Category Archives: daging kambing

5 Mitos dan Fakta Terkait Daging Kurban

Photo Source: Flickr/dinesarasota

DokterSehat.Com– Hari Raya Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban. Daging kurban ini kemudian dibagi-bagikan ke kaum yang tidak mampu atau masyarakat sekitarnya. Meskipun bisa memberikan rasa bahagia karena membuat banyak orang bisa mengolah makanan dari bahan daging yang nikmat, sayangnya ada banyak sekali mitos yang terkait dengan daging kurban yang belum tentu bisa dipastikan kebenarannya.

Berbagai mitos yang terkait dengan daging kurban

Daripada khawatir dengan berlebihan atau melakukan cara-cara yang tidak tepat untuk mengolah daging kurban, sebaiknya kita mengenal beberapa mitos tentang daging kurban yang belum tentu benar.

Berikut adalah mitos-mitos tersebut.

  1. Daging kurban tidak perlu dicuci sebelum dimasak

Banyak orang yang percaya bahwa daging kurban, baik itu kambing, domba, sapi, kerbau, atau jenis daging lainnya tidak perlu dicuci sebelum dimasak atau disimpan di dalam kulkas. Mereka menganggap daging kurban yang harus melalui proses pencucian akan lebih rentan mengalami penurunan kualitas dan akhirnya membusuk.

Sayangnya, anggapan ini tidaklah benar. Pakar kesehatan menyebut daging kurban tetaplah harus dicuci, meskipun rupanya terlihat bersih dan higienis. Daging kurban berpotensi kotor karena ditempatkan di tempat yang tidak higienis saat proses penyembelihan. Jika tidak dicuci, dikhawatirkan daging akan memiliki kotoran, kuman, dan hal-hal lain yang kurang baik.

  1. Kuman pada daging kurban tidak berbahaya

Anggapan lain yang juga dipercaya oleh masyarakat terkait dengan daging kurban adalah kuman yang ada pada daging ini tidak perlu dikhawatirkan dengan berlebihan karena toh daging kurban akan dimasak dengan suhu yang tinggi. Biasanya, hal ini dilakukan oleh mereka yang percaya jika daging yang dicuci akan menjadi lebih keras saat dimasak.

Masalahnya adalah proses pencucian daging tidak hanya untuk menghilangkan kuman atau kotoran, melainkan juga membuang berbagai macam racun atau zat sisa yang bisa jadi tidak akan mengalami perubahan apapun meski sudah dimasak. Karena alasan inilah sebaiknya memang kita tetap mencuci daging kurban hingga bersih.

  1. Daging kambing

Read the rest

7 Cara Memilih Daging Kambing yang Baik & Lezat

Ilustrasi daging kambing (needpix)

DokterSehat.Com – Hanya dalam hitungan beberapa hari lagi, umat muslim di seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Idul Adha. Idul Adha atau ‘lebaran haji’ identik dengan tradisi kurban sapi, kambing, domba, dan unta. Nah, berbicara soal kambing, ada tips atau cara memilih bagian daging kambing yang baik sekaligus cara mengolahnya agar bisa benar-benar terasa nikmat di lidah. Apa saja itu?

Bagian Daging Kambing yang Paling Enak, Mana Saja?

Menyantap daging kambing saat Hari Raya Idul Adha menjadi momen yang paling ditunggu. Bagi orang Indonesia, daging kambing biasa diolah menjadi sejumlah jenis sajian kuliner khas. Sebut saja gulai kambing, sop kambing, tongseng kambing, hingga tentu saja yang paling umum yakni sate kambing.

Lantas, apa saja bagian daging kambing yang paling enak? Jika merujuk pada standar internasional, maka ada sejumlah bagian daging kambing yang dinilai paling enak untuk dikonsumsi. Bagian-bagian tersebut dikenal sebagai meat map.

Cara Memilih Daging Kambing yang Baik (Dan Cara Mengolahnya)

Nah, dari sejumlah bagian daging kambing yang direkomendasikan tersebut, berikut ini adalah tips atau cara memilih daging kambing yang paling baik dan enak beserta cara mengolahnya dengan benar agar nanti rasanya benar-benar terasa nikmat di lidah.

1. Has Luar (Sirloin)

Cara memilih daging kambing yang pertama ialah dengan pilihlah bagian has luar, atau biasa dikenal dengan nama sirloin. Daging ini memiliki tekstur yang cenderung empuk. Sirloin kambing juga cocok untuk Anda yang sedang mengurangi asupan lemak, namun tetap ingin mengonsumsi daging kambing. Pasalnya, sirloin ini memiliki lemak yang sedikit.

Untuk pengolahannya, cuci dan rebus daging sirloin di dalam air mendidih secara berulang sampai buih kotoran yang dihasilkan saat proses perebusan benar-benar menghilang. Hal ini guna menghilangkan bau ‘prengus’ yang sangat khas dari daging kambing.

Setelah itu, barulah salah satu bagian daging kambing yang paling enak ini bisa Anda masak dengan bumbu yang diinginkan. Sirloin

Read the rest

Daging Kambing Bisa Mengatasi Masalah Darah Rendah?

