23 Obat Pilek yang bisa Anda Coba (Medis dan Alami)

23 Obat Pilek yang bisa Anda Coba (Medis dan Alami)

[ad_1]

obat-pilek-doktersehat

DokterSehat.Com – Salah satu gangguan kesehatan yang semua orang pernah mengalami adalah pilek. Meski penyakit ini adalah sesuatu yang umum terjadi, namun banyak orang belum mengetahui obat pilek apa yang bisa digunakan untuk mengatasi gangguan pada saluran pernapasan ini. Simak cara menghilangkan pilek dengan cara medis atau dengan bahan alami di bawah ini.

Obat Pilek yang Bisa Digunakan

Pada dasarnya, pilek tidak membutuhkan penanganan khusus dari dokter karena gejala bisa mereda apabila Anda cukup istirahat dan konsumsi air putih dalam jumlah banyak. Namun, untuk pilek dalam kategori berat, dokter biasanya akan meresepkan obat sesuai penyebab yang mendasarinya.

Berikut adalah obat pilek baik medis dan alami yang bisa digunakan, di antaranya:

1. Vitamin C

Cara menghilangkan pilek yang satu ini cukup sering digunakan. Obat pilek seperti vitamin C dapat mempersingkat durasi gejala. Selain itu, vitamin C juga dapat memberikan manfaat bagi orang-orang yang berisiko tinggi masuk angin.

2. Zinc

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa zinc dipercaya dapat mencegah sakit, salah satunya adalah pilek. Penelitian lain mengenai zinc mengungkapkan, obat pilek ini bisa mengurangi gejala pilek, terutama jika langsung dikonsumsi dalam 24 jam setelah gejala muncul.

Meski bermanfaat, zinc juga memiliki efek samping. Bicaralah dengan dokter sebelum mempertimbangkan penggunaan zinc untuk mencegah atau mengurangi pilek.

3. Obat Pereda Sakit

Cara mengatasi pilek yang bisa dicoba lainnya adalah dengan memberikan obat pereda sakit. Pada anak-anak 6 bulan atau lebih muda, hanya acetaminophen yang boleh diberikan. Sedangkan pada anak di atas 6 bulan, berikan asetaminofen atau ibuprofen. Jangan lupa konsultasikan pada dokter anak untuk dosis yang tepat terkait usia dan berat badan.

Sementara obat pilek untuk dewasa bisa menggunakan dekongestan, antihistamin  acetaminophen (Tylenol, dll), ibuprofen (Advil, Motrin IB, dll) atau aspirin.

Berhati-hatilah saat memberikan aspirin kepada anak-anak atau remaja. Meskipun aspirin disetujui untuk digunakan pada anak-anak yang lebih tua dari usia 3 tahun, anak-anak dan remaja seharusnya tidak pernah menggunakan aspirin. Aspirin telah dikaitkan dengan sindrom Reye, suatu kondisi yang jarang namun berpotensi mengancam jiwa anak.

4. Minuman Probiotik

Sebuah penelitian mengungkapkan, terdapat kaitan antara probiotik dan menurunnya gejala pilek. Minuman probiotik dapat menjadi obat pilek karena mengandung Lactobacillus, L. casei 431 yang bisa mengurangi durasi pilek atau gangguan pernapasan lainnya.

5. Vitamin D

Obat pilek selain vitamin C yang bisa digunakan adalah vitamin D3. Vitamin D3 dapat menjadi suplemen yang bermanfaat untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan terkena pilek.

Orang-orang yang tinggal di daerah beriklim dingin harus meningkatkan kadar vitamin D, karena kondisi lingkungan membuat kulit tidak mendapatkan banyak paparan sinar matahari.

6. Teh Hangat

Konsumsi teh panas adalah obat pilek alami yang paling mudah dilakukan. Selain melembapkan, teh panas juga dipercaya dapat meredakan sakit tenggorokan. Minum teh juga dapat menjadi terapeutik yang baik sebagai obat pilek.

