5 Masalah Seks Setelah Punya Anak dan Solusinya

By | September 22, 2019


DokterSehat.Com – Seks memang menyenangkan saat awal pernikahan. Namun, lambat laun seks mengalami perubahan yang cukup signifikan. Perubahan ini mulai terlihat saat pasangan mulai memiliki momongan. Seks jadi sedikit berbeda sehingga beberapa pasangan mengaku susah melakukannya dengan maksimal.

Masalah Seks Setelah Punya Anak

Setelah memiliki anak, ada banyak perubahan yang terjadi saat seks. Karena harus merawat anak dengan baik hingga mengurus pekerjaan rumah pria dan wanita jadi susah bercinta.

Secara umum, inilah beberapa perubahan yang terjadi pada seks sehingga pasangan tahu bagaimana harus bersikap dan memperbaiki aktivitas seks agar bisa berjalan dengan lancar.

  1. Lelah Saat Bekerja dan Mengurus Anak

Tidak bisa dimungkiri lagi kalau memiliki anak dan usianya masih sangat kecil cukup membuat pria atau wanita sangat capai. Biasanya pasangan akan bergantian menjaga saat pagi, siang, dan sore agar kebutuhan dari bayi bisa tercukupi dengan baik. Misal saat bayi mengompol atau lapar.

Kondisi ini menyebabkan pasangan terlalu lelah untuk melakukan apa pun. Wanita terlalu lelah sejak pagi untuk menjaga anak sementara pria capai bekerja dan harus begadang membantu pasangan kalau anak mendadak rewel. Kalau sudah capai seperti ini, seks seperti susah untuk dilakukan.

  1. Waktu Senggang Tidak Banyak

Kalau sudah memiliki anak waktu senggang untuk menikmati waktu berdua sangat kecil. Pasangan akan fokus pada anak dan melupakan apa yang jadi kebutuhannya. Bahkan untuk sekadar makan atau mandi saja susah dilakukan sehingga seks yang cukup menguras waktu semakin tidak memiliki tempat.

Sebenarnya seks tetap bisa dilakukan oleh pasangan dengan metode seks kilat. Mereka bisa melakukan seks dalam periode waktu 15-20 menit untuk mendapatkan kepuasan. Saat anak sedang tidur, seks bisa dilakukan sesegera mungkin. Oh ya, karena seks kilat kadang bisa membuat wanita sakit, jangan lupa untuk menggunakan pelumas, ya!

  1. Anak Tidak Bisa Ditinggalkan Sendiri

Setelah memiliki anak, wanita akan sering tidur dengan anak setiap saat. Hal ini dilakukan agar anak mudah mendapatkan asupan ASI dan juga menjaga anak dari gangguan lain. Singkatnya, wanita jadi miliki anak dan pria harus menyesuaikan diri dengan kondisi ini.

Seks masih bisa berjalan dengan tanpa meninggalkan bayi. Misal dengan melakukan seks dengan menggelar tikar di sebelah kasur. Dengan melakukan ini kalau sewaktu-waktu anak terbangun dan menangis, bisa segera ditenangkan dengan cepat.

  1. Sudah Jenuh dengan Sentuhan yang Intens

Saat memiliki anak, ibu akan sering bersentuhan dengan anaknya setiap hari. Karena sering bersentuhan ini kadang ibu jadi jengah dengan sentuhan lain. Mereka sedikit ingin bebas dan tidak merasakan apa pun pada tubuhnya.

Saat seks, pria tentu akan menyentuh wanita dengan intens. Sentuhan ini tentu membuat beberapa wanita jadi jengah. Bahkan banyak wanita enggan bercinta karena ingin tubuhnya sedikit terbebas. Setelah seharian disentuh bayi, kenapa malam hari harus terus disentuh juga dengan suami.

  1. Sering Berbohong saat Berhubungan Seks

Berbohong saat seks adalah hal yang sering dilakukan oleh wanita agar aktivitas ini segera usai. Salah satu hal yang sering membuat wanita berbohong adalah ingin istirahat. Mereka akan mengaku sudah orgasme padahal tidak sama sekali.

Berbohong saat seks inilah yang membuat kehidupan di atas ranjang terganggu. Wanita jadi semakin malas bercinta padahal pria juga membutuhkannya. Akhirnya percek-cokan pun bisa terjadi.

Cara Mengatasi Masalah Seks

Meski memiliki anak adalah sebuah harapan, kadang efek sampingnya kerap membuat orang tua jadi tidak nyaman. Apalagi berhubungan dengan seks yang sangat penting. Kalau masalah seks sering muncul, coba lakukan beberapa hal di bawah ini.

  • Sebisa mungkin untuk tetap memiliki waktu untuk melakukan seks dengan baik. Seks tidak harus dilakukan berjam-jam, 15-30 menit saja sudah cukup asal dilakukan dengan maksimal. Dengan waktu yang singkat itu, berbagai gangguan tidak akan muncul.
  • Tahu kapan anak tidur dan kapan mereka bangun. Umumnya anak memiliki siklus tidur dan bangun yang teratur. Saat anak sedang tidur, Anda dan pasangan bisa melakukan seks kilat. Seks ini mungkin akan menyakitkan kalau tidak memakai pelumas, tapi lama-lama akan terbiasa. Apalagi memulai rangsangan sejak pagi.
  • Membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan seks dan sejenisnya. Meski tidak harus melakukan kontak fisik, membicarakan hal-hal terkait dengan seks bisa membuat Anda dan pasangan mudah terangsang.
  • Pelesir berdua sesekali tidak masalah. Anda dan pasangan bisa meninggalkan anak sementara ke orang tua atau baby sitter. Nikmati waktu berdua sampai puas tanpa harus merasa terganggu. Kalau Anda tidak bisa meninggalkan anak jauh, cukup berada di kamar lalu kunci dari dalam.
  • Pilih posisi seks standar saja asal memberikan rasa nyaman dan nikmat. Banyak gaya seks yang sulit dilakukan kalau waktunya sangat rendah.
  • Lakukan komunikasi dengan pasangan terkait dengan seks dan apa yang kurang dan harus diperbaiki. Jangan hanya diam kalau memang ada yang perlu dibicarakan.

Inilah beberapa perubahan saat seks yang terjadi ketika memiliki anak. Nah, dari lima hal di atas mana kira-kira yang pernah atau sering Anda alami.

 

 

Sumber:

  1. Ruddy, Erin Zammett. 8 Surprising Truths About Sex After Baby. https://www.parents.com/parenting/relationships/sex-and-marriage-after-baby/how-to-have-great-postpartum-sex/. (Diakses pada 22 September 2019).
  2. Meeks, Colleen. 5 Ways to Protect Your Sex Life From Your Kids. https://www.parents.com/parenting/relationships/sex-and-marriage-after-baby/protect-your-sex-life-from-your-kids/. (Diakses pada 22 September 2019).
  3. Reischer, Erica. 2016. How to Improve Your Sex Life After Having Kids. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/what-great-parents-do/201612/how-improve-your-sex-life-after-having-kids. (Diakses pada 22 September 2019).

 





Source link