11 Penyebab Betis Sakit dan Penanganannya

By | July 24, 2019


DokterSehat.Com – Sakit pada betis atau kaki bagian bawah dapat mempersulit berbagai aktivitas yang ingin dilakukan. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kejang atau tegang otot atau dapat juga mengindikasikan kondisi medis lain. Berikut adalah berbagai penyebab betis sakit yang mungkin menyerang Anda!

Penyebab Betis Sakit

Betis terdiri dari 2 otot yaitu gastrocnemius dan seleus. Kedua otot ini bertemu di tendon Achilles yang melekat pada tulang tumit. Jika otot-otot pada betis ini meregang atau robek, maka betis akan menegang dan menyebabkan rasa sakit pada betis. Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai sebab.

Berikut adalah 11 penyebab betis sakit yang mungkin Anda alami!

1. Kram otot

Kram otot adalah salah satu penyebab betis pegal dan sakit yang paling umum.

Kram otot adalah kontraksi otot yang terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan rasa sakit. Pemicu kram otot beragam mulai dari dehidrasi, cedera otot, atau kekurangan mineral. Selain itu, kram juga dapat disebabkan beberapa kondisi serius seperti gagal ginjal, hipotiroidoisme, alkoholisme, hingga diabetes.

2. Tegang otot

Selain kram otot, ketegangan otot juga sering menjadi penyebab betis sakit.

Otot yang tegang dapat disebabkan oleh kelelahan, aktivitas otot yang berlebihan, atau bisa juga karena gerakan otot yang salah. Beberapa aktivitas yang dapat memicu otot tegang adalah seperti berlari, berenang, bersepeda, dan angkat beban.

Ketegangan otot akan menimbulkan rasa sakit dan menyebabkan gerakan betis menjadi terbatas. Cara mengatasi tegang otot ringan dapat dengan cara dikompres dan menggunakan obat antiinflamasi. Tegang otot yang parah harus mendapatkan penanganan medis untuk mengatasinya.

3. Achilles tendonitis

Tendon Achilles menghubungkan otot betis ke tulang tumit.

Aktivitas yang menyebabkan otot betis terlalu kencang akan memberikan tekanan ekstra pada tendon Achilles yang kemudian menyebabkan sakit betis. Kondisi ini biasa terjadi pada seseorang yang baru memulai latihan olahraga atau yang melakukan latihan berat berulang.

Cara mengatasi kondisi ini adalah dengan istirahat, mengompres betis, dan memposisikan betis lebih tinggi dari tubuh. Melakukan peregangan juga akan sangat membantu untuk mengurangi gejala dari Achilles tendonitis.

4. Klaudikasio arteri

Klaudikasio arteri adalah penyempitan atau penyumbatan arteri yang memasok aliran darah ke kaki.

Kondisi ini juga dapat menjadi penyebab sakit betis. Anda akan merasakan sakit pada betis ketika berjalan atau melakukan gerakan yang membutuhkan darah untuk mengalir ke kaki bagian bawah. Rasa sakit biasanya tidak akan muncul ketika Anda sedang diam, tapi baru akan muncul setelah beberapa menit Anda mulai berjalan atau bergerak.

5. Klaudikasio neurogenik

Klaudikasio neurogenik  atau pseudoclaudication adalah kondisi di mana saraf menuju kaki terjepit, sehingga memengaruhi kemampuan saraf untuk dapat berkomunikasi dengan kaki bagian bawah.

Selain menjadi penyebab betis sakit, gejala lain dari kondisi ini adalah seperti sakit ketika berjalan, sakit setelah berdiri lama, sakit pada paha, punggung bagian bawah, atau bokong. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh stenosis tulang belakang atau penyempitan kanal tulang belakang.

6. Sciatica

Sciatica atau linu panggul terjadi ketika terdapat masalah pada saraf skiatik, yaitu saraf yang mengontrol otot-otot pada kaki bagian bawah dan belakang lutut.

