7 Penyebab Kecanduan (Wajib Diwaspadai)

By | August 23, 2019


DokterSehat.Com – Manusia punya kecenderungan untuk jadi seorang ‘pecandu’, entah itu pecandu kopi, pecandu game, pecandu alkohol, pecandu narkoba, atau pecandu asmara (nama terakhir mungkin menggambarkan diri Anda). Sayangnya, candu lebih banyak ‘menghasilkan’ kerugian ketimbang keuntungan. Lantas, apa sih sebenarnya yang menjadi penyebab kecanduan pada diri seseorang? Bagaimana cara mengatasi candu?

Apa Itu Kecanduan?

Kecanduan adalah kondisi di mana Anda kehilangan kendali atas sesuatu, biasanya karena sesuatu tersebut bisa menimbulkan rasa senang. Kecanduan terjadi secara bertahap, dan seiring berjalannya waktu—jika tidak ditangani dengan baik—akan semakin parah.

Saat Anda kecanduan terhadap sesuatu, maka seakan-akan Anda tidak bisa hidup tanpa melakukan atau mengonsumsi  sesuatu yang dijadikan candu tersebut. Kondisi ini tentu saja membawa dampak negatif, utamanya bagi kesehatan mental. Kecanduan sangat mungkin untuk memengaruhi bagaimana nantinya Anda berperilaku dan berpikir.

Penyebab Kecanduan pada Diri Seseorang

Bukannya tanpa alasan mengapa seseorang bisa mengalami yang namanya kecanduan terhadap sesuatu. Nah, apakah saat ini Anda sedang mengalami kecanduan, entah apapun itu? Berikut ini adalah beberapa penyebab kecanduan yang Anda alami tersebut.

1. Pelepasan Dopamin

Namanya juga candu, maka hal ini berkaitan dengan sesuatu yang ‘menyenangkan’, seperti bermain smartphone, berhubungan seks, merokok, atau berbelanja barang-barang mewah.

Tahukah anda dari mana datangnya rasa senang dan puas ketika melakukan aktivitas-aktivitas tersebut? Hormon dopamin atau disebut hormon ‘bahagia’ adalah jawabannya. Masalahnya, dopamin yang diproduksi oleh neurotransmitter di dalam otak ini bisa menjadi tak terkendali.

Jika sudah begitu, terjadilah yang namanya kecanduan karena dopamin yang dihasilkan melebihi jumlah yang ideal. Oleh sebab itu, mengontrol diri sendiri terhadap pelbagai hal yang ‘menyenangkan’ tersebut menjadi penting sebelum hilang kendali.

2. Pengaruh Lingkungan

Faktor lingkungan adalah penyebab kecanduan yang paling umum. Misalnya, seseorang yang berada di lingkungan sosial (bisa pertemanan atau keluarga) di mana terdapat perokok, pengonsumsi alkohol, atau games addict maka ada kemungkinan ia akan terpengaruh untuk melakukan hal yang sama.

Hal tersebut bisa terjadi karena sejumlah faktor, mulai dari rasa penasaran, tekanan sosial dari teman-teman, dan sebagainya. Fenomena seperti ini lazimnya dialami oleh mereka yang masih berusia remaja, meskipun tak menutup kemungkinan orang dewasa juga bisa mengalaminya.

3. Masalah Pribadi

Penyebab kecanduan selanjutnya adalah adanya masalah pribadi yang dialami oleh orang yang akhirnya menjadi seorang pecandu, misalnya pecandu alkohol atau narkoba. Masalah pribadi yang dimaksud bisa berupa masalah keluarga, pekerjaan, hingga asmara.

Akibat adanya masalah pribadi yang mungkin membikin stres hingga depresi, seseorang mungkin akan mencari semacam ‘pelarian’. Alkohol dan narkoba adalah dua hal yang kerap dijadikan sebagai pelarian tersebut. Rasa senang dan tenang yang didapat dari keduanya lantas menyebabkan ketergantungan yang berubah menjadi candu.

4. Kesehatan Mental

Anda pernah mendengar istilah ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder dan gangguan kecemasan (anxiety disorder)? Keduanya sama-sama merupakan masalah mental yang memiliki relasi dengan kecanduan (adiksi).

Kecenderungan untuk berperilaku impulsif menjadikan pengidap ADHD rentan mengalami candu terhadap sesuatu yang ia ‘senangi’. Kondisi ini akan tetapi masih bisa dikendalikan apabila pengidap ADHD diberikan terapi pengobatan khusus.

Sementara bagi para pengidap anxiety disorder seperti depresi dan post-traumatic stress disorder (PTSD), lagi-lagi alasan mencari ‘pelarian’ menjadi penyebab kecanduan yang ia alami. Karena merasa sesuatu itu bisa ‘menolong’ dirinya, tak ayal ia pun mengalami ketergantungan yang sulit untuk dihilangkan.

