Category Archives: berat badan

8 Dampak Sering Telat Makan

DokterSehat.Com– Meski sudah berkali-kali diingatkan oleh pakar kesehatan, dalam realitanya kita masih menyepelekan pentingnya makan tepat waktu. Hasilnya, kita pun cenderung makan di waktu yang sembarangan. Bahkan, karena berbagai macam kesibukan, kita seperti terbiasa untuk telat makan. Padahal, pakar kesehatan menyebut kebiasaan ini sangatlah tidak sehat.

Dampak sering telat makan bagi kesehatan

Pakar kesehatan menyebut tubuh akan mengalami cukup banyak dampak kesehatan jika sering dibiasakan untuk telat makan.

Berikut adalah dampak-dampak kesehatan tersebut.

  1. Bisa menyebabkan datangnya maag

Telat makan akan membuat kita lebih rentan mengalami masalah asam lambung tinggi. Hal ini disebabkan oleh tubuh yang terbiasa makan di jam-jam tertentu yang mempengaruhi kapan waktu asam lambung bisa diproduksi demi membantu proses pencernaan.

Jika kita tidak makan di jam-jam saat kita terbiasa makan, maka asam lambung akan lebih rentan naik hingga ke pangkal kerongkongan. Hal ini tentu akan menyebabkan sensasi tidak nyaman pada tubuh, bukan?

  1. Bisa meningkatkan risiko terkena kerontokan

Meski terlihat tidak berkaitan, dalam realitanya sering telat makan bisa saja meningkatkan risiko terkena kerontokan rambuut. Hal ini disebabkan oleh tubuh yang tidak mendapatkan nutrisi makanan dengan cukup. Kondisi ini tentu akan membuat rambut dan akarnya menjadi semakin lemah dan rapuh sehingga mudah untuk mengalami kerontokan.

  1. Bisa mempengaruhi fungsi otak

Telat makan akan membuat otak tidak mendapatkan nutrisi yang cukup untuk berfungsi dengan baik. Alhasil, kita pun akan kesulitan untuk menjalankan beberapa fungsi layaknya berpikir jernih, berkonsentrasi, mendapatkan ide-ide baru, mempelajari hal-hal baru, hingga mengingat sesuatu.

Singkat kata, dengan fungsi otak semakin menurun, maka aktivitas sehari-hari juga akan menjdi semakin lambat dan tidak bisa dilakukan dengan maksimal.

  1. Bisa memicu kegemukan

Siapa bilang telat makan bisa membuat berat badan turun? Dalam realitanya, sering telat makan justru akan meningkatkan risiko mengalami kenaikan berat badan atau obesitas. Fakta ini diperkuat oleh hasil penelitian yang dilakukan para ahli dari Brigham and Women’s Hospital,

Read the rest

5 Penyebab Sistem Metabolisme Lambat

DokterSehat.Com– Salah satu hal yang membedakan berat badan antara satu orang dengan orang lainnya adalah sistem metabolisme tubuh. Sistem metabolisme tubuh memiliki kaitan yang erat dengan gaya hidup yang kita lakukan sehari-hari. Lantas, sebenarnya apa saja penyebab metabolisme lambat.

Penyebab Metabolisme Lambat yang Sering Dilakukan

Orang-orang yang memiliki sistem metabolisme tubuh yang cepat cenderung mampu membakar lemak dalam jumlah yang lebih banyak. Tanpa perlu melakukan olahraga dengan serius atau menjalani diet ketat, tubuh mereka akan tetap terjaga kondisinya atau mampu menurunkan berat badan dengan cepat.

Berikut ini berbagai penyebab metabolisme lambat:

  1. Jarang mengonsumsi kafein

Memang, tidak semua orang minum kopi dan mereka yang jarang mengonsumsi minuman ini juga ada yang memiliki sistem metabolisme tubuh yang cepat, namun, dalam banyak kasus, jika kita tidak mengonsumsi minuman berkafein layaknya kopi atau teh seperti biasanya, maka risiko untuk mengalami perlambatan sistem metabolisme tubuh akan meningkat.

Pakar kesehatan menyebut kafein bisa mempengaruhi laju sistem metabolisme tubuh dengan signifikan sehingga bisa membantu menurunkan berat badan, bahkan, sebuah penelitian membuktikan bahwa kebiasaan mengonsumsi kopi sebelum menjalankan olahraga bisa membuat proses pembakaran kalori di dalam tubuh berlangsung dengan lebih baik.