Sciatica dapat menyebabkan nyeri, mati rasa, hingga kesemutan di punggung bagian bawah. Gejala ini akan menjalar hingga ke betis dan otot lainnya. Jika kondisinya parah, sciatica mungkin akan membutuhkan pembedahan untuk menanganinya.

7. Plantar fasciitis

Penyebab betis sakit selanjutnya adalah plantar fasciitis, sebuah kondisi yang memengaruhi jaringan plantar fascia.

Plantar fascia adalah jaringan yang terletak di bagian bawah kaki. Jika tekanan yang terjadi pada otot betis terlalu berat, hal ini dapat memengaruhi plantar fascia karena otot betis tidak dapat menopang kaki. Gejala plantar fasciitis antara lain seperti nyeri pada kaki ketika mencoba bangun atau berdiri dan kesulitan melenturkan kaki.

8. Neuropati diabetik

Neuropati diabetik adalah kerusakan saraf yang diakibatkan oleh diabetes.

Kondisi ini dapat memengaruhi lengan, tangan, tungkai, dan kaki. Neuropati perifer paling sering menyerang saraf bagian kaki dan dapat menjadi penyebab sakit betis. Gejala dari neuropati diabetik adalah rasa sakit yang tajam, kram otot, lemah otot, hilang keseimbangan, mati rasa, dan gangguan sensasi.

9. Sindrom kompartemen

Sindrom kompartemen adalah kondisi kronis yang terjadi saat sejumlah besar tekanan menumpuk di dalam kompartemen otot.

Kondisi ini biasanya terjadi ketika seseorang mengalami trauma atau cedera parah seperti patah tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit, pembengkakan, mati rasa, kesemutan, dan kesulitan menggerakkan kaki.

10. Trombosis vena dalam

Deep vein thrombosis (DTV) atau trombosis vena dalam adalah adanya gumpalan darah yang terbentuk pada salah satu vena di kaki.

Kondisi ini memengaruhi aliran darah ke kaki dan dapat menjadi penyebab sakit betis. Risiko DTV tinggi pada seseorang yang duduk terlalu lama, memiliki tekanan darah tinggi, atau memiliki gangguan pembekuan darah.

11. Varises

Penyebab betis sakit yang terakhir adalah varises atau pembengkakan pembuluh darah yang menyebabkan tonjolan pada kaki yang berbentuk panjang seperti tali.

Varises memang paling sering muncul di bagian betis dan menyebabkan rasa sakit, berdenyut, kram, dan nyeri. Faktor risiko varises meliputi usia, riwayat keluarga, fluktuasi hormon, kehamilan, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik.

Cara Mengatasi Betis Sakit

Cara mengatasi betis sakit dapat berbeda-beda bergantung pada pemicunya. Anda bisa mencoba beberapa tips pengobatan di rumah untuk sakit betis seperti berikut ini:

  • R.I.C.E (rest, ice, compression, and elevation): Merupakan pertolongan pertama yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi betis sakit. Angkat kaki agar lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi pembengkakan, kemudian kompres betis menggunakan es.
  • Obat bebas: Obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen dan naproxen dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit pada betis.
  • Peragangan: Perengan ringan dapat dilakukan untuk membantu meredakan nyeri betis. Anda dapat mencoba gerakan calf raises atau straight-leg calf stretches.

Cara di atas dapat membantu meringankan sakit betis ringan hingga sedang. Jika nyeri betis cukup parah, Anda dapat memastikan penyebab sakit betis dengan cara berkonsultasi dengan dokter. Setelah itu dokter dapat membantu menentukan langkah pengobatan yang lebih tepat untuk Anda.

 

Sumber:

  1. Calf Pain Causes and Treatments – https://www.healthline.com/health/calf-pain
  2. What causes calf muscle pain? – https://www.medicalnewstoday.com/articles/321446.php
  3. Lower Leg Pain: Causes and Treatments – https://www.webmd.com/pain-management/guide/lower-leg-pain-causes-and-treatments#1





Source link