5 Penyakit yang Bisa Menular Melalui Seks Oral

By | Oktober 15, 2019


DokterSehat.Com – Seks yang dilakukan oleh pasangan memang memberikan kepuasan baik secara fisik maupun psikologi. Namun, seks apa pun jenisnya mulai dari vaginal, anal, dan oral memiliki banyak risiko kalau tidak dilakukan dengan benar. Seks bisa menyebarkan penyakit berbahaya dengan mudah melalui cairan kemaluan yang dihasilkan.

Penyakit Berbahaya yang Ditularkan Melalui Seks Oral

Dari semua jenis aktivitas seks yang dilakukan, seks oral adalah salah satu yang berisiko. Alasan mengapa seks jenis ini berisiko adalah kecenderungan pasangan yang melakukannya tanpa pengaman. Beberapa orang menganggap kalau seks oral cukup aman sehingga penggunaan kondom tidak perlu diperhatikan.

Seks yang dilakukan dengan cara oral tetap berisiko sebabkan gangguan pada pasangan. Bahkan kemungkinan menyebarkan penyakit berbahaya di bawah ini cukup tinggi.

  1. Herpes Genitalis

Herpes genitalis adalah salah satu penyakit yang berbahaya dan mudah sekali menular melalui apa pun jenis seks yang dilakukan. Yang membuat penyakit ini berbahaya adalah kemampuannya untuk bertahan pada tubuh. Seseorang yang terkena herpes, selamanya tidak akan sembuh meski gejalanya bisa diturunkan.

Seks dengan seseorang yang mengalami herpes genitalis harus dilakukan dengan alat pengaman seperti kondom. Menggunakan kondom pun kadang penyakit ini masih bisa menyebar kalau kemaluan saling bersentuhan meski tidak terlalu lama. Jadi, lebih waspadalah dengan kondisi ini agar tubuh selalu sehat.

Oh ya, herpes tidak akan bisa sembuh kalau seseorang sudah terinfeksi. Mungkin penyakit tidak selalu muncul dan menunjukkan gejalanya. Namun, pada kondisi tertentu seperti saat Anda sedang drop, gejala bisa muncul berkali-kali dan memicu masalah yang besar.

  1. Gonore

Gonore adalah penyakit yang umum terjadi pada pria dan wanita. Bakteri yang terdapat pada kemaluan bisa dengan mudah menyebar ke seluruh tubuh  dan menyebabkan gangguan seperti keluarnya cairan mirip nanah dari penis atau vagina, rasa sakit saat kencing, dan kadang muncul perdarahan.

Gonore mudah sekali ditangani asal belum parah dan kondisinya bisa diketahui sedini mungkin. Namun, kalau kondisinya sudah parah bisa menyebabkan infeksi parah di area pelvis dan menyebabkan penurunan kesuburan baik pada pria atau wanita.

Gejala awal dari gonore ini mudah diketahui, khususnya pada aroma cairan yang keluar dari penis. Begitu terlihat ada yang aneh dan terasa tidak nyaman saat berkemih, ada baiknya segera memeriksakan diri.

  1. Sifilis

Sifilis hampir sama dengan gonore yang bisa disembuhkan dengan mudah asal gejalanya diketahui sejak dini. Namun, kalau sudah sampai parah bisa menyebabkan gagal organ, demensia atau kepikunan, dan gangguan serius lain yang tidak bisa disepelekan begitu saja kalau ingin sehat setiap saat.

Seseorang yang memiliki sifilis biasanya tidak terlihat dengan baik dengan mata telanjang. Oleh karena itu kalau ingin melakukan seks oral, gunakan kondom untuk pengaman. Dengan tambahan kondom, kondisi sifilis bisa dicegah dan kemungkinan terjadi penularan bisa menurun dengan drastis.

  1. Klamidia

Klamidia menyebabkan perasaan panas pada penis dan vagina. Rasa panas ini juga disertai dengan infeksi pada saluran kemih dan rasa sakit saat kencing atau saat melakukan aktivitas akibat gesekan yang dialami cukup besar. Kalau Anda sudah memiliki gejala klamidia, segera lakukan pemeriksaan dini agar tidak menyebar ke mana-mana.

Klamidia mudah sekali menyebar dari orang ke orang lain melalui berbagai jenis seks mulai dari vaginal, anal, dan oral. Jadi, apa pun jenis seksnya, risiko tetap tinggi sehingga menggunakan pengaman adalah jalan yang terbaik.

  1. Kutil Kelamin

Kutil kelamin disebabkan oleh infeksi HPV. Infeksi ini bisa terjadi melalui seks oral karena virus bisa masuk ke dalam tubuh dan bertahan di sana. Kalau kondisi tubuh baik, virus akan dorman dan tidak menyebabkan gangguan pada tubuh serta antibodi akan mengikisnya. Namun, kalau kondisi tubuh menurun, kemungkinan terjadi kutil kemaluan akan terjadi.

Oh ya, HPV pada wanita juga berisiko sebabkan kanker serviks. Jadi, lebih waspada lagi kalau akan melakukan seks oral.

Tips Melakukan Seks Oral yang Aman

Seks oral mamang terlihat sepele, tapi banyak hal berbahaya yang didapatkan kalau Anda sembrono. Berikut beberapa cara melakukan seks oral yang aman.

  • Sebisa mungkin menggunakan kondom yang tepat. Selama ini seks oral menggunakan kondom jarang dilakukan karena dianggap tidak memberikan rasa nikmat. Mulut jadi terasa karet dan ada pelumasnya.
  • Kondom yang tepat adalah kondom dengan ada rasanya. Kondom yang ada rasa buah atau rasa lain memang digunakan untuk seks oral. Sebaliknya kondom tanpa rasa dan aroma digunakan untuk seks vaginal.
  • Cuci bersih kemaluan sebelum melakukan seks. Jangan melakukan seks oral setelah penetrasi dilakukan. Kemungkinan kotor akan besar.
  • Hanya lakukan seks oral dengan pasangan yang resmi saja. Kalau dengan pasangan yang resmi, Anda akan tahu kondisi kesehatannya saat itu apakah baik atau tidak.
  • Jangan melakukan ejakulasi di dalam mulut apalagi meminta pasangan untuk menelannya. Sperma bisa saja keluar dengan bakteri atau patogen lainnya.

Semoga ulasan di atas membuat kita lebih waspada saat memberikan seks oral meski dengan pasangan resmi sekali pun.

 

 

Sumber:

  1. Web MD. 4 Things You Didn’t Know About Oral Sex. https://www.webmd.com/sex-relationships/features/4-things-you-didnt-know-about-oral-sex#1. (Diakses pada 15 Oktober 2019)
  2. CDC. STD Risk and Oral Sex – CDC Fact Sheet. https://www.cdc.gov/std/healthcomm/stdfact-stdriskandoralsex.htm. (Diakses pada 15 Oktober 2019)
  3. Sissons, Beth. 2019. What STDs can you get from oral sex?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325345.php. (Diakses pada 15 Oktober 2019)
  4. Scaccia, Annamarya. 2017. Oral STDs: What Are the Symptoms?. https://www.healthline.com/health/healthy-sex/oral-stds. (Diakses pada 15 Oktober 2019)

 





Source link