DokterSehat.Com– Ada anggapan yang dipercaya oleh banyak orang, yakni daging kambing bisa membuat tekanan darah naik. Hal ini membuat sebagian orang memilih untuk mengonsumsi daging kambing demi mengatasi masalah tekanan darah rendah. Apakah cara ini cukup ampuh untuk mengatasi masalah kesehatan tersebut?

Dampak mengonsumsi daging kambing bagi masalah darah rendah

Tekanan darah rendah atau hipotensi terjadi saat tekanan darah lebih rendah dari normal, yakni di bawah 90/60. Kondisi ini akan menyebabkan gejala seperti kepala pusing, sakit kepala, pandangan yang kabur atau berkunang-kunang, tubuh yang menjadi lebih lemas, pucat, tidak lagi bersemangat, hingga mual-mual dan sensasi tidak nyaman pada perut.

Pakar kesehatan menyebut penderita tekanan darah rendah boleh-boleh saja mengonsumsi daging kambing. Hanya saja, makanan dengan rasa yang nikmat ini tidak akan memberikan dampak yang berarti bagi masalah darah rendah yang diderita.

Mitos yang menyebut daging kambing bisa membuat tekanan darah naik disebabkan oleh adanya kepercayaan bahwa lemak jenuh di dalam daging kambing bisa memicu peningkatan kadar kolesterol dan tekanan darah. Padahal, menurut pakar kesehatan, kadar lemak jenuh di dalam daging kambing cenderung lebih rendah dibandingkan dengan di dalam daging sapi.

Sebagai contoh, jika kita mengonsumsi daging kambing sebanyak 100 gram, maka akan mendapatkan lemak jenuh sebanyak 0,71 gram. Sementara itu, di dalam daging sapi dengan jumlah yang sama, tersedia sekitar 6 gram lemak jenuh.

Bahkan, jika kita membandingkannya dengan daging ayam yang memiliki kandungan lemak jenuh sebanyak 2,5 gram di setiap 100 gramnya, kadar lemak jenuh di dalam daging kambing tentu lebih aman bagi kesehatan tubuh, bukan?

Kadar kolesterol di dalam daging kambing adalah sekitar 57 mg untuk setiap 100 gram daging kambing. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan dengan kadar kolesterol di dalam daging sapi yang mencapai 89 mg mg di setiap 100 gramnya.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam Asian Australian Journal of Animal Sciences pada 2014

Read the rest

5 Tips Makan Daging Kambing Sehat dan Aman

DokterSehat.Com– Daging kambing bisa memberikan dilema tersendiri bagi sebagian masyarakat Indonesia. Meskipun dikenal memiliki rasa yang sangat nikmat, dalam realitanya daging kambing memiliki reputasi sebagai bahan makanan yang kurang sehat. Lantas, apakah tidak ada cara yang aman agar kita bisa tetap menikmatinya?

Tips Sehat Makan Daging Kambing

Pakar kesehatan menyebut hobi makan daging kambing bisa saja memberikan dampak buruk bagi kadar kolesterol atau kesehatan jantung. Karena alasan inilah kita harus berhati-hati saat mengonsumsinya.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan agar tetap bisa sehat saat makan daging kambing.

  1. Membatasi porsinya

Sebenarnya, daging kambing masih termasuk dalam makanan yang tinggi kandungan nutrisi. Sayangnya, jika dikonsumsi dengan berlebihan, bisa menyebabkan dampak yang kurang baik seperti kolesterol tinggi, kenaikan berat badan, hingga diabetes. Karena alasan inilah sebaiknya kita membatasi konsumsinya.

Pakar kesehatan merekomendasikan konsumsi maksimal 50 gram daging kambing saja setiap kali makan. Hanya saja, jika kita memang sangat menyukainya, batasan ini masih bisa ditambah hingga 100 gram asalkan kita tidak memiliki masalah kesehatan apapun. Selain itu, jika kita ingin makan sate kambing, sebaiknya membatasinya maksimal 10 tusuk saja setiap hari.

Jika ingin daging kambing yang dijadikan rendang atau gulai, sebaiknya dibatasi satu atau dua potong saja karena biasanya sudah memiliki kandungan kalori yang sangat tinggi.

  1. Pilihlah daging yang memiliki kandungan lemak rendah

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk lebih cermat dalam memilih daging kambing. Sebagai contoh, kita sebaiknya memilih bagian paha yang kandungan lemaknya paling rendah. Selain itu, jika kita merebusnya, sebaiknya membuang air rebusan yang sudah dipenuhi oleh lemak yang ikut keluar.

  1. Jangan memilih daging kambing yang dibakar

Sate kambing atau olahan daging bakar lainnya memang bisa menawarkan kenikmatan tersendiri, namun jika kita sering mengonsumsinya, dikhawatirkan akan mendapatkan kandungan karsinogen yang bisa meningkatkan risiko terkena kanker. Biasanya, kandungan ini berasal dari bagian daging yang gosong saat dibakar.

Selain itu,

Read the rest