Category Archives: depresi

Kaitan antara Depresi dengan Kurang Ibadah, Ada?

Photo Source: Flickr/aerust

DokterSehat.Com– Ada anggapan yang menyebut orang-orang yang depresi atau mengalami gangguan mental adalah orang-orang yang jarang beribadah. Anggapan ini tentu cukup kontroversial dan dikecam banyak orang. Hanya saja, apakah memang ada kaitan antara ibadah dengan risiko terkena depresi?

Kaitan Antara Ibadah dengan Depresi

Pakar kesehatan menyebut ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi munculnya depresi. Selain karena faktor kondisi atau lingkungan, bisa jadi hal ini juga terkait dengan faktor genetik, psikososial, atau dalam hal spiritual yang kurang lemah.

Khusus untuk faktor ibadah atau keagamaan, memang banyak orang yang tidak memahami spiritualitas yang baik dan akhirnya menyebabkan gangguan jiwa semakin memburuk, namun hal ini tidak serta merta berarti bahwa kurang ibadah bisa menyebabkan depresi.

Ada banyak faktor yang lebih besar yang bisa menyebabkan depresi. Bahkan, banyak pakar kesehatan jiwa yang menyebut mereka yang menyalahkan orang dengan masalah depresi sebagai orang yang kurang beribadah justru hanya akan membuat kondisi orang tersebut semakin memburuk.

Melihat fakta ini, jika memang kita memiliki teman atau anggota keluarga yang sedang mengalami depresi atau gangguan jiwa lainnya, sebaiknya mendengarkan mereka demi meringankan kondisinya. Bahkan, jika perlu kita bisa membantunya mendapatkan pertolongan medis.

Jika kita sendiri sedang mengalami stres, kekalutan, atau depresi, mendekatkan diri dengan Tuhan juga bisa menjadi cara yang baik untuk mengatasinya. Hal ini disebabkan oleh kemampuan ibadah atau berpasrah diri kepada Tuhan yang bisa memberikan efek menenangkan atau meningkatkan kadar hormon yang bisa mengendalikan stres.

Berbagai Cara untuk Menghindari Depresi

Seiring dengan perkembangan zaman, semakin banyak orang yang menderita depresi, khususnya pada mereka yang tinggal di kota besar yang memiliki masalah yang kompleks. Bahkan, kini semakin banyak anak muda yang mengalaminya.

Berikut adalah berbagai cara yang bisa kita lakukan demi mencegah depresi.

  1. Rajin Berolahraga

Meski terlihat sepele, rajin berolahraga ternyata bisa membantu menurunkan risiko terkena depresi dengan signifikan, lho. Hal ini disebabkan

Read the rest

Depresi Penyakit Paling Banyak Diderita Milenial

Photo Source: Flickr/anykeyh

DokterSehat.Com– Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan Blue Cross Blue Shield Association menyebut ada 10 masalah kesehatan yang paling banyak menyerang generasi milenial. Salah satu dari masalah kesehatan tersebut adalah depresi. Sebenarnya, bagaimana bisa kaum milenial cenderung rentan terkena masalah kesehatan ini?

Kaum Milenial Rentan Terkena Depresi

Salah satu pimpinan dari Blue Cross Blue Shield Association, Vincent Nelson, menyebut generasi milenial ternyata cenderung tidak sehat jika dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya. Mereka bahkan cenderung lebih rentan terkena beberapa masalah kesehatan yang tidak dialami oleh generasi sebelumnya.

Sebagai contoh, kaum milenial dengan usia 34 hingga 36 tahun ternyata memiliki tingkat kesehatan 11 persen lebih rendah dibandingkan dengan generasi X atau yang persis di sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh rentannya mereka mengalami depresi, kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, dan penggunaan narkoba atau bahan adiktif lainnya.

Ada banyak sekali penyebab mengapa generasi milenial bisa lebih rentan mengalami masalah kesehatan seperti depresi. Salah satunya adalah perkembangan teknologi yang sangat pesat. Hal ini ternyata berpengaruh besar pada kehidupan sosialnya.

Sebagai contoh, penggunaan peralatan berteknologi kini bisa membuat kaum milenial tak lagi melakukan kontak mata atau obrolan yang hangat. Empati dan simpati mereka juga cenderung tidak sebaik generasi-generasi sebelumnya. Selain itu, keberadaan internet yang sebenarnya ditujukan untuk akses informasi yang cepat justru membuat banyak kabar buruk yang mereka dapatkan dan bisa membuat mereka mengalami masalah mental atau depresi.

