Category Archives: dismenore

Nyeri Haid: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi

DokterSehat.Com – Nyeri haid adalah kondisi umum yang dialami oleh banyak wanita. Nyeri haid dapat disebabkan oleh proses menstruasi itu sendiri dan dapat juga disebabkan oleh kondisi medis tertentu yang mendasarinya. Ketahui selengkapnya tentang nyeri haid mulai dari penyebab, gejala, hingga cara mengatasinya berikut ini.

Seperti Apa Itu Nyeri Haid?

Nyeri haid adalah rasa sakit yang dirasakan pada perut bagian bawah selama wanita mengalami menstruasi. Tingkat keparahan nyeri pada setiap wanita dapat berbeda-beda. Nyeri haid juga dikenal dengan dismenore dalam istilah medis.

Nyeri haid umumnya terjadi mulai dari masa ovulasi ketika sel telur dilepaskan dari ovarium kemudian bergerak ke tuba fallopi. Nyeri yang diakibatkan proses menstruasi disebut dengan dismenore primer. Namun jika nyeri haid disebabkan oleh kondisi medis lain maka disebut dengan dismenore sekunder.

Penyebab Nyeri Haid

Secara umum penyebab nyeri haid adalah kontraksi yang terjadi pada otot uterus dan rahim. Kontraksi ini membantu rahim untuk meluruhkan lapisannya. Apabila kontraksi terlalu kuat selama menstruasi, kondisi ini dapat menekan pembuluh darah terdekat yang ada disekitarnya.

Akibat pembuluh darah yang tertekan ini, pasokan oksigen ke rahim pun menjadi berukang. Hal inilah yang kemudian menyebabkan munculnya rasa nyeri saat haid.

Penyebab nyeri haid juga sering kali dikaitkan dengan keberadaan zat mirip hormon yang disebut prostaglandin. Zat ini yang memicu terjadinya kontraksi rahim dan juga berperan dalam menimbulkan rasa nyeri dan kram saat menstruasi. Kadar prostaglandin yang lebih tinggi sering kali dikaitkan dengan gejala nyeri haid yang lebih berat. Nyeri haid jenis ini disebut dengan nyeri haid atau dismenore primer.

Sedangkan untuk dismenore sekunder, kondisi medis yang dapat menjadi penyebabnya antara lain meliputi:

1. PMS (premenstrual syndrome)

Premenstrual syndrome atau PMS adalah sekelompok gejala yang terjadi pada wanita pada masa antara ovulasi hingga menstruasi.

PMS termasuk kondisi yang umum dan umumnya gejalanya kan hilang setelah menstruasi dimulai. PMS disebabkan oleh perubahan hormon yang terjadi

Read the rest