8 Manfaat Tak Terduga Hobi Bersepeda

By | September 22, 2019


Photo Source: Flickr/foilman

DokterSehat.Com– Di akhir pekan seperti sekarang ini, ada banyak orang yang melakukan olahraga bersepeda. Olahraga ini bisa dilakukan dengan mudah di mana saja. Bahkan, kita tidak perlu memakai sepeda gunung. Sepeda biasa saja sudah bisa memberikan banyak manfaat kesehatan.

Berbagai Manfaat Melakukan Olahraga Bersepeda

Bersepeda termasuk dalam olahraga yang menyenangkan untuk dilakukan. Sembari melakukannya, kita bisa menikmati pemandangan sekitar. Tak hanya itu, dampaknya bagi kesehatan tubuh juga bisa sangat terasa jika rutin melakukannya.

Berikut adalah manfaat sering melakukan olahraga ini.

  1. Memperkuat Otot

Dampak pertama yang akan kita rasakan jika bersepeda secara rutin adalah mengalami penguatan otot, khususnya di bagian kaki. Hanya saja, sebenarnya di hampir seluruh bagian tubuh, otot-otot juga akan menjadi lebih kuat. Sebagai contoh, otot lengan juga akan membaik karena digunakan untuk menyeimbangkan sepeda selama dikayuh.

Pakar kesehatan menyebut anak-anak sangatlah direkomendasikan untuk bersepeda karena bisa membuat kesehatan dan kelenturan otot mereka semakin membaik.

  1. Meningkatkan Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

Saat kita bersepeda, denyut jantung cenderung semakin meningkat. Hal ini akan berimbas pada sirkulasi darah yang semakin meningkat dan akhirnya memperbaiki kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Penelitian membuktikan bahwa orang-orang yang bersepeda setiap hari ke tempat kerja cenderung memiliki risiko lebih kecil untuk terkena penyakit kardiovaskular layaknya tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan aterosklerosis.

  1. Mengatasi Stres

Salah satu olahraga yang paling cocok untuk dilakukan jika kita sedang mengalami stres adalah bersepeda. Bahkan, pakar kesehatan menyebut rutin melakukannya bisa mengatasi masalah kecemasan berlebih.

Hal ini disebabkan oleh sensasi senang dan bahagia saat kita melakukannya, apalagi jika pemandangan di jalanan yang kita lewati cukup indah. Hal ini tentu akan membuat kesehatan mental semakin membaik.

  1. Menurunkan Berat Badan

Bersepeda bisa menjadi salah satu pilihan untuk menurunkan kadar lemak di dalam tubuh. Hal ini disebabkan oleh otot-otot pada bagian paha dan pantat yang lebih aktif saat melakukannya. Kondisi ini berimbas pada meningkatnya laju metabolisme dan akhirnya menurunkan kadar lemak di dalam perut.

Jika kita sedang dalam program diet. Tak ada salahnya untuk rutin melakukan olahraga ini demi mendukung keberhasilannya.

  1. Menurunkan Risiko Diabetes

Salah satu penyakit yang cukup banyak menyerang masyarakat Indonesia adalah diabetes. Penyakit ini bisa muncul akibat gaya hidup yang buruk dan terkait dengan faktor keturunan. Jika sampai kita mengalaminya, risiko terkena komplikasi mematikan layaknya serangan jantung, stroke, dan amputasi pun semakin meningkat.

Rutin bersepeda setiap hari setidaknya 30 menit saja sudah mampu mengendalikan kadar gula darah dan membuat risiko terkena diabetes menurun hingga 40 persen.

  1. Menurunkan Risiko Kanker

Beberapa penelitian membuktikan bahwa bersepeda setiap hari bisa menurunkan risiko terkena beberapa jenis kanker. Hal ini disebabkan oleh laju sistem metabolisme yang meningkat dan sistem kekebalan tubuh yang semakin membaik.

  1. Meningkatkan Mobilitas Persendian

Bersepeda adalah salah satu olahraga terbaik bagi penderita osteoarthritis. Hal ini disebabkan oleh kemampuannya dalam membuat mobilitas dan kesehatan persendian semakin meningkat. Hal ini tentu akan membuat sensasi nyeri pada persendian menurun, membuat kekuatan dan keseimbangan tubuh semakin membaik.

  1. Menyehatkan Pencernaan

Bersepeda akan membuat laju pencernaan meningkat. Hal ini terjadi akibat naiknya pernapasan dan denyut jantung. Kondisi ini tentu akan membuat buang air besar menjadi lebih lancar sehingga membuat risiko terkena perut kembung dan sembelit bisa ditekan.

 

Sumber:

  1. Krishnan, Amritha. 2019. 10 Benefits Of Cycling For Your Health. com/health/wellness/benefits-of-cycling-for-your-health-129965.html. (Diakses pada 22 September 2019).





Source link