Cara Menyelamatkan Diri dari Gempa (Jangan Panik)

Cara Menyelamatkan Diri dari Gempa (Jangan Panik)

[ad_1]

cara-menyelamatkan-diri-dari-gempa-doktersehat

DokterSehat.Com – Beberapa waktu yang lalu, masyarakat sempat dibuat panik oleh fenomena alam bernama gempa. Sebagai Negara yang notabene berdiri di atas 3 (tiga) lempeng utama yakni lempeng Eurasia, Australia, dan Pasifik, pun ditambah keberadaan sejumlah gunung berapi aktif, Indonesia memang kerap dilanda gempa. Lantas, bagaimana kita menyikapinya? Bagaimana cara menyelamatkan diri dari gempa?

Tips atau Cara Menyelamatkan Diri dari Gempa

Kita tentu tidak akan lupa dengan sejumlah tragedi gempa bumi yang beberapa bulan hingga tahun belakangan melanda Ibu Pertiwi. Terbaru, ada gempa berkekuatan 6,9 Magnitudo yang melanda provinsi Banten (terasa hingga Jakarta & sekitarnya). Atau, gempa berkekuatan 5,9 SR yang mengguncang Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah pada 2006 silam dengan jumlah korban tewas lebih dari 5.782 jiwa.

Namanya bencana alam, tentu tidak ada yang bisa memprediksi atau mencegah datangnya gempa. Satu-satunya yang bisa disikapi terkait salah satu bencana alam paling mematikan ini adalah dengan melakukan langkah-langkah perlindungan diri.

Berikut ini adalah cara menyelamatkan diri ketika gempa yang penting untuk Anda ketahui.

1. Antisipasi Gempa

Sebelum sampai pada pembahasan mengenai cara menyelamatkan diri dari gempa, Anda harus melakukan langkah antisipasi terhadap risiko munculnya gempa bumi, baik itu di lingkungan tempat tinggal maupun tempat kerja.

Beberapa langkah antisipasi gempa bumi yang penting untuk Anda ketahui meliputi:

  • Mengenali daerah tempat tinggal atau bekerja, apakah memiliki risiko gempa yang besar atau tidak
  • Tandai titik-titik di tempat tinggal maupun tempat beraktivitas lainnya yang bisa dijadikan tempat berlindung manakala gempa datang mengguncang (contoh: bawah meja)
  • Sebaliknya, hindari titik lokasi yang sekiranya bisa membahayakan diri saat gempa terjadi (contoh: dekat kaca jendela, pintu, tiang)
  • Ingat-ingat dengan baik akses pintu keluar (termasuk tangga darurat) sehingga ketika gempa terjadi tidak terlalu membuang banyak waktu
  • Biasakan untuk mematikan peralatan rumah tangga seperti kompor, pendingin ruangan (AC), hingga kran air apabila sedang tidak digunakan
  • Menyimpan nomor-nomor penting (Pemadam kebakaran, PMI, BNPB/BPBD, polisi, rumah sakit, dll)

2. Cara Menyelamatkan Diri dari Gempa

Manakala gempa datang melanda, usahakan untuk tidak panik dan lakukanlah sejumlah tips atau cara menyelamatkan diri dari gempa berikut ini sesuai dengan lokasi Anda berada saat terjadi gempa.

Apabila saat terjadi gempa Anda kebetulan sedang berada di dalam ruangan, misalnya di dalam rumah, cara menyelamatkan diri dari gempa pada situasi seperti ini adalah dengan berlindung di bawah meja.

Cara menyelamatkan diri ketika gempa ini bertujuan untuk melindungi diri Anda sementara waktu dari benda-benda yang mungkin akan berjatuhan akibat gempa, mulai dari lampu hingga atap, sambil menunggu bantuan datang.

Jika Anda tidak sendiri alias beramai-ramai, maka pastikan semuanya sudah berada di dalam posisi aman dan ikuti komando dari orang yang sudah dipercaya untuk mengendalikan situasi ini.

Lain halnya ketika gempa melanda Anda sedang berada di luar ruangan. Kalau tadi Anda diharuskan untuk mencari medium berlindung seperti meja, maka kali ini Anda diharuskan untuk berada di area yang benar-benar terbuka dan jauh dari benda-benda yang berpotensi jatuh atau runtuh, seperti  tiang atau pohon.

Lindungi kepala Anda dan tunggu sampai keadaan benar-benar sudah kondusif. Alangkah baiknya, berkumpulah bersama orang-orang lainnya yang sama-sama sedang berusaha menyelamatkan diri dari gempa.

Jika fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, perkantoran, maupun sekolah adalah tempat di mana Anda berada saat gempa terjadi, maka cara menyelamatkan diri dari gempa adalah dengan tetap berusaha tenang. Sikap tidak tenang di tempat yang ramai malah akan menciptakan kekacauan yang berimbas pada terhambatnya proses evakuasi.

Sambil tetap berusaha tenang, ikuti komando dari petugas keamanan  yang bertugas. Idealnya, Anda akan diminta untuk menggunakan tangga darurat guna menuju area terbuka. Jangan sekali-kali menggunakan lift di saat-saat seperti ini. Bersikaplah kooperatif agar evakuasi berjalan lancar.

Berada di alam terbuka seperti pegunungan atau pantai saat terjadi gempa tentu lebih berisiko. Kalau di gunung risikonya berupa longsor, maka gelombang tsunami adalah ancaman yang menghantui mereka yang kebetulan sedang berada di pantai saat gempa.

Jangan dulu panik dan putus harapan. Anda bisa menerapkan cara menyelamatkan diri dari gempa yakni dengan menjauhi area lereng atau jurang dan bergeraklah menuju dataran yang lebih tinggi.

Anda yang berada  di dalam kendaraan ketika gempa mengguncang ada baiknya segera keluar dan buru-buru mencari area terbuka. Mintalah bantuan orang sekitar atau petugas yang kebetulan ada di lokasi untuk membantu mobilitas Anda.

Sekali lagi, pastikan untuk tetap tenang dan tidak terlalu tergesa-gesa.

3. Pasca Gempa

Setelah situasi dipastikan kondusif pasca gempa, ada sejumlah hal lainnya yang perlu Anda lakukan dan ini masih berkaitan dengan cara menyelamatkan diri dari gempa, yaitu:

  • Segera keluar ruangan untuk mencari tempat yang lebih aman atau meminta pertolongan medis
  • Periksa kondisi tubuh kalau-kalau ada luka yang cukup serius
  • Matikan seluruh komponen yang memicu kebakaran, seperti kompor gas atau aliran listrik
  • Jika memungkinkan, berikan pertolongan kepada orang lain di sekitar.
  • Jangan mudah menelan informasi yang tidak jelas sumbernya. Selalu ikuti kata regu penyelamat atau otoritas terkait lainnya

Tak kalah penting, guna meminimalisir dampak gempa yang sewaktu-waktu bisa terjadi, perhatikan tata letak barang-barang di dalam ruangan. Misalnya seperti kamar tidur, usahakan untuk tidak menaruh barang-barang yang mudah jatuh di atas tempat tidur. Ini untuk mengantisipasi apabila gempa terjadi ketika Anda sedang tertidur pulas.

Hindari juga meletakkan barang-barang secara berdekatan. Langkah tersebut bertujuan agar ruangan tidak terlalu sempit sehingga jika terjadi gempa tidak mengganggu pergerakan Anda untuk keluar ruangan.

Sementara untuk gedung-gedung perkantoran umumnya dibangun dengan konstruksi yang tahan gempa. Kendati demikian, tetap saja Anda harus berhati-hati guna menghindari kemungkinan-kemungkinan yang tak terduga. Semoga bermanfaat!

 

Sumber:

  1. Tips aman dari gempa bumi. BPBD Kabupaten Badung, Bali. https://badungkab.go.id/instansi/bpbd/baca-artikel/548/Tips-aman-dari-gempa-bumi.html [diakses pada 26 Agustus 2019]
  2. What to do in an Earthquake. Victoria State Emergency Service. https://www.ses.vic.gov.au/get-ready/quakesafe/what-to-do-in-an-earthquake [diakses pada 26 Agustus 2019]
  3. Fakta-Fakta Gempa Magnitudo 6,9 Banten. DetikNews. https://news.detik.com/berita/d-4650495/fakta-fakta-gempa-magnitudo-69-banten?single=1 [diakses pada 26 Agustus 2019]
  4. Mengingat Kembali Gempa Yogyakarta 11 Tahun Lalu. Kompas. https://regional.kompas.com/read/2017/05/27/13193441/mengingat.kembali.gempa.yogyakarta.11.tahun.lalu?page=all [diakses pada 26 Agustus 2019]



[ad_2]

Source link

AKDSEO