Apakah Transgender Bisa Hamil? Ini Faktanya!

By | August 20, 2019


DokterSehat.Com– Belakangan ini media sosial dihebohkan dengan kabar bahwa ada salah satu selebritis transgender mengandung janin atau hamil. Netizen pun melontarkan beragam komentar yang membantah bahwa seorang transgender tidak mungkin hamil, bahkan membuat banyak orang penasaran dan bertanya-tanya. Apakah transgender bisa hamil? Sebelum mencari tahu jawabannnya, mari kita ketahui perbedaan antara transgender dengan transeksual dan trans men dengan trans women, di bawah ini.

Perbedaan antara Transgender dengan Transeksual

Guna membedakan keduanya, berikut ini penjelasan selengkapnya antara istilah transgender dan transeksual:

Trensgender adalah istilah yang sering digunakan yang menggambarkan orang-orang yang identitas atau ekspresinya tidak sesuai dengan jenis kelamin sejak lahir. Sebagai contoh, seorang transgender mengaku sebagai wanita meskipun telah dilahirkan dengan jenis kelamin pria.

Menurut Pusat Kesetaraan Transgender Nasional (NCTE) yang berbasis di Amerika, transgender memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda.

Pribadi seseorang sebagai laki-laki, perempuan atau sesuatu yang lain adalah identitas gendernya. Untuk cisgender atau orang yang bukan transgender, identitas gender mereka cocok dengan jenis kelamin mereka saat lahir. Bagi orang transgender, keduanya tidak cocok.

Sementara transeksual adalah orang yang mengganti satu jenis kelamin ke jenis kelamin lainnya. Seseorang yang dilahirkan sebagai laki-laki dapat menjadi perempuan melalui penggunaan hormon dan prosedur bedah. Begitu pun seseorang yang terlahir sebagai wanita bisa menjadi pria.

Dikatakan bahwa waria (pria menjadi wanita) tidak dapat mengubah genetika mereka dan tidak memiliki kemampuan reproduksi (hami) dari seks yang mereka transisikan.

Jenis kelamin sejak lahir mengacu pada status biologis seseorang sebagai pria atau wanita. Dengan kata lain, seks mengacu secara eksklusif pada karakteristik biologis, seperti kromosom, keseimbangan hormon, dan anatomi internal dan eksternal.

Masing-masing manusia terlahir sebagai laki-laki atau perempuan, dengan pengecualian langka dari mereka yang lahir interseks, yang dapat menunjukkan karakteristik dari kedua jenis kelamin saat lahir.

Perbedaan antara Trans Men dengan Trans Women

Setelah mengetahui perbedaan transgender dan transeksual, berikut ini perbedaan antara trans men dan trans women:

Trans men adalah laki-laki yang yang dilahirkan dengan kelamin perempuan. Predikat pria transgender tidak selalu dapat disamakan dengan predikat pria transeksual, meskipun kedua predikat tersebut sering digunakan dengan cara ini.

Transgender adalah istilah umum yang mencakup berbagai jenis orang varian gender (termasuk orang transeksual). Banyak trans men memilih untuk menjalani transisi melalui pembedahan (operasi) atau pergantian hormon, atau keduanya, untuk mengubah penampilan mereka dengan cara yang sejalan dengan identitas gender mereka atau meringankan disforia gender (ketidaknyamanan gender).

Meskipun literatur menunjukkan bahwa sebagian besar trans men dikenali sebagai heteroseksual (artinya mereka tertarik secara seksual kepada wanita), trans men, seperti pria cisgender, juga dapat memiliki orientasi seksual atau identitas seksual, seperti homoseksual, gay, biseksual, panseksual atau aseksual, dan beberapa pria trans men menganggap identitas orientasi seksual konvensional tidak sesuai atau tidak berlaku bagi mereka.

Sementara trans women adalah wanita yang dilahirkan dengan kelamin laki-laki. Trans women dapat mengalami disforia gender dan dapat mengalami transisi. Proses ini biasanya melalui terapi penggantian hormon dan terkadang operasi penggantian kelamin, yang sangat membantu dan bahkan mengatasi disforia gender sepenuhnya. Trans women mungkin heteroseksual, biseksual, homoseksual, aseksual, atau dikenal dengan istilah lain (seperti queer).

