalam mulut.

Plak yang tertinggal di gigi lebih lama dari 2 atau 3 hari dapat mengeras di bawah garis gusi menjadi karang gigi (kalkulus). Tidak seperti plak, kalkulus lebih sulit dibersihkan dengan menyikat gigi.

Kalkulus sendiri dapat menjadi reservoir untuk bakteri. Penghilangan kalkulus dapat dilakukan dengan scaling yang dapat dilakukan oleh dokter gigi. Scaling merupakan tindakan untuk penghilangan karang gigi (kalkulus).

Selain itu, plak dan karang gigi yang menempel lama pada gigi akan menyebabkan kerusakan yang semakin parah. Awalnya, plak dan kalkulus hanya dapat mengiritasi gusi (gingiva), kondisi ini dikenal dengan gingivitis. Gingivitis merupakan bentuk paling ringan dari penyakit periodontal.

Akan tetapi, peradangan yang berlangsung lama pada akhirnya menyebabkan terbentuknya kantong di antara gusi dan gigi yang mengandung plak, kalkulus, dan bakteri. Lama-kelamaan peradangan tersebut terus berlangsung dan berkembang hingga ke bawah jaringan gusi.

Infeksi yang terjadi ini menyebabkan kerusakan serta kehilangan jaringan dan tulang pendukung gigi. Jika terlalu banyak tulang pendukung gigi yang hancur, gigi dapat goyah dan kemudian dapat tanggal.

Jenis Periodontitis

Terdapat dua jenis periodontitis yaitu periodontitis kronis dan dan periodontitis agresif.

  • Periodontitis kronis. Radang gusi kronis ini merupakan jenis yang paling umum terjadi. Periodontitis kronis sering memengaruhi sebagian besar orang dewasa, meskipun pada anak-anak juga mungkin terjadi.
  • Periodontitis agresif. Gangguan gusi ini biasanya dimulai pada masa anak-anak atau dewasa awal.

Gejala Periodontitis

Meski periodontitis sering dianggap penyakit yang sepele, terdapat beberapa gejala dari penyakit gusi yang harus Anda waspadai. Berikut ini adalah beberapa gejala

Read the rest

Diet Tanpa Karbohidrat: Metode, Manfaat, Efek Samping, dll

DokterSehat.Com – Salah satu jenis diet yang paling banyak dilakukan oleh masyarakat saat ini adalah diet dengan mengurangi karbohidrat atau low-carb. Diet ini dilakukan untuk membuat Anda jadi lebih sehat dan mengurangi berat badan yang terlalu berlebihan. Singkatnya, kita hanya mengurangi nasi, sesuatu yang manis, dan juga apa saja yang mengandung tepung. Lalu bagaimana kalau karbohidrat tidak dimakan sama sekali?

Mengenal diet tanpa karbohidrat

Kalau melakukan diet dengan jenis low carb kita masih bisa mengonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat yang cukup besar asal masih ada batasannya Batas itu sekitar 50 gram per hari. Kalau Anda bisa makan sekitar itu, diet tidak akan menyalahi protokolnya dan bisa berjalan dengan lancar.

Hampir sama dengan diet rendah karbohidrat, diet ini juga membatasi karbohidrat, tapi lebih kecil lagi. Kalau tidak ada karbohidrat akan lebih baik. Biasanya makanan dengan kandungan karbohidrat rendah dan memiliki serat tinggi masih dibutuhkan karena bisa mengganjal perut dan mengurangi rasa lapar lebih banyak.

Diet tanpa karbohidrat hanya mengonsumsi sumber dari protein dan juga lemak saja. Dua sumber ini harus lebih banyak dan lemak bisa dikonsumsi hingga 70% dari total kalori yang masuk ke dalam tubuh. Anda boleh melakukan defisit kalori atau tidak sama sekali. Kalau tidak ada defisit, berarti olahraga harus dilakukan.

Oh ya, karena karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh awalnya sumber kalori utama, kalau kita mendadak menghentikannya bisa menyebabkan masalah yang besar. Beberapa orang akan mengalami lemas berlebihan dan craving carb atau memiliki rasa ingin makan nasi dan yang manis terlalu besar. Fase ini biasanya terjadi selama 2 minggu lalu tubuh akan menyesuaikan diri.

Cara mengikuti diet tanpa karbohidrat

Sebenarnya aturan main dari diet tanpa karbohidrat ini sangat sederhana. Anda harus menghindari konsumsi karbohidrat setiap harinya. Kalau bisa tidak ada asupan karbohidrat sama sekali dan hanya berupa serat saja. Namun, pada awal pelaksanaan Anda akan kesulitan. Oleh karena

Read the rest

10 Jenis Penyakit Lidah (Awas! Bisa Jadi Kanker)

DokterSehat.Com – Lidah adalah satu dari panca indera yang memiliki peran penting. Pasalnya, organ tubuh yang satu inilah yang mebuat kita bisa berbicara, pun sejumlah fungsi lainnya seperti mengecap rasa, mengunyah, dan menelan makanan. Masalahnya, lidah adalah organ yang juga tak lepas dari serangan berbagai penyakit, dari mulai penyakit ringan hingga serius sekalipun. Apa saja macam-macam penyakit lidah?

Apa Gejala Penyakit Lidah?

Sakit lidah dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari yang sifatnya genetik hingga gaya hidup si penderitanya, sebut saja kebiasaan merokok dan mengonsumsi kopi atau alkohol. Mengetahui penyebab sakit lidah sendiri bisa dengan melihat gejala yang muncul, yaitu:

1. Tekstur Lidah Berubah

Apabila terjadi perubahan pada tekstur lidah, yakni timbul bulu pada lidah, maka penyebab penyakit lidah yang satu ini lebih dikarenakan adanya penggunaan obat antibiotik atau obat kumur. Kebiasaan seperti mengonsumsi kopi dan rokok disebut juga berperan dalam merubah struktur lidah.

Tubuh yang terpapar radiasi, utamanya di bagian kepala dan leher adalah penyebab perubahan tekstur lidah selanjutnya yang paling umum terjadi.

2. Warna Lidah Berubah

Pada kondisi sehat, lidah memiliki warna pink cenderung kemerahan.

Apabila warna lidah berubah menjadi lebih terang atau pucat, hal ini umumnya menunjukkan kurangnya asupan sejumlah zat seperti zat besi, asam folat, dan vitamin B12. Atau, penyakit pada lidah ini oleh karena adanya sisa-sisa makanan yang tidak dibersihkan dengan baik, hingga konsumsi rokok dan alkohol.

Pada kasus di mana warna lidah berubah menjadi kehitaman, hal ini lebih disebabkan oleh faktor-faktor seperti rokok, antibiotik, dan kemoterapi. Sementara lidah yang berubah warna menjadi merah menunjukkan adanya suatu penyakit seperti demam scarlet dan penyakit Kawasaki, pun kurangnya vitamin di dalam tubuh.

3. Pembengkakan Pada Lidah

Penyakit lidah berupa lidah yang mengalami pembengkakan umumnya menjadi pertanda dari sejumlah penyakit yang bisa dikategorikan sebagai penyakit sedang hingga serius, seperti:

  • Radang tenggorokan
  • Alergi
  • Anemia
  • Down syndrome
  • Leukimia
  • Kanker lidah

Kondisi

Read the rest