5. Keturunan (Genetik)

Percaya atau tidak, adiksi atau kecanduan yang dialami oleh seseorang ternyata juga bisa dipengaruhi oleh faktor genetik, lho.

Manakala seseorang mengalami candu terhadap sesuatu (misalnya rokok, alkohol, atau segala sesuatu yang berbau seks), ada kemungkinan ia akan “mewarisi” candunya tersebut kepada keturunannya walaupun jenis candunya bisa berbeda.

Kendati begitu, faktor keturunan (genetik) sebagai salah satu penyebab kecanduan pada seseorang juga tidak “bekerja” sendirian. Genetik hanya bersifat sebagai faktor risiko, sedangkan sisanya tetap dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya seperti lingkungan sosial, kesehatan mental, dan sebagainya.

6. Karakteristik Sifat

Pada beberapa orang yang memiliki karakter sifat seperti impulsif atau senang mencoba hal-hal baru yang ‘menantang’, potensi untuk menjadi kecanduan terhadap sesuatu menjadi semakin besar.

Penyebab kecanduan yang satu ini dimungkinkan karena:

  • Sifat impulsif mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu yang membangkitkan hasratnya
  • Sifat ingin mencoba hal-hal baru dan ‘menantang’ membuat seseorang ingin melakukan hal tersebut dengan tujuan mendapatkan kesenangan dan rasa puas

Sebagai contoh, seseorang ingin melakukan hubungan seksual pra-nikah karena dirasa ‘menantang’. Setelah melakukannya, ia mendapatkan semacam kepuasan, tak hanya dari hubungan seks itu sendiri namun juga adrenalin yang terpacu karena berhasil melakukan sesuatu yang—bagi banyak orang—terlarang itu.

Nah, kepuasan tersebutlah yang akhirnya membuat seseorang untuk terus-menerus mengulangi perbuatannya hingga akhirnya menjadi kecanduan.

7. Zat Adiktif

Pada kasus seperti candu rokok atau narkoba, penyebab kecanduan yang dialami oleh pemakai ‘barang terlarang’ ini adalah adanya zat yang bersifat adiktif atau zat yang menyebabkan kecanduan.

Nah, zat yang menyebabkan kecanduan tersebut apabila masuk ke dalam tubuh akan memengaruhi fungsi otak, utamanya merangsang neurotransmitter untuk melepaskan dopamin atau hormon ‘bahagia’.  Sensasi bahagia yang dirasakan tersebut lantas menyebabkan otak akan “meminta” Anda untuk terus melakukan hal yang sama berulang kali guna menghasilkan perasaan bahagia tersebut.

Tahap-Tahap Menjadi Kecanduan

Menjadi kecanduan terhadap sesuatu tidak langsung terjadi begitu saja. Seperti yang sudah dijelaskan di awal, seseorang akan melalui sejumlah tahapan sebelum ia benar-benar menjadi seorang pecandu. Tahap- tahap menjadi kecanduan tersebut meliputi:

  • Tahap 1, yakni ketika muncul rasa penasaran terhadap suatu objek (bisa barang atau aktivitas)
  • Tahap 2, yakni ketika rasa suka terhadap objek termaksud mulai menyebabkan Anda kehilangan kendali atas diri sendiri
  • Tahap 3, yakni ketika tubuh sudah tidak mampu menghentikan keinginan untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang disenangi

Cara Menghilangkan Kecanduan

Pertanyaan pun muncul, apakah kecanduan bisa dihilangkan? Jawabannya, bisa. Ada sejumlah cara menghilangkan kecanduan yang dapat Anda lakukan, yaitu:

  • Menyadari bahwa Anda memang memiliki ketergantungan atau candu terhadap sesuatu
  • Mengurangi frekuensi aktivitas yang menjadi penyebab kecanduan
  • Mengalihkan aktivitas candu ke aktivitas lainnya yang lebih bermanfaat (contoh: berolahraga dan main musik)
  • Konseling dengan psikiater

Sementara itu, untuk kasus kecanduan narkoba, cara menghilangkannya mungkin memerlukan penanganan khusus oleh dokter dan juga ahli medis terkait lainnya.

Itu dia penyebab kecanduan yang perlu Anda ketahui. Apabila Anda merasa sudah di tahap kecanduan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis agar kondisi ini bisa segera ditangani sebelum bertambah parah dan mengganggu kehidupan. Semoga bermanfaat!

 

Sumber:

  1. Felman, A. (2018). What are the treatments for addiction? Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323468.php [diakses pada 23 Agustus 2019]
  2. N.P. (2018). What are the risk factors for addiction? Medical News Today.
    https://www.medicalnewstoday.com/articles/323467.php [diakses pada 23 Agustus 2019]
  3. Tyler, M. (2016). Risk Factors of Addiction. Healthline. https://www.healthline.com/health/addiction/risk-factors [diakses pada 23 Agustus 2019]
  4. Genes and Addiction. https://learn.genetics.utah.edu/content/addiction/genes/ [diakses pada 23 Agustus 2019]





Source link