Category Archives: dampak es krim

Waspada, Es Krim Bisa Picu Keracunan

Photo Source: Flickr/coolmikeol

DokterSehat.Com– Es krim adalah salah satu makanan yang digemari oleh banyak orang. Ada yang menjadikannya hidangan penutup setelah makan, namun kebanyakan orang menjadikannya camilan. Masalahnya adalah pakar kesehatan menyarankan kita untuk lebih cermat mengonsumsi es krim karena bisa menyebabkan keracunan makanan.

Es Krim yang Bisa Memicu Keracunan Makanan

Pakar kesehatan menyebut tidak semua es krim berpotensi menyebabkan keracunan makanan. Hanya saja, jika kita tidak memilih atau menyimpan es krim dengan baik, ada kemungkinan makanan ini akan menyebabkan masalah keracunan. Sebagai contoh, kita terbiasa membekukan kembali es krim yang sebenarnya sudah cair sebelumnya. Meski terlihat sebagai sesuatu yang wajar dilakukan, hal ini bisa membuat es krim menjadi kurang sehat.

Kandungan gula yang tinggi di dalam es krim bisa menjadi tempat yang cocok untuk perkembangan bakteri listeria. Jika kita menempatkan es krim di luar ruangan dan membiarkannya mencair, bisa jadi bakteri ini akan masuk ke dalam es krim. Jika kita kemudian membekukannya kembali, bakteri ini tidak akan mati dan saat kita kembali mengonsumsi es krim tersebut, bisa jadi akan menyebabkan gangguan pencernaan layaknya diare, mual-mual, hingga sensasi nyeri otot.

Hal lain yang bisa menyebabkab keracunan adalah jika kita memakai wadah atau sendok es krim yang tidak higienis. Sebagai contoh, jika kita membeli es krim namun mendapatkan sendok yang sudah terpapar debu, bisa jadi sendok ini sudah dipenuhi bakteri yang bisa saja menyebabkan keracunan atau gangguan pencernaan.

Selain itu, jika kita membeli es krim dengan sembarangan, bisa jadi di dalam es krim ini sudah terdapat bakteri salmonella yang bisa menyebabkan keracunan makanan. Sebagai informasi, bakteri ini bisa ditemukan di dalam telur mentah, salah satu bahan yang bisa digunakan saat proses pembuatan es krim.

Melihat fakta ini, sebaiknya kita lebih cermat dalam memilih atau menyimpan es krim demi mencegah keracunan makanan. Sebagai contoh, kita sebaiknya langsung menyimpan kembali es krim

Read the rest

Benarkah Es Krim Makanan Tidak Sehat?

Photo Source: Flickr/beije

DokterSehat.Com– Kita tentu sering mendengar orang tua yang melarang anaknya makan es krim karena menganggapnya sebagai makanan yang tidak sehat dan bisa menyebabkan datangnya masalah kesehatan layaknya pilek atau batuk. Hanya saja, apakah anggapan ini memang benar?

Dampak Makan Es Krim bagi Tubuh

Siapa sih yang tidak suka dengan es krim? Banyak orang yang bahkan dengan santai memakannya saat suhu udara cukup dingin, di kala hujan, atau bahkan di malam hari. Meskipun suhunya dingin, es krim bisa menyediakan kenikmatan tersendiri saat kita konsumsi. Hanya saja, pakar kesehatan menyebut es krim memang berpotensi menyebabkan datangnya masalah kesehatan, apalagi jika dikonsumsi dengan berlebihan.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa membuat es krim kurang baik bagi kesehatan tubuh.

  1. Memiliki Kadar Kalori yang Tinggi

Tanpa disadari, es krim termasuk dalam makanan dengan kaar kalori yang tinggi. Jika kita mengonsumsinya satu cangkir dengan ukuran 105 gram saja, bisa jadi kita mengonsumsi 300 kalori. Jika di dalam es krim ini terdapat tambahan biskuit, cokelat, atau tambahan lainnya, kadar kalorinya bisa saja lebih tinggi.

Jika kita mengonsumsi es krim ukuran besar dalam sehari, bisa jadi kalori yang kita konsumsi mencapai 1.200 kalori. Padahal, pakar kesehatan menyebut asupan kalori harian sebaiknya dibatasi di angka sekitar 2.000 hingga 2.500 kalori saja demi mencegah kenaikan berat badan atau risiko terkena masalah kesehatan layaknya diabetes.

  1. Memiliki Kandungan Lemak

Beberapa jenis es krim memiliki kandungan lemak yang tinggi. Sebagai contoh, ada es krim cokelat yang memiliki kandungan 19 gram lemak di setiap separuh cup-nya saja. Jumlah lemak ini tentu bisa membahayakan kondisi kolesterol jahat di dalam tubuh kita, bukan?

Pakar kesehatan dari American Heart Association menyebut asupan lemak jenuh harian kita sebaiknya dibatasi sekitar 5 atau 6 persen dari asupan kalori total harian. Hal ini berarti, jika kita mengonsumsi kalori sebanyak 2.000 kalori, asupan lemaknya dibatasi

Read the rest