“Berbagai kabar buruk ini membuat milenial cenderung tidak lagi bisa berpikir positif dan menganggap masa depan mereka sangatlah buruk,” ucap psikolog bernama Deborah Serani.

Pengaruh Teknologi bagi Risiko Depresi

Risiko depresi bisa semakin meningkat jika mereka tidak lagi sering bertatap muka atau bercengkerama dengan teman-teman atau anggota keluarganya. Banyak dari mereka yang lebih asyik memainkan ponsel atau gawainya sendiri-sendiri. Bahkan, acara makan malam atau pertemuan keluarga juga semakin jarang dilakukan. Hal ini bisa berpengaruh besar

Read the rest

Waduh, Ria Ricis Mengaku Sempat Ingin Melakukan Bunuh Diri!

Photo Source: Instagram/riaricis1795

DokterSehat.ComYoutuber Ria Ricis mengaku sempat ingin melakukan bunuh diri. Hal ini diungkap setelah dirinya melakukan kehebohan dengan mengeluarkan video pamit dan kembali di media sosial Youtube. Ria menyebut keinginan untuk bunuh diri ini dilakukan karena adanya berbagai macam masalah hingga perundungan yang didapatkannya dari warganet.

Ria Ricis sempat ingin melakukan bunuh diri

Dalam pernyataannya di Youtube, Ria menyebut dirinya merasakan tekanan yang cukup besar, apalagi saat mengetahui bahwa dirinya juga kehilangan beberapa teman. Saat berada di meja rias, Ria sempat mengambil benda tajam sambil menangis dan hampir saja mengarahkan benda tajam tersebut ke tubuhnya.

Pakar kesehatan menyebut keinginan untuk melakukan bunuh diri ternyata memang rentan terjadi pada mereka yang berusia 20-an seperti Ria Ricis. Penyebabnya juga bermacam-macam, namun seringkali adalah depresi atau masalah yang sangat sulit untuk diselesaikan sehingga menyebabkan putus asa dan hilangnya harapan.

Biasanya, mereka yang sampai memiliki keinginan untuk melakukan bunuh diri ini akan mengalami gejala depresi parah seperti suasana hati yang sangat buruk, susah tidur, atau bahkan terlalu sering tidur. Mereka juga mengalami gangguan nafsu makan baik itu nafsu makan berlebihan atau malas makan, tidak mampu berkonsentrasi, dan tidak mampu melakukan aktivitas harian dengan normal.

Orang-orang yang mengalami depresi juga cenderung merasakan dirinya tidak berharga. Bahkan, mereka menganggap kematiannya tidak akan membuat orang-orang terdekat seperti keluarga sedih. Justru, kematiannya dianggap mampu melepaskan beban dari berbagai masalah yang menimpanya atau orang-orang terdekatnya.

Menolong orang yang berniat melakukan bunuh diri

Di Indonesia, kasus bunuh diri cenderung masih dianggap sebagai sesuatu yang tabu untuk dilaporkan. Bahkan, banyak keluarga yang sampai menutup-nutupi kasus ini jika sampai ada salah satu anggota keluarga yang melakukannya.

Masalahnya adalah banyak orang yang sebenarnya sedang berada dalam kondisi depresi atau sudah memiliki keinginan untuk bunuh diri yang akhirnya sungkan untuk meminta pertolongan. Bahkan, mereka seperti ketakutan untuk mengungkap

Read the rest

9 Cara Mengatasi Depresi Tanpa Obat (Aman Dilakukan)

Photo Source: Gerd Altmann from Pixabay

DokterSehat.Com – Setiap orang pasti memiliki berbagai masalah dalam hidupnya, jika seseorang tidak bisa mengelola masalah tersebut, dampak yang bisa terjadi adalah munculnya depresi. Lantas, bagaimana cara mengatasi depresi? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Gejala Depresi yang Perlu Diwaspadai

Sebelum menjelaskan mengenai cara mengatasi depresi, hal penting yang perlu Anda pahami adalah gejala-gejala depresi. Setiap orang memiliki gejala depresi yang berbeda-beda, ada yang sulit tidur namun ada juga yang justru tidur lebih banyak. Meski begitu, terdapat beberapa gejala yang umum terjadi, antara lain:

  • Rasa sedih, cemas atau hampa yang terus menerus.
  • Rasa putus asa dan selalu pesimis.
  • Rasa tidak berharga, rasa bersalah dan rasa tidak berdaya.
  • Kehilangan minat atau kesenangan yang sebelumnya disukai.
  • Menurunnya energi, kelelahan, menjadi lamban.
  • Sulit berkonsentrasi, mengingat dan memutuskan.
  • Sulit makan atau rakus makan (menjadi kurus atau kegemukan).
  • Tidak tenang dan gampang tersinggung.
  • Sering sakit kepala atau masalah pencernaan seperti sulit buang air besar dan lain-lain.
  • Berpikir ingin bunuh diri.
  • Tangan dan kaki terkadang terasa berat.

Cara Mengatasi Depresi

Setelah Anda mengetahui gejala depresi seperti di atas, penanganan depresi biasanya dilakukan dengan terapi, obat-obatan, atau penanganan rumah lainnya. Berikut adalah cara mengobati depresi yang bisa Anda coba, di antaranya:

1. Melakukan rutinitas seperti biasa

Cara mengatasi depresi yang pertama adalah dengan melakukan rutinitas seperti biasa. Rutinitas adalah sesuatu yang diperlukan penderita depresi, karena ketika seseorang mengalami depresi pegangan hidupnya akan hilang. Memiliki rutinitas harian yang terjadwal, dapat membantu Anda untuk kembali ke jalur yang tepat.

2. Melakukan sesuatu yang baru

Cara mengatasi depresi berikutnya yang mudah untuk dilakukan adalah melakukan sesuatu yang berbeda. Beberapa langkah yang bisa dicoba adalah pergi ke museum, membaca buku di taman, menjadi sukarelawan, atau mengikuti kelas-kelas kreatif.

Saat Anda menantang diri untuk melakukan sesuatu yang berbeda, terdapat perubahan kimiawi di otak. Cara

Read the rest

Awkarin Memakai Obat Xanax, Bolehkah Dikonsumsi Sembarangan?

Photo Source: Twitter/awkarin

DokterSehat.Com– Youtuber dan selebgram terkemuka Karin Novilda atau yang lebih dikenal sebagai Awkarin kembali menjadi perbincangan hangat warganet. Dalam cuitannya pada 13 Juli 2019 lalu, Karin menyebut dirinya terbiasa mengonsumsi obat Xanax. Banyak warganet yang kemudian menyebut cuitannya kontroversial karena dikhawatirkan bisa membuat followers Karin mengikuti kebiasaannya mengonsumsi obat tersebut.

Awkarin menggunakan obat Xanax

Beberapa warganet menyebut konsumsi Xanax yang diperuntukkan untuk depresi atau gangguan mental lainnya tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Masalahnya adalah beberapa orang justru seperti sengaja mengonsumsinya layaknya sebagai gaya hidup yang biasa. Padahal, penggunaan obat ini harus berdasarkan resep dokter.

Salah satu warganet Twitter dengan akun @tontham bahkan sampai menyebut konsumsi obat Xanax berpotensi menyebabkan overdosis. Hal ini dibuktikan oleh kasus kematian diva pop internasional, Whitney Houston.

Beberapa jam setelah cuitan tentang konsumsi obat Xanax-nya menjadi perbincangan hangat, Karin kembali menulis cuitan lainnya. Ia mengaku mendapatkan obat-obatannya dari psikiater. Hal ini berarti, Karin mengonsumsinya sesuai dengan resep dokter.

Hanya saja, sebagian warganet terlanjur menganggap cuitannya sebelumnya bisa membuat beberapa orang yang memang sedang mengalami gangguan mental atau depresi mengonsumsi obat Xanax sembarangan.

Apa Itu Xanax?

Pakar kesehatan menyebut Xanax sebagai salah satu jenis obat benzodiazepine. Obat ini diperuntukkan untuk mengatasi depresi, serangan panik, hingga kecemasan berlebihan. Obat yang bisa menjadi penenang ini memiliki kandungan alprazolam.

Xanax biasanya aman untuk dikonsumsi 3 kali sehari dengan dosis 0,25 hingga 0,5 mg. Hanya saja, dosis ini disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi setiap pasien. Hal ini berarti, konsumsinya memang tidak bisa dilakukan dengan sembarangan dan harus berdasarkan resep dokter.

Fungsi Obat Xanax

Kandungan alprazolam di dalam obat Xanax akan mempengaruhi kinerja otak dan saraf sehingga bisa memberikan efek menenangkan. Hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan zat kimia alami di dalam otak bernama asam gamma aminobutirat.

Beberapa fakta terkait obat Xanax yang patut diketahui

Selain harus dikonsumsi

Read the rest