7 Manfaat Tak Terduga Hobi Minum Susu Kedelai

By | July 8, 2019


Photo Source: Flickr/ Kjokkenutstyr.net

DokterSehat.Com– Susu kedelai kini semakin diminati masyarakat. Hal ini disebabkan oleh adanya anggapan yang menyebut susu ini lebih cocok untuk dikonsumsi oleh mereka yang ingin menjalani program diet. Padahal, ada banyak sekali manfaat kesehatan lain yang bisa didapatkan dari kebiasaan mengonsumsi susu kedelai.

Khasiat minum susu kedelai

Sebagaimana susu hewani, susu kedelai juga memiliki banyak kandungan nutrisi yang baik bagi kesehatan. Sebagai contoh, kandungan vitamin dan mineralnya akan berpengaruh besar bagi sistem kekebalan tubuh, proses regenerasi sel, dan lain-lain.

Berikut adalah berbagai manfaat kesehatan yang bisa didapatkan jika kita hobi mengonsumsi susu kedelai.

  1. Bisa mencegah aterosklerosis

Susu kedelai ternyata bisa menyehatkan jantung dan pembuluh darah. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan vitamin E di dalamnya. Mencukupi kebutuhan vitamin ini setiap hari terbukti mampu mencegah datangnya aterosklerosis, pengerasan pembuluh darah yang bisa berujung pada serangan jantung atau stroke.

Selain itu, di dalam susu kedelai cenderung tinggi kandungan vitamin B6, magnesium, dan asam folat yang bisa mencegah produksi tromboksan yang bisa meningkatkan risiko penggumpalan atau penyumbatan darah. Rutin mengonsumsinya juga disebut-sebut bisa membantu menurunkan risiko terkena hipertensi.

  1. Bisa membuat profil lipid menjadi lebih sehat

Salah satu manfaat utama dari kebiasaan mengonsumsi susu kedelai adalah membuat profil lipid menjadi lebih sehat. Berbeda dengan susu hewani yang memiliki kandungan lemak, susu kedelai cenderung tidak memiliki lemak jenuh dan kolesterol. Rutin mengonsumsinya akan membuat profil lipid semakin membaik sehingga akan menjaga keseimbangan trigliserida, kolesterol baik, dan kolesterol jahat.

  1. Bisa menurunkan kadar kolesterol jahat

Di dalam susu kedelai terdapat kandungan lestin yang bisa membantu meluruhkan kadar kolesterol jahat berlebih di dalam darah. Hal ini tentu akan berpengaruh besar pada menurunnya pembentukan plak di dalam pembuluh darah penyebab hipertensi atau penyumbatan darah yang berbahaya.

Selain itu, di dalam susu kedelai juga bisa ditemukan isoflavon, sejenis antioksidan yang akan membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), membersihkan plak di pembuluh darah, dan menurunkan kadar kolesterol jahat dengan signifikan.

  1. Bisa menurunkan risiko kanker

Di dalam susu kedelai terdapat kandungan protein, vitamin, mineral, dan selenium, sejenis antioksidan yang bisa membantu sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat untuk melawan paparan buruk radikal bebas. Sebagai informasi, radikal bebas bisa memicu peradangan dan pembentukan sel-sel tidak normal yang berpotensi memicu datangnya kanker.

Selain itu, kita juga bisa menemukan kandungan genistein dan vitamin yang memiliki peran besar dalam mencegah terbentuknya sel-sel kanker.

  1. Bisa menurunkan berat badan

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, susu kedelai lebih dikenal sebagai susu yang cocok untuk program diet. Hal ini disebabkan oleh kandungan gulanya yang cenderung rendah, yakni sekitar 7 gram saja di setiap cangkirnya. Selain itu, kandungan asam lemak tak jenuh tunggal di dalam susu kedelai juga secara efektif mampu mencegah penyerapan lemak di dalam saluran pencernaan.

  1. Bisa mencegah masalah osteoporosis

Kebanyakan orang berpikir jika hanya susu hewani yang akan bisa memberikan manfaat kesehatan bagi tulang. Padahal, dalam realitanya susu kedelai juga bisa membantu mencegah datangnya osteoporosis. Hal ini disebabkan oleh keberadaan kandungan fitosetrogen yang akan mendukung proses penyerapan kalsium dari berbagai macam makanan dan minuman.

Di dalam susu kedelai juga tinggi kandungan vitamin D yang bisa mendukung kesehatan dan kekuatan tulang.

  1. Baik bagi kesehatan mental

Kandungan vitamin B6 di dalam susu kedelai bisa mendukung produksi hormon serotonin yang bisa meredakan stres dan membuat suasana hati semakin membaik. Hal ini tentu akan mendukung kesehatan mental dengan signifikan.





Source link