  1. Efek dari melakukan olahraga kardio

Berolahraga biasanya bisa membuat sistem metabolisme tubuh atau proses pembakaran kalori meningkat, namun, khusus untuk olahraga kardio, kita justru bisa mengalami efek penurunan sistem metabolisme tubuh dengan signifikan. Jika ingin mempercepat laju metabolisme dan menurunkan berat badan, pakar kesehatan lebih merekomendasikan olahraga angkat beban.

Jika kita melakukannya sebanyak tiga kali dalam seminggu, maka dampaknya bagi sistem metabolisme tubuh dan proses pembakaran kalori dan lemak akan menjadi lebih baik.

  1. Kekurangan asupan kalori

Banyak orang yang berpikir jika mengonsumsi kalori dengan lebih sedikit akan bisa membantu tubuh membakar kalori dengan lebih efektif, namun, pakar kesehatan justru menyebut hal ini bisa saja mengganggu sistem metabolisme tubuh.

Berdasarkan sebuah penelitian, tubuh akan menyesuaikan diri dengan

Read the rest

7 Penyebab Utama Perut Buncit (Pria & Wanita)

DokterSehat.Com– Tak hanya bisa membuat penampilan menjadi buruk dan menurunkan percaya diri,  perut buncit juga berkaitan dengan masalah kesehatan. Banyak orang yang sudah berusaha untuk mengatasi masalah perut buncit ini namun tidak kunjung berhasil. Apa penyebab perut buncit?

Penyebab Perut Buncit pada Pria dan Wanita

Program diet yang bisa menurunkan berat badan belum tentu bisa mengatasi masalah perut buncit. Pakar kesehatan menyebut ada beberapa hal yang bisa menyebabkan hal ini.

Berikut adalah beberapa di antaranya.

  1. Hobi mengonsumsi minuman beralkohol

Sudah menjadi rahasia umum jika hobi mengonsumsi minuman beralkohol bisa menyebabkan dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Sayangnya, masih banyak orang yang mengonsumsinya karena alasan pergaulan.

Meski bentuknya cairan, dalam realitanya alkohol termasuk dalam minuman yang tinggi kandungan kalori. Jika kita mengonsumsi 12 ons bir, maka kita sudah mengonsumsi 153 kalori. Tingginya kadar kalori inilah yang kemudian bisa membuat berat badan naik dan perut membuncit.

Jika kita meminum alkohol, tubuh akan segera memetabolismenya dan akhirnya tidak mengolah lemak dari makanan lain dengan maksimal. Keberadaan lemak inilah yang kemudian menumpuk di dalam perut dan menyebabkan perut buncit.

  1. Faktor usia

Faktor usia ternyata juga berpengaruh pada kondisi perut buncit yang kita miliki. Sebagai contoh, jika kita sudah berusia lebih dari 30 atau 40 tahun, akan lebih sulit untuk mengatasi masalah kesehatan ini jika dibandingkan dengan saat usia kita jauh lebih muda. Hal ini disebabkan oleh secara alami tubuh mengalami perlambatan sistem metabolisme usai melewati usia 30-an.

Bagi kaum wanita yang sudah memasuki fase menopause, fungsi metabolisme bahkan bisa berlangsung menjadi jauh lebih lambat akibat mulai berubahnya keseimbangan hormon di dalam tubuh. Hal ini tentu akan berimbas pada semakin menumpuknya lemak di berbagai bagian tubuh, khususnya perut.

  1. Olahraga yang kurang tepat

Olahraga seperti bersepeda atau berlari memang baik bagi kesehatan tubuh, namun olahraga ini kurang tepat dalam menurunkan lingkar perut. Pakar kesehatan menyarankan

Read the rest

Benarkah Nasi Putih Bikin Gemuk dan Picu Diabetes?

Photo Credit: Flickr.com/stu_spivack

DokterSehat.Com– Nasi putih dikenal luas sebagai makanan pokok di Indonesia. Bahkan, ada orang yang merasa belum makan kalau belum benar-benar makan nasi. Hanya saja, belakangan ini semakin banyak orang yang mulai membiasakan tidak makan nasi karena menganggapnya bisa memicu kegemukan dan diabetes. Sebenarnya, apakah nasi putih memang bisa menyebabkan masalah kesehatan ini?

Kaitan antara nasi dengan kegemukan dan diabetes

Selain menurunkan atau bahkan benar-benar menghindari nasi putih, ada orang yang menggantikannya dengan nasi merah atau nasi hitam yang dianggap lebih sehat.

Dalam realitanya, di dalam nasi putih terdapat kandungan kalori yang cukup tinggi. Sebagai contoh, jika kita memasaknya satu cangkir atau 158 gram saja, sudah terdapat kandungan kalori sebanyak 205 kkal. Selain itu, terdapat kandungan gula sebanyak 0,08 gram.

Meski kandungan kalori dan gulanya tergolong normal, nasi putih termasuk dalam makanan dengan indeks glikemik yang tinggi, apalagi jika kondisinya masih panas atau hangat. Hal ini berarti, setelah mengonsumsinya, kadar gula darah bisa naik dengan drastis. Jika tubuh tidak segera mengolahnya sebagai sumber energi dan kita tidak menggunakannya dengan baik, bisa jadi akan memicu datangnya diabetes.

Sementara itu, di dalam secangkir nasi putih terdapat kandungan karbohidrat yang cukup tinggi, yakni sekitar 44,5 gram.  Mengonsumsinya dalam jumlah atau frekuensi yang wajar sebenarnya masih aman bagi tubuh, namun jika kita terbiasa makan nasi dalam jumlah yang banyak, maka hal ini akan memicu penumpukan lemak di dalam tubuh dan akhirnya menyebabkan kenaikan berat badan.

Melihat fakta ini, pakar kesehatan menyebut nasi putih memang terkait dengan kenaikan berat badan dan diabetes. Hanya saja, bukan berarti kita harus benar-benar menghindarinya. Asalkan dikonsumsi dengan porsi dan frekuensi yang tepat, nasi bisa dijadikan sumber energi yang baik untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Hanya saja, jika kita ingin mengombinasikannya dengan nasi jenis lain seperti nasi merah dan nasi hitam, atau bahkan mengonsumsi sumber karbohidrat tinggi

Read the rest

Orang Gemuk Minum Susu, Jadi Tambah Gemuk?

Photo Source: Flickr/Marco Verch Professional Photographer and Speaker

DokterSehat.Com– Ada sebuah anggapan yang dipercaya masyarakat Indonesia, yakni susu bisa membuat kita menjadi lebih gemuk. Hal ini membuat banyak orang yang memiliki berat badan normal atau berat badan berlebih memilih untuk tidak minum susu. Sebenarnya, apakah susu memang bisa memberikan dampak kesehatan ini?

Susu bisa membuat berat badan naik?

Pakar kesehatan menyebut susu yang tinggi lemak memang berpotensi membuat berat badan naik. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan kalori di dalamnya. Hanya saja, hal ini berlaku jika kita minum susu dengan berlebihan.

Sebagai informasi, jika kita mengonsumsi satu gelas susu dengan ukuran 200 ml, kita akan mendapatkan 130 kalori dan 8 gram lemak. Jika kita meminumnya di saat yang tepat seperti dijadikan camilan penahan lapar, konsumsi susu tentu tidak akan memberikan dampak berarti bagi berat badan.

Selain itu, jika kita menerapkan pola makan yang sehat, tidak sembarangan ngemil, dan rajin berolahraga, rutin minum susu justru bisa membangun otot sehingga kita pun akan memiliki bentuk tubuh yang lebih baik. Hal ini berarti, kita tidak perlu khawatir berlebihan untuk minum susu.

Lantas, bagaimana dengan orang gemuk. Apakah mereka juga sebaiknya menghindari susu mengingat adanya kandungan kalori dan lemak di dalamnya?

Jika memang mereka ingin menurunkan asupan kalori dan lemak, mereka bisa memilih susu skim yang hanya memiliki 66 kalori serta 0,2 gram lemak di setiap gelasnya. Selain itu, asalkan susu tidak diberi tambahan gula, meminumnya secara rutin dengan porsi yang tepat juga tidak akan memberikan dampak buruk bagi berat badan.

Susu direkomendasikan bagi yang ingin menurunkan berat badan

Pakar kesehatan dr. Anju Sood dari Food NDTV menyebut konsumsi susu satu atau dua gelas per hari justru bisa membantu menurunkan berat badan.

Berikut adalah beberapa penjelasannya.

  1. Susu bisa menahan lapar

Kandungan protein yang tinggi di dalam susu ternyata bisa membantu tubuh kenyang dalam

Read the rest