9 Cara Mempercepat Pemulihan Pasca Operasi (Mudah Dilakukan)

By | August 26, 2019


DokterSehat.ComProses pemulihan pasca operasi baik tindakan operasi kecil (minor) atau tindakan operasi yang besar (seperti caesar, pemasangan pen, dsb) adalah sesuatu yang penting untuk Anda ketahui. Tujuannya untuk mempercepat proses penyembuhan (recovery) dan mempercepat penyembuhan luka jahitan bekas operasi.

Cara Mempercepat Pemulihan Pasca Operasi

Setelah operasi, pasien tidak bisa dikatakan sembuh begitu saja. Pasalnya berbagai komplikasi pasca operasi bisa muncul dan menimbulkan masalah baru. Masalah yang umum terjadi adalah infeksi yang bisa memicu kondisi pasien menjadi lebih buruk, hingga yang terparah bisa memicu kematian.

Nah, agar mempercepat pemulihan pasca operasi, Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini, di antaranya:

1. Ikuti saran dokter

Setelah operasi selesai, dokter akan memberikan arahan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Anda harus mematuhi apa yang dikatakan agar proses penyembuhan berjalan dengan lancar. Jangan melakukan hal-hal yang dilarang tanpa ada pertimbangan yang matang.

Apabila ada hal-hal yang mungkin baru atau yang masih kurang jelas dari penjelasan dokter mengenai perawatan pasca operasi, sebaiknya tanyakan kembali hingga jelas. Tidak perlu merasa malu atau canggung untuk mendapatkan informasi dari dokter atau perawat, untuk meminimalisir komplikasi yang mungkin terjadi dikemudian hari.

2. Jaga kebersihan luka sekitar area operasi

Guna mencegah munculnya infeksi pada luka bekas operasi, selalu jaga kebersihan area sekitar luka, yakni dengan membungkus luka operasi dengan kassa yang bersih, hindari luka bekas operasi dari debu, kotoran atau mungkin hewan lain seperti lalat.

Apabila Anda telah diajari sebelumnya oleh dokter atau petugas kesehatan untuk mengganti perban secara mandiri di rumah, pastikan cuci tangan terlebih dahulu sebelum mengganti perban dan cuci tangan Anda kembali setelahnya.

Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan adalah saat Anda buang air kecil atau besar, jangan sampai ada yang terciprat ke luka. Minta bantuan keluarga untuk proses pergantian luka apabila Anda tidak memungkinkan untuk melakukannya sendiri.

3. Cek luka secara berkala

Mengapa Anda harus selalu melakukan pengecekan luka secara berkala? Karena meskipun Anda telah menjaga kebersihan luka sebaik apapun, ada kalanya komplikasi luka muncul dari dalam luka itu sendiri.

Apabila Anda menemukan perubahan atau masalah pada luka bekas operasi (seperti keluar cairan kekuningan yang banyak sekali, darah, nyeri, bengkak, dsb), segera konsultasikan dan kontrol luka tersebut kembali ke rumah sakit.

4. Lakukan diet makan yang tepat

Makan dan minuman yang tepat dapat memengaruhi kecepatan proses penyembuhan pasca operasi. Perbanyaklah makan makanan yang berprotein tinggi seperti putih telur dan ikan gabus, karena kandungan protein yang cukup dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka. Selain itu, hindarilah minuman seperti alkohol karena dapat memperlambat proses pemulihan pasca operasi.

5. Melakukan kontrol rutin

Dokter akan meminta Anda untuk melakukan kontrol rutin kalau sudah tidak berada di rumah sakit. Ikuti petunjuk dari dokter untuk melakukan kontrol dan pengecekan bekas luka operasi dan kondisi tubuh secara menyeluruh. Setelah luka membaik, kontrol tidak perlu lagi dilakukan.

6. Hati-hati saat batuk dan bersin

Pada pasien yang menjalani operasi besar khususnya di daerah dada dan perut, disarankan untuk lebih berhati-hati saat bersin dan batuk, karena bersin dan batuk yang terlalu kuat dan keras biasanya akan dapat menimbulkan rasa nyeri pada luka bekas operasi.

Selain itu, pada beberapa kasus–meski jarang terjadi–batuk dan bersin yang terlalu kuat dan keras bisa menyebabkan terbukanya luka bekas operasi. Hal ini disebabkan karena adanya tekanan intraabdomen (dalam perut) dan intratorakal (dalam dada) meningkat saat  batuk dan bersin, sehingga apabila terdapat luka bekas operasi dapat merangsang rasa nyeri dan peregangan luka pada daerah tersebut.

7. Taat minum obat

Perawatan pasca operasi yang telah menjadi perawatan rawat jalan, biasanya pasien akan diberikan beberapa obat oral seperti obat penahan rasa sakit dan antibiotik. Pemberian obat ini, berdasarkan pertimbangan dokter saat melakukan operasi dan perawatan di rumah sakit.

Terutama untuk obat-obatan antibiotik, pasien hendaknya harus meminumnya sampai habis dan sesuai yang dianjurkan oleh dokter. Kepatuhan pasien dalam meminum obat dapat membantu mempercepat proses pemulihan pasca operasi.

8. Istirahat cukup

Pemulihan pasca operasi, terutama pada pasien yang menjalani tindakan operasi besar yang diperbolehkan untuk rawat jalan oleh dokter adalah perbanyak waktu istirahat di rumah. Hindari aktivitas fisik yang berlebihan seperti melompat, jongkok, mengangkat atau mendorong yang sesuatu berat.

Pasien hanya disarankan untuk hanya melakukan aktivitas fisik sehari-hari seperti mandi, makan, tidur dan berjalan ringan. Dengan istirahat yang cukup, proses penyembuhan luka pun menjadi maksimal.

9. Mobilisasi

Istirahat yang cukup memang dapat membantu mempercepat proses pemulihan pasca operasi. Namun, bukan berarti Anda hanya tidur-tiduran di tempat tidur dan tidak mau bergerak sama sekali.

Mobilitas yang baik dan tidak terlalu berlebihan juga dapat membantu proses pemulihan pasca operasi dengan cara memperkuat otot-otot sekitar luka sehingga proses penutupan dan pemulihan luka menjadi lebih cepat dan baik

Aktivitas yang cukup disarankan adalah jalan kaki. Anda tidak perlu melakukan aneka kegiatan seperti lari, melompat, mengangkat, atau mendorong sesuatu yang berat. Namun, apabila kondisi tubuh kian membaik, aktivitas boleh ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan.

Nah, itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mempercepat pemulihan pasca operasi. Dengan melakukan beberapa hal di atas, peluang terjadinya komplikasi dapat diminimalisir, sehingga Anda bisa sembuh dengan cepat dan segera beraktivitas seperti biasa. Semoga ulasan di atas bisa menambah informasi yang tepat bagi Anda, khususnya yang akan dan telah menjalani operasi.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Antonius Hapindra Kasim





Source link