Category Archives: Health Sense

7 Penyebab Kecanduan (Wajib Diwaspadai)

DokterSehat.Com – Manusia punya kecenderungan untuk jadi seorang ‘pecandu’, entah itu pecandu kopi, pecandu game, pecandu alkohol, pecandu narkoba, atau pecandu asmara (nama terakhir mungkin menggambarkan diri Anda). Sayangnya, candu lebih banyak ‘menghasilkan’ kerugian ketimbang keuntungan. Lantas, apa sih sebenarnya yang menjadi penyebab kecanduan pada diri seseorang? Bagaimana cara mengatasi candu?

Apa Itu Kecanduan?

Kecanduan adalah kondisi di mana Anda kehilangan kendali atas sesuatu, biasanya karena sesuatu tersebut bisa menimbulkan rasa senang. Kecanduan terjadi secara bertahap, dan seiring berjalannya waktu—jika tidak ditangani dengan baik—akan semakin parah.

Saat Anda kecanduan terhadap sesuatu, maka seakan-akan Anda tidak bisa hidup tanpa melakukan atau mengonsumsi  sesuatu yang dijadikan candu tersebut. Kondisi ini tentu saja membawa dampak negatif, utamanya bagi kesehatan mental. Kecanduan sangat mungkin untuk memengaruhi bagaimana nantinya Anda berperilaku dan berpikir.

Penyebab Kecanduan pada Diri Seseorang

Bukannya tanpa alasan mengapa seseorang bisa mengalami yang namanya kecanduan terhadap sesuatu. Nah, apakah saat ini Anda sedang mengalami kecanduan, entah apapun itu? Berikut ini adalah beberapa penyebab kecanduan yang Anda alami tersebut.

1. Pelepasan Dopamin

Namanya juga candu, maka hal ini berkaitan dengan sesuatu yang ‘menyenangkan’, seperti bermain smartphone, berhubungan seks, merokok, atau berbelanja barang-barang mewah.

Tahukah anda dari mana datangnya rasa senang dan puas ketika melakukan aktivitas-aktivitas tersebut? Hormon dopamin atau disebut hormon ‘bahagia’ adalah jawabannya. Masalahnya, dopamin yang diproduksi oleh neurotransmitter di dalam otak ini bisa menjadi tak terkendali.

Jika sudah begitu, terjadilah yang namanya kecanduan karena dopamin yang dihasilkan melebihi jumlah yang ideal. Oleh sebab itu, mengontrol diri sendiri terhadap pelbagai hal yang ‘menyenangkan’ tersebut menjadi penting sebelum hilang kendali.

2. Pengaruh Lingkungan

Faktor lingkungan adalah penyebab kecanduan yang paling umum. Misalnya, seseorang yang berada di lingkungan sosial (bisa pertemanan atau keluarga) di mana terdapat perokok, pengonsumsi alkohol, atau games addict maka ada kemungkinan ia akan terpengaruh untuk melakukan hal yang sama.

Hal

Read the rest

Keracunan Makanan: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi

DokterSehat.Com – Kita semua butuh makan agar bisa bertahan hidup. Namun, kita juga tidak bisa sembarangan mengonsumsi makanan. Pasalnya, makanan yang dikonsumsi bisa saja membuat tubuh mengalami keracunan makanan, dan hal ini sudah banyak terjadi. Lantas, apa itu keracunan makanan? Apa penyebab keracunan makanan? Apa ciri & gejala keracunan makanan? Bagaimana mengobati keracunan makanan?

Apa Itu Keracunan Makanan?

Keracunan makanan adalah suatu kondisi di mana terjadi gangguan pada sistem pencernaan akibat konsumsi makanan atau minuman tertentu yang terkontaminasi. Umumnya, makanan atau minuman tersebut terkontaminasi oleh virus, bakteri, maupun mikroorganisme berbahaya lainnya.

Kendati bisa menimbulkan efek yang cukup serius, keracunan makanan adalah kondisi yang tergolong ringan dan dapat disembuhkan dengan mudah dan cepat. Bahkan, bebeberapa orang tidak memerlukan pengobatan khusus apapun dan hanya perlu menunggu selama sekian hari sampai keracunan benar-benar hilang.

Penyebab Keracunan Makanan

Ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab keracunan makanan. Berikut ini adalah penyebab keracunan makanan yang penting untuk Anda ketahui dan waspadai.

1. Virus

Virus adalah salah satu penyebab keracunan makanan yang paling umum. Pada kasus ini, jenis virus yang mengontaminasi makanan dan minuman bernama ‘norovirus’.

Norovirus yang masuk ke dalam tubuh Anda melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi akan bereaksi sekitar 12 sampai 48 jam pasca mengonsumsinya.

Keracunan makanan akibat kontaminasi virus akan menyebabkan Anda mengalami:

  • Diare
  • Muntah-muntah
  • Kram perut

2. Bakteri

Selain virus, bakteri adalah penyebab keracunan makanan lainnya yang paling umum terjadi. Jenis bakteri yang biasanya mengontaminasi makanan dan minuman hingga menyebabkan keracunan makanan antara lain:

  • Campylobacter
  • Clostridium botulinum
  • Coli O15
  • Salmonella typhi
  • Shigella
  • Staphylococcus aureus

Sama seperti virus, bakteri-bakteri ini menyebabkan seseorang mengalami keracunan makanan yang ditandai dengan kondisi:

  • Diare
  • Muntah-muntah
  • Kram perut

3. Parasit

Mikroorganisme ‘jahat’ lainnya seperti parasit juga patut Anda waspadai karena dapat menyebabkan tubuh mengalami keracunan makanan. Jenis parasit yang umumnya mengontaminasi makanan maupun minuman adalah Giardia duodenalis.

Parasit

Read the rest

5 Manfaat Marah-Marah (Tidak Selalu Negatif)

DokterSehat.Com – Semua orang pasti pernah marah. Ada saja kejadian-kejadian  yang membuat kita ‘naik pitam’ hingga akhirnya emosi yang tak tertahanakan tersebut diluapkan dalam kemarahan. Marah-marah memang memiliki kesan yang tidak baik, bahkan tak jarang malah memicu pertengkaran. Tapi tahukah Anda, bahwa ada manfaat di balik marah tersebut? Lantas, apa saja manfaat marah-marah sebagaimana dimaksud?

Manfaat Marah-Marah bagi Diri Sendiri

Suka marah-marah atau memiliki sifat pemarah sudah lazim dianggap sebagai sesuatu yang negatif. Anda tentu sudah sangat familiar dengan guyonan “jangan marah-marah, nanti cepat tua”, bukan? Hal tersebut seakan makin memperjelas citra buruk dari sifat alami manusia yang satu ini. Sehingga, banyak orang berusaha untuk sebisa mungkin mengendalikan amarahnya kala dilanda kejadian yang memancing emosi.

Namun jangan salah, marah-marah tidak selamanya negatif, kok. Faktanya, ada sejumlah ‘keuntungan’ yang bisa Anda dapatkan dari marah-marah. Berikut ini adalah manfaat marah-marah yang perlu untuk diketahui.

1. Memotivasi Diri Sendiri

Ketika seseorang marah-marah, maka ada beberapa faktor yang menjadi pemicunya. Dianggap sebelah mata, dikucilkan, hingga diperlakukan secara tidak adil adalah salah satunya. Nah, pada kasus seperti ini, manfaat marah-marah secara tidak langsung akan membuat Anda termotivasi untuk keluar dari ‘penindasan’ yang dialami tersebut.

Awalnya Anda akan merasa kesal, baik pada diri sendiri maupun orang-orang yang telah meremehkan. Namun sehabis itu, Anda akan termotivasi, entah jadi semakin giat berlatih, bekerja, dan sebagainya.

2. Membuat Bicara jadi Lebih Jelas

Ken Yeager, PhD, Clinical Director dari Stress, Trauma, and Resilience Program di Ohio State University Wexner Medical Center mengungkapkan bahwasanya manfaat marah-marah dapat membuat seseorang menjadi bicara lebih jelas sehingga apa yang hendak disampaikan benar-benar dimengerti oleh lawan bicaranya.

Hal ini dimungkinkan oleh karena saat marah-marah, Anda tidak harus memikirkan bagaimana cara menyampaikan sesuatu dengan baik tanpa berisiko menyinggung lawan bicara. Dengan marah-marah, Anda malah jadi lebih ‘jujur’ dan apa adanya. Bukankah benar begitu?

Namun, jangan sampai

Read the rest

15 Ciri Alergi Gluten dan Cara Mengatasinya

DokterSehat.Com – Apakah Anda pernah (atau bahkan selalu) mengalami gatal-gatal, ruam, beserta gejala khas alergi lainnya setiap kali mengonsumsi roti, sereal gandum, pasta, dan makanan yang mengandung gluten lainnya? Jika ya, bisa jadi ini pertanda bahwa Anda memiliki alergi gluten. Apa itu alergi gluten? Apa penyebab alergi gluten? Apa ciri-ciri alergi gluten? Bagaimana cara mengatasi alergi gluten?

Apa Itu Alergi Gluten?

Alergi gluten adalah kondisi di mana seseorang mengalami reaksi alergi manakala mengonsumsi makanan yang mengandung gluten. Gluten adalah protein alami tidak larut yang lazim terdapat di dalam gandum dan barley. Gluten terdiri dari 90 persen protein, 8 persen lemak, dan 2 persen karbohidrat. Gluten utamanya berfungsi untuk membuat adonan roti menjadi elastis dan kenyal.

Pada sejumlah orang (mungkin termasuk Anda salah satunya), gluten ini dapat menimbulkan reaksi alergi. Penyebab reaksi alergi gluten ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang salah atau terlalu sensitif dalam mendeteksi gluten yang masuk ke dalam tubuh. Gluten dianggap oleh autoimun sebagai ‘ancaman’ yang berbahaya sehingga kemudian langsung memberikan respon yang berakibat pada munculnya reaksi alergi.

Ciri-Ciri Alergi Gluten

Mengidentifikasi apakah Anda memiliki alergi gluten atau tidak sebenarnya cukup mudah, yakni dengan memerhatikan apakah tubuh mengalami reaksi alergi seperti gatal dan ruam pada kulit ketika sedang atau sehabis mengonsumsi makanan yang mengandung gluten.

Namun, ciri-ciri alergi gluten sejatinya tidak hanya sebatas gatal dan ruam. Ada sejumlah ciri-ciri lainnya yang mengindikasikan kalau Anda mengidap alergi gluten. Simak informasinya berikut ini.

1. Gangguan Pencernaan

Munculnya pelbagai gangguan pencernaan seperti perut kembung, konstipasi (sembelit), hingga disentri dan diare adalah ciri-ciri alergi gluten yang hampir pasti dialami oleh Anda yang mengidap gangguan kesehatan yang satu ini.

Pada anak-anak, reaksi alergi gluten yang mengganggu sistem pencernaan umumnya berupa konstipasi atau sembelit.

2. Sakit Perut

Lebih spesifik, reaksi alergi terhadap gluten juga bisa sampai menyebabkan nyeri atau kram pada perut, dengan kualitas

Read the rest

Pola Tidur Bifasik: Pengertian dan Manfaatnya

Ilustrasi tidur bifasik (freepik)

DokterSehat.Com – Tidur adalah kebutuhan semua orang. Ibarat mesin, tubuh tidak bisa terus menerus aktif karena hal ini bisa mengakibatkan penurunan atau bahkan kerusakan fungsi organ tubuh di dalamnya. Tidur dilakukan ketika malam hari, pun di siang hari dengan durasi yang lebih sedikit. Pola tidur seperti ini dikenal dengan istilah tidur bifasik. Ternyata, tidur bifasik memiliki manfaat, lho. Apa saja manfaat pola tidur bifasik?

Apa Itu Tidur Bifasik?

Tidur bifasik adalah istilah dalam dunia medis untuk menggambarkan suatu pola tidur yang dilakukan 2 (dua) kali dalam sehari, yakni pada siang hari dan malam hari. Sebagai contoh, durasi tidur malam Anda sekitar 5-6 jam, kemudian durasi tidur siang selama 30 menit sampai 1 jam.

Atau, Anda juga bisa membuat jadwal tidur malam selama 6-8 jam yang dibagi ke dalam 2 waktu, yakni waktu pertama dari jam 7-9 malam, kemudian tidur kembali dari mulai pukul 11 malam sampai pukul 5 pagi di keesokan harinya. Jika seperti ini, maka Anda tidak memerlukan tidur siang. Namun, pastikan pola tidur bifasik ini dilakukan secara rutin jika ingin benar-benar merasakan manfaatnya.

Manfaat Pola Tidur Bifasik bagi Kesehatan

Tidur di malam hari sudah pasti kita lakukan setiap harinya, namun tidak demikian dengan tidur di siang hari. Acap kali tidur siang terlewatkan oleh karena rutinitas sehari-hari yang memang banyak dilakukan pada siang hari, terlebih bagi Anda yang bekerja atau sekolah. Padahal, menyertai tidur malam dengan tidur siang atau pola tidur bifasik mendatangkan sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh.

Apa saja manfaat menerapkan pola tidur bifasik secara rutin? Simak informasinya berikut ini.

1. Meredakan Stres

Manfaat pola tidur bifasik yang pertama adalah untuk meredakan stres. Melansir National Sleep Foundation, tidur malam yang disertai dengan tidur siang secara rutin efektif untuk menghilangkan rasa stres dan ketegangan yang Anda rasakan.

Agar manfaat tidur bifasik yang satu ini benar-benar

Read the rest