Benda Berkarat Bisa Sebabkan Tetanus?

By | June 25, 2019


Photo Source: Flickr/cogdog

DokterSehat.Com– Ada sebuah hal yang dipercaya oleh masyarakat, yakni jika melihat benda-benda berkarat layaknya paku, kita harus berhati-hati agar tidak sampai tergores atau terluka. Jika sampai mengalaminya, maka risiko untuk terkena tetanus akan meningkat. Sebenarnya, apakah benda berkarat memang bisa menyebabkan datangnya penyakit ini?

Kaitan antara benda berkarat dengan risiko tetanus

Pakar kesehatan menyebut sebenarnya tidak ada kaitan langsung antara karat dengan tetanus. Tetanus sendiri lebih disebabkan oleh infeksi bakteri berjenis clostridium tetani. Bakteri ini tidak hanya ditemui di benda-benda berkarat, melainkan juga di berbagai macam kotoran, debu, atau bahkan tanah.

Pakar kesehatan dr. William Schaffner dari Vanderbilt University menyebut bakteri tetanus lebih sering menyebabkan infeksi jika memasuki tubuh melalui luka terbuka, khususnya jika luka ini cenderung cukup dalam. Karena alasan inilah jika kita terluka, sebaiknya segera ditutup dengan plester atau perban demi mencegah datangnya infeksi, termasuk infeksi yang bisa memicu datangnya tetanus.

Schaffner menyebut anggapan bahwa benda berkarat seperti paku bisa menyebabkan tetanus sebenarnya bisa dimengerti mengingat luka dari paku bisa jadi cukup dalam sehingga bisa membuat risiko terkena tetanus meningkat. Selain itu, benda-benda berkarat seringkali dianggap sebagai benda yang kotor dan penuh dengan bakteri.

Melihat fakta ini, kita justru harus jauh lebih mewaspadai luka yang muncul jika kita sedang melakukan kegiatan yang cukup kotor seperti berkebun atau hal-hal lain yang berpotensi membuat luka terbuka terkena kotoran, debu, atau tanah. Bisa jadi hal ini justru akan membuat kita lebih rentan terkena tetanus.

Selain itu, kita juga disarankan untuk mendapatkan vaksin tetanus. Selain dengan mendapatkannya di masa anak-anak, vaksin tetanus juga bisa didapatkan saat sudah berusia dewasa, tepatnya setiap 10 tahun sekali.

Beberapa gejala awal tetanus yang sebaiknya diwaspadai

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa gejala awal dari tetanus yang sebaiknya kita waspadai sehingga kita bisa segera mengatasinya atau setidaknya meminta bantuan medis ke dokter.

Berikut adalah berbagai gejala awal tersebut.

  1. Kaku pada otot rahang

Gejala awal dari masalah tetanus yang sebaiknya diwaspadai adalah sensasi kaku atau terkunci pada rahang. Dalam dunia medis, hal ini disebut sebagai lockjaw. Hal ini disebabkan oleh otot yang mengendalikan gerakan rahang, yakni otot masseter sudah terpapar infeksi bakteri tetanus mengalami kontraksi sehingga akan tertutup rapat. Kita pun akan kesulitan berbicara atau makan akibat hal ini.

  1. Kaku pada wajah dan leher

Gejala tetanus berikutnya yang sebaiknya diwaspadai adalah sensasi kaku pada wajah dan leher. Hal ini disebabkan oleh infeksi bakteri penyebab tetanus yang sudah mencapai otot leher dan otot wajah. Biasanya, hal ini akan membuat penderitanya akan kesulitan untuk tersenyum atau melakukan ekspresi wajah lainnya.

  1. Perut terasa keras

Infeksi bakteri penyebab tetanus ternyata juga bisa mencapai bagian perut, tepatnya pada bagian otot-otot dan dinding perut. Hal ini akan menyebabkan kontraksi pada otot yang membuatnya terasa sangat keras saat disentuh. Padahal, perut seharusnya terasa lebih lembut.

  1. Kaku pada sekitar luka

Bagian luka yang menjadi awal mula infeksi bakteri tetanus ternyata juga akan mengalami sensasi kaku. Biasanya, hal ini terjadi pada tetanus lokal. Meskipun begitu, tetanus jenis ini juga tidak bisa disepelekan begitu saja dan harus segera ditangani.

  1. Menyebabkan demam

Demam adalah tanda dari sistem kekebalan tubuh yang berusaha untuk melawan infeksi bakteri tetanus. Hal ini akan menyebabkan peningkatan suhu tubuh sekaligus membuat penderita tetanus terus mengeluarkan banyak keringat hingga penyakit ini mereda.





Source link