Apakah Transgender Bisa Hamil?

Jawabannya ya, kemungkinan transgender bisa hamil dan melahirkan anak mereka sendiri. Ini mungkin jauh lebih umum daripada yang Anda kira, bukan?

Lebih jelasnya, mari kita jabarkan apa yang menjadi alasan transgender bisa hamil atau tidak.

Pertama, tidak semua orang yang dilahirkan berjenis kelamin laki-laki (AMAB) dikenal sebagai pria. Mereka yang melakukannya adalah laki-laki “cisgender”.

Sebaliknya, seseorang yang dilahirkan berjenis kelamin wanita (AFAB) dikenal atau merubah dirinya menjadi laki-laki. Orang-orang ini mungkin laki-laki “transgender” atau orang transmaskulin.

Transmaskulin digunakan untuk mencerminkan individu AFAB yang dikenal atau menunjukan ke arah sisi maskulin. Orang ini dapat dikenal sebagai laki-laki atau sejumlah identitas gender lainnya termasuk nonbinary, genderqueer, atau agender.

Banyak orang AFAB yang dikenal sebagai laki-laki atau yang tidak dikenal sebagai perempuan memiliki organ reproduksi yang diperlukan untuk mengandung anak.

Bahkan, ada juga teknologi baru yang memungkinkan individu AMAB untuk mengandung. Bagaimana bisa?

Apakah transeksual yang tidak memiliki rahim bisa hamil?

Seperti dilansir Healthline, belum ada kasus kehamilan pada individu AMAB (pria yang bertransisi menjadi perempuan).

Namun, berkat kemajuan dalam teknologi reproduksi dapat memungkinkan hal ini terjadi dalam waktu dekat atua masih dalam penelitian lebih lanjut, bagi orang-orang yang memiliki histerektomi dan mereka yang tidak dilahirkan dengan ovarium atau rahim.

Berikut yang memungkinkan transgender bisa hamil atau tidak:

1. Kehamilan melalui transplantasi rahim

Bayi pertama yang lahir dari rahim yang ditransplantasikan telah tiba di Swedia pada Oktober 2014 silam. Prosedur ini masih dalam tahap awal percobaan, dan beberapa bayi lainnya telah dilahirkan melalui metode ini.

Sebuah keluarga di India menyambut kelahiran bayi dari rahim yang ditransplantasikan, dan ini kasus pertama di negara tersebut.

Metode tersebut dikembangkan oleh perempuan cisgender. Namun banyak yang mulai berspekulasi bahwa prosedur ini dapat berlaku pada perempuan transgender dan orang-orang AMAB lainnya.

2. Kehamilan melalui rongga perut

Bagi orang-orang AMAB telah isarankan, bahwa mungkin dapat mengandung bayi di rongga perut. Para peneliti telah membuat terobosan berdasarkan fakta bahwa sebagian kecil telur dibuahi di luar rahim (ektopik), yang dikenal sebagai kehamilan ektopik.

Namun, kehamilan ektopik sangat berbahaya bagi orang tua dengan gestasional dan biasanya memerlukan pembedahan.

Tetapi, masih memerlukan banyak penelitian terhadap terobosan bagi orang yang tidak memiliki rahim untuk memiliki anak.

 

Sumber:

  1. Healthy Living. What Is The Difference Between Transsexual And Transgender? Facebook’s New Version Of ‘It’s Complicated’ (https://www.medicaldaily.com/what-difference-between-transsexual-and-transgender-facebooks-new-version-its-complicated-271389, diakses 20 Agustus 2019)
  2. What Does ‘Transgender’ Mean? (https://www.livescience.com/54949-transgender-definition.html, diakses 20 Agustus 2019)
  3. Trans woman (https://en.wikipedia.org/wiki/Trans_woman, diakses 20 Agustus 2019)





Source link