5 Penyebab Sistem Metabolisme Lambat

By | July 31, 2019


DokterSehat.Com– Salah satu hal yang membedakan berat badan antara satu orang dengan orang lainnya adalah sistem metabolisme tubuh. Sistem metabolisme tubuh memiliki kaitan yang erat dengan gaya hidup yang kita lakukan sehari-hari. Lantas, sebenarnya apa saja penyebab metabolisme lambat.

Penyebab Metabolisme Lambat yang Sering Dilakukan

Orang-orang yang memiliki sistem metabolisme tubuh yang cepat cenderung mampu membakar lemak dalam jumlah yang lebih banyak. Tanpa perlu melakukan olahraga dengan serius atau menjalani diet ketat, tubuh mereka akan tetap terjaga kondisinya atau mampu menurunkan berat badan dengan cepat.

Berikut ini berbagai penyebab metabolisme lambat:

  1. Jarang mengonsumsi kafein

Memang, tidak semua orang minum kopi dan mereka yang jarang mengonsumsi minuman ini juga ada yang memiliki sistem metabolisme tubuh yang cepat, namun, dalam banyak kasus, jika kita tidak mengonsumsi minuman berkafein layaknya kopi atau teh seperti biasanya, maka risiko untuk mengalami perlambatan sistem metabolisme tubuh akan meningkat.

Pakar kesehatan menyebut kafein bisa mempengaruhi laju sistem metabolisme tubuh dengan signifikan sehingga bisa membantu menurunkan berat badan, bahkan, sebuah penelitian membuktikan bahwa kebiasaan mengonsumsi kopi sebelum menjalankan olahraga bisa membuat proses pembakaran kalori di dalam tubuh berlangsung dengan lebih baik.

  1. Efek dari melakukan olahraga kardio

Berolahraga biasanya bisa membuat sistem metabolisme tubuh atau proses pembakaran kalori meningkat, namun, khusus untuk olahraga kardio, kita justru bisa mengalami efek penurunan sistem metabolisme tubuh dengan signifikan. Jika ingin mempercepat laju metabolisme dan menurunkan berat badan, pakar kesehatan lebih merekomendasikan olahraga angkat beban.

Jika kita melakukannya sebanyak tiga kali dalam seminggu, maka dampaknya bagi sistem metabolisme tubuh dan proses pembakaran kalori dan lemak akan menjadi lebih baik.

  1. Kekurangan asupan kalori

Banyak orang yang berpikir jika mengonsumsi kalori dengan lebih sedikit akan bisa membantu tubuh membakar kalori dengan lebih efektif, namun, pakar kesehatan justru menyebut hal ini bisa saja mengganggu sistem metabolisme tubuh.

Berdasarkan sebuah penelitian, tubuh akan menyesuaikan diri dengan asupan makanan atau kalori yang berkurang demi menghemat energi atau menjaga daya tahan tubuh. Salah satu cara untuk menyesuaikan diri ini adalah dengan memperlambat sistem metabolisme tubuh sehingga proses pembentukan energi bisa berlangsung dengan lebih lama. Sayangnya, hal ini juga bisa berimbas pada berat badan yang sulit untuk diturunkan.

  1. Mengalami masalah kurang tidur

Sudah menjadi rahasia umum jika kurang tidur bisa berimbas pada berat badan yang sulit untuk diturunkan atau bahkan membuat berat badan naik. Hal ini disebabkan oleh tubuh yang kemudian mengalami penurunan laju sistem metabolisme tubuh.

Hal ini bisa menyebabkan kekacauan sistem hormon yang ada di dalam tubuh. Tak hanya bisa meningkatkan risiko terkena obesitas, kurang tidur juga bisa memicu masalah yang lebih serius seperti kanker.

  1. Dipengaruhi oleh kondisi bakteri di dalam usus

Kondisi kesehatan usus bisa mempengaruhi banyak hal di dalam tubuh. Selain bisa membuat sistem kekebalan tubuh menurun dengan signifikan, risiko terkena perlambatan sistem metabolisme tubuh juga akan terjadi jika keseimbangan bakteri usus mengalami masalah. Kita pun akan mengalami kenaikan berat badan.

Demi mengatasi hal ini, pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengonsumsi makanan prebiotik yang bisa kembali memperbaiki kondisi bakteri di dalam usus. Makanan-makanan ini bisa berupa buah sehat seperti raspberry atau bluberry, hingga minuman sehat seperti kopi yang kaya akan polifenol.





Source link