Terapeutik adalah penanganan medis tertentu yang sesuai dengan keinginan penderita dan mempunyai takaran yang sesuai dengan tujuan pemberian penanganan, baik pada aspek yang telah diperkirakan sebelumnya maupun aspek yang belum atau tidak diperkirakan sebelumnya.

7. Berkumur

Jika Anda baru saja mulai merasakan pilek, cobalah berkumur dengan air putih. Sebuah penelitian menemukan bahwa mereka yang berkumur dengan air putih secara signifikan lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami infeksi saluran pernapasan atas–jenis infeksi yang sering dikaitkan dengan pilek dan flu. Obat pilek alami ini adalah cara termudah yang bisa dilakukan.

8. Konsumsi Sup Ayam

Beberapa penelitian menyatakan bahwa sup ayam dapat mengurangi gejala pilek. Beberapa komponen di dalam sup membantu menenangkan menenangkan peradangan yang memicu banyak gejala pilek.

Sup ayam menurut penelitian bisa memperlambat pergerakan neutrofil, sel darah putih yang merupakan ciri khas infeksi akut. Selain ayam, komponen lainnya yang bisa menjadi obat pilek adalah sayuran di dalam sup.

9. Madu

Obat pilek yang bisa digunakan untuk anak-anak adalah madu. Sebuah studi mengungkapkan, bahwa konsumsi satu sendok madu sebelum tidur dapat membantu anak tidur lebih baik dan mengurangi batuk di malam hari. Obat pilek alami ini juga dapat membantu meredakan sakit tenggorokan.

10. Buah Bit

Sebuah studi mengungkapkan, seseorang yang mengonsumsi buah bit menunjukkan gejala pilek yang lebih sedikit daripada mereka yang tidak mengonsumsi buah bit sama sekali. Buah bit kaya akan nitrat, di mana hal ini membantu meningkatkan produksi oksida nitrat–yang melindungi tubuh dari infeksi saluran pernapasan.

11. Air Garam

Obat pilek alami lainnya yang bisa digunakan adalah air garam. Obat pilek ini membantu mencegah hidung tersumbat, sekaligus menghilangkan partikel virus dan bakteri dari hidung.

Cara menghilangkan pilek yang bisa Anda lakukan adalah dengan mencampurkan 1/4 sendok garam dan 1/4 sendok baking soda dalam 250 ml air hangat. Gunakan alat suntik atau irigasi hidung untuk menyemprotkan air ke dalam hidung.

Tutup salah satu lubang hidung menggunakan jari kemudian semprotkan campuran garam ke lubang hidung yang terbuka, biarkan air garam mengalir keluar. Ulangi dua hingga tiga kali, lalu terapkan pada lubang hidung satunya.

12. Menjaga Tubuh Tetap Hangat

Membuat tubuh tetap hangat ketika pertama kali masuk angin atau pilek membantu tubuh mengarahkan energinya untuk mendukung sistem pertahanan tubuh. Oleh karena itu, sediakan waktu untuk beristirahat selama beberapa waktu untuk memulihkan kondisi tubuh lebih optimal.

13. Tidur dengan Bantal Tambahan

Cara menghilangkan pilek ketika Anda sedang tidur bisa dilakukan menambah bantal di kepala. Posisi kepala yang terangkat dapat membantu meringankan hidung yang tersumbat. Tentukan posisi kemiringan yang membuat tubuh bisa tidur dengan nyaman.

14. Mandi dengan Air Hangat

Menghirup uap saat mandi air panas dapat mengurangi hidung tersumbat dan tekanan sinus untuk sementara waktu. Alternatif mandi air panas adalah mengisi panci dengan air mendidih, meletakkan handuk di atas kepala kemudian menghirup uapnya. Uap dapat menenangkan jaringan hidung dan tenggorokan

15. Istirahat yang Cukup

Tidur selama 7 sampai 9 jam dalam sehari adalah kunci untuk sistem kekebalan tubuh bisa berfungsi dengan baik. Saat sistem kekebalan tubuh sudah optimal, metode alami ini bisa menjadi obat pilek untuk membantu melawan virus pilek.

Sebuah penelitian mengungkapkan, seseorang yang memiliki kebiasaan tidur kurang dari 7 jam hampir tiga kali lebih mungkin terserang pilek daripada mereka yang tidur 8 jam atau lebih setiap malam.

16. Konsumsi Makanan Penangkal Infeksi

Berikut ini adalah obat pilek alami yang bersumber dari makanan, antara lain:

  • Cabai dapat membuka sinus dan membantu memecah lendir di paru-paru.
  • Mustard atau lobak dapat membantu memecah lendir di saluran udara.
  • Bawang mengandung phytochemical yang dipercaya membantu tubuh membersihkan bronkitis dan infeksi lainnya.
  • Teh hitam dan hijau mengandung catechin, fitokimia yang diklaim memiliki efek antibiotik alami.

17. Jahe

Jahe adalah salah satu tanaman herbal yang telah digunakan sejak lama untuk pengobatan. Beberapa irisan jahe mentah dalam air mendidih dapat membantu meredakan batuk atau sakit tenggorokan. Penelitian menunjukkan bahwa jahe juga bisa menangkal perasaan mual yang begitu sering menyertai pilek.

18. Bawang Putih

Bawang putih mengandung senyawa allicin yang memiliki sifat antimikroba. Menambahkan suplemen bawang putih ke makanan dapat mengurangi keparahan gejala pilek. Menurut beberapa penelitian, bawang putih juga dapat digunakan untuk mencegah terjadinya pilek.

Meski bawang putih dapat digunakan sebagai obat pilek, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan tentang manfaat bawang putih untuk mengatasi pilek. Sementara itu, menambahkan lebih banyak bawang putih ke dalam diet tidak akan memberikan efek samping.

19. Mentol

Sinus dan saluran udara yang tersumbat adalah gejala umum pilek. Obat pilek yang bisa digunakan untuk membantu meringankan pilek adalah mentol. Mentol sendiri berasal dari banyak jenis tanaman mint. Mentol memiliki efek antibakteri dan menghilangkan rasa sakit.

Sebuah penelitian menemukan bahwa uap yang mengandung mentol, kayu putih, dan kapur barus, secara signifikan dapat meningkatkan kualitas tidur pada anak-anak dan orang dewasa dengan gejala flu. Namun, para peneliti menemukan bahwa terdapat risiko yang harus diwaspadai karena mentol bisa mengiritasi kulit.

20. Minyak Oregano

Oregano mengandung thymol dan carvacrol di mana keduanya memiliki efek antibakteri. Sejak dahulu banyak orang menggunakan minyak esensial yang mengandung thymol untuk meredakan sakit kepala, diare, dan batuk. Penggunaan obat pilek ini bisa dilakukan dengan menggosokan minyak oregano di dada untuk meredakan gejala pilek.

21. Menghindari Stres

Stres dan kurang tidur adalah faktor yang dapat meningkatkan risiko masuk angin atau pilek. Sebuah studi menunjukkan bahwa, menurunkan tingkat stres melalui praktik meditasi mengurangi risiko terkena pilek. Orang-orang yang sering berpartisipasi dalam meditasi atau latihan-latihan kesadaran lainnya lebih jarang sakit.

22. Buah Beri

Buah-buah beri mengandung polifenol yang memiliki sifat antivirus dan dapat membantu melawan virus pilek. Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa elderberry dapat mengurangi gejala pilek.

Selain itu, stroberi, blueberry, blackberry, dan raspberry juga merupakan sumber vitamin C yang dapat membantu mendukung sistem kekebalan tubuh.

Nah, itulah beberapa obat pilek yang bisa digunakan. Hal penting lainnya yang perlu diketahui adalah infeksi sinus, bronkitis, meningitis, radang tenggorokan, dan asma dapat terlihat seperti flu biasa.

Jika Anda memiliki gejala yang parah dan tidak membaik setelah mendapatkan obat pilek alami seperti di atas, segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Pencegahan Pilek

Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya pilek, di antaranya:

1. Sering Mencuci Tangan

Virus dapat hidup di tangan, itulah sebabnya mencuci tangan secara teratur adalah salah satu cara terbaik untuk menghindari dan menyebarkan virus. Anda harus menggunakan sabun dan air untuk mencuci tangan. Pembersih tangan yang mengandung alkohol adalah pilihan jika sabun dan air tidak tersedia.

2. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Hampir mustahil untuk menghindari semua kuman, namun dengan menjaga sistem kekebalan tubuh yang kuat, seseorang akan meningkatkan peluang mereka untuk melawan kuman yang datang.

Waktu tidur cukup, berolahraga, dan konsumsi makanan berigizi adalah cara untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, tidak merokok dan menghindari stres berlebih juga dapat menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat. Jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, sebaiknya hindari orang atau lingkungan yang banyak terdapat virus pilek.

Kapan Pemeriksaan dengan Dokter Perlu Dilakukan?

Setelah Anda mengetahui obat pilek seperti di atas, hal penting yang harus diketahui adalah kapan waktu terbaik untuk memeriksakan kondisi dengan dokter? Jika pilek berlangsung 2 minggu dengan gejala parah terjadi selama 2 sampai 3 hari, atau tidak ada tanda-tanda sembuh.

Seseorang yang mungkin memiliki risiko komplikasi pilek yang lebih tinggi harus konsultasi dengan dokter ketika gejala awal sudah muncul, karena mungkin saja penderita memerlukan pengobatan antivirus.

Orang-orang ini termasuk anak-anak kecil dan mereka yang:

  • Hamil.
  • Berusia 65 tahun atau lebih.
  • Berisiko karena kondisi medis lainnya.
  • Jika bayi kurang dari 3 bulan mengalami demam, orang tua harus segera menghubungi dokter.

 

Sumber:

  1. Sissons, Beth. 2019. How to treat a cold or flu at home. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324607.php. (Diakses pada 24 September 2019).
  2. Jovinally, Joann. 2017. 11 Cold and Flu Home Remedies. https://www.healthline.com/health/cold-flu/home-remedies#learn-more. (Diakses pada 24 September 2019).
  3. Cold remedies: What works, what doesn’t, what can’t hurt. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold/in-depth/cold-remedies/art-20046403. (Diakses pada 24 September 2019).
  4. 12 Natural Treatment Tips for Colds and Flu. https://www.webmd.com/cold-and-flu/12-tips-prevent-colds-flu-1#1. (Diakses pada 24 September 2019).
  5. McMullen, Laura. 2014. 13 Ways to Beat a Cold. https://health.usnews.com/health-news/health-wellness/articles/2014/01/27/13-ways-to-beat-a-cold. (Diakses pada 24 September 2019).
  6. BRODWIN, ERIN. 2018. 8 Evidence-Based Things You Can Do to Help Beat a Cold or The Flu. https://www.sciencealert.com/these-are-the-only-things-you-should-do-to-help-beat-a-cold-or-the-flu. (Diakses pada 24 September 2019).
  7. Stanborough, Rebecca Joy, MFA. 2019. From A to Zinc: How to Get Rid of a Cold Fast. https://www.healthline.com/health/cold-flu/how-to-get-rid-of-a-cold-fast. (Diakses pada 24 September 2019).
  8. De Pietro, MaryAnn, CRT. 2017. Eight home remedies for treating a cold. https://www.medicalnewstoday.com/articles/316302.php. (Diakses pada 24 September 2019).



[ad_2]

Source link

AKDSEO