9 Penyebab Menstruasi Berhenti Tiba-Tiba

By | July 31, 2019


DokterSehat.Com – Siklus menstruasi normalnya berjalan selama 28-35 hari. Kalau Anda mengalami siklus pendek, dalam waktu empat minggu akan menstruasi lagi. Sementara itu kalau Anda memiliki siklus panjang, kemungkinan besar menstruasi berjalan setiap 5 minggu sekali. Nah, selain dua jenis menstruasi itu, beberapa wanita ada juga yang menstruasinya sering tidak teratur, bahkan terhenti.

Penyebab Menstruasi Berhenti Tiba-Tiba

Kalau Anda rutin mengalami menstruasi setiap siklusnya lalu mendadak ada gangguan dan terhenti begitu saja tentu akan membuat khawatir. Kalau Anda memang menjalani program kehamilan, bisa jadi itu tanda hamil. Namun, kalau tidak melakukannya, tapi menstruasi tertentu, beberapa hal di bawah ini mungkin jawabannya.

  1. Mengalami stres yang berlebihan

Seseorang yang mengalami stres berlebihan juga bisa mengalami gangguan menstruasi, Stres yang berlebihan menyebabkan gangguan pada hormon di dalam tubuh. Hormon yang memicu inflamasi lebih sering muncul dan membuat tubuh tidak ada pada kondisi terbaiknya untuk melakukan ovulasi lalu berujung pada menstruasi.

Saat sedang stres, tubuh mengubah modenya jadi mode bertarung atau bertahan hidup. Dengan mode ini, tubuh hanya memfokuskan diri pada fungsi vital saja. Dampaknya, beberapa bagian tubuh seperti organ reproduksi tidak akan bisa bekerja dengan maksimal termasuk untuk menstruasi.

  1. Perubahan berat badan yang signifikan

Berbeda dengan pria, wanita tidak bisa melakukan diet dengan sembarangan, apalagi dengan pembatasan kalori yang terlalu ekstrem. Kalau hal ini dilakukan, peluang terjadi gangguan pada organ reproduksi akan sangat besar. Bahkan, saking besarnya bisa membuat menstruasi jadi berhenti selama beberapa bulan.

Daripada melakukan diet berlebihan yang berbahaya untuk tubuh, lebih baik melakukan diet yang aman. Menurunkan berat badan yang terjadi perlahan-lahan akan lebih baik dibandingkan dengan cepat dan memicu banyak masalah. Oh ya, selain penurunan berat badan ekstrem, kenaikan yang cepat juga mengganggu menstruasi.

  1. Mengalami PCOS

Wanita yang mengalami PCOS akan mengalami perubahan hormon di dalam tubuhnya. Hormon Testosteron yang harusnya tidak terlalu tinggi justru meningkat. Dampak dari peningkatan hormon ini adalah penurunan fungsi estrogen. Wanita jadi memiliki tanda seks sekunder pria seperti rambut halus di wajah hingga mengalami kebotakan.

Karena hormon seks pria lebih dominan dan mempengaruhi kinerja dari estrogen yang ada di dalam tubuh, peluang wanita mengalami menstruasi sangat rendah. Bahkan, dalam berapa bulan wanita bisa tidak menstruasi sama sekali. Kondisi PCOS bisa diatasi dengan terapi hormon agar testosteron bisa ditekan.

  1. Meningkatkan intensitas olahraga

Wanita memang disarankan untuk melakukan olahraga secara rutin untuk menurunkan lemak berlebihan. Namun, olahraga yang berlebihan dan tidak sesuai dengan kemampuan justru berakibat buruk. Anda bisa mengalami gangguan pada tubuh mulai dari nyeri otot hingga gangguan menstruasi.

Normalnya olahraga dilakukan selama 30-45 menit setiap harinya. Kalau Anda melakukan olahraga yang intens, ada baiknya untuk mengurangi frekuensinya, misal setiap dua hari sekali atau tiga kali dalam seminggu.

  1. Mulai menggunakan kontrasepsi hormonal

Wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal biasanya akan tetap mengalami menstruasi meski intensitasnya tidak banyak. Namun, pada awal penggunaan kontrasepsi, kemungkinan besar mereka akan berhenti menstruasi selama beberapa bulan saja lalu kembali normal. Hal ini cukup wajar dan tidak perlu dikhawatirkan.

Kalau Anda berhenti menggunakan alat kontrasepsi, tubuh akan menyesuaikan diri hingga siklus menstruasi kembali normal. Kemungkinan besar akan ada siklus menstruasi yang terhenti selama beberapa bulan.

  1. Mulai menginjak usia perimenopause

Seorang wanita tidak akan langsung mengalami menopause secara langsung. Umumnya sekitar 4-5 tahun mendekati waktu menopause mereka akan mulai mengalami tandanya. Salah satu tanda yang paling umum terjadi adalah menstruasi yang berhenti selama beberapa bulan lalu kembali lagi. Kondisi ini cukup normal untuk wanita yang memiliki usia di atas 50 tahun.

  1. Memasuki usia menopause

Setelah mengalami masa perimenopause selama beberapa tahun, kondisi menopause akan muncul. Pada tahap ini wanita tidak subur lagi karena hormon estrogen semakin anjlok. Menstruasi akan berhenti dan tubuh mulai mengalami beberapa gejala seperti heartburn, mudah berkeringat, berisiko alami osteoporosis, hingga emosi yang labil.

Menopause umumnya terjadi pada wanita yang memiliki usia di atas 55 tahun. Namun, pada kondisi tertentu, menopause bisa terjadi jauh lebih cepat.

  1. Mengalami masalah pada tiroid

Seseorang yang mengalami gangguan pada kelenjar tiroidnya bisa mengalami gangguan menstruasi dan siklusnya. Gangguan jenis hipertiroidisme atau hipotiroidisme bisa menyebabkan hal yang sama. Kalau Anda mengalami gangguan ini terapi harus dilakukan dengan baik agar tidak terjadi masalah yang lain.

Seseorang dengan kondisi hipertiroidisme umumnya memiliki tubuh yang sangat kurus dan susah menaikkan berat badan. Sebaliknya penderita hipotiroidisme justru mudah mengalami kenaikan berat badan dan menjadi obesitas.

  1. Gangguan tubuh lainnya

Kondisi terakhir yang memicu gangguan pada menstruasi pada wanita adalah penyakit celiac dan diabetes. Penyakit celiac bisa menyebabkan masalah ini kalau sudah parah. Usus yang mengalami kerusakan akibat autoimun tersebut akan sulit menyerap nutrisi. Dampaknya Anda mengalami malnutrisi dan gangguan menstruasi terjadi.

Saat mengalami diabetes dan kondisi gula darahnya tidak bisa dikontrol dengan baik, kemungkinan besar seseorang akan mengalami gangguan menstruasi. Selain sering terlambat, menstruasi yang berhenti juga bisa terjadi.

Inilah beberapa pemicu gangguan menstruasi yang terjadi pada wanita. Anda mungkin pernah berhenti menstruasi sekali lalu lanjut lagi di bulan selanjutnya. Namun, kalau menstruasi tidak kunjung muncul dan kondisi ini terjadi berkali-kali, kemungkinan besar sedang terjadi masalah pada tubuh dan Anda harus segera memeriksakannya ke dokter.

 





Source link