11 Efek Samping Obat Pelangsing (Berbahaya!)

By | June 26, 2019


DokterSehat.Com– Memiliki tubuh yang ideal serta ramping adalah salah satu idaman bagi setiap wanita. Sebab, tubuh yang ramping dipercaya bisa menunjang penampilan agar lebih menarik. Hal itu pula yang menjadikan kebanyakan wanita rela melakukan berbagai macam cara, mulai dari menjaga pola makan, olahraga teratur, dan bahkan mengonsumsi obat pelangsing, namun efek samping obat pelangsing ini tergolong berbahaya bagi kesehatan.

Efek Samping Obat Pelangsing atau Obat Diet

Ada berbagai masalah kesehatan yang bisa didapatkan akibat mengonsumsi obat pelangsing. Berikut efek samping obat diet yang mengganggu kesehatan:

1. Ketergantungan

Hal pertama yang perlu Anda khawatirkan ketika mengonsumsi obat pelangsing adalah ketergantungan. Dalam hal ini, tubuh Anda akan merasa ketagihan dan tidak bisa lepas dari obat itu. Biasanya, ketergantungan ini bisa dilihat ketika Anda memutuskan untuk berhenti, tapi ada reaksi yang tak wajar pada tubuh.

Misalnya, ketika Anda berhenti mengonsumsi obat tersebut, tiba-tiba tubuh meriang ataupun kepala pusing. Itulah ketergantungan, efek samping obat pelangsing yang perlu diwaspadai dari sekarang.

2. Sakit kepala

Belviq (lorcaserin) Serotonin 2C agonis reseptor selektif dapat menekan nafsu makan. Namun efek sampingnya menimbulkan sakit kepala, selin itu juga menimbulkan mual, pusing, kelelahan, mulut kering, dan sembelit. perlu diingat! Jangan melebihi 10 mg dua kali sehari.

3. Alergi

Ofek samping obat pelangsingselanjutnya adalah menimbulkan reaksi alergi. Jangankan obat pelangsing, bahkan obat yang umum dan generik saja bisa menyebabkan alergi bagi tubuh. Adapun beberapa alergi tersebut bisa berupa gatal-gatal, berjerawat, bahkan flu mendadak.

4. Jantung berbedar & insomnia

Pernahkah Anda merasakan jantung berdebar setelah mengonsumsi obat? Jika pernah, hal itu juga efek samping obat pelangsing. Sudah banyak kasus terjadi, orang yang mengonsumsi obat pelangsing merasakan jantungnya berdetak kencang seperti habis olahraga. Selain itu, efek yang dihasilkan juga bisa membuat mata menjadi sulit terpejam di malam hari.

5. Cedera hati

Inhibitor lipase seperti Alli atau Xenical (orlistat) telah dikaitkan dengan cedera hati dan pasien harus waspada terhadap tanda-tanda penyakit hati seperti gatal pada kulit, mata kuning (jaundice), sakit perut, kehilangan nafsu makan, dan pucat. Bahkan tinja dan urine berwarna cokelat (karena kelebihan bilirubin dalam urine).

6. Cacat lahir

Qsymia (phentermine dan topiramate) disetujui oleh FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) sebagai obat penurunan berat badan baru yang diperpanjang pada tahun 2012.

Qsymia telah dibatasi karena topiramate, salah satu obat yang terkandung dalam Qsymia, efek samping obat diet ini dapat menyebabkan cacat lahir parah pada wanita hamil. Ini berarti Anda hanya dapat memperoleh Qsymia dari apotek bersertifikat atau melalui surat melalui jaringan pengiriman Qsymia.

7. Berisiko kanker

Dalam kemasan Saxenda (liraglutide), tersera peringatan efek samping obat diet ini terhadap kanker tiroid. Namun, penelitian hanya mengidentifikasi risiko ini pada hewan. Tetapi, jika Anda memiliki riwayat atau keluarga karsinoma tiroid meduler (MTC) atau sindrom Endokrin Neoplasia Ganda tipe 2, Anda tidak boleh menggunakan Saxenda karena kemungkinan risiko tumor tiroid.

8. Berbahaya bagi katup jantung

Fenfluramin (Pondimin) digunakan dalam kombinasi obat fen-fen (fenfluramin/phentermine) dikaitkan dengan efek samping katup jantung yang berbahaya dan tidak lagi tersedia karena efek samping obat diet ini.

Fenfluramine menghambat reuptake serotonin untuk mengurangi nafsu makan. Pada 1997, FDA menarik fenfluramine dan dexfenfluramine (Redux) dari peredaran.

9. Berisiko serangan jantung & stroke

Obat Sibutramine (Meridia) dilarang di pasar AS pada 2010, juga karena peningkatan risiko efek samping jantung yang serius, termasuk serangan jantung dan stroke. Sibutramine memblokir norepinefrin dan serotonin reuptake yang mengarah pada efek penekan nafsu makan.

10. Gangguan pencernaan

Salah satu efek samping dari obat pelangsing tersebut adalah gangguan pencernaan. Sebab, secara konsep sendiri, obat pelangsing dikonsumsi untuk meluruhkan lemak di dalam tubuh. Maka bisa dikatakan jika obat yang Anda konsumsi sifatnya memaksa lemak untuk keluar dari dalam tubuh secara tidak alami. Oleh karenanya, ada risiko terjadinya gangguan pencernaan akibat reaksi dari obat tersebut.

Obat plangsing yang menybabkan gangguna pencernan adalah Glukomanan, jenis serat yang ditemukan di akar ubi gajah, juga disebut konjak. Glukomanan menyerap air dan menjadi seperti gel. Itu mengendap di usus Anda dan menimbulkan perasaan kenyang, membantu Anda makan lebih sedikit kalori.

Namun, obat pelangsing berbahaya karena dapat menyebabkan perut kembung, tinja lunak, dan dapat bereaksi dengan beberapa obat oral jika diminum secara bersamaan.

Penting untuk mengonsumsi glukomanan sekitar setengah jam sebelum makan, dengan segelas air.

Begitupun Orlistat (Alli), obat ini memiliki banyak efek samping pencernaan, termasuk tinja yang longgar, berminyak, perut kembung, sering buang air besar yang sulit dikendalikan, dan lain-lain. Obat pelangsing berbahaya ini juga dapat menyebabkan kekurangan vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E dan K.

Biasanya disarankan untuk mengikuti diet rendah lemak saat mengonsumsi orlistat, untuk meminimalkan efek samping.

Menariknya, diet rendah karbohidrat (tanpa obat-obatan) telah terbukti sama efektifnya dengan kombinasi diet rendah lemak dan orlistat.

11. Hepatitis

Beberapa produk penurunan berat badan bernama Hydroxycut dilarang dan ditarik kembali pada tahun 2009 karena ada laporan bahwa reaksinya merugikan dan serius, termasuk hepatitis dan penyakit kuning.

Satu orang yang mengonsumsi suplemen obat pelangsing berbahaya ini meninggal; sementara yang lain membutuhkan transplantasi hati.

Apakah obat penurun berat badan herbal aman?

Jika Anda tertarik untuk menurunkan berat badan, Anda mungkin telah mempertimbangkan untuk membeli produk penurunan berat badan diet alami atau herbal, juga disebut suplemen penurunan berat badan, yang bisa Anda dapatkan di toko atau toko online. Produk-produk ini mungkin mengklaim “secara ajaib mencairkan” lemak dan tampak seperti perbaikan yang mudah untuk membuang lemak beberapa kilogram.

Mereka mengklaim Anda akan menghilangkan 10 kilogram dalam satu minggu, tetapi produk ini adalah penipuan. Penting untuk mengetahui bahwa suplemen makanan tanpa resep juga tidak disetujui oleh FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat).

Federal Regulator telah memperingatkan bahwa banyak dari suplemen diet yang dipasarkan ini tidak efektif dan bahkan dapat menyebabkan efek samping serius. Pihak berwenang bahkan telah menemukan produk yang mengandung obat resep seperti sibutramine, yang ditarik dari pasar AS pada Oktober 2010.

FDA telah mencatat mencatat bahwa kematian telah terjadi dengan menggunakan produk berbahaya ini. Bahan lain yang ditemukan oleh FDA termasuk obat kejang, obat tekanan darah, dan obat lain yang tidak disetujui.





Source link