Batasan Makan Mi Ayam dalam Seminggu

By | July 9, 2019


Photo Source: Flickr/michaelphams

DokterSehat.Com– Salah satu makanan khas Indonesia yang digemari oleh banyak orang adalah mi ayam. Makanan yang bisa ditemukan dengan mudah di berbagai penjuru Tanah Air ini dikenal luas memiliki rasa yang enak dan bisa mengenyangkan. Hanya saja, apakah tidak apa-apa jika kita rutin mengonsumsi mie ayam dengan frekuensi yang cukup sering?

Kandungan kalori mi ayam

Mi ayam dikenal luas sebagai makanan yang terbuat dari bahan dasar mi basah yang memiliki kuah dalam jumlah yang cukup banyak. Ditambah dengan bumbu dan minyak sebagai penambah rasa, mi ayam juga diberi suwiran daging ayam serta beberapa jenis sayuran. Hal ini membuat mi ayam dianggap sebagai makanan dengan kandungan nutrisi yang lengkap.

Ppakar kesehatan mengingatkan bahwa mi ayam termasuk dalam makanan dengan kandungan kalori yang cukup tinggi. Jika kita mengonsumsinya satu mangkuk saja, kita sudah mendapatkan sekitar 650 hingga 700 kalori. Padahal, setiap harinya kita hanya membutuhkan sekitar 1.500 hingga 2.000 kalori. Jika kita mengonsumsinya terlalu sering, bisa jadi akan membuat asupan kalori menjadi berlebihan.

Belum lagi ditambah dengan adanya beberapa lauk yang disajikan oleh penjual mi ayam yang sepertinya sayang untuk tidak dimakan seperti sate, kerupuk, cakar ayam, hingga gorengan. Jika kita juga memakannya sambil mengonsumsi mi ayam, bisa dipastikan bahwa kalori yang kita makan jumlahnya sangat banyak.

Masalahnya adalah jika kita mengonsumsi kalori dengan berlebihan, bisa memicu kenaikan berat badan. Jika mi ayam dikonsumsi setiap hari, risiko untuk terkena masalah obesitas pun akan meningkat dengan signifikan.

Batasan konsumsi mi ayam dalam seminggu

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan di Korea Selatan yang melibatkan lebih dari 10 ribu orang. Dihasilkan fakta bahwa hobi mengonsumsi mi, baik itu mi instan atau mi basah sebagaimana yang dijual di tempat makan bisa meningkatkan masalah kesehatan yang terkait dengan sistem metabolik seperti diabetes, kolesterol tinggi, hipertensi, dan diabetes.

Berbagai masalah kesehatan ini terkait dengan tingginya kandungan lemak jenuh dan natrium di dalam mi ayam. Sebagai informasi, mi ayam memang biasanya diberi tambahan minyak dan penyedap rasa yang sayangnya memiliki kandungan tersebut. Belum lagi jika makanan ini diberi tambahan saus yang juga memiliki kandungan natrium.

Pakar kesehatan pun menyarankan kita untuk membatasi asupan mi ayam maksimal dua kali dalam seminggu demi mencegah datangnya berbagai masalah kesehatan. Hal ini berarti, meski mengenyangkan dan memiliki tambahan bahan makanan sehat seperti sayuran, sebaiknya memang kita tidak menjadikan mi ayam sebagai makanan pokok sehari-hari.

Mi ayam lebih sehat dari mi instan?

Banyak orang yang suka makan mi instan karena menganggapnya jauh lebih sehat dibandingkan dengan mi instan. Dalam realitanya, anggapan ini memang benar. Hal ini disebabkan oleh bahan utama dari mi ayam yang berupa mi basah, bukannya mi kering yang juga diberi tambahan pengawet agar tahan lama.

Selain itu, biasanya di dalam mi ayam sudah diberi tambahan sayuran layaknya sawi atau daun bawang yang tentu akan membuat kandungan gizinya lebih lengkap. Hal ini berarti, makan mi instan memang jauh lebih baik dibandingkan dengan mengonsumsi mi instan yang cenderung miskin nutrisi dan hanya tinggi kandungan kalori atau natrium.

Meskipun begitu, kita memang sebaiknya membatasi konsumsi mi ayam karena adanya kandungan natrium cukup tinggi. Imbangi dengan konsumsi makanan sehat demi menjaga kesehatan tubuh dan mencegah datangnya berbagai masalah kesehatan.





Source link