Category Archives: daging kurban

Seberapa Lama Daging Kurban Boleh Disimpan di Freezer?

Photo Credit: Flickr.com/ DrHobo

DokterSehat.Com– Terkadang, kita menerima jatah daging kurban dalam jumlah yang lebih banyak dari yang dibutuhkan. Hal ini tentu akan membuat kita memilih untuk menyimpan daging kurban di dalam freezer. Hanya saja, seberapa lama sih daging kurban bisa disimpan di dalam lemari es?

Batasan waktu menyimpan daging kurban di dalam freezer

Menempatkan daging kurban di dalam freezer sebenarnya adalah cara yang tepat untuk membuatnya lebih awet dan tidak mudah membusuk. Pakar kesehatan menyebut bahan makanan yang disimpan di dalam suhu -17 derajat Celcius cenderung mampu bertahan dalam waktu yang sangat lama karena tidak akan mengalami pertumbuhan bakteri atau mengalami proses pembusukan.

Masalahnya adalah tidak semua lemari es memiliki suhu yang stabil. Jika sampai suhu di bagian freezer juga fluktuatif dan terkadang bahkan mencapai angka di atas 0 derajat, bisa jadi daging akan mengalami pertumbuhan bakteri yang membuat kualitas daging ini menurun. Selain itu, kondisi ini juga bisa membuat jamur berkembang pada daging kurban tersebut.

US Department of Agriculture menyebut daging yang disimpan di dalam freezer bisa bertahan hingga 4 bulan. Sementara itu, daging yang sudah dimasak bisa saja bertahan hingga 2-3 bulan dan daging cincang bisa bertahan hingga sekitar 3-4 bulan. Hanya saja, jika daging merah hanya disimpan di dalam bagian kulkas, bisa jadi hanya akan bertahan 3 hingga 4 hari sehingga sebaiknya segera diolah menjadi masakan.

Jika kita mencairkan daging yang sudah membeku di dalam freezer, sebaiknya tidak lagi membekukannya lagi karena akan membuat kualitas daging menurun drastis. Melihat hal ini, sebaiknya kita juga lebih cermat dalam memotong daging yang akan dimasak sehingga bisa menjaga bagian lainnya tetap dalam kualitas yang baik dan bisa diolah di kemudian hari.

Beberapa ciri daging yang sudah mulai mengalami penurunan kualitas

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mewaspadai daging yang sudah mengalami penurunan kualitas akibat tidak disimpan dengan baik. Alih-alih

Read the rest

5 Mitos dan Fakta Terkait Daging Kurban

Photo Source: Flickr/dinesarasota

DokterSehat.Com– Hari Raya Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban. Daging kurban ini kemudian dibagi-bagikan ke kaum yang tidak mampu atau masyarakat sekitarnya. Meskipun bisa memberikan rasa bahagia karena membuat banyak orang bisa mengolah makanan dari bahan daging yang nikmat, sayangnya ada banyak sekali mitos yang terkait dengan daging kurban yang belum tentu bisa dipastikan kebenarannya.

Berbagai mitos yang terkait dengan daging kurban

Daripada khawatir dengan berlebihan atau melakukan cara-cara yang tidak tepat untuk mengolah daging kurban, sebaiknya kita mengenal beberapa mitos tentang daging kurban yang belum tentu benar.

Berikut adalah mitos-mitos tersebut.

  1. Daging kurban tidak perlu dicuci sebelum dimasak

Banyak orang yang percaya bahwa daging kurban, baik itu kambing, domba, sapi, kerbau, atau jenis daging lainnya tidak perlu dicuci sebelum dimasak atau disimpan di dalam kulkas. Mereka menganggap daging kurban yang harus melalui proses pencucian akan lebih rentan mengalami penurunan kualitas dan akhirnya membusuk.

Sayangnya, anggapan ini tidaklah benar. Pakar kesehatan menyebut daging kurban tetaplah harus dicuci, meskipun rupanya terlihat bersih dan higienis. Daging kurban berpotensi kotor karena ditempatkan di tempat yang tidak higienis saat proses penyembelihan. Jika tidak dicuci, dikhawatirkan daging akan memiliki kotoran, kuman, dan hal-hal lain yang kurang baik.

  1. Kuman pada daging kurban tidak berbahaya

Anggapan lain yang juga dipercaya oleh masyarakat terkait dengan daging kurban adalah kuman yang ada pada daging ini tidak perlu dikhawatirkan dengan berlebihan karena toh daging kurban akan dimasak dengan suhu yang tinggi. Biasanya, hal ini dilakukan oleh mereka yang percaya jika daging yang dicuci akan menjadi lebih keras saat dimasak.

Masalahnya adalah proses pencucian daging tidak hanya untuk menghilangkan kuman atau kotoran, melainkan juga membuang berbagai macam racun atau zat sisa yang bisa jadi tidak akan mengalami perubahan apapun meski sudah dimasak. Karena alasan inilah sebaiknya memang kita tetap mencuci daging kurban hingga bersih.

  1. Daging kambing

Read the rest

Daging Kurban yang Dibungkus Kresek Hitam Bisa Picu Kanker?

Photo Source: Twitter.com/wow_keren

DokterSehat.Com– Hari Raya Idul Adha cenderung identik dengan dibagi-bagikannya daging kurban di berbagai tempat di Indonesia. Hanya saja, jika dicermati, banyak daging kurban yang dibungkus dengan plastik kresek hitam. Padahal, ada anggapan yang menyebut plastik kresek hitam ini bisa membahayakan kesehatan, termasuk menyebabkan kanker. Apakah anggapan ini memang benar?

Plastik kresek hitam pembungkus daging kurban bisa menyebabkan kanker?

Beberapa waktu lalu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bahkan sampai meminta masyarakat untuk tidak lagi memakai plastik kresek hitam sebagai pembungkus daging kurban. Mereka diminta untuk memakai besek yang terbuat dari bambu karena dianggap lebih aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan.

Anggapan tentang plastik kresek hitam bisa menyebabkan datangnya kanker diungkap oleh Muhammad Ghozali, salah seorang peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dalam penelitian yang dilakukannya, dihasilkan fakta bahwa ada bahan pelentur plastik pada kresek hitam yang bersifat karsinogen atau bisa menyebabkan kanker.

Sayangnya, semua jenis plastik, baik itu yang bening atau yang hitam memiliki bahan pelentur plastik, namun khusus untuk kresek hitam, prosesnya berlangsung lebih lama, yakni sempat hingga lima kali sehingga membuatnya memiliki warna gelap, lebih kasar, dan memiliki bau yang lebih busuk.

Selain itu, di dalam plastik kresek hitam juga terdapat kandungan high density polyethylene (HDPE) yang berbahaya dan tidak boleh langsung bersentuhan dengan makanan karena bisa membuat makanan terpapar langsung kandungan pemicu kanker. Hal ini berarti, plastik kresek hitam memang sebaiknya tidak digunakan sebagai pembungkus daging kurban.

Makanan panas juga sebaiknya tidak dikemas dalam plastik

Selain tidak sembarangan menyimpan makanan di dalam kemasan plastik, apapun jenisnya, pakar kesehatan menyarankan panitian kurban untuk memisahkan daging dengan dengan jeroan atau bagian lainnya. Hal ini ditujukan untuk mencegah daging tidak mudah mengalami kerusakan.

Andai tidak ditemukan bahan pembungkus lainnya, daging kurban bisa ditempatkan di dalam plastik bening dan baru dibungkus lagi dengan plastik hitam sebagai pembungkus luar.

Read the rest