Category Archives: gangguan pendengaran

Penyakit Tuli: Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

DokterSehat.Com – Apakah Anda atau orang terdekat memiliki masalah pada indera pendengaran alias telinga? Apakah masalah pendengaran yang dialami tersebut bersifat sebagian? Atau, malah bersifat total? Jika ya, maka kondisi ini dikenal sebagai penyakit tuli. Apa itu penyakit tuli? Apa penyebab penyakit tuli? Apa saja ciri dan gejala tuli? Bagaimana cara mengobati tuli?

Apa Itu Penyakit Tuli?

Penyakit tuli adalah kondisi di mana seseorang mengalami gangguan pendengaran. Hal ini mengakibatkan penderitanya mengalami kesulitan untuk mendengar suara di sekitarnya. Tuli ada yang bersifat sebagian, dan ada juga yang sifatnya total. Maksudnya, gangguan pendengaran bisa terjadi di salah satu atau kedua telinga.

Penyakit tuli bisa terjadi secara temporer maupun permanen. Namun pada umumnya, tuli bersifat permanen dan tidak bisa benar-benar disembuhkan. Penderita penyakit tuli lazim kita kenal dengan istilah tunarungu. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2012 menunjukkan bahwa ada sekitar 360 juta orang di seluruh dunia yang mengalami gangguan pendengaran ini.

Penyebab Penyakit Tuli

Tuli adalah penyakit yang tidak serta merta terjadi begitu saja. Ada sejumlah faktor yang disinyalir menjadi penyebab tuli.

1. Keturunan (Genetik)

Faktor keturunan (genetik) adalah penyebab tuli yang pertama. Adanya mutase genetik yang terjadi selama berada di dalam kandungan lantas menyebabkan seseorang mengalami gangguan pendengaran (tuli) sejak ia dilahirkan.

Selain mutasi genetik dan faktor keturunan lainnya, paparan penyakit maupun racun berbahaya juga berpotensi menyebabkan bayi yang masih berada di dalam kandungan mengalami kerusakan pada indera pendengarannya.

2. Usia

Faktor penyebab penyakit tuli selanjutnya adalah usia. Tak bisa dipungkiri, usia seseorang yang semakin bertambah secara tidak langsung berdampak pada penurunan fungsi pendengarannya. Maka tak heran jika mungkin orangtua atau kakek nenek Anda kerap merasa sulit untuk mendengar suara atau ucapan yang Anda katakan.

Kondisi tuli yang dialami seseorang akibat bertambahnya usia ini dalam dunia medis dikenal dengan istilah presbikusis.

3. Kotoran Telinga

Kotoran yang masuk ke

Read the rest

Presbikusis: Penyebab, Gejala, Pengobatan – Dokter Sehat

DokterSehat.Com – Mengalami gangguan pendengaran adalah hal yang wajar dialami oleh seseorang yang sudah lanjut usia. Gangguan pendengaran terkait dengan penuaan ini disebut dengan presbikusis. Ketahui selengkapnya tentang apa itu presbikusis, penyebab presbikusis, gejala presbikusis, dan cara mengatasi penyakit presbikusis.

Apa Itu Presbikusis?

Presbikusis adalah hilangnya kemampuan pendengaran individu yang terjadi secara bertahap seiring dengan pertambahan usia. Gangguan pendengaran memang merupakan salah satu gangguan paling umum terkait penuaan.

Diperkirakan terdapat sekitar 30-35% orang dewasa berusia 65 tahun ke atas mengalami gangguan pendengaran. Sedangkan untuk usia di atas 75 tahun, yang mengalami gangguan pendengaran diperkirakan jumlahnya mencapai 40-50%.

Presbikusis paling umum terjadi akibat perubahan pada telinga bagian dalam yang diakibatkan oleh bertambahnya usia. Namun kondisi ini juga bisa dipicu oleh perubahan pada telinga bagian tengah atau perubahan kompleks sepanjang jalur saraf yang mengarah ke otak.

Kondisi ini biasanya terjadi pada kedua telinga secara merata. Gangguan pendengaran terkait presbikusis paling sering berupa gangguan pendengaran terhadap suara nada tinggi. Jadi seseorang dapat kesulitan mendengar suara nada tinggi yang jaraknya dekat, namun dapat mendengar suara dengan nada rendah yang jaraknya lebih jauh.

Gangguan pendengaran presbikusis terjadi secara bertahap dalam waktu yang lama, sehingga seseorang sering kali tidak menyadari dirinya mengalami gangguan pendengaran.

Penyebab Presbikusis

Terdapat beberapa penyebab gangguan pendengaran karena faktor usia. Berikut adalah kondisi paling umum yang dapat menyebabkan presbikusis:

  • Perubahan pada telinga bagian dalam.
  • Perubahan pada telinga bagian tengah.
  • Perubahan pada sepanjang jalur saraf ke otak.
  • Paparan terhadap suara keras secara terus-menerus seperti suara musik atau kebisingan di tempat kerja.
  • Kehilangan sel-sel rambut (reseptor sensorik pada telinga bagian dalam).
  • Faktor bawaan.
  • Kondisi medis seperti penyakit jantung atau diabetes.
  • Efek samping konsumsi obat-obatan seperti aspirin atau antibiotik tertentu.

Gejala Presbikusis

Presbikusis menyebabkan suara menjadi kurang jernih dan volume suara menjadi lebih rendah. Hal ini kemudian menyebabkan penderita menjadi kesulitan mendengar dan memahami pembicaraan.